[HOTD] zhalim dan dizhalimi

bismillahhiRRahmaniRRahim

Sesungguhnya dOsa itu atas ORang-ORang yang beRbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. MeReka itu mendapat azab yang pedih.
[QS. Asy-SyuuRa (42) : 42]

RObbi falaa taj ‘alnii fil qawmizh zhaalimiin..
ya Allah, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam gOlOngan ORang-ORang yang zhalim..”
[QS. Al-Mu’minun (23) : 94]

DaRi Abi HuRaiRah Ra. beRkata bahwa Rasulullah saw beRsabda, “BaRangsiapa beRbuat zhalim kepada saudaRanya yang seiman daRi haRtanya atau sebagian daRi itu, maka hendaklah ia menyelesaikannya pada haRi ini (di dunia) sebelum datang haRi dimana dinaR dan diRham tidak membeRi manfaat apa-apa.Bila ia mempunyai amal shaleh maka amal teRsebut dibeRikan kepada saudaRanya yang dizhaliminya. Namun jika ia tidak memiliki amal shaleh maka dOsa yang dizhaliminya, ditimpakan kepadanya.”
(dishahihkan BukhaRi – Muslim, TiRmidzi dan Abu Daud)

DaRi Abu BakRah -Radhiallaahu ‘anhu-, dia beRkata:Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam beRsabda:”Tidak ada dOsa yang lebih pantas untuk disegeRakan Oleh Allah siksaannya teRhadap pelakunya di dunia beseRta siksaan yang disimpan (dikemudiankan/ditangguhkan) OlehNya untuknya di akhiRat daRipada kezhaliman dan memutuskan Rahim (hubungan kekeluaRgaan)‘ “. (H.R. at-TuRmuziy, dia beRkata:”hadits hasan”).

“DaRi Abu HuRaiRah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRtanya : Tahukah kalian siapakah ORang yang bangkRut (pailit) itu ? Maka meReka (paRa sahabat) menjawab: ORang yang pailit di antaRa kita adalah ORang yang tidak mempunyai uang dan haRta. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meneRangkan : ORang yang pailit daRi ummatku adalah ORang yang datang pada haRi kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (beRzina) si itu, memakan haRta si ini, menumpahkan daRah si itu dan telah memukul ORang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini dibeRikan kepadanya kebaikan ORang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu dibeRikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dOsanya ( kepada ORang lain ), maka kesalahan ORang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilempaRkan ke api neRaka. HR. Muslim.

Links:

[kezaliman adalah kegelapan dihaRi kiamat]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihathadits&id=40

  • Banyak diantaRa umat Islam yang tidak menyadaRi bahwa diRinya telah melakukan suatu peRbuatan yang menyakiti ORang lain lantas membiaRkan hal itu beRlalu begitu saja tanpa meminta ma’af kepadanya atas peRbuatannya teRsebut. Hal ini bisa disebabkan Oleh egO yang teRlalu tinggi, menganggap hal itu adalah sepele, kuRang memahami ajaRan agamanya sehingga tidak mengetahui implikasinya, dan sebagainya. Padahal sebenaRnya amat beRbahaya dan akan membebankannya di haRi AkhiRat kelak kaRena haRus mempeRtanggungjawabkannya. PeRbuatan teRsebut tidak lain adalah kezhaliman.
  • Kezhaliman adalah sesuatu yang dibenci baik di muka bumi ini maupun di akhiRat kelak dan pelakunya hanyalah meReka yang menyOmbOngkan diRinya.
  • Bagi meReka yang peRnah beRbuat zhalim teRhadap ORang lain – sebab Rasanya sulit mendapatkan ORang yang teRselamatkan daRinya sebagaimana yang peRnah disalahtafsiRkan Oleh paRa shahabat teRkait dengan makna kezhaliman dalam ayat “ORang-ORang yang beRiman dan tidak mencampuRadukkan iman meReka dengan kezhaliman (syiRik), meReka itulah ORang-ORang yang mendapat keamanan dan meReka itu adalah ORang-ORang yang mendapat petunjuk”. (Q,.s. al-An’âm/6: 82).
  • Sesungguhnya syiRik itu meRupakan kezhaliman yang besaR” (Q.,s. Luqmân/31: 13) – maka hendaknya meReka segeRa meminta ma’af kepada yang beRsangkutan dan memintanya menghalalkan atas semua yang telah teRjadi selagi belum beRpisah tempat dan sulit beRtemu kembali dengannya seRta selama masih di dunia.
  • Kezhaliman teRhadap sesama makhluk ini yang tidak dapat ditebus dengan taubat sekalipun. Taubat kepada Khaliq beRkaitan dengan hak-hak-Nya; maka, Dia akan meneRimanya bila benaR-benaR taubat nashuh tetapi bila teRkait dengan sesama makhluq, maka hal itu teRpulang kepada yang beRsangkutan dan haRus diselesaikan teRlebih dahulu dengannya ; apakah dia mema’afkan dan menghalalkan kezhaliman yang teRlah teRjadi atasnya atau tidak.
  • Definisi kezhaliman (azh-Zhulm): Kata “azh-Zhulm” beRasal daRi fi’l (kata keRja) “zhalama – yazhlimu” yang beRaRti “Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya”. Dalam hal ini sepadan dengan kata “al-JawR”. Demikian juga definisi yang dinukil Oleh Syaikh Ibnu Rajab daRi kebanyakan paRa ulama. Dalam hal ini, ia adalah lawan daRi kata al-‘Adl (keadilan).
  • Klasifikasi Kezhaliman: PeRtama, kezhaliman seORang hamba teRhadap diRi sendiRi (syiRik, peRbuatan maksiat dengan beRbagai macamnya, dll). Kedua, kezhaliman yang dilakukan Oleh seORang hamba teRhadap ORang lain, baik teRkait dengan jiwa, haRta atau kehORmatan.
  • Di dalam hadits yang diRiwayatkan Oleh Imam BukhaRy daRi Abu HuRaiRah daRi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau beRsabda: “BaRangsiapa yang peRnah teRzhalimi Oleh saudaRanya, maka hendaklah memintakan penghalalan (ma’af) atasnya sebelum kebaikan-kebaikannya (kelak) akan diambil (dikuRangi); Bila dia tidak memiliki kebaikan, maka kejelekan-kejelekan saudaRanya teRsebut akan diambil lantas dilimpahkan (dibeRikan) kepadanya”.
  • Kezhaliman teRjadi akibat kuRangnya pemahaman teRhadap ajaRan agama sehingga tidak mengetahui bahwa :
      • Hal itu amat dilaRang bahkan dihaRamkan
      • Ketidakadilan akan menyebabkan adanya pihak yang teRzhalimi
      • ORang yang memiliki sifat sOmbOng dan angkuh akan menyepelekan dan meRendahkan ORang lain seRta tidak peduli dengan hak atau peRasaannya
      • ORang yang memiliki sifat seRakah selalu meRasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya sehingga membuatnya lupa diRi dan mengambil sesuatu yang bukan haknya
      • ORang yang memiliki sifat iRi dan dengki selalu beRcita-cita agaR kenikmatan yang diRasakan Oleh ORang lain segeRa beRakhiR atau mencaRi celah-celah bagaimana menjatuhkan haRga diRi ORang yang didengkinya teRsebut dengan caRa apapun
      DiantaRa teRapi teRhadap kezhaliman –wallâhu a’lam- adalah:
      • MencaRi sebab hidayah sehingga hatinya tidak gelap lagi dan mudah mengambil pelajaRan
      • Mengetahui bahaya dan akibat daRi peRbuatan teRsebut baik di dunia maupun di akhiRat dengan belajaR ilmu agama
      • Meminta ma’af dan penghalalan kepada ORang yang beRsangkutan selagi masih hidup, bila hal ini tidak menimbulkan akibat yang lebih fatal sepeRti dia akan lebih maRah dan tidak peRnah mau meneRima, dst. Maka sebagai gantinya, menuRut ulama, adalah dengan mendOakan kebaikan untuknya
      • Membaca Riwayat-Riwayat hidup daRi ORang-ORang yang beRbuat zhalim sebagai pelajaRan dan i’tibaR sebab kebanyakan kisah-kisah, teRutama di dalam al-QuR’an yang haRus kita ambil pelajaRannya adalah meReka yang beRbuat zhalim, baik teRhadap diRinya sendiRi atau teRhadap ORang lain.
  • Hadits yang diRiwayatkan Oleh Imam at-TuRmuzy dan an-Nasâ-iy daRi hadits Abu DzaR bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam beRsabda: “Sesungguhnya Allah membenci tiga (ORang): (1) ORang yang sudah tua tetapi beRzina, (2) ORang yang bakhil/kikiR yang selalu menyebut-nyebut pembeRiannya, (3) dan ORang yang musbil (memanjangkan pakaiannya hingga melewati mata kaki) yang sOmbOng

[siksaan dunia akhiRat ( bagi pemutus silatuRRahim dan penzhalim )]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihathadits&id=34

  • Ada dua hal yang seRingkali teRjadi dalam kehidupan sOsial masyaRakat dan tidak banyak diketahui Oleh ORang padahal keduanya memiliki implikasi yang tidak Ringan teRhadap si pelakunya, baik di dunia maupun di akhiRat. yang PeRtama adalah kezhaliman yang sangat dibenci dan tidak disukai Oleh sang Khaliq bahkan Oleh manusia sendiRi kaRena beRtentangan dengan fithRah meReka yang cendeRung untuk dapat hidup di lingkungannya secaRa beRdampingan, Rukun dan damai. Dan yang kedua, yaitu pemutusan Rahim alias hubungan kekeluaRgaan baik antaRa sesama tetangga, sesama kOmunitas masyaRakat bahkan sesama hubungan daRah daging sendiRi padahal agama melaRang hal itu dan memeRintahkan agaR menyambung dan mempeRkOkOhnya.
  • DiantaRa kezhaliman yang lain adalah:
      Kezhaliman teRhadap keluaRga dan anak-anak; yaitu tidak mendidik meReka dengan pendidikan islam yang benaR.
      Kezhaliman teRhadap manusia secaRa umum; yaitu beRbuat hal yang melampaui batas dan menyakiti meReka, menguRangi hak-hak seRta melecehkan kehORmatan meReka.
      Kezhaliman yang beRupa kelalaian dalam melaksanakan hal yang beRkaitan dengan kepentingan umum, sepeRti tidak bekeRja secaRa Optimal sesuai dengan tuntutan pekeRjaan atau selalu mengunduR-unduR kepentingan ORang banyak, dan lain-lain.
      Kezhaliman yang teRkait dengan paRa pekeRja dan buRuh; yaitu dengan menguRangi hak-hak meReka seRta membebani meReka dengan sesuatu yang tak mampu meReka lakukan.
  • Muslim yang sebenaRnya adalah ORang yang mencintai ORang lain sebagaimana dia mencintai diRinya sendiRi. Jadi, dia senantiasa melaksanakan hak-hak meReka, tidak menyakiti atau menzhalimi seRta tidak semena-mena teRhadap meReka baik secaRa fisik maupun maknawi

[kezhaliman]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=228

  • Di antaRa bentuk-bentuk kezhaliman sebagai beRikut:
      1. Menganiaya DiRi SendiRi, dengan meninggalkan ketaat-an kepada Allah dan banyak melakukan kemaksiatan.
      2. Membunuh Jiwa yang DihaRam-kan Allah.
      3. Memakan HaRta Anak Yatim.
      4. Memakan HaRta ORang Lain SecaRa Batil, diantaRanya Tidak MembayaR Hutang, MeRampas Tanah ORang, Sumpah Palsu, Suap atau SOgOk.
      5. Mengambil HaRta Baitul Mal
      6. MeRusak Hubungan Rumah Tangga
      7. Menipu dan Sumpah Palsu dalam Jual Beli
      8. Tidak Amanah dalam Tugas dan PekeRjaan.
      9. MenguRangi Timbangan dan TakaRan
      10. Tidak Menasehati ORang Jahil
      11. Tidak Menjaga KeluaRga daRi KemungkaRan
      12. Menuduh ORang BeRbuat Zina dan MenyebaRkannya
      13. Menzhalimi Tetangga yaitu dengan mencaRi-caRi aibnya, mengambil sesuatu miliknya, membuka jendela Rumahnya dan lain sebagainya.
      14. Zhalim TeRhadap Suami/IstRi
      15. Mencela dan Memaki Sesama Muslim
      16. Menzhalimi ORang Tua yaitu dengan menduRhakai keduanya dan ini meRupakan bentuk kezhali-man yang amat besaR.
  • Di antaRa bentuk sikap zhalim suami teRhadap istRi adalah mengambil haRta yang menjadi haknya secaRa paksa, membebani pekeRjaan di luaR kemam-puannya, memaki dan mengOlOk-OlOknya. Ada pun kezhaliman istRi teRhadap suami adalah tidak menaati-nya, bepeRgian tanpa izin suami, mengangkat suaRa atau menghaRdik, menuntut sesuatu di luaR kemampuan-nya dan lain sebagainya.

[tOlOnglah saudaRamu yang beRbuat zhalim atau yang dizhalimi]
http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/09/08/tolonglah-saudara-yang-zhalim-atau-yang-dizhalimi/

  • CaRa menOlOng ORang yang beRbuat zhalim yaitu dengan mencegah atau menahan dia daRi beRbuat zhalim.
  • Jika engkau melihat seseORang yang ingin menganiaya ORang, maka cegahlah dia, ini adalah bentuk peRtOlOngan baginya, yaitu dengan menahannya. Adapun jika dia teRzhalimi maka menOlOngnya adalah dengan membelanya daRi ORang yang zhalim.

[belajaR menahan amaRah]
http://www.eramuslim.com/oase-iman/belajar-menahan-amarah.htm

  • AmaRah meRupakan suatu tabiat yang sulit untuk dikendalikan. Oleh kaRena itulah Allah menjadikan ORang yang mampu menahan amaRahnya sebagai salah satu ciRi ORang yang beRtakwa.
  • “Dan beRsegeRalah kamu kepada ampunan daRi Tuhanmu dan kepada suRga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk ORang-ORang yang beRtaqwa, (yaitu) ORang-ORang yang menafkahkan (haRtanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan ORang-ORang yang menahan amaRahnya seRta memaafkan (kesalahan) ORang. Allah menyukai ORang-ORang yang beRbuat kebajikan (QS.3:133-134).
  • “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang seRupa. BaRangsiapa memaafkan dan beRbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai ORang-ORang yang zhalim”(QS.Asy SyuuRa:40).
  • Kiat menahan amaRah dapat dilakukan dengan caRa mengingat kedua ayat teRsebut diatas disamping mencOba mengalihkan peRasaan hendak maRah itu dengan segeRa beRistighfaR dan meRubah pOsisi kita. BeRwudhu juga sebuah upaya lebih baik lagi yang dapat dilakukan untuk menenangkan hati.
  • Kita haRus teRus-meneRus beRusaha memahami kaRakteR seRta mempeRbanyak dialOg dengan pasangan maupun anak. Hal teRsebut peRlu ditingkatkan untuk mengikis hambatan-hambatan kOmunikasi yang seRing menjadi bOla salju “kemaRahan” yang siap meluncuR sewaktu-waktu.

[jangan menzhalimi istRi]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatsakinah&id=78

  • Di dalam Rumah tangga teRdapat hubungan dan keteRkaitan hak dan kewajiban antaRa suami dengan istRi, hak dan kewajiban ini diletakkan secaRa seimbang dan sejajaR di antaRa suami istRi, Rumah tangga akan beRjalan dan mengaliR dengan baik dan lancaR jika hak dan kewajiban ini dilaksanakan dan ditunaikan dengan benaR dan kOnsekuen Oleh suami dan istRi, sebaliknya jika ada pihak dalam Rumah tangga yang melalaikan kewajibannya maka secaRa OtOmatis ada pihak yang pasti meRasa haknya teRabaikan, dalam situasi sepeRti ini Rumah tangga sangat Riskan teRhadap kOnflik dan peRseteRuan, penyebabnya adalah ketidakselaRasan yang teRjadi dalam hak dan kewajiban di antaRa suami dengan istRi.
  • ORang mukmin yang paling sempuRna imannya adalah ORang yang paling baik akhlaknya, sebaik-baik kalian adalah yang teRbaik bagi istRinya.” (HR. at-TiRmidzi daRi Abu HuRaiRah, at-TiRmidzi beRkata,” Hadits hasan shahih.”)
  • Bentuk-bentuk kezhaliman daRi paRa suami kepada istRi yang seRing teRjadi adalah:
      1. Masalah mahaR adalah dengan tidak membeRikannya kepadanya, padahal sebelumnya suami telah menjanjikannya dan bahkan mungkin sudah beRkumpul dengannya, atau suami sudah menunaikannya kepadanya akan tetapi dia memintanya kembali dengan paksa tanpa keRelaan istRi.
      2. Nafkah, nafkah meRupakan hak istRi kewajiban suami, walaupun istRi beRkecukupan dan mampu menafkahi diRinya sendiRi, hal ini tetap tidak mengguguRkan haknya dalam nafkah selama istRi tidak mengguguRkannya daRi suaminya. Apabila nafkah tidak dibeRikan sepenuhnya Oleh suami kepada istRi sehingga istRi dan anak-anaknya kekuRangan maka istRi diizinkan untuk mengambil daRi haRta suaminya sebatas yang dibutuhkan dengan caRa yang ma’Ruf tanpa sepengetahuan suami.
      3. KekeRasan fisik, beRupa pemukulan tanpa mempeRhatikan Rambu-Rambu yang diletakkan Oleh syaRiat, Walaupun memukul diizinkan akan tetapi ia adalah caRa pamungkas yang haRus didahului Oleh bebeRapa caRa yang baik dan lembut.

[kesabaRan]
http://www.eramuslim.com/konsultasi/motivasi/kesabaran.htm

  • SabaR adalah salah satu sikap mulia seORang muslim. Begitu mulianya beRsabaR maka ia meRupakan salah satu kRiteRia ORang yang tidak meRugi hidup di dunia ini. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benaR-benaR dalam keRugian, kecuali ORang-ORang yang beRiman dan mengeRjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaRan dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaRan” (QS. 103 “ 1-3). Keutamaan sabaR banyak sekali, diantaRanya membuat kita tidak mudah stRes, mudah beRsyukuR, mampu mengambil keputusan lebih bijaksana, disenangi dalam peRgaulan, ceRmin keRendahan hati, membuat ORang menjadi beRwibawa dan membuat hati menjadi tenang. Pendek kata Allah mencintai ORang-ORang yang sabaR. Sebaliknya, membenci ORang yang tidak sabaR.
  • Ada tiga jenis kesabaRan, yaitu kesabaRan teRhadap keinginan beRmaksiat, kesabaRan teRhadap nikmat yang dipeROleh, dan kesabaRan teRhadap musibah/ujian hidup. Untuk jenis sabaR yang peRtama dan kedua (sabaR teRhadap maksiat dan sabaR teRhadap nikmat), menuRut saya meRupakan kesabaRan yang tidak ada batasnya. Namun sabaR teRhadap musibah, menuRut saya ada batasnya. Musibah datang akibat peRbuatan kita sendiRi, akibat peRlakuan zalim ORang lain, atau akibat takdiR Allah SWT. Jika musibah itu meRupakan takdiR daRi Allah SWT, sepeRti meninggalnya ORang yang kita sayangi, maka kita haRus sabaR selama-lamanya. Namun jika musibah itu akibat peRbuatan kita, misalnya kecelakaan kaRena kita sembROnO membawa kendaRaan, maka kita haRus segeRa instROspeksi dan mempeRbaiki diRi (tidak sabaR dengan musibah teRsebut). Begitu pula jika musibah itu kaRena peRlakuan ORang lain, maka kita haRus membela diRi. Tidak diam saja.
  • Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang seRupa, maka baRang siapa memaafkan dan beRbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai ORang-ORang yang zalim” (QS. 42 : 39-40). Di ayat ini, Allah SWT menyebutkan bOlehnya kita membela diRi apablia dipeRlakukan zalim Oleh ORang lain, tetapi sabaR dan memaafkan adalah pilihan lain yang lebih baik.
  • Batasan kesabaRan yang menghaRuskan kita membela diRi daRi peRlakuan zalim ORang lain:
      1. Apabila peRlakuan teRsebut telah membahayakan fisik kita secaRa langsung.
      2. Apabila peRlakuan teRsebut telah menjadi fitnah yang diyakini banyak ORang.

[sikap kepada penguasa yang dhalim]
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=54

  • Yang dilakukan / sikap SeORang Muslim Kepada Penguasa Yang Zhalim:
      1. MendengaR & taat dalam peRkaRa yang maRuf, bukan dalam peRkaRa maksiat.
      2. LaRangan Menghina (Menjelek-Jelekkan) Penguasa & PeRintah Memuliakannya Walau Zhalim Sekalipun
      3. Tidak BOleh MembeROntak Selama Penguasanya Tidak KafiR atau Masih Menegakkan Shalat.
      4. PeRintah untuk beRsabaR menghadapi pemimpin yang zhalim
  • BaRangsiapa beRkeinginan menasehati sulthan (penguasa), maka janganlah melakukannya dengan teRang-teRangan (di depan umum) dan hendaknya dia mengambil tangannya (dengan empat mata dan teRsembunyi). Jika dia mau medengaR (nasehat teRsebut) itulah yang dimaksud, dan jika tidak (mau mendengaR), maka dia telah menunaikan kewajiban atasnya.

RObbi falaa taj ‘alnii fil qawmizh zhaalimiin..
ya Allah, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam gOlOngan ORang-ORang yang zhalim..”
[QS. Al-Mu’minun (23) : 94]

Untuk mendownload file kumpulan artikel, silahkan klik link berikut:

https://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg

35 Tanggapan to “[HOTD] zhalim dan dizhalimi”

  1. Raffaell Says:

    Hmmm,

    Mengenai beRbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak..

    Ini konotasinya gimana ya, contohnya gimana ?

    :: oRiDo™ ::
    kaitannya adalah dengan menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya sehingga merugikan orang lain..
    contohnya.. ada tuh di tulisannya, misalnya zhalim terhadap orang lain dengan cara melecehkan kehormatan, mengurangi hak nya, dlsb.

  2. omiyan Says:

    hhmm sedang berusaha memperbaiki diri walau berat

    :: oRiDo™ ::
    semangat..🙂

  3. Itmam Says:

    terkadang diri ini juga sering mendzhalimi diri kita sendiri…
    manusia sering lalai dengan tugas kekhalifahannya di muka bumi
    manusia sering lupa akan kewajibannya mengabdi kepada sang pencipta
    semoga Tuhan selalu mengampuninya!! Amiin

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    amin..🙂

  4. Zian X-Fly Says:

    ya ya
    banyak-banyak istigfar.

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    semoga jauh dari zhalim dan dizhalimi..🙂

  5. aglng Says:

    kdang kita tak sadar bahwa kalo kita dizhalimi oleh diri sndiri, dan susah jga agar kita tdak dizhalimi dri sndiri…
    lam knal..😀

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    tapi yg repot adalah menzhalimi orang lain..
    urusan nya langsung sama Allah tuh..😐

  6. almascatie Says:

    kenapa kita juga belum sadar ato bahkan hanya setngah-setengah dalam kesadaran😦

    :: oRiDo™ ::
    semoga Allah selalu memberikan cahaya nya agar kita tidak lengah..
    mari kita sama2 memperbaiki amal..

  7. wanti annurria Says:

    wow,,, serasa da pengajian rutin klo main ke blog mas orido…😀
    postingan panjang, sarat makna dan ilmu… ga rugi main kesini hehehe…

    zhalim,,, banyak2 istigfhar -.-

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga kita semua termasuk dalam golongan orang2 yang selalu melangkah menuju pembelajaran dalam memperbaiki dan meningkatkan iman islam kita…
    amin..🙂

  8. dafhy Says:

    masih mencoba tuk selau memperbaiki diri

    :: oRiDo™ ::
    mari kita sama2 memperbaiki diri..
    tetap semangat..😉

  9. yanti Says:

    Buatku… yang menakutkan adalah… berfikiran ada kemungkinan orang merasa kita perlakukan dzalim… padahal kita yakin bahwa apa yang kulakukan masih dalam batas koridor “on The Track”… (yah.. karena miss communication kali ya…) tapi bisa jadi… telah terucap doa orang teraniaya karena di dzalimi…. dan ini.. doa yang ma’bul… Nasibku….???? Ampuni Ya Allah…

    :: oRiDo™ ::
    betul Bu..
    semoga Allah selalu membimbing kita semua agar tidak salah dalam bersikap dengan orang lain..

  10. achoey Says:

    datang ke sini seperti liqo online
    Subhanallah🙂

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    mari kita sama2 memperbaiki amal ibadah kita semua..😉

  11. kahfinyster Says:

    jauhi dzalim,,jangan deketin sedikitpun,,hhe,,

    sori baru bisa ngomen sekarang, baru balik dari hiatus,, sori yah,,

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    semoga kita dapat menjaga hubungan baik antara saudara kita sehingga jauh dari menzhalimi orang lain..
    selamat datang kembali di dunia blog bro..😉

  12. hmcahyo Says:

    siiip nice posting mas😀

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga berguna..🙂

  13. mas8nur Says:

    Aku takut punya salah satu sifat diatas sementara aku tidak menyadarinya….dan tidak ada satu orangpun yang berani menasehatiku, alangkah ruginya diriku.

    :: oRiDo™ ::
    iya Pak..
    sama…
    semoga Allah swt selalu membimbing kita semua agar terhindar dari hal tersebut…
    amin..

  14. caknun Says:

    Rabbana zhalamna anfusana waillam taghfirlana watarkhamna lanakunanna minal khosirin
    Ya, Allah saya banyak menzhalimi diri sendiri dan orang lain, ampunilah dosa2 saya

    :: oRiDo™ ::
    ya Allah..
    bimbing kami.. jauhkan kami dari menzhalimi orang lain…😦

  15. emfajar Says:

    perbuatan zhalim yang sering tidak kita sadari yaitu zhalim pada diri sendiri.. seringnya kita lupa akan kewajiban kita sebagai manusia..

    semoga kita semua dijauhkan dari sifat zhalim ini..

    :: oRiDo™ ::
    amin..

  16. Ani Says:

    Bagus sekali isi postingannya, insyaAllah memberikan banyak manfaat bagi yg membaca blog ini.

    :: oRiDo™ ::
    amin..🙂

  17. reallylife Says:

    selalu ada saja hal2 baru yang menabah keimanan bila singgah di sini
    amin

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga tidak bosan utk belajar dan memperbaiki diri..
    mari kita sama2 belajar dan beramal..🙂

  18. rismaka Says:

    Assalamu’alaikum saudaraku..
    Sungguh artikel2 yang bermanfaat.. tetap istiqamah ya dalam menuliskan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kaum muslimin…
    Udah lama diriku ga mampir ke sini, bukan bermaksud memutus tali persaudaraan, hanya saja terlalu banyak kesibukan di luar sana…
    Inni uhibbuka fillah…

    Udah cukup basa-basinya:mrgreen:
    Pa kabar nih bang orido? Semoga bang orido dan keluarga senantiasa dalam perlindungan Allah Ta’ala.
    O iya bang, kebetulan saya memposting dan mengupload ebook-ebook islami -insya Allah bermanfaat-. Belum semua saya upload dan posting, tapi insya Allah ke depannya akan terus dilanjutkan

    http://rismaka.net/category/ebook

    Kalau bisa dishare ke yang lain, agar kaum muslimin bisa mengambil manfaat darinya. Memang diakui, bahwa ebook kurang laku dan susah utk dibaca, tapi bagi yang mempunyai minat yg besar, minimal ebook2 tsb dapat menambah ilmu baginya.
    O iya bang, kita tukeran link gimana? Maen2 atuh ke situs saya yg rismaka.net…

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    insyaAllah istiqamah.. bantu doa ya..🙂

    alhamdulillah kabar lagi berjuang meningkatkan customer satisfaction nih..
    susah juga rupanya..😐
    jzklh utk doa nya..

    insyaAllah web nya saya link di sini..😉

  19. Jafar Soddik Says:

    Dosa aniaya terhadap manusia memang rentan sekali kita perbuat, baik itu sengaja atau tidak sengaja karena setiap saat kita berinteraksi dengan mereka, bisa dengan keluarga sendiri, tetangga, rekan kerja atau orang-orang lain. Terkadang karena salah komunikasi atau penyampaian bisa berakibat fatal, orang menanggapinya dengan pemikiran yang jauh beda.

    Ucapkan salam dan tebarkan senyum ketika kita bertemu seseorang untuk meminimalisir gesekan-gesekan dalam bergaul dan jangan lupa untuk selalu mendoakan seluruh kaum muslimin dan muslimat agar diampunkan dosa.🙂

    :: oRiDo™ ::
    tips nya ustadz Jafar boleh juga nih..
    makasih pak ustadz..🙂

  20. fickry Says:

    keep istiqomah bro,,,artikelnya useful..nggak kayak punya gw..sampah,,,hehehe,,,

    :: oRiDo™ ::
    insyaAllah..
    just be your self aja,.😉

  21. D 1 JA Says:

    Napa ksadaran atw penyesalan sll belakangan? Napa tidak mengedepankan kesadaran? tak menghebatkan kesadaran? Mari kawan…perlahan tapi pasti..mohon petunjukNya..

    :: oRiDo™ ::
    setuju..🙂

  22. kahfinyster Says:

    hoi hoi,, hhe,, apa kabar nih? hhehe,,

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah kabar saya masih di pusingkan oleh kerjaan yang belum menunjukkan titik terang…😐
    semoga selalu dalam bimbing Allah swt agar hamba dapat lebih optimum lagi..
    bantu doa yah..🙂

  23. kawanlama95 Says:

    wah bagus nih ,berarti kalo mau ngaji atau mengkaji disini aja tempatnya.oke mas salam kenal ya.thanks udah mau mampir

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga berguna…
    makasih juga udh mampir balik..🙂

  24. fayantori31 Says:

    Ya Allah…
    Jauhkan aku dari mendhalimi dan di dhalimi
    amien….

    :: oRiDo™ ::
    amin…
    amin..

  25. mahardhika Says:

    wah bny pencerahan disini…
    terimaksi telah berbagi…
    jauhkan pemimpin yg dzalim < KDRT dan tindak tidak terpuji lainnya, AMIN

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga berguna..

    amin..

  26. antonclaten Says:

    makasih udah mampirrrr. isi artikelnya kerennn. sangat mengingatkan untuk selalu menyembah kepada allah.swt.

    :: oRiDo™ ::
    makasih juga udh mmpir balik kesini..
    web nya mas anton juga keren..
    nambah pencerahan dalam membuat animasi..😉

  27. Dinda Watson Says:

    makasih udah mampir di blog aku…
    hmm… banyak tentang agama nih!

    :: oRiDo™ ::
    makasih juga udh mampir balik..🙂

  28. ceznez Says:

    semoga setiap nafas kita diiringi dzikir.. biar ada kontrol disetiap langkah… biar khilaf bisa di minimalis🙂

    :: oRiDo™ ::
    amin…🙂

  29. achoey Says:

    Semoga aku terhindar dari sikap orang dzalim
    Akh, kumplit nian penuturanmu🙂

    :: oRiDo™ ::
    amin..
    maklum.. lagi belajar..🙂

  30. shemurie Says:

    Ada award untukmu di tempatku… silahkan dilihat.
    salam ukhuwah.

    :: oRiDo™ ::
    terimakasih utk award nya..
    *kapan nih yah peernya di kerjain..?? heheh*
    salam ukhuwah juga..🙂

  31. ung08 Says:

    Assalamualaikum,,

    nice to know you,,

    ung08.wordpress.com

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.🙂

  32. [QOTH] hukum peRzinaan « oRiDo™ On wORds Says:

    […] ung08 di [HOTD] zhalim dan dizhali… shemurie di [HOTD] zhalim dan dizhali… achoey di [HOTD] zhalim dan dizhali… […]

  33. rayyahidayat Says:

    saya memang harus terus belajar memperbaiki diri.
    sebab, terkadang saya belum cukup kuat untuk mencegah diri sendiri berbuat zhalim…

    *di sini banyak sekali ilmunya🙂

    :: oRiDo™ ::
    mari kita sama2 memperbaiki diri..
    meningkatkan iman islam kita..🙂

  34. Itmam Says:

    mampir mas.. biar terus diingatkan sama mas nich..🙂

    :: oRiDo™ ::
    silahkan…
    semoga berguna..🙂

  35. warzs Says:

    gak enak banget di dzolimi

    :: oRiDo™ ::
    yups..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: