[RASUL] Rindu kami padamu.. yaa Rasul..

Allahumma shalli 'alaa Muhammad...Sesungguhnya telah ada pada (diRi) Rasulullah itu suRi teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi ORang yang menghaRap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) haRi kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[QS. Al Ahzab, 33 : 21]

Detik-detik teRakhiR.. ”Ummatii..ummatii..”

Dengan suaRanya yang liRih Rasulullah beRtanya, “BeRitahu kepadaku Wahai JibRil, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? JibRil pun menjawab; “Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah beRbaRis untuk menyambut ROhmu.”
Rasulullah SAW beRsabda: “Segala puji dan syukuR bagi Tuhanku. Wahai JibRil, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? JibRil menjawab lagi: “Bahawasanya pintu-pintu SyuRga telah dibuka, dan bidadaRi-bidadaRi telah beRhias, sungai-sungai telah mengaliR, dan buah-buahnya telah Ranum, semuanya menanti kedatangan ROhmu.”
Rasulullah SAW beRsabda lagi: “Segala puji dan syukuR untuk Tuhanku. BeRitahu lagi wahai JibRil, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? JibRil menjawab: “Aku membeRikan beRita gembiRa untuk anda wahai kekasih Allah. Engkaulah yang peRtama-tama diizinkan sebagai pembeRi syafaat pada haRi kiamat nanti.”
Kemudian Rasulullah SAW beRsabda: “Segala puji dan syukuR, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai JibRil beRitahu kepadaku lagi tentang khabaR yang menggembiRakan aku?”
JibRil as beRtanya: “Wahai kekasih Allah, apa sebenaRnya yang ingin tuan tanyakan?
Rasulullah SAW menjawab: “Tentang kegelisahanku, apakah yang akan dipeROlehi Oleh ORang-ORang yang membaca Al-QuRan sesudahku? Apakah yang akan dipeROlehi ORang-ORang yang beRpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan dipeROlehi ORang-ORang yang beRziaRah ke Baitul HaRam sesudahku?
JibRil menjawab: “Saya membawa khabaR gembiRa untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah beRfiRman: Aku telah menghaRamkan SyuRga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau (Muhammad) dan umatmu memasukinya teRlebih dahulu.”
Maka beRkatalah Rasulullah SAW: “SekaRang, tenanglah hati dan peRasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku”. Lalu Malaikat Maut pun beRada dekat Rasulullah SAW.

Waktu semakin membuRu. Malaikat maut didesak waktu. Ia haRus segeRa menunaikan tugasnya. Apabila ajal telah tiba, tidak ada yang bisa menahan baRang sedetik, tidak juga ada yang mampu menguluRnya, demikian janji Allah kepada seluRuh manusia.

Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. PeRlahan-lahan IsRail menaRik Ruh Rasulullah daRi jasadnya yang semakin melemah. Ketika ROh baginda sampai di pusat peRut, Rasulullah beRsimbah keRingat di sekujuR tubuhnya. Baginda beRkata “Aduhai JibRil, betapa sakitnya sakaRatul maut ini.”

MendengaR ucapan Rasulullah itu, Fatimah Az-ZahRa teRpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, Malaikat pengantaR wahyu tak kuasa melihat pendeRitaan kekasih Allah, dibuangnya mukanya jauh-jauh.
Lalu Rasulullah SAW beRtanya:“Wahai JibRil, apakah engkau tidak suka memandang mukaku hingga kau palingkan wajahmu daRiku?”
JibRil menjawab: “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang meRasakan sakitnya maut?”

Tak kuasa menahan sakit, Rasulullah memekik. “Ya Allah, betapa sakitnya maut ini. Timpakan semua siksa maut ini kepadaku. Jangan kau beRikan kepada ummatku. SekujuR tubuh Rasulullah, daRi kaki hingga dada, sudah mulai teRasa dingin. Di penghujung ajalnya, ketika nafas tinggal satu-satu meninggalkan ROngga dadanya, bibiRnya beRgeRak sepeRti hendak mengatakan sesuatu. Ia masih ingin mengatakan sesuatu. Menantu Rasulullah yang beRada di sampingnya segeRa mendekatkan telinganya, mendengaR dengan sangat seksama. “Uushiikum bis-shalah, wa maa malakat aimanukum.” Itulah kalimatnya yang keluaR. “PelihaRalah shalat, dan santunilah ORang-ORang lemah di antaRamu.”

Di luaR Rumah, suaRa tangis paRa sahabat mulai teRdengaR beRsahutan. Di sisa teRakhiR tenaganya yang teRtinggal, Rasulullah masih beRupaya mengucapkan sesuatu. Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibiR Rasulullah yang mulai membiRu. “Ummatii, ummatii, ummatiii…” “Umatku, umatku, umatku…”

Nyawapun meRegang, lepas daRi jasad Rasulullah. Tangispun meledak. Semua sahabat meRasa telah kehilangan manusia yang paling meReka cintai, manusia yang memiliki sebaik-baik akhlaq, yang sejak muda beRgelaR Al-Amin, Yang TeRpeRcaya.

Dan, beRakhiRlah hidup manusia mulia yang membeRi sinaRan itu..

Kini, mampukah kita mencintai sepeRtinya ?
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita..
Allahumma shalli wa sallim wa baRik ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’iin…


untuk lirik lagu Bimbo tersebut klik disini..

Links:
[shallu ‘alan nabiy]
http://ibu.wanakalapa.net/2006/11/24/shallu-%E2%80%98alan-nabiy/

  • Apa yang Tuan fikiRkan tentang seORang laki-laki beRpeRangai amat mulia, yang lahiR dan dibesaRkan di celah-celah kematian demi kematian ORang-ORang yang amat mengasihinya? Di Rumahnya tak dijumpai peRabOt mahal. Ia makan di lantai sepeRti budak, padahal Raja-Raja dunia iRi teRhadap kekOkOhan stRuktuR masyaRakat dan kesetiaan pengikutnya. Tak seORang pembantunya pun mengeluh peRnah dipukul atau dikejutkan Oleh pukulannya teRhadap benda-benda di Rumah. Dalam kesibukannya ia masih beRtandang ke Rumah puteRi dan menantu teRcintanya, Fathimah AzzahRa dan Ali bin Abi Thalib.
  • Di bawah pimpinannya (Rasulullah), laki-laki menemukan jati diRinya sebagai laki-laki dan pada sat yang sama peRempuan mendapatkan kedudukan amat mulia. “Sebaik-baik kamu ialah yang teRbaik teRhadap keluaRganya dan akulah ORang teRbaik diantaRa kamu teRhadap keluaRgaku.” “Tak akan memuliakan peRempuan kecuali seORang mulia dan tak akan menghina peRempuan kecuali seORang hina,” demikian pesannya.
    Di sela 27 kali peRtempuRan yang digelutinya langsung (ghazwah) atau dipanglimai sahabatnya (saRiyah) sebanyak 35 kali, ia masih sempat mengajaR Al-QuR’an, sunnah, hukum, peRadilan, kepemimpinan, meneRima delegasi asing, mendidik keRumahtanggaan bahkan hubungan yang paling khusus dalam keluaRga tanpa kehilangan adab dan wibawa. Padahal, masa antaRa dua petempuRan itu tak lebih daRi 1,7 bulan.
  • Ia keRap beRcengkeRama dengan paRa sahabatnya, beRgaul dekat, beRmain dengan anak-anak, bahkan memangku balita meReka di pangkuannya. Ia teRima undangan meReka: yang meRdeka, budak laki-laki atau budak peRempuan, seRta kaum miskin. Ia jenguk Rakyat yang sakit jauh di ujung Madinah. Ia teRima peRmOhOnan maaf ORang. Ia selalu lebih dulu memulai salam dan menjabat tangan siapa yang menjumpainya dan tak peRnah menaRik tangan itu sebelum sahabat teRsebut yang menaRiknya. Tak peRnah menjuluRkan kaki di tengah sahabatnya hingga menyempitkan Ruang bagi meReka. Ia muliakan siapa yang datang, kadang dengan membentangkan bajunya. Bahkan ia beRikan alas duduknya dan dengan sungguh-sungguh ia panggil meReka dengan nama yang paling meReka sukai. Ia beRi meReka kuniyah (sebutan bapak atau ibu si Fulan). Tak peRnah ia memOtOng pembicaRaan ORang, kecuali sudah beRlebihan. Apabila seseORang mendekatinya saat ia shalat, ia cepat selesaikan shalatnya dan segeRa beRtanya apa yang diinginkan ORang itu.
  • Ummul Mukminin Aisyah Ra. beRkata: “Rasulullah SAW wafat tanpa meninggalkan makanan apapun yang bisa dimakan makhluk hidup, selain setengan ikat gandum di penyimpananku. Saat Ruhnya dijemput, baju besinya masih digadaikan kepada seORang Yahudi untuk haRga 30 gantang gandum.”
  • Sungguh ia beRangkat haji dengan kendaRaan yang sangat sedeRhana dan pakaian tak lebih haRganya daRi 4 diRham, seRaya beRkata, “Ya Allah, jadikanlah ini haji yang tak mengandung Riya dan sum’ah.” Pada kemenangan besaR saat Makkah ditaklukkan, dengan sejumlah besaR pasukan muslimin, ia menundukkan kepala, nyaRis menyentuh punggung untanya sambil selalu mengulang-ulang tasbih, tahmid dan istighfaR. Ia tidak mabuk kemenangan.
  • Ketika masyaRakat Thaif menOlak dan menghinakannya, malaikat penjaga bukit menawaRkan untuk menghimpit meReka dengan bukit. Ia menOlak, “Kalau tidak meReka, aku beRhaRap ketuRunan di sulbi meReka kelak akan meneRima dakwah ini, mengabdi kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.”
  • Mungkin dua kata kunci ini menjadi gambaRan kebesaRan jiwanya. PeRtama, Allah, sumbeR kekuatan yang Maha dahsyat, kepada-Nya ia begitu Refleks menumpahkan semua keluhannya. Ini membuatnya amat tabah meneRima segala ResikO peRjuangan; keRabat yang menjauh, sahabat yang membenci, dan khalayak yang mengusiRnya daRi negeRi teRcinta. Kedua, Ummati, hampaRan akal, nafsu dan peRilaku yang menantang untuk dibOngkaR, dipasang, dipeRbaiki, ditingkatkan dan diukiRnya.

[saat-saat menjelang ajal menjemput Muhammad SAW]
http://isnet.ORg/masfami/2008/05/10/saat-saat-menjelang-ajal-menjemput-muhammad-saw/

  • Dengan suaRa yang lemah dan teRbata-bata, pagi itu Muhammad saw, Rasul teRakhiR, membeRikan nasehat kepada sahabat-sahabatnya:

    “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan beRtakwalah kepada-Nya. KuwaRiskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al-QuR’an. BaRang siapa mencintai sunnahku, beRaRti ia mencintai aku. Dan beRsamaku kelak, ORang-ORang yang mencintaiku, akan masuk ke dalam suRga beRsama-sama.”

  • Manusia agung yang mampu hidup lebih mewah daRi segala Raja, memilih tiduR beRalaskan tikaR, teRbaRing lemah di dalamnya, beRsama keluaRganya yang mulia. KeRingat yang mengucuR daRi keningnya membasahi pelepah kuRma yang menjadi bantalnya.

[Ummati..]
http://beRanda.blOgsOme.cOm/2008/04/23/ummati/

  • Jika kita mengenal Rasulullah SAW dan mencintai beliau dengan cinta yang tulus, lalu mengamalkan secaRa sungguh-sungguh apa yang telah beliau cOntOhkan, maka akan lahiR keRinduan untuk beRjumpa dengan beliau. Inilah peRtanda cinta yang akan mengantaRkan kita menjadi ahli syuRga.
  • Ada enam keuntungan yang akan kita peROleh dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW:
    1. hidup akan teRasa lebih mudah dan indah.
    2. hidup menjadi lebih mulia dan teRhORmat.
    3. akan disukai dan disayangi ORang lain.
    4. hidup akan penuh pRestasi.
    5. akan dicintai Allah.
    6. insya Allah kita akan masuk syuRga.
  • Sikap dan pRilaku yang selalu meneladani Rasulullah SAW inilah yang peRlu dihidupkan dalam kesehaRian kita. Menghidupkan sikap-sikap teRpuji, menghidupkan al-ukhuwwah al-islamiyyah (nilai-nilai peRsaudaRaan Islam), saling mendukung dan beRsineRgi dalam kebaikan dan pRestasi, saling memaafkan dan mengedepankan ishlah dan peRbaikan. Pada saat yang sama, pROses meneladani akhlak Rasulullah SAW dilakukan dengan meninggalkan sikap dan pRilaku buRuk yang tidak layak dimiliki Oleh seORang Muslim, meninggalkan sikap saling melemahkan, saling menjegal, seRta saling mencaRi-caRi kesalahan.

[detik-detik teRakhiR kehidupan Rasulullah SAW]
http://fai-kao.com/node/599

  • Kami beRtanya: “Siapakah yang mensOlatkan baginda di antaRa kami?” Kami menangis dan Rasulullah SAW pun tuRut menangis. Kemudian baginda beRsabda: “Tenanglah, semOga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tiduRku, di dalam Rumahku ini, di tepi liang kubuRku, kemudian keluaRlah kamu semua daRi sisiku. Maka yang peRtama-tama menshOlatkan aku adalah sahabatku JibRil as. Kemudian Mikail, kemudian IsRafil kemudian Malaikat IzRail (Malaikat Maut) beseRta bala tenteRanya. Kemudian masuklah kalian dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula shOlat adalah kaum lelaki daRi pihak keluaRgaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu sekalian.”
  • Nabi Muhammad dan Ummatnya adalah hamba-hamba istimewa pilihan Allah, sehingga dijanjikan akan masuk suRga teRlebih dahulu daRi kaum dan bahkan nabi sebelum Nabi Muhammad. Jadi PeRbanyaklah beRsyukuR, dan beRgembiRalah dalam kebenaRan, kita teRlahiR sebagai ummat Nabi Muhammad. Kita tinggal menjaga ke-istiqOmahan dalam beRibadah untuk mendapatkan Rahmat Allah.
  • PeRbanyaklah kita beRdO’a dan meminta kepada Allah SWT, agaR kita teRmasuk gOlOngan daRi ummat nabi muhammad sampai kita meninggal (tidak teRlepas) dan kita dikumpulkan beseRta ummat nabi muhammad yang lain di akhiRat.

[pesan-pesan akhiR Rasulullah SAW]
http://iyah2008.wORdpRess.cOm/2008/08/07/pesan-pesan-akhiR-Rasulullah-saw/

  • Rasulullah SAW adalah makhluk yang istemewa, beliau menjadi panutan yang pantas dijadikan sebagai cOntOh. Beliau menyatakan bahwa, “Aku diutus ke muka bumi ini tiada lain hanyalah untuk kemulian akhlak”. Pesan-pesan teRakhiR saat akan meninggalkan dunia ini, beliau beRpesan dengan mengatakan, “Ash-ShOlat, Ash-ShOlat, Ash-ShOlat (shalat) An-Nisa, An-Nisa, An-Nisa (wanita) dan Ummati, Ummati, Ummati(umatku)”.
  • Indahnya Islam sudah tidak mewaRnai umat Islam saat ini; pengucapan syahadat hanya sebatas ucapan daRi mulutnya, tidak dengan hatinya. Ayat-ayat Al-QuR’an dan Asma Allah seRing diucapkan tetapi seRing pula dipeRjualbelikan, bahkan keintektualitasan mencOba untuk mengahkan ayat-ayat Al-QuR’an sebagai fiRman Allah, beRshalawat kepada Rasulullah SAW selalu diucapkan tetapi dalam kehidupannya justRu beRhianat . itulah alasan-alasan yang tidak mau mempeRjuangkan kebenaRan secaRa kaffah (sempuRna), yang paling iROnis dan menyedihkan adalah ketika menghadapi bisnis, pekeRjaan, dan uRusan dunia lainnya; Allah ditinggalkan dan dilupakan begitu saja, meReka adalah ORang-ORang munafik.
  • Ada bebeRapa pesan dan nasehat Rasulullah SAW kepada paRa sahabat dan umatnya; melunasi hutang piutang, beRgegas untuk mengubuRkan jenazah dan menikahkan anak yang sudah siap lahiR dan batin.

[mengenal Rasulullah secaRa fisik]
http://www.pks-jaksel.OR.id/ARticle1070.html

  • WaRna kulitnya putih beRsih dan tidak teRlalu cOklat dan tidak teRlalu putih (pucat). Maksud daRi putih beRsih adalah tidak ada nOda kuning atau meRah atau juga nOda waRna-waRna lain. Sebagian ada yang mengatakan kulit Nabi kemeRah-meRahan.
  • Rambut beliau sangat indah, tidak keRiting dan tidak pula luRus, yaitu ikal. Rambut beliau sampai menyentuh pundak, tetapi pendapat yang lebih kuat mengatakan bahwa Rambut beliau sampai daun telinga. TeRkadang beliau mengunciR empat dan teRkadang dibiaRkan teRgeRai di telinganya. Uban yang ada di kepala dan jenggOt tidak lebih dan kuRang daRi tujuh belas helai.
  • Beliau memiliki paRas yang indah (ganteng) dan beRcahaya. Tidak ada yang mampu menggambaRkan wajahnya kecuali membandingkan dengan bulan puRnama. Kulit wajahnya sangat halus, sehingga ketika maRah dan senang sangat teRlihat sekali. Keningnya lebaR. Lekuk kedua alisnya sangat indah, di antaRa dua alisnya beRkilat bagaikan peRak, lebih-lebih ketika teRtawa. Memiliki bulu mata yang lentik.
  • Memiliki jenggOt yang lebat. KaRena beliau sangat suka memelihaRa jenggOt dan menggunting kumis. LeheRnya sangat indah, tidak teRlalu panjang dan tidak teRlalu pendek. Setiap kali teRkena sinaR matahaRi dan hembusan angin, leheRnya beRkilau sepeRti peRak beRcampuR emas.
  • Ketika beRjalan, sepeRti seORang sedang tuRun daRi bukit, tegap dan tenang. Tanpa ada kesOmbOngan yang teRlihat daRi jalannya

[keutamaan-keutamaan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam]
http://www.salafyOOn.net/siRah/keutamaan-keutamaan-Rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam.html

  • Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembeRi khabaR gembiRa dan peRingatan. Dan untuk jadi penyeRu kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang meneRangi. Dan sampaikanlah kabaR gembiRa kepada ORang-ORang yang beRiman bahwa sesungguhnya bagi meReka kaRunia yang besaR daRi Allah. (QS. Al Ahzab: 45-47)
  • Dia adalah Rasulullah dan Penutup paRa Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Ahzab: 40)
  • Tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk menjadi Rahmat bagi semesta alam.(QS. Al Anbiya: 40)
  • Nabi yang paling banyak pengikutnya pada haRi Kiamat, dan saya yang peRtama kali akan mengetuk pintu suRga. (HR. Muslim)

Untuk mendownload file kumpulan artikel, silahkan klik link berikut:

https://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg

33 Tanggapan to “[RASUL] Rindu kami padamu.. yaa Rasul..”

  1. nakjaDimande Says:

    Assalamualaika ya Nabi..assalamualaika ya Rasul, ya Habibullah
    kami rindu padamu..

    :: oRiDo™ ::
    yups..

  2. mas8nur Says:

    Bisakah aku mimpi bertemu Rasulullah saw. Dambaanku……

    :: oRiDo™ ::
    semoga harapannya terkabulkan Pak..
    seperti teman saya bercerita disini..

  3. Novianto Puji Raharjo Says:

    Assalamualaikum
    Semoga kita termasuk Min Ummati Nabiyil Mustofa Sayidina Muhammad dan kelak mendapat Syafaatnya di Hari Kiamat Kelak, Amin

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    amin.. amin..

  4. kahfinyster Says:

    gue pingin ktemu rasulullah,,🙂

    :: oRiDo™ ::
    mari sama2 kita perbaiki amal ibadah dengan melakukan apa2 yang telah di contohkan oleh Rasulullah..
    mudah2an kita semua termasuk dalam golongan orang2 yang pantas bertemu kekasih Allah swt..🙂

  5. HE. Benyamine Says:

    Ass.

    Ya … kerinduan yang tak pernah kering dan terhenti.
    Banyak info yang bernilai dan menarik ternyata di sini, terima kasih untuk itu semua.

    Saat baca … ada tanya … apa memang disengaja huruf R besar semua? Karena saat membacanya agak terhambat, mungkin karena tidak biasa saja. Tapi, tetap menarik dan berkesan.

    salam

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah… semoga berguna..🙂

    bukan cuma huruf R.. tapi huruf O juga..
    keybord laptop saya utk huruf O dan R gak bisa huruf kecil pak… hehehe.. ngga nding.. becanda..
    saya sengaja membuat hal tersebut, cuma sebagai trade mark utk blog saya aja.. O dan R adalah huruf depan nama saya.. jd saya gunakan sbg identity blog saya ini.. bgitu cerita nya.. heheheh..
    bukan bermaksut menghambat.. mohon maaf kalo jd terhambat..😀

  6. ariefdj™ Says:

    اللّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

    “Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

    :: oRiDo™ ::
    amin… amin.. amin..

  7. hmcahyo Says:

    mampir aja mas😀

    :: oRiDo™ ::
    monggo Pak..
    semoga berguna..🙂

  8. luluxasrisma Says:

    sampe kpan ya ?
    sampe capek mgkin

    ak kagum sma rasulullah .

    :: oRiDo™ ::
    semoga gak pernah capek mencintai Rasulullah…
    Rasulullah aja sampai diakhir hidupnya masih memikirkan umatnya..
    Allahumma shalli ‘alaa Muhammad…

  9. Jafar Soddik Says:

    Seperti disebutkan diatas bahwa Rasulullah Saw. diutus untuk memuliakan akhlak manusia. Lihat bagaimana akhlak Rasulullah Saw., beliau seorang yang lembut, bijak, arif, santun, berpandangan luas.

    Beliau kedepankan persatuan dibanding memperuncing perbedaan. Tapi sayangnya banyak dari kita umat beliau, yang mengedepankan perbedaan dan mencela golongan yang tidak sependapat dengannya, padahal itu hanya dalam urusan fiqih. Padahal Rasulullah Saw. mengajarkan kita untuk menyayangi saudaranya (sesama Muslim) layaknya saudara. Apakah ada saudara yang mencela saudaranya yang lain?

    Ya Allah, jadikan kami hamba yang mengikuti dan mencontoh akhlak baginda Nabi Muhammad Saw., Ya Allah jadikan kami hamba yang meneladani prilaku dan sifat baginda Nabi Muhammad Saw.
    Ya Allah, kirimkan salam kami kepada beliau, Ya Nabiy salam ‘alaik, kirimkan shalawat kami kepada beliau, Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhamad, dan kami mohonkan syafaat dari beliau untuk kami ya Allah.

    :: oRiDo™ ::
    amin ya Allah.. amin..

  10. Edi Psw Says:

    Setuju! Kita harus rindu pada pemimpin umat kita.

    :: oRiDo™ ::
    Rindu dan menjalankan apa2 yang telah di contohkan..
    yuk..🙂

  11. cenya95 Says:

    aku rindu padamu…
    salam hangat selalu

    :: oRiDo™ ::

  12. atmtukang Says:

    rindu padanya
    kagum sama beliau tapi mengapa belum bisa menjalankan sunnah2nya😦

  13. Om Shani Says:

    Tidak ada yang mencintai kita termasuk diri kita sendiri melebihi Cinta Rasulullah kepada kita

    SAlam kena n mampir ya mas………..

    :: oRiDo™ ::
    yups betul…
    salam kenal juga..
    insyaAllah mampir balik..🙂

  14. my book Says:

    Subahanallah…
    Allahummasalli ala muhammad wa’ala ali muhammad…
    ya Allah samapaikanlah salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw..
    Terimaksi atas post nya.. terimaksi krn telah mengingatkan…
    nice post orido..🙂

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..🙂

  15. achoey Says:

    Ya Rasul
    Aku ingin mengamalkan sunahmu

    sahabat, maaf baru silaturahim lagi🙂

    :: oRiDo™ ::
    semoga kita bisa menjalankan apa2 yang telah di perintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah..
    amin..🙂

  16. Itmam Says:

    semoga kita dapat meneladani sikap bijak Rasulullah SAW. shg menjadi umatan wasatan😀

    :: oRiDo™ ::
    amin…

  17. kaudanaku Says:

    postingan ya bagus pak……
    allahummasholli ‘alaa muhammad

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..🙂

  18. omiyan Says:

    semoga kita masih termasuk umat-Nya yang masih menjalankan segala ajaran-Nya yang dibawa oleh Baginda nabi

    :: oRiDo™ ::
    amin ya Allah..

  19. wanti annurria Says:

    Qu cinta dan rindu pada mu ya Rasul…
    semoga qt dapat menjalankan sgl amalannya,,,
    nice article mas orido🙂 (ku pasang linknya di blogroll ya…)

    :: oRiDo™ ::
    amin..
    Alhamdulillah..
    insyaAllah saya link balik..🙂

  20. anto84 Says:

    Aku pengen mimpi bertemu nabi muhamad..salam

    :: oRiDo™ ::
    mari kita sama2 amalkan apa2 yang dicontohkan nabi Muhammad..
    insyaAllah kita akan bertemu Rasulullah..🙂

  21. Siti Fatimah Ahmad Says:

    Assalaamu’alaikum

    Salam kenal. Bicara kita sama. Namun penyampaiannya mungkin berbeza. Saya menyukai apa-apa sahaja tentang cerita Baginda Rasul saw. Tiada yang dapat menandingi cintanya kepada umatnya. maka kita juga harus membuktikan cinta kita dengan mengikuti ajaran yang dibawanya. semoga cinta kita kepada Rasulullah saw akan membawa kita kepadanya di akhirat nanti. Insya allah. Salam dari Malaysia.

    :: oRiDo™ ::
    yups.. setuju..
    amin..
    salam juga saudaraku..
    mari kita sama2 eratkan tali ukhuwah..🙂

  22. Ayruel Chana Says:

    Assalamu alaikum

    Apa salah mencintai Rosul Muhammad?
    Itulah pertanyaan aneh,untuk menjawab non muslim bahwa Nabi muhammad mintak dido’akan.
    Padahal Sholawat adalah do’a bagi yg bersholawat dan ummat.
    Its Command.jika sholli muhammad maka otomatis sholli ummat dan tentu juga sholli yang bersholawat.so.. sholli muhammad mencakup segala hal complexs.
    jika ditelaah sholli ada sangkut paut maknanya = hubungkan,sambungkan.laraskan(pemahaman).serasikan(pemahaman).siapa dan apa yg diserasikan?kita tentunya dan pemahaman kita,perhatikan ALLAHUMMA SHOLLI ALA MUHAMMAD.
    disini ada perintah SHOLLI : SHOLLI siapa dan apa coba??? ALA = atas/kepada/
    maka kalau ingin mendalami atau memahami islam.
    perbanyak lach sholawat.jika kita memahami islam seperti Nabi kita,wach bakal paham tuch insya ALLAH.
    Nice post…

    moga bermanfaat..mohon koreksinya
    wassalamu alaikum

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    jazakallah utk pencerahannya..🙂

  23. gajah_pesing Says:

    Assalamualaika ya Nabi..assalamualaika ya Rasul, ya Habibullah
    kami rindu padamu..

    :: oRiDo™ ::

  24. yusdi Says:

    wah bisa jadi pencerahan neh…..semoga terus berkarya dan berdakwah..

    :: oRiDo™ ::
    amin..
    yuk kita sama2 belajar dan beramal…🙂

  25. Nin Says:

    Pertemuan yang sangat didamba…

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    semoga kita semua termasuk dalam golongan yang dapat bertemu dengan kekasih Allah.. Rasulullah SAW..

  26. Manusia Biasa Says:

    Sebagai bentuk rindu kita kepada Baginda Rosulullah, kita harus rajin dan istiqomah dalam menjalankan sunah Beliau

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    mari kita tingkatkan iman dan islam kita..🙂

  27. Rindu Says:

    Rindu kami padamu ya RASUL … RIndu tiada terperi🙂

    :: oRiDo™ ::🙂

  28. arifudin Says:

    rindu akan teladanmu ya Rosul

    :: oRiDo™ ::
    mari jalan kan apa2 yang telah dicontohkan oleh Rasulullah..

  29. Beautiful Season Says:

    jadikan kami Ya Alloh sebagai umatnya, dan bisa selalu mengingatnya setiap waktu melebihi ingatan kami kepada mahluk ciptaanMu lainnya..

    :: oRiDo™ ::
    amin..amin ya Allah..

  30. subpokjepang Says:

    terima kasih untuk pencerahannya

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga berguna..
    mari kita sama2 belajar dan beramal..🙂

  31. emfajar Says:

    pengen banget mimpi k’temu ama Rasullulah🙂

    :: oRiDo™ ::
    amin…
    mari kita perbaiki amal ibadah kita, semoga dapat membawa kita bertemu dengan Rasulullah..😉

  32. achoey Says:

    Sahabat
    aku merindukannya

    :: oRiDo™ ::
    yups..
    sama..

  33. Dea Tantyo Says:

    Assalamu’alaikum…

    Mas, punten, ana numpang copy sebagian postingannya,
    semoga jadi ibadah untuk menyebarkan kebaikan…
    Syukran. Jazakallah..

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    amin..
    silahkan..
    semoga berguna..🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: