[QOTD] Saat Manusia SepeRti Binatang (bahkan lebih buRuk lagi)

bismillahhiRRahmaniRRahim

Saat Hati, Mata, dan Telinga tidak dipeRgunakan untuk KebenaRan

[QS. Al A’Raaf (7) ayat 179]
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neRaka Jahannam) kebanyakan daRi jin dan manusia, meReka mempunyai hati, tetapi tidak dipeRgunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan meReka mempunyai mata (tetapi) tidak dipeRgunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan meReka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipeRgunakannya untuk mendengaR (ayat-ayat Allah). MeReka itu sebagai binatang teRnak, bahkan meReka lebih sesat lagi. MeReka itulah ORang-ORang yang lalai. “

[QS. Al Anfaal (8) ayat 22]
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang sebuRuk-buRuknya pada sisi Allah ialah; ORang-ORang yang pekak dan tuli yang tidak mengeRti apa-apapun. “

Orang yang Menjadikan Hawa Nafsu sebagai Tuhannya

[QS. Al FuRqaan (25) ayat 43-44]
“TeRangkanlah kepadaku tentang ORang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihaRa atasnya? Atau apakah kamu mengiRa bahwa kebanyakan meReka itu mendengaR atau memahami. MeReka itu tidak lain, hanyalah sepeRti binatang teRnak, bahkan meReka lebih sesat jalannya (daRi binatang teRnak itu).”

[QS. Al A’Raaf (7) ayat 176]
”Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (deRajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cendeRung kepada dunia dan menuRutkan hawa nafsunya yang Rendah, maka peRumpamaannya sepeRti anjing jika kamu menghalaunya diuluRkannya lidahnya dan jika kamu membiaRkannya dia menguluRkan lidahnya (juga). Demikian itulah peRumpamaan ORang-ORang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceRitakanlah (kepada meReka) kisah-kisah itu agaR meReka beRfikiR.”

Orang KafiR adalah sebuRuk-buRuknya Makhluk

[QS. Al BaqaRah (2) ayat 171]
“Dan peRumpamaan (ORang-ORang yang menyeRu) ORang-ORang kafiR adalah sepeRti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengaR selain panggilan dan seRuan saja. MeReka tuli, bisu dan buta, maka (Oleh sebab itu) meReka tidak mengeRti. “

[QS. Al Anfaal (8) ayat 55]
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buRuk di sisi Allah ialah ORang-ORang yang kafiR, kaRena meReka itu tidak beRiman.”

[QS. Muhammad (47) ayat 12]
“Sesungguhnya Allah memasukkan ORang-ORang mukmin dan beRamal saleh ke dalam jannah yang mengaliR di bawahnya sungai-sungai. Dan ORang-ORang kafiR beRsenang-senang (di dunia) dan meReka makan sepeRti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal meReka.”

Links:

[PeRmisalan Ilmu Dengan Hujan (GhOits) (2)]
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/permisalan-ilmu-dengan-hujan-ghoits-2.html

  • Manusia jenis peRtama ini memiliki kekuatan hafalan, pemahaman yang bagus dalam masalah agama, dan memiliki kemampuan dalam tafsiR. Kemampuan inilah yang membuat tumbuh banyak ReRumputan di tanah teRsebut. Sehingga hal ini yang membuat meReka lebih utama daRi manusia jenis kedua.
    Manusia jenis kedua adalah hufaazh (paRa penghafal hadits) dan dia menyampaikan apa yang didengaR. Kemudian ORang lain mendatangi manusia jenis ini dan meReka mengambil faedah daRinya.
    Kedua kelOmpOk ini adalah manusia yang paling beRbahagia dengan wahyu Allah dan sabda Rasul-Nya. MeReka adalah ORang meneRima dan menOleh pada kedua hal teRsebut. Namun di antaRa keduanya memiliki peRbedaan yaitu yang satu memiliki pemahaman lebih mendalam daRi yang lainnya. Akan tetapi, keduanya sama-sama membeRikan manfaat pada ORang lain.
    Manusia jenis ketiga adalah bukan teRmasuk yang peRtama dan kedua yaitu meReka yang tidak mau meneRima petunjuk Allah dan tidak mau menOleh pada wahyu.
  • Inilah penjelasan singkat mengenai hadits Matsalu Maa Ba’atsaniyallahu ….
    Sungguh, jika seseORang betul-betul meRenungkannya tentu dia akan teRmOtivasi untuk mempelajaRi ilmu syaR’i (ilmu agama), mempelajaRi aqidah yang benaR dan ajaRan nabi yang shahih, juga dia akan teRmOtivasi untuk menjaga dan menghafalkan ilmu teRsebut. Juga agaR dia mendapatkan keutamaan lebih dan tentu saja hal ini lebih uRgent, yaitu hendaknya seseORang beRusaha memahami apa yang dia ilmui sehingga dapat beRmanfaat untuk diRinya sendiRi. Setelah itu, hendaklah setiap muslim dapat menjadi insan yang selalu beRmanfaat kepada ORang lain.
  • خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
    Khoirunnaasi anfa’uhum linnaasi..
    Sebaik-baik manusia adalah yang paling membeRikan manfaat bagi ORang lain.” (Al Jaami’ Ash ShOgiR, nO. 11608)
    Manfaat yang dapat dibeRikan adalah dengan mendakwahkan ilmu, baik melalui hafalan yang dimiliki atau ditambah lagi dengan pemahaman mendalam teRhadap ilmu teRsebut. Sungguh sangat banyak caRa untuk belajaR dan beRdakwah saat ini, bisa melalui beRbagai macam media sepeRti media cetak atau pun dunia maya (dunia inteRnet). Namun janganlah seseORang menjadi ORang yang teRcela kaRena enggan mempelajaRi ilmu syaR’i, enggan mengamalkan dan enggan mendakwahkannya.

[Pandangan MateRialistis TeRhadap Kehidupan Dan Bahaya-Bahayanya]
http://almanhaj.OR.id/cOntent/1802/slash/0

  • Makna Pandangan MateRialistis TeRhadap Dunia
    Yaitu pemikiRan seseORang yang hanya teRbatas pada bagaimana mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, sehingga apa yang diusahakannya hanya seputaR masalah teRsebut. PikiRannya tidak melampui hal teRsebut, ia tidak mempedulikan akibat-akibatnya, tidak pula beRbuat dan mempeRhatikan masalah teRsebut. Ia tidak mengetahui bahwa Allah menjadikan dunia ini sebagai ladang akhiRat. Allah menjadikan dunia ini sebagai kampung beRamal dan akhiRat sebagai kampung balasan. Maka baRangiapa mengisi dunianya dengan amal shalih, niscaya ia mendapatkan kebeRuntungan di dua kampung teRsebut. Sebaliknya baRangsiapa menyia-nyiakan dunianya, niscaya ia akan kehilangan akhiRatnya.
  • Pandangan Yang BenaR TeRhadap Kehidupan
    Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa apa yang ada di dunia ini, baik haRta kekuasaan dan kekuatan mateRi lainnya hanyalah sebagai saRana untuk amal akhiRat. KaRena itu, pada hakikatnya dunia bukanlah teRcela kaRena diRinya, tetapi pujian atau celaan itu teRgantung pada peRbuatan hamba di dalamnya. Dunia ini adalah jembatan penyebRangan menuju akhiRat dan daRipadanya bakal menuju SuRga. Dan kehidupan baik yang dipeROleh penduduk SuRga tidak lain kecuali beRdasaRkan apa yang telah meReka tanam ketika di dunia. Maka dunia adalah kampung jihad, shalat, puasa, dan infak di jalan Allah, seRta medan laga untuk beRlOmba dalam kebaikan. Allah beRfiRman kepada penduduk SuRga.

[Hawa Nafsu]
http://umustlucky.blogspot.com/2011/01/hawa-nafsu.html

  • Hawa nafsu adalah kecendeRungan jiwa kepada sesuatu baik itu beRupa kebaikan atau kebuRukan. Setiap ayat Al QuR’an yg menyebutkan tentang hawa nafsu selalu dalam bentuk pencelaan di samping mengingatkan agaR kita tidak mengikuti dan cendeRung kepadanya.
  • Allah membeRitahukan bahwa mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan seseORang daRi jalanNya. “Hai Daud sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi maka beRilah keputusan di antaRa manusia dgn adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu maka ia akan menyesatkan kamu daRi jalan Allah.” Kemudian Allah menjelaskan kesudahan ORang-ORang yg teRsesat daRi jalanNya dgn fiRmanNya “Sesungguhnya ORang-ORang yg sesat daRi jalan Allah akan mendapat azab yg beRat kRn meReka melupakan haRi peRhitungan.”
  • Dan tiap ORang yg mengikuti hawa nafsunya tanpa diRagukan lagi ia adl teRmasuk ORang-ORang yg zhalim Allah beRfiRman “Tetapi ORang-ORang yg zhalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan.” Adapun laRangan mentaati ORang yg mengikuti hawa nafsu teRdapat dalam fiRman Allah “Dan janganlah kamu mengikuti ORang yg hatinya telah Kami lalaikan daRi mengingat Kami seRta menuRuti hawa nafsunya dan adl keadaannya itu melewati batas.”

[BeRlOmba-lOmba dalam Kebaikan]
http://blog.re.or.id/berlomba-lomba-dalam-kebaikan.htm

  • "..sesungguhnya kebaikan itu ialah beRiman kepada Allah haRi akhiR malaikat kitab dan nabi-nabi seRta membeRikan haRta yg dicintainya kepada keRabatnya anak-anak yatim ORang miskin musafiR dan ORang-ORang yg meminta-minta; dan hamba sahaya mendiRikan salat menunaikan zakat; dan ORang-ORang yg menepati janjinya apabila ia beRjanji dan ORang-ORang yg sabaR dalam kesempitan pendeRitaan dan dalam pepeRangan. MeReka itulah ORang-ORang yg benaR ; dan meReka itulah ORang-ORang yg beRtaqwa.” [QS. Al BaqaRah (2) ayat 177]
  • Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yg ia menghadap kepadanya. Maka beRlOmba-lOmbalah kamu kebaikan. Di mana saja kamu beRada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS. Al BaqaRah (2) ayat 148]
  • Resep bagi seseORang agaR beRsemangat melakukan kebaikan:
    1. Niat yg Ikhlas.
    2. Cinta pada kebaikan.
    3. MeRasa BeRuntung bila Melakukan Kebaikan.
    4. MeRasa Rugi ila Meninggalkan Kebaikan.
    5. Meneladani GeneRasi yg Baik.
    6. Memahami Ilmu Kebaikan.
    7. Kebaikan yg DiteRima yaitu kebaikan dengan niat dan caRa yang benaR.
  • Keuntungan yg akan dipeROleh manusia bila ia beRbuat baik.
    1. Selalu diseRtai Oleh Allah SWT (QS. 16:128).
    2. Menambah keni’matan untuknya (QS 2:58 ; 7:161 ; 33:29).
    3. Dicintai Allah (QS 7:161 ; 5:13 ; 2:236 ; 3:134 ; 3:148 ; 5:96).
    4. MempeROleh Rahmat Allah (QS 7:56).
    5. MempeROleh pahala yg tidak disia-siakan Allah SWT (QS 9:120 ; 11:115 ; 12:56).
    6. Dimasukkan ke dalam suRga (QS 5:85 ; 39:34 ; 6:84 ; 12:22 ; 28:14 ; 37:80).

untuk mendOwnlOad aRtikel lengkap “[QOTD] Saat Manusia SepeRti Binatang (bahkan lebih buRuk lagi)” ini, silahkan klik di bawah ini:

https://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg

[QOTD] beRbuat baik kepada ibu-bapak

Like This!

Add to: Facebook | Digg | Del.icio.us | Stumbleupon | Reddit | Blinklist | Twitter | Technorati | Yahoo Buzz | Newsvine

bismillahhiRRahmaniRRahim

QS. Al Ahqaaf (46) ayat 15:
Kami peRintahkan kepada manusia supaya beRbuat baik kepada dua ORang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahiRkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umuRnya sampai empat puluh tahun ia beRdOa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuRi nikmat Engkau yang telah Engkau beRikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beRbuat amal yang saleh yang Engkau Ridhai; beRilah kebaikan kepadaku dengan (membeRi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku beRtaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku teRmasuk ORang-ORang yang beRseRah diRi."

QS. Luqman (31) ayat 14:
Dan Kami peRintahkan kepada manusia (beRbuat baik) kepada dua ORang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang beRtambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . BeRsyukuRlah kepadaKu dan kepada dua ORang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

QS. Al ‘Ankabuut (29) ayat 8:
Dan Kami wajibkan manusia (beRbuat) kebaikan kepada dua ORang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempeRsekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabaRkan kepadamu apa yang telah kamu keRjakan.

QS. Al IsRaa’ (17) ayat 23-24:
Dan Tuhanmu telah memeRintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu beRbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seORang di antaRa keduanya atau kedua-duanya sampai beRumuR lanjut dalam pemelihaRaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya peRkataan "ah" dan janganlah kamu membentak meReka dan ucapkanlah kepada meReka peRkataan yang mulia. Dan Rendahkanlah diRimu teRhadap meReka beRdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah meReka keduanya, sebagaimana meReka beRdua telah mendidik aku waktu kecil."

QS. Al An’aam (6) ayat 151:
Katakanlah: "MaRilah kubacakan apa yang dihaRamkan atas kamu Oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempeRsekutukan sesuatu dengan Dia, beRbuat baiklah teRhadap kedua ORang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kaRena takut kemiskinan, Kami akan membeRi Rezki kepadamu dan kepada meReka, dan janganlah kamu mendekati peRbuatan-peRbuatan yang keji, baik yang nampak di antaRanya maupun yang teRsembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang dihaRamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benaR." Demikian itu yang dipeRintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

QS. An Nisaa’ (4) ayat 36:
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempeRsekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan beRbuat baiklah kepada dua ORang ibu-bapa, kaRib-keRabat, anak-anak yatim, ORang-ORang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai ORang-ORang yang sOmbOng dan membangga-banggakan diRi.

O-Zone Family


Baca entri selengkapnya »

[QOTD] apakah disamping Allah ada tuhan yang lain??

bismillahhiRRahmaniRRahim

Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?

Al-QuR’an Surat An-Naml (27) ayat 59-66

59. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteRaan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang meReka peRsekutukan dengan Dia?
60. Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menuRunkan aiR untukmu daRi langit, lalu Kami tumbuhkan dengan aiR itu kebun-kebun yang beRpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pOhOn-pOhOnnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenaRnya) meReka adalah ORang-ORang yang menyimpang (daRi kebenaRan).
61. Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat beRdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkOkOhkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antaRa dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenaRnya) kebanyakan daRi meReka tidak mengetahui.
62. Atau siapakah yang mempeRkenankan (dOa) ORang yang dalam kesulitan apabila ia beRdOa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
63. Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataRan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabaR gembiRa sebelum (kedatangan) Rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah teRhadap apa yang meReka peRsekutukan (dengan-Nya).
64. Atau siapakah yang menciptakan (manusia daRi peRmulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang membeRikan Rezki kepadamu daRi langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: “Kemukakanlah bukti kebenaRanmu, jika kamu memang ORang-ORang yang benaR.”
65. Katakanlah: “Tidak ada seORangpun di langit dan di bumi yang mengetahui peRkaRa yang ghaib, kecuali Allah“, dan meReka tidak mengetahui bila meReka akan dibangkitkan.
66. SebenaRnya pengetahuan meReka tentang akhiRat tidak sampai (kesana) malahan meReka Ragu-Ragu tentang akhiRat itu, lebih-lebih lagi meReka buta daRipadanya.
Baca entri selengkapnya »

[QOTD] hukum peRzinaan

bismillahhiRRahmaniRRahim

hukum peRzinaan

Al-QuR’an, SuRat An NuuR [24] ayat 1-9

1. (Ini adalah) satu suRat yang Kami tuRunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami tuRunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agaR kamu selalu mengingatinya.
2. PeRempuan yang beRzina dan laki-laki yang beRzina, maka deRalah tiap-tiap seORang daRi keduanya seRatus dali deRa, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beRiman kepada Allah, dan haRi akhiRat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman meReka disaksikan Oleh sekumpulan ORang-ORang yang beRiman.
3. Laki-laki yang beRzina tidak mengawini melainkan peRempuan yang beRzina, atau peRempuan yang musyRik; dan peRempuan yang beRzina tidak dikawini melainkan Oleh laki-laki yang beRzina atau laki-laki musyRik, dan yang demikian itu dihaRamkan atas ORan-ORang yang mukmin.
4. Dan ORang-ORang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (beRbuat zina) dan meReka tidak mendatangkan empat ORang saksi, maka deRalah meReka (yang menuduh itu) delapan puluh kali deRa, dan janganlah kamu teRima kesaksian meReka buat selama-lamanya. Dan meReka itulah ORang-ORang yang fasik.
Baca entri selengkapnya »

[QOTD] ”insya Allah”.. jika Allah menghendaki..

bismillahhiRRahmaniRRahim

”insya Allah”.. jika Allah menghendaki..

Al-QuR’an, SuRat Al-Kahf (18), ayat 23-24

23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengeRjakan ini besOk pagi”,
24. kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah
. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan membeRiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenaRannya daRi pada ini.”

[MenuRut Riwayat, ada bebeRapa ORang QuRaisy beRtanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. tentang ROh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah DzulqaRnain lalu beliau menjawab, datanglah besOk pagi kepadaku agaR aku ceRitakan. Dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (aRtinya jika Allah menghendaki). Tapi kiRanya sampai besOk haRinya wahyu teRlambat datang untuk menceRitakan hal-hal teRsebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka tuRunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaRan kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haRuslah segeRa menyebutkannya kemudian.]

—–
Sahabat,
SeRingkali kita beRjanji atau beRencana untuk sesuatu hal yang akan dilakukan dikemudian waktu, ntah itu sekian jam, haRi, bulan, atau bahkan tahun. Tetapi mungkin kita tidak sadaR atau lupa ketika kita beRencana, kita sebagai muslim diwajibkan untuk mengikutinya dengan menyebut ”insya Allah..”, yah.. ”jika Allah menghendaki..”, kaRena segala sesuatunya hanya Allah yang menentukan, hanya Allah yang mengatuR, manusia hanya bisa beRencana dan beRusaha yang teRbaik..
Dengan menyebutkan ”insya Allah”, maka kita haRus yakin bahwa Allah akan mempeRmudah jalan atas Rencana yang kita lakukan.. insya Allah..

Satu hal lagi..
Jangan jadikan ucapan ”insya Allah” sebagai ”pelaRian daRi janji”. Mengucapkan nya haRus lah diseRtai dengan usaha untuk meRealisasikan Rencana teRsebut. KaRena hal itu adalah janji, dan janji adalah hutang..

ingatlah sahabat.. ”insya Allah”,
bukan ”may be yes.. may be nO..”
😉
Baca entri selengkapnya »

[QOTD] hal-hal yang di benci Allah swt

Hal-hal yang di benci Oleh Allah SWT

Al-QuR’an, SuRat Al IsRaa’, 17 ayat 22-37

22. Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agaR kamu tidak menjadi teRcela dan tidak ditinggalkan (Allah).
23. Dan Tuhanmu telah memeRintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu beRbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seORang di antaRa keduanya atau kedua-duanya sampai beRumuR lanjut dalam pemelihaRaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya peRkataan “ah” dan janganlah kamu membentak meReka dan ucapkanlah kepada meReka peRkataan yang mulia.
24. Dan Rendahkanlah diRimu teRhadap meReka beRdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah meReka keduanya, sebagaimana meReka beRdua telah mendidik aku waktu kecil.”
25. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu ORang-ORang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi ORang-ORang yang beRtaubat.
26. Dan beRikanlah kepada keluaRga-keluaRga yang dekat akan haknya, kepada ORang miskin dan ORang yang dalam peRjalanan dan janganlah kamu menghambuR-hambuRkan (haRtamu) secaRa bOROs.
27. Sesungguhnya pembOROs-pembOROs itu adalah saudaRa-saudaRa syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkaR kepada Tuhannya.
28. Dan jika kamu beRpaling daRi meReka untuk mempeROleh Rahmat daRi Tuhanmu yang kamu haRapkan, maka katakanlah kepada meReka ucapan yang pantas.
29. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu teRbelenggu pada leheRmu dan janganlah kamu teRlalu menguluRkannya kaRena itu kamu menjadi teRcela dan menyesal.
30. Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan Rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kaRena takut kemiskinan. Kamilah yang akan membeRi Rezki kepada meReka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh meReka adalah suatu dOsa yang besaR.
32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu peRbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buRuk.
33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang dihaRamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benaR. Dan baRangsiapa dibunuh secaRa zalim, maka sesungguhnya Kami telah membeRi kekuasaan kepada ahli waRisnya, tetapi janganlah ahli waRis itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah ORang yang mendapat peRtOlOngan.
34. Dan janganlah kamu mendekati haRta anak yatim, kecuali dengan caRa yang lebih baik (beRmanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta peRtanggungan jawabnya.
35. Dan sempuRnakanlah takaRan apabila kamu menakaR, dan timbanglah dengan neRaca yang benaR. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaRan, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta peRtanggungan jawabnya.
37. Dan janganlah kamu beRjalan di muka bumi ini dengan sOmbOng, kaRena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

maRi sama-sama belajaR dan beRamal…

%d blogger menyukai ini: