[DOA] adab-adab dalam beRdOa

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
[QS. Al A’raaf, 7: 56]

Berdoa adalah suatu amalan ibadah, yang hendak dimohonkan oleh manusia yang penuh kelemahan, banyak dosa dan tidak berdaya, akan diajukan kepada Dzat Yang Maha Tinggi, Yang Menggenggam semua khazanah bumi dan langit, maka tentu saja harus menggunakan adab-adab dalam memohon. Di dalam Kitab Fiqhus-Sunnah karya Sayid Sabiq dan juga Kitab Ihyaa ‘Ulumiddiin, dijelaskan bahwa di antara adab-adab dalam berdoa adalah:

1. Dengan hati yang merunduk dan penuh rasa takut kepada Allah (Q.S. Al-A’raf : 55)
2. Dengan suara yang lembut, di antara tidak berbunyi dengan suara keras (Q.S. Al-Isra : 110; Q.S. Maryam : 3)
3. Menghadap Allah dengan isi perut dan pakaian yang halal
Sabda Nabi SAW kepada Sa’ad bin Abi Waqqash:


يا سعد, أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة. والذى نفس محمد بيده : إن الرجل ليقذف اللقمة الحرام فى جوفه ما يتقبل منه أربعييوما, وأيـما عبد نبت لحمة من السحت والربـا فالنار أولى به

“Hai Sa’ad, jagalah soal makananmu, tentu engkau akan menjadi orang yang makbul doanya! Demi Tuhan yang nyawa Muhammad dalam genggaman-Nya! Jika seseorang memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima doanya selama empat puluh hari. Dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari makanan haram atau riba, maka neraka lebih layak untuk melayaninya.” (H.R. Ibnu Mardawai dari Ibnu Abbas)

4. Mengamati saat-saat yang baik bagi doanya. Seperti Hari Arafah, bulan Ramadhan, Hari Jum’at, di tengah malam, di akhir shalat, dll.
Firman Allah :


وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Wa bi al ashari hum yastaghfiruun”

“Dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)(Q.S. Adz-Dzariyat: 18 )

5. Menghadap kiblat (H.R. Muslim)
6. Mengangkat kedua tangan sampai kira-kira se-bahu.
Sabda Nabi SAW :


كان يرفع يديه حتى يرى بياض إبطيه فالدعاء ولا يشـير بأصبعه

“Beliau mengangkat kedua tangannya sehingga tampak putih kedua ketiaknya dalam berdoa, dan beliau tidak berisyarat dengan jari-jari.” (H.R. Muslim dari Anas bin Malik)


إن ربكم حي كريم يستحي من عبيده إذا رفعوا أيديهم إليه أن يردها صفرا

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemalu dan Maha Mulia, malu kepada hamba-hamba-Nya apabila mereka mengangkat tangan-tangan mereka kepada-Nya untuk menolaknya dengan kosong.” (H.R. Al-Hakim dari Salman)

7. Tidak menjadikan doanya untuk bersajak (dipuisikan)


سيـكون قوم يعتدون فى الدعاء

“Akan ada suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa.” (Al-Hadits)
8. Memantapkan apa yang sedang dimintanya.
Sabda Nabi SAW :


إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ وَلَا يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي فَإِنَّ اللَّهَ لَا مُسْتَكْرِهَ لَهُ

“Apabila kamu berdoa, maka hendaklah kamu berazam serta benar-benar memohon kepada Allah s.w.t dan janganlah berkata: Ya Allah, jika Engkau kehendaki maka perkenankanlah kepadaku, kerana sesungguhnya Allah itu tidak ada yang memaksa kepada-Nya.” (H.R. Bukhari-Muslim dari Anas r.a)

9. Mengulanginya tiga kali
Sabda Nabi SAW :


أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعجبه أيدعو ثلاثا

“Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mengulangi doa dan istighfar tiga kali.” (H.R. Abu Daud dari Abdullah bin Mas’ud)

10. Tidak menganggap lambat atas doanya.


يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ فَلَا أَوْ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan” (H.R. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah r.a)

11. Memulai doa dengan beristighfar, memuji Allah dan bershalawat atas Nabi SAW.


إذا صلى أحدكم فليبدأ بتمجيد ربه جل وعز, والثناء عليه. ثم يصلى على النبى صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بعد بما يشـاء

“Jika salah seorang di antaramu berdoa, hendaklah dimulai dengan membesarkan Tuhannya Yang Maha Agung dan Mahamulia serta menyanjungNya, lalu mengucapkan shalawat atas Nabi SAW, serta setelah itu barulah ia berdoa meminta apa yang diinginkannya.” (H.R. Abu Daud dan Nasai dari Fudhalah bin Ubaid r.a)

Links:
[adab berdO’a atau beRdzikiR]
http://www.al-ikhwan.net/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-berdoa-ataupun-berdzikir-71/

  • Adab berdo’a atau berdzikir:
      1. Doa dan dzikir yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an.
      2. Hendaklah memulai berdoa dengan menghafal doa yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.
      3. Hendaklah orang yang membaca doa/dzikir memahami maknanya dan wajib melaksanakan hukum ALLAH SWT setelah berdzikir tsb.
      4. Tidak boleh disertai oleh sikap berlebih-lebihan, pamer (riya’), sikap khusyu yang dibuat-buat dsb.
      5. Menghindari berkumpul dalam satu suara dengan pimpinan satu orang, atau menggunakan gaya dan cara ataupun waktu-waktu yang ditentukan tanpa didasari dalil.
      6. Tidak boleh mengeraskan suara ketika berdzikir dan hendaklah dengan suara yang pelan dan lebih disunnahkan di tempat yang tersembunyi.
      7. Tidak boleh berdzikir ketika khatib sedang berkhutbah (bagi laki-laki), saat buang hajat dan saat berhubungan suami-istri, saat membaca dalam shalat dan saat sangat mengantuk.
      8. Hendaklah memulai dan mengakhiri doa dengan hamdalah dan lalu shalawat.
      9. Boleh mengangkat kedua tangan tapi tanpa mengusapkannya ke muka, saat ber-istighfar disunnahkan memberi isyarat dengan satu jari, saat istisqa’ disunnahkan mengangkat tangan tinggi-tinggi tetapi dengan membalikkan telapak tangan.
      10. Tidak benar menentukan batasan-batasan jumlah bilangan tanpa dasar hadits yang shahih, demikian pula mengambil potongan-potongan ayat atau huruf-huruf dalam Al-Qur’an, karena jika hal tersebut baik niscaya telah dilakukan oleh Nabi SAW.
  • Imam Asy-Syatibi berkata bahwa orang yang mengadakan dzikir berjama’ah dengan satu suara dan berkumpul pada waktu-waktu tertentu maka semua itu tidak benar dan tidak ada dalilnya.

[kesalahan dalam beRdO’a]
http://www.belajarislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=249:kesalahan-dalam-berdoa&catid=36:fiqih&Itemid=61

  • Kesalahan Dalam Berdo’a:
    1. Berdoa Dengan Mengangkat Tangan Bukan Pada Waktunya.

      Sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan. Sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja. Sebagian yang lain bersikap pertengahan, artinya mengangkat tangan hanya pada waktu berdoa yang memang dianjurkan mengangkat tangan pada saat itu, seperti pada saat berdoa dalam shalat istisqa’, dan tidak mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang tidak ada anjurannya untuk mengangkat tangan, seperti berdoa sehabis salam pada shalat fardhu, membaca doa di antara dua sujud, membaca doa sebelum salam pada saat shalat, berdoa pada khutbah Jumat dan Idul Fitri. Tidak ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangannya pada waktu-waktu tersebut.

    2. Doa Bersama Setelah Shalat.

      Lajnah Dâ’imah lil Iftâ’ (Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) pernah ditanya tentang hal ini, maka dijawab bahwa berdoa bersama-sama dengan berjamaah setiap setelah shalat fardhu ataupun sunnah adalah perbuatan yang diada-adakan dalam agama ini (bid’ah), sebab tidak ada penjelasan sedikit pun dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau. Maka barangsiapa yang berdoa bersama-sama dengan berjamaah setelah shalat fardhu atau rawatib, maka perbuatan tersebut bertentangan dengan pedoman Ahlus Sunnah wal Jama’ah. (Fatâwâ Islâmiyyah I/318-319).

    3. Mengusap Wajah Setelah Berdoa.

      Tidak ada satu hadits pun yang shahih membenarkan perbuatan tersebut.

    4. Qunut Pada Waktu Shalat Subuh Selain Qunut Nazilah.

      Para ulama dalam masalah ini berbeda pendapat; di antara mereka ada yang berpendapat sunnah, sementara yang lainnya berpendapat bahwa anjuran tersebut sudah dinâsakh (dihapus) dan termasuk perbuatan bid’ah. Dan yang lainnya berpendapat bahwa disunnahkan qunut pada saat dibutuhkan. Pendapat terakhir inilah yang kuat karena sesuai dengan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Khulafâur-Râsyidûn. (Majmu’ Fatâwâ karya Ibnu Taimiyah, 23/98-99).

[adab-adab dO’a]
http://qalbusalim.wordpress.com/2007/01/09/adab-adab-doa/

  • Jangan sampai kaum muslimin secara tidak sadar mengamalkan suatu amalan yang sia-sia. Karena tidak ada amalan yang diterima Allah kecuali: [1]. Ikhlas kepada Allah. [2]. Ittiba’ (sesuai dengan contoh Rasulullah).
  • Do’a juga memiliki adab, yaitu antara lain:
      • Ikhlas karena Allah semata. (QS. Al-Mu’min: 14),(QS. Al-Bayyinnah: 5)
      • Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat kepada atas Rasulullah dan diakhiri dengannya.
      • Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan
      • Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a dan tidak terburu-buru.
      • Menghadirkan hati dalam do’a.
      • Memanjatkan do’a, baik dalam keadaan lapang maupun susah.
      • Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.
      • Tidak mendo’akan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri.
      • Merendahkan suara ketika berdo’a, yaitu antara samar dan keras. (QS. Al-A’raaf: 55, 205).
      • Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu mohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.
      • Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam do’a.
      • Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan). (QS. Al-Anbiyaa’: 90).
      • Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
      • Memanjatkan do’a tiga kali.
      • Menghadap Qiblat.
      • Mengangkat kedua tangan dalam do’a.
      • Jika mungkin berwudhu’ terlebih dahulu sebelum berdo’a.
      • Tidak berlebih-lebihan dalam berdo’a.
      • Tawassul kepada Allah dengan Asmaa’-ul Husna dan sifat-sifatNya yang Maha Tinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan do’a seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.
      • Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
      • Tidak berdo’a untuk suatu dosa atau memutuskan silaturahmi.
      • Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
      • Harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).
      • Hendaklah orang yang berdo’a memulai dengan mendo’akan diri sendiri, jika dia hendak medo’akan orang lain.

[{belajaR-islam} Re: [assunnah] adab dOa]
http://www.mail-archive.com/belajar-islam@yahoogroups.com/msg00015.html

  • Sebagian Dari Adab Berdoa :
      – Ikhlas karena Allah semata
      – Mengawali dengan pujian dan sanjungan kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah dan diakhiri dengannya.
      – Bersungguh sungguh
      – Mendesak dengan penuh kerendahan dan tidak terburu buru
      – Merendahkan suara ketika berdoa, yaitu antara samar dan keras
      – Memanjatkan doa tiga kali
      – Menghadap kiblat
      – Mengangkat kedua tangan
      – Jika mungkin berwudhu terlebih dahulu
      – Tidak berlebih lebihan dalam doa
      – Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dipakai harus berasal dari usaha yang halal
      – Menjauhi kemaksiatan
      – Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
      – dll
  • Penghalang Terkabulnya Doa:
      – Makan dan minum dari yang haram, mengkonsumsi barang haram berupa makanan, minuman, pakaian dan hasil usaha yang haram
      – Minta cepat terkabulnya doa yang akhirnya meninggalkan doa
      – Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah
      – Meninggalkan kewajiban yang telah Allah wajibkan
      – Berdoa yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi
      – Tidak bersungguh sungguh dalam berdoa
      – Lalai dan dikuasai hawa nafsu.

[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian1)]
http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_24.html

  • Pertama: Dalam keadaan suci. Kedua: Bersedekah, memakai wewangian, dan pergi ke masjid. Ketiga: disunnahkan melakukan shalat dua rakaat. Keempat: Membaca Basmalah. Kelima: Memuji Allah swt. Keenam: Berdoa dengan Asmaul Husna.

[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian2)]
http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_04.html

  • Ketujuh: Membaca shalawat kepada Rasulullah saw dan keluarganya. Kedelapan: Bertawassul dengan Rasulullah saw dan Keluarganya.

[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian3)]
http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_09.html

  • Kesembilan: Mengakui dosa-dosa. Kesepuluh: Menyampaikan permohonan.

[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian 4)]
http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_27.html

  • Kesebelas: Mengenal Allah swt dan berbaik sangka kepada-Nya. Kedua belas: Beramal sesuai dengan pengetahuan. Ketiga belas: Menghadap kepada Allah. Keempat belas: Butuh kepada Allah. Kelima belas: Menyebutkan hajat. Keenam belas: Melembutkan hati. Ketujuh belas: Menangis dan berusaha menangis.

[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian 5, teRakhiR)]
http://shalatdoa.blogspot.com/2008/04/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa.html

  • Kedelapan belas: Mendoakan orang lain. Kesembilan belas: Merendahkan diri dan mengangkat tangan. Kedua puluh: Melembutkan suara dalam berdoa. Kedua puluh satu: Tidak tergesa-gesa dalam berdoa. Kedua puluh dua: Tidak putus asa. Kedua puluh tiga: Terus-menerus berdoa. Kedua puluh empat: Berdoa sebelum kejadian. Kedua puluh lima: Memakai cincin aqiq atau firus. Kedua puluh enam: Adab sesudah berdoa.

[adab beRdO’a]
http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=145&com_id=108&com_rootid=108&

  • Adab berdo’a yaitu: 1. memilih waktu yang mulia (hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum’at, dan waktu sahur). 2. Situasi yang baik (ketika turun hujan, disaat sujud, dan antara adzan dan iqamat, berada di medan jihad fi sabilillah). 3. Hendaklah mantap dan yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. 4. Dalam keadaan suci, menghadap kiblat dan mengulang do’anya tiga kali. 5. Memulai do’anya dengan pujian kepada Allah, baik dengan nama-nama-Nya ataupun sifat-sifat-Nya, juga atas karunia-Nya yang banyak. Lalu bershalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Dan menutupnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan kembali memuji Allah Ta’ala. 6. Hendaknya mengisi perutnya dengan makanan yang halal dan tidak berdo’a untuk suatu dosa atau pemutusan hubungan silaturahim. 7. Hendaknya tidak menuntut segera dikabulkan.

Untuk mendownload file kumpulan artikel, silahkan klik link berikut:

https://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg

14 Tanggapan to “[DOA] adab-adab dalam beRdOa”

  1. kidungjingga Says:

    makasih buat artikelnya mas… menambah pengetahuan…
    oh ya.. sekalian mau nganterin susu lembang nihh… ^_^

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    asikkkkk..
    glekglekglek…
    makasih..

    😀

  2. achoey Says:

    Subhanallah akhi
    Blog ini memang bermanfaat untuk lebih banyak umat

    :: oRiDo™ ::
    ah terlalu berlebihan kang Achoey ini..
    makasih..makasih..
    berapa nomer sepatu nya?
    heheheh..
    😀

  3. kenuzi50 Says:

    mas, orid…. makasih nih postingannya….manfaat buanget deh…

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    silahkan di sebarkan…
    semoga berguna..
    🙂

  4. kahfinyster Says:

    post ini bermanfaat buat semua bang,,

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    🙂

  5. zoel Says:

    semoga allah mengampuni saya.. coz banyak banget salahnya dalam berdoa

    :: oRiDo™ ::
    kita semua memang di tuntut utk selalu memperbaiki diri..
    mari sama2 belajar dan beramal..
    🙂

  6. Evyta Says:

    Assalamu’alaikum wr wb
    File nya sudah saya download 🙂 Syukron, sekalian izin boleh yah, izin filenya saya rapikan lagi dan saya re-publish di website perpustakaan online saya di pustaka-ebook.com
    Kalau diizinkan, saya publish. Jazakallah

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    silahkan…
    syukur2 kalo sumbernya di cantumkan… 😉
    tapi yang penting isi nya di sebarkan..
    semoga berguna..
    🙂

  7. Rindu Says:

    ngilmu disini lah tempatnya ….

    :: oRiDo™ ::
    🙂
    mampir ke tempat mba biar ngadem..

  8. Jafar Soddik Says:

    Assalamu’alaikum, terima kasih Akhi atas artikelnya.

    Kalau boleh ana ada sedikit masukan untuk artikel diatas.

    Sebaiknya untuk perkara yang khilafiyah di kalangan para ulama tidak perlu dimasukkan, seperti kekeliruan berdoa dalam qunut Subuh, padahal Imam Syafi’ie rahimahullah yang meletakkan mazhab Syafi’ie melakukan hal itu dan muridnya Imam Ahmad Ibn Hambal atau gurunya Imam Malik tidak pernah mengecam Imam Syafi’ie karena berbuat itu. Atau untuk perkara berdoa secara bersama-sama dalam satu majelis.

    Masukkan ini saya sampaikan agar tidak makin memperuncing ‘ketidakselarasan’ yang memang ada di kelompok-kelompok Islam dan mungkin saja dari pengunjung yang ada di blog ini tidak semuanya satu ‘pemikiran’.

    Terus berkarya, semoga Allah Swt. merangkul kita semua dalam satu panji agamanya yang teguh sampai akhir zaman.

    Wassalam

    :: oRiDo™ ::
    terimaksih utk masukannya Pak..
    saya rasa info di atas cukup jelas di sebutkan bahwa masih terdapat perbedaan pendapat..
    artinya, kita sebagai orang awam, gak usah terlalu keukeuh *karena kebanyakan orang seperti itu* dengan apa yang kita tahu..
    yah mudah2an kita semua di beri kemudahan dalam menerima perbedaan..
    🙂

  9. Rita Says:

    Alhamdulillah, komplit… Terimakasih 😀

    :: oRiDo™ ::
    semoga berguna…
    🙂

  10. husnun Says:

    Sudah lama tidak berkunjung blog yang banyak bertebaran mutiara hikmah ini. Tetap istiqamah berdakwah, Allah selalu melindungi

    :: oRiDo™ ::
    insyaAllah Pak…
    makasih utk doa nya..
    🙂

  11. indah rephi Says:

    senang mampir disni.. nambah ilmu ^^v

    :: oRiDo™ ::
    semoga berguna…
    mari sama2 belajar dan beramal..
    🙂

  12. Tuyi Says:

    Hak setiap warga negara adalah menetukan pilihan di PEMILU nanti…
    Saya salaut dengan pilihan anda…
    Bukan hanya dorongan moril semata, tapi berupa karya nyata sebagai bentuk dukungan ke PKS…
    Semoga kara anda bermanfaat bagi simpatisan lainnya…

    :: oRiDo™ ::
    amin..
    makasih..
    🙂

  13. Burhansyah Says:

    Subhanallah

    :: oRiDo™ ::
    semoga berguna..
    🙂

  14. nurul izzah Says:

    elok juga kalau kita amalkan doa-doa ini.semoga kita diberkati oleh Allah.
    amin..

    oRiD™ bilang:
    amin…
    mari kita sama2 mengamalkan apa2 yang Allah perintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: