[HOTD] Kewajiban BeRpuasa Ramadhan

bismillahhiRRahmaniRRahim

Hai ORang-ORang yang beRiman, diwajibkan atas kamu beRpuasa sebagaimana diwajibkan atas ORang-ORang sebelum kamu agaR kamu beRtakwa”
[QS. Al Baqarah (2) ayat 183]

Allah SWT mewajibkan umat muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan, beRikut ganjaRan yang akan diteRima bagi ORang yang meninggalkan puasa Ramadhan:

1haRi tidak cukup diganti dengan 1tahun Penuh
Sahabat Abi HuRaiRah Ra beRkata, bahwa Rasulullah saw telah beRsabda: "BaRangsiapa beRbuka (tidak puasa) satu haRi saja di bulan Ramadhan tanpa adanya Rukhshah atau sakit, maka tidak cukup puasa yang ditinggalkan itu diganti dengan puasa satu tahun penuh." (HR. TiRmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Sedang teks hadis ini menuRut Riwayat TiRmidzi).

Penghuni NeRaka, diikat LeheRnya Hingga DaRahnya MengaliR DeRas
Sahabat Abi Umamah Al-Bahili Ra beRkata: Aku telah mendengaR Rasulullah saw beRsabda: "Pada suatu ketika aku sedang tiduR, tiba-tiba datang dua ORang lelaki yang langsung memegang lenganku, lalu menunjukkan kepadaku sebuah gunung besaR. Dua lelaki itu memeRintahkan kepadaku agaR naik ke atas gunung, tetapi aku tidak mampu mendakinya. Lalu meReka beRkata: "Kami akan membeRikan kemudahan kepadamu." Kemudian aku pun naik hingga sampai ke puncak gunung, dan tiba-tiba mendengaR suaRa yang sangat keRas. Aku beRtanya: "SuaRa apakah ini?" MeReka menjawab: "Ini adalah suaRa jeRitan penghuni neRaka." Lalu aku beRjalan lagi, dan tiba- tiba beRtemu dengan sekelOmpOk kaum yang diikat leheRnya hingga daRahnya mengaliR deRas. Aku pun beRtanya: "Siapakah meReka?" Jawabnya: "MeReka adalah ORang-ORang yang beRbuka sebelum datang waktu beRbuka." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

KafiR, Halal DaRahnya.
Sahabat Ibnu Abbas Ra meneRangkan, bahwa Hamad bin Zaid telah beRkata (hadis ini telah dimaRfu’kan sampai kepada Nabi saw), bahwa Rasulullah saw telah beRsabda: "Islam adalah telanjang. Sedang tiang penyangga beRdiRinya Islam ada tiga peRkaRa. BaRangsiapa meninggalkan salat saw daRi tiga peRkaRa itu, maka dia adalah seORang kafiR yang halal daRahnya. Tiga peRkaRa itu adalah beRsaksi tidak ada Tuhan selain Allah, melaksanakan shalat faRdhu, dan beRpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Ya’la dengan sanad hasan).

Baca entri selengkapnya »

[HOTD] Sakit yang di ikuti dengan kesabaRan

bismillahhiRRahmaniRRahim

Dan, di antaRa tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang beRlayaR) di laut sepeRti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu teRhenti di peRmukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu teRdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap ORang yang beRsabaR dan banyak beRsyukuR".
[Asy-SyuRa, 26 : 32-33]

Sakit = Menggugurkan Kesalahan

  • Imam BukhaRi dan Muslim mengetengahkan sebuah Riwayat, bahwa Rasulullah saw telah beRsabda: "Tiadalah mu­sibah yang menimpa ORang beRiman, baik beRupa sakit, sedih, susah, maupun teRkena duRi kakinya, kecuali Allah akan menjadikannya sebagai tebusan (kafaRat) atas peRbuatan dOsa yang telah dilakukannya."
  • DaRi Ummu Al-Ala’, dia beRkata : "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau beRkata. ‘GembiRakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya ORang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kOtORan emas dan peRak". (Isnadnya Shahih, ditakhRij Abu Daud, hadits nOmOR 3092)
  • “Tidaklah seORang muslim mendeRita sakit kaRena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah mengguguRkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pOhOn yang mengguguRkan daun-daunnya". (DitakhRij Al-BukhaRi, 7/149. Muslim 16/127)

SabaR di kala sakit = Penghuni SuRga

  • DaRi Atha’ bin Abu Rabbah, dia beRkata. "Ibnu Abbas peRnah beRkata kepadaku. ‘Maukah kutunjukkan kepadamu seORang wanita penghuni sORga ? Aku menjawab. ‘Ya‘. Dia (Ibnu Abbas) beRkata. "Wanita beRkulit hitam itu peRnah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seRaya beRkata. ‘Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auRatku) teRbuka. Maka beRdOalah bagi diRiku. Beliau beRkata. ‘Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa beRsabaR dan bagimu adalah sORga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa beRdO’a sendiRi kepada Allah hingga Dia membeRimu fiat’. Lalu wanita itu beRkata. ‘Aku akan beRsabaR. Wanita itu beRkata lagi. ‘Sesungguhnya (auRatku) teRbuka. Maka beRdO’alah kepada Allah bagi diRiku agaR (auRatku) tidak teRbuka’. Maka beliau pun beRdOa bagi wanita teRsebut". (DitakhRij Al-BukhaRi 7/150. Muslim 16/131)

Dicatat amal di kala sehat

  • DaRi abu musa Al asyaRi Ra ia beRkata ; Rasulullah saw beRsabda; apabila seseORang mendeRita sakit  atau sedang bepeRgian , maka dicatatlah pahala baginya amal peRbuatan yang biasa dikeRjakan pada waktu tidak bepeRgian dan pada waktu sehat (HR bukhaRi)

 

ARtikel teRkait:

 

Baca entri selengkapnya »

[HOTD] kasih sayang teRhadap anak-anak

bismillahhiRRahmaniRRahim

Sesungguhnya ORang-ORang yang beRiman dan beRamal saleh, kelak Allah Yang Maha PemuRah akan menanamkan dalam (hati) meReka Rasa kasih sayang.
[QS. MaRyam (19) : 96]

Salah satu kemuliaan ahlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Rasa kasih sayang teRutama kepada anak-anak. Kisah tentang Rasulullah Saw. beRsama anak adalah kisah tentang kasih-sayang. Ia memendekkan shalatnya ketika mendengaR tangis anak. KaRena anak pula, Rasulullah Saw. peRnah beRsujud sangat lama. Begitu lamanya Rasulullah Saw. beRsujud sampai-sampai paRa sahabat mengiRa Rasulullah Saw. sedang meneRima wahyu daRi Allah ‘Azza wa Jalla. Padahal yang teRjadi sesungguhnya adalah, ada cucu yang menaiki punggungnya.

BeRikut bebeRapa hadist yang menggambaRkan Rasa kasih sayang yang ditunjukkan dan dicOntOhkan Oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam teRhadap anak-anak:

MenggendOng
Hadits Riwayat Abdullah bin Ja`faR Ra. ia beRkata:

Apabila Rasulullah saw. pulang daRi suatu bepeRgian, biasanya beliau disambut Oleh anak-anak anggOta keluaRganya. Satu haRi beliau pulang daRi bepeRgian dan aku lebih dahulu menyambut beliau. Lalu aku digendOng beliau. Kemudian salah seORang anak Fathimah menyambutnya. Diapun digendOngnya di belakang. Kemudian kami beRtiga memasuki kOta Madinah di atas binatang tunggangan.

Baca entri selengkapnya »

[DOA] Adab MempeROleh Rahmat Allah

bismillahhiRRahmaniRRahim

"Dan jangan kamu beRputus asa daRi Rahmat Allah. Sesungguhnya tiada beRputus asa daRi Rahmat Allah, melainkan kaum yang kafiR." (Yusuf: 87). 

Rahmat aRtinya kebaikan dan kasih sayang Allah yang dibeRikan kepada hamba-Nya yang disayangi-Nya.

وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ

“Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk dibeRi) Rahmat-Nya “
(Q.S. Al-BaqaRah : 105)

ORang yang dibeRi Rahmat Allah pasti akan selamat dunia dan akhiRat.  FiRman Allah :

وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Adapun ORang-ORang yang putih beRseRi mukanya, maka meReka beRada dalam Rahmat Allah (suRga); meReka kekal di dalamnya.” (Q.S. Ali ImRan : 107)

DOa MempeROleh Rahmat Allah 
Ada banyak dOa memOhOn Rahmat Allah. Di antaRa dOa yang  dianjuRkan Oleh Nabi SAW untuk selalu dibaca adalah dOa beRikut :

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
“Allahumma bika ashbahnaa, wa bika amsaynaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaykan nusyuuRu”
Baca entri selengkapnya »

[HOTD] membantu sesama Muslim

Like This!

Add to: Facebook | Digg | Del.icio.us | Stumbleupon | Reddit | Blinklist | Twitter | Technorati | Yahoo Buzz | Newsvine

bismillahhiRRahmaniRRahim

Itulah (kaRunia) yang (dengan itu) Allah menggembiRakan hamba- hamba-Nya yang beRiman dan mengeRjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seRuanku kecuali kasih sayang dalam kekeluaRgaan." Dan siapa yang mengeRjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha MensyukuRi.
[QS. Asy SyuuRa (42) ayat 23]

dibalas di dunia dan akhiRat

DaRi Abu HuRaiRah RA., dia beRkata,
Rasulullah SAW beRsabda, “BaRangsiapa yang meRingankan pendeRitaan seORang Mukmin di dunia, niscaya Allah akan meRingankan pendeRitaan (kesulitan)nya kelak di haRi Kiamat dan baRangsiapa yang memudahkan uRusan ORang yang mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan uRusannya di dunia dan akhiRat. Siapa saja yag menutupi (aib) seORang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib) nya di dunia dan akhiRat. Dan Allah selalu menOlOng hamba-Nya selama si hamba teRsebut menOlOng saudaRanya. Siapa saja yang menempuh suatu jalan guna mencaRi ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju suRga. Dan tidaklah suatu kaum (kelOmpOk) beRkumpul di salah satu Rumah Allah sembaRi membaca Kitabullah dan mengkajinya di antaRa sesama meReka melainkan ketenangan akan tuRun di tengah meReka, Rahmat meliputi meReka dan malaikat mengelilingi meReka seRta Allah akan menyebut meReka di sisi paRa malaikat. Siapa saja yang menjadi lamban kaRena amalnya (sehingga amal shalihnya menjadi kuRang), maka tidak cukup baginya hanya (beRmOdalkan) nasab.”

diampuni dOsa Lampau dan yang akan Datang

Rasulullah beRsabda, yang aRtinya ,
Baca entri selengkapnya »

[RASUL] beRsikap di dalam Rumah

Like This!

Add to: Facebook | Digg | Del.icio.us | Stumbleupon | Reddit | Blinklist | Twitter | Technorati | Yahoo Buzz | Newsvine

bismillahhiRRahmaniRRahim

sebagai muslim, Rasulullah meRupakan sOsOk yang patut kita cOntOh dan kita teladani, beRikut adalah sikap-sikap yang ditunjukkan Oleh Rasulullah di Rumah:

 Tawadhu dan Rendah Hati; Rasulullah tuRut mengeRjakan dan membantu pekeRjaan Rumah tangga. SeORang hamba Allah yang teRpilih tidaklah segan mengeRjakan hal itu semua.
Aisyah Radhiyallahu ‘anha peRnah ditanya: "Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam Rumah?" Ia Radhiyallahu ‘anha menjawab: "Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seORang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiRi, memeRah susu dan melayani diRi beliau sendiRi." (HR. Ahmad dan TiRmidzi)

Makan dengan kesedeRhanaan; DaRi Rumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang penuh beRkah itulah memancaR cahaya Islam, sedangkan beliau sendiRi tidak mendapatkan makanan yang dapat mengganjal peRut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
An-Nu’man bin BasyiR menutuRkan kepada kita keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
Aku telah menyaksikan sendiRi keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sampai-sampai beliau tidak mendapatkan kuRma yang jelek sekalipun untuk mengganjal peRut." (HR. Muslim)
Aisyah Radhiyallahu ‘anha menutuRkan:
"Kami, keluaRga Muhammad, tidak peRnah menyalakan tungku masak selama sebulan penuh, makanan kami hanyalah kuRma dan aiR." (HR. Al-BukhaRi)

Menegakkan Shalat; Tidak ada satu peRkaRa pun yang melalaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daRi beRibadah dan beRbuat ketaatan. Apabila sang muadzin telah mengumandangkan azan; "MaRilah tegakkan shalat! MaRilah menggapai kemenangan!" beliau segeRa menyambut seRuan teRsebut dan meninggalkan segala aktifitas duniawi. Tidak satupun Riwayat yang menyebutkan bahwa beliau mengeRjakan shalat faRdhu di Rumah, kecuali ketika sedang sakit.
DiRiwayatkan daRi Al-Aswad bin Yazid ia beRkata: "
Baca entri selengkapnya »

[DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR

bismillahhiRRahmaniRRahim

Hujan adalah Rahmat Allah. Dengan hujan manusia dapat melangsungkan kehidupannya. Dengan hujan bumi yang mati menjadi hidup, tanaman tumbuh beRkembang dan beRbuah, sumuR-sumuR, mata aiR, sungai, kOlam, danau dan laut menjadi “hidup”, sungai-sungai mengaliR, dan dengan hujan maka pOlusi udaRa teRbeRsihkan. Siapakah yang telah menuRunkan hujan itu?

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ. ءَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ

“Maka teRangkanlah kepadaku tentang aiR yang kamu minum. Kamukah yang menuRunkannya daRi awan ataukah Kami yang menuRunkan?” (Q.S. Al-Waqi’ah : 68-69)

DOa Meminta Hujan

Jika meminta tuRunnya hujan, maka Nabi peRnah beRdOa dengan mengangkat tangan sambil membaca dOa :

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Allahumma aghistnaa, Allahumma aghistnaa, Allahumma aghistnaa.

“Ya Allah, tuRunkanlah hujan. Ya Allah, tuRunkanlah hujan. Ya Allah, tuRunkanlah hujan.” (H.R. BukhaRi – Muslim)

atau dOa beRikut ini

اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa imaka, wansyur rahmataka, wa ahyii baladakal mayyita

“Ya Allah! BeRilah hujan kepada hamba-hambaMu, teRnak-teRnakMu, beRilah RahmatMu dengan meRata, dan subuRkan tanahMu yang tandus.” [HR. Abu Dawud 1/305 dan dinyatakan hasan Oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/218.]

QS. An-Nuur [24] : 43

Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: