[HOTD] istikhaRah / memOhOn pada Allah

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
(QS. Al-Baqarah, 2 : 186)

Dari Abi Zar r.a ia berkata:
Nabi S.A.W bersabda: (Hadith Qudsi) ”Firman Allah Taala: Wahai hamba-hamba-Ku, semua kamu adalah sesat kecuali orang-orang yang mendapat petunjuk-Ku, maka mintalah hidayah daripada-Ku, niscaya akan Aku berikan. Wahai hamba-hamba-Ku semua kamu adalah dalam kelaparan kecuali orang yang mendapat makanan daripada-Ku, maka mintalah daripada-Ku niscaya Aku berikan kepadamu. Wahai hamba-hamba-Ku semua kamu adalah tidak berpakaian kecuali orang yang Aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah daripada-Ku niscaya akan Aku berikan. Wahai hamba-hamba-Ku, kamu semua melakukan salah dan silap setiap waktu dan Aku adalah pengampun dosa-dosa, maka mohonlah keampunan daripada-Ku niscaya Aku akan ampunkan…”

aRtikel teRkait:

  • [HOTD] shalat faRdhu :: DOWNLOAD, 299kB
  • [HOTD] amanah :: DOWNLOAD, 227kB
  • [HOTD] aRti mimpi :: DOWNLOAD, 163kB
  • [HOTD] susah & sabaR :: DOWNLOAD
  • [HOTD] bid’ah :: DOWNLOAD
  • [HOTD] kesungguhan do’a :: DOWNLOAD
  • [HOTD] peRbuatan dan niat :: DOWNLOAD
  • [HOTD] dikabulkan dO’a :: DOWNLOAD
  • [DOA] mOhOn dimudahkan segala uRusan :: DOWNLOAD, 164kB
  • [DOA] setelah shalat faRdhu :: DOWNLOAD, 1.87MB

  • Links:
    [shalat istikhaRah]
    http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat_Istikharah

    • Shalat Istikharah adalah shalat sunnat yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada diantara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi. Setelah shalat istikharah, maka dengan ijin Allah pelaku akan diberi kemantapan hati dalam memilih.
    • Pada dasarnya shalat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja namun dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir.
    • Niat shalat ini, sebagaimana juga shalat-shalat yang lain cukup diucapkan didalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta’ala semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya, apabila ingin dilafalkan jangan terlalu keras sehingga mengganggu Muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana.
    • Shalat istikharah boleh dikerjakan dua rakaat atau hingga dua belas rakaat (enam salam). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca Surah Al-Kafiruun (1 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca 1 Surah Al-Ikhlas (1 kali). Ada pula bacaan lainnya, selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca ayat Al-Kursi (7 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca Surah Al-Ikhlas (11 kali).
    • Setelah salam dilanjutkan do’a shalat istikaharh kemudian memohon petunjuk dan mengutarakan masalah yang dihadapi.
    • Doa Istikharah: “Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamakku dan jalan hidupkku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dari ku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu”. (HR Al Bukhari)

    [shalat istikhaRah untuk menentukan pilihan]
    http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=184

    • Shalat istikharah dilaksanakan ketika dihadapkan pada suatu permasalah agar pilihan kita mantap dan hati kita merasa tenang dengan apa yang kita pilih.
    • Hal penting berkaitan shalat istikhaRah: [1]. dilakukan setelah menunaikan shalat dua rakaat selain shalat shalat fardhu. [2]. Do’a istikharah dilakukan setelah shalat, bukan di dalam shalat. [3]. Boleh mengulang-ulang istikharah, karena ini adalah do’a, dan mengulang-ulang do’a adalah dianjurkan. [4]. jika seseorang telah melakukan shalat Istikharah, hatinya menjadi tenang dengan pilihannya, maka tujuan istikharah telah terpenuhi. [5]. Shalat Istikharah hukumnya dianjurkan, bukan wajib.
    • [shalat istikhaRah, apakah harus mimpi?]
      http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/6208063545-salat-istikharah-apakah-harus-mimpi.htm

    • Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan bahwa hasil dari shalat istikharah berupa sebuah mimpi. Sejumlah ulama di antaranya Imam An-Nawawi menyatakan bahwa pilihan akan diberikan kepada orang yang melaksanakan shalat tersebut adalah dengan dibukakan hatinya untuk menerima atau melakukan suatu hal.
    • Ibnu Az-Zamlakani berkata bahwa bila seseorang melaksanakan shalat istikharah dua rakaat karena sesuatu hal, maka hendaklah ia mengerjakan apa yang memungkinkan baginya, baik hatinya menjadi terbuka untuk melakukannya atau tidak. Karena sesungguhnya kebaikan ada pada apa yang dia lakukan meskipun hatinya tidak menjadi terbuka.
    • Sebenarnya urusan shalat istikharah dan jawabannya bukan satu-satunya bahan pertimbangan. sebelum bicara masalah istikharah, sebaiknya gunakan terlebih dahulu logika dan pertimbangan-pertimbangan nalar yang logis. Kalau seluruh pertimbangan nalar dan logika sudah selesai dan hasilnya positif, maka serahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Sementara itu shalatlah sunnah untuk meminta ketetapan hati. Dan shalat itu namanya shalat istikharah.
    • Jadi sebenarnya shalat istikharah itu bukan shalat yang melepaskan diri kita dari segala bentuk pertimbangan manusiawi. Seolah-olah kita hanya memejamkan mata, biar Allah SWT saja yang memilihkan. Lalu hasil pilihan Allah SWT akan diwahyukan lewat mimpi. Tidak!! Tidak demikian.
    • Mimpi itu bisa bersumber dari ilham, akan tetapi seringkali juga datang dari syetan. Dan seseorang tidak pernah bisa memastikan, dari mana datangnya mimpi itu. Maka pertimbangan nalar dan logika harus lebih didahulukan.

    [shalat istikhaRah]
    http://www.almanhaj.or.id/content/2355/slash/0

    • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mensyariatkan umatnya agar mereka memohon pengetahuan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala urusan yang mereka alami dalam kehidupan mereka, dan supaya mereka memohon kebaikan didalamnya. Yaitu, dengan mengajarkan kepada mereka shalat istikharah sebagai pengganti bagi apa yang biasa dilakukan pada masa jahiliyyah, berupa ramal-meramal, memohon kepada berhala dan melihat peruntungan.
    • Shalat istikharah itu disyariatkan dalam segala urusan, baik urusan itu besar maupun kecil, penting maupun tidak.
    • Shalat istikharah ini mencakup yang wajib dan yang sunnat yang harus dipilih serta hal-hal yang waktunya cukup luas.
    • Al-Iraqi mengemukakan : jika keinginan melakukan sesuai itu muncul sebelum mengerjakan shalat sunnat rawatib atau yang semisalnya, lalu dia mengerjakan shalat dengan tidak berniat untuk beristikharah, kemudian setelah shalat muncul keinginan untuk memanjatkan do’a istikharah, maka secara lahir, hal tersebut sudah mencukupi.
    • Istikharah itu tidak bisa dilakukan pada saat ragu-ragu, jika seorang muslim merasa ragu dalam suatu hal, maka hendaklah dia memilih salah satu dari kedua hal tersebut dan memohon petunjuk dalam menentukan pilihan tersebut. dan setelah istikharah, dia biarkan semua berjalan apa adanya. Jika baik, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan padanya dan memberikan berkah kepadanya dalam hal tersebut. Dan jika tidak, mudah-mudahan Dia memalingkan dirinya dari hal tersebut serta memudahkan kepada yang lebih baik dengan seizin-Nya yang Mahasuci lagi Maha Tinggi.
    • Tidak ada penetapan bacaan surat atau beberapa ayat tertentu pada kedua rakaat tersebut setelah bacaan Al-Fatihah.
    • Pemilihan itu terlihat dengan dimudahkannya urusan itu dan diberikannya berkah padanya. Dan jika tidak demikian, maka orang yang beristikharah itu akan dipalingkan darinya dan diberikan kemudahan padanya untuk memperoleh kebaikan dimana pun kabaikan itu berada.
    • Az-Zamlakani mengatakan :”Jika seseorang mengerjakan shalat istikharah dua rakaat untuk suatu hal, maka hendaklah setelah itu dia melakukan apa yang tampak olehnya, baik hatinya merasa senang maupun tidak, karena padanya kebaikan itu berada sekalipun jiwanya tidak menyukainya”. Lebih lanjut, dia mengatakan, “Di dalam hadits tersebut tidak ada syarat adanya kesenangan diri’
    • Karena lahiriyahnya do’a itu dipanjatkan setelah mengerjakan shalat dua rakaat, yaitu setelah salam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat bahwa do’a istikharah itu dipanjatkan sebelum salam.

    [shalat istikhaRah yang efektif menurut sunnah nabi]
    http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/

    • Efektivitas (atau kepraktisan) salat istikharah kita sendiri kurang disoroti. Segi-segi lahiriah sunnah Nabi dalam bersalat istikharah diterangkan (khususnya tentang pengucapan doa istikharah), tetapi aspek-aspek batiniah dan akliah pelaku salat (misalnya: bagaimana menghidupkan hati dan mengaktifkan akal untuk menghayati dan memahami doa istikharah) cenderung tidak disinggung sama sekali. Akibatnya, bisa-bisa salat istikharah kita kurang efektif atau bahkan sia-sia belaka.
    • Boleh memohon pilihan kepada Allah Swt dalam urusan besar atau pun kecil. Namun, utamakanlah perkara yang lebih penting.
    • Bagi yang berhalangan (misalnya lantaran haid), istikharahnya cukup dengan baca doa istikharah tanpa salat.
    • Salat istikharah adalah salat sunnah dua rekaat yang dapat dilakukan secara tersendiri atau pun menyatu dengan salat sunnah lain (rawatib, tahiyyatul masjid, dll.). Kalau menyatu, harus ada niat bahwa dengan salat sunnah lain itu hendak dilakukan salat istikharah sekaligus.
    • Bebas memilih bacaan ayat Qur’an seusai Al-Fatihah. Tidak ada dalil kuat yang mengkhususkan bacaan ayat Qur’an dalam salat istikharah. Yang khusus hanyalah doa istikharah.
    • Teks doa istikharah: Allaahumma, innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratik. Wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma, in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii, washrifnii ‘anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih.
    • Terjemah doa istikharah: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.
    • Doa istikharah itu boleh diucapkan secara hafalan atau pun dari lembaran kertas. Doa itu dapat dibaca di dalam salat atau pun sesudah salat.
    • Seusai istikharah, kerjakan pilihan sesuai kecenderungan hati sanubari [atau akal sehat]. Tidak perlu menanti mimpi. Bila kurang mantap, lakukan istikharah lagi.

    [apa fungsi dan tujuan shalat sunnat istikhaRah ?]
    http://avudz.cc/2007/08/22/apa-fungsi-dan-tujuan-shalat-sunnat-istikharah/

    • Apabila manusia tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapkan dengan akal dan fikiran maka ia mengadukan masalah tersebut kepada Allah SWT agar Allah dapat membantu memilihkan keputusan mana yang harus diambil. Cara meminta pilihan kepada Allah itu dapat dilakukan bermacam-macam, antara lain dengan berdo’a agar Allah memberi hidayah, atau melakukan Shalat dua raka’at. Shalat dua raka’at inilah yang disebut dengan Shalat Istikharah.
    • Shalat Istikharah adalah Shalat dua raka’at yang dimaksudkan memohon kepada Allah untuk membantu memecahkan (memilihkan) suatu hal yang belum dapat diselesaikan sekarang. Sementara manusia sebagai mahluk berfikir diberi akal dan hati nurani sebagai alat pertimbangan dalam kehidupan. Tetapi apabila ada sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal dan fikiran manusia, maka disaat itulah diperlukan keimanan.
    • Anjuran Nabi SAW ini berkaitan dengan fitrah manusia yang mempunyai hati Nurani sebagai tempat bersemayamnya kemauan dan ketaqwaan. Fungsi dan tujuan Shalat Istikharah terlihat yaitu pada ketika manusia sedang nyenyak tidur dan dunia hening tanpa ada suara yang hiruk pikuk, pada saat itu seorang hamba Allah ruku’ dua rakaat memanjatkan doa dan mengadukan nasibnya kepada Yang Maha Kuasa. Hati yang teguh disertai keyakinan yang kuat akan kebenaran agama Islam, niscaya semua kesulitan akan terpecahkan secara baik karena Shalat Sunnat Istikharah memberikan arah dan ketentraman kepada jiwa yang sedang kalut. Allah SWT akan memberikan petunjuk atas apa yang umat manusia resahkan melalui Rahmat dan Syafaat-Nya kepada hati sanubari manusia. Hati sanubari inilah kemudian yang menggerakkan raga manusia untuk memilih salah satu yang ditunjuk Allah.
    • Namun sekiranya setelah selesai Shalat Sunnat Istikharah dan persoalan tidak juga kunjung terpecahkan. Ingat, jangan salahkan Allah, mungkin kita belum memenuhi syarat dan kriteria agar suatu doa dikabulkan. Mungkin juga hanya masalah waktu, sebaiknya kita ulangi dua sampai tiga kali Shalat Sunnat Istikharah kita. Sehingga Allah memberikan petunjuk-Nya (ilham) kepada diri kita. Sebab ada hal yang tidak dapat diperkirakan oleh akal manusia, yakni gerak Allah membantu hamba-Nya. Begitu juga, manusia kadang-kadang tidak sadar, bahwa ia justru sedang menikmati suatu karunia Illahi.

    [tata caRa pelaksanaan salat istikhaRah]
    http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=497&Itemid=30

    • Pelaksanaan salat istikharah tak ada bedanya dengan salat biasa. Hanya dua raka’at. Niat saat takbiratul ihram. Artinya: aku salat sunnat istikharah karena Allah SWT. Pada raka’at pertama, setelah membaca al-Fatihah disunatkan membaca surat al-Kaafiruun, dan pada raka’at kedua (setelah al-Fatihah) membaca surat al-Ikhlas. Setelah salam membaca doa istikharah.
    • Setelah selesai berdo’a, biarkan Allah memberi hidayah kedalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memimlih. Dan apabila masih juga ragu-ragu, maka disunatkan mengulangi salat istikharah itu sampai menemukan kemantapan.
    • Dan apabila kita berhalangan atau tidak mampu melakukan salat istikharah maka disunatkan untuk membaca do’anya saja.

    [shalat istikhaRah tidak harus pakai mimpi]
    http://www.sidogiri.com/modules.php?name=News&file=article&sid=17&mode=thread&order=0&thold=0

    • Menurut Syeikh As-Syarqawi, Istikharah adalah sebuah usaha untuk memadukan antara kebaikan dunia dan akhirat. Oleh karenanya diperlukan upaya-upaya untuk mengetuk pintu keagungan Allah. Sedangkan cara yang paling efektif untuk itu adalah dengan mengerjakan shalat istikharah. Sebab shalat merupakan pekerjaan sakral yang mengandung pujian, penghormatan, dan bukti butuh kita kepada Allah yang diwujudkan dalam bentuk ucapan dan pekerjaan. (Hasyiyah al-Syarqawi, I/38).
    • Syeikh al-Syarqawi menjelaskan, bahwa yang dimaksud “dalam segala hal” adalah kewajiban-kewajiban, sekalipun muwassa’, perkara sunnah, dan mubahah. Sedangkan makruhat dan muharramat sama sekali tidak diperlukan istikharah. (al-Syarqawi, I:38). Jadi, dalam memutuskan semua hal sekalipun remeh tetap dianjurkan melakukan istikharah terlebih dahulu.
    • Istikharah al-Syar’iyah adalah melakukan shalat dan dilanjutkan doa. Menurut al-Nawawi, shalat sunnah istikharah ini bisa dihasilkan dengan mengerjakan shalat sunnah rawatib, shalat tahiyyah al-masjid, dan shalat nawafil yang lain.
    • Pada rakaat pertama, mushalli membaca surah al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surah al-Ikhlas. Setelah itu membaca doa istikharah yang warid dalam hadits yang diriwayatkan Jama’ah al-Muhadditsin kecuali Imam Muslim. Setelah selesai membaca doa, pelaku istikharah ini supaya melihat pada kemantapan hatinya. Apabila selesai berdoa ia mantap untuk mengerjakan atau memulai pekerjaannya maka itu yang sebaiknya ia kerjakan. Sebaliknya, apabila hatinya masih dihinggapi keraguan, hendaknya ia mengulangi shalat dan doa istikharah itu kedua kalinya. Kalau ternyata setelah itu hatinya mantap, itulah yang mesti ia kerjakan. Apabila tidak, hendaknya ia mengulangi shalat dan doa istikharah untuk ketiga kalinya, keempat kalinya, atau ketujuh kalinya sampai hatinya benar-benar mantap. Kalau ternyata sampai berulang-ulang kali (10 kali misalnya) masih belum mantap, maka sebaiknya pekerjaan itu ditinggalkan atau tidak dimulai.
    • Seharusnya pelaku istikharah meninggalkan kecenderungan-kecenderungan nafsiyah sebelum melaksanakan shalat istikharah. Kalau tidak, maka keputusan yang diambil lebih menekankan pada kecenderungan nafsiyah itu. Pada akhirnya orang tersebut bukan istikharah lillah, tapi istikhrah li al-hawa.

    [salat istikhaRah]
    http://syariahonline.com/new_index.php/id/14/cn/25568

    • Sholat istikhoroh boleh dilaksanakan kapan saja, baik ketika menghadapi persoalan yang berat maupun yang ringan.
    • Jadi yang seharus dilakukan adalah, setelah kita melaksanakan sholat istikhoroh kita pilih mana yang terbaik (berazam) dan meyerahkan segala urusannya pada Allah. Karena kalau pilhan tersebut adalah pilihan yang terbaik, maka Allah akan memudahkannya bagi orang tersebut dan akan memberkahinya. Tetapi jika hal tersebut adalah sebaliknya maka Allah akan memalingkannya dan memudahkan orang tersebut kepada kebaikan dengan idzin-Nya.
    • Tidak ada batasan minimum maupun maksimum pelaksanaan sholat istikhoroh.

    [ragu dalam memilih]
    http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/417

    • Salah satu kunci kesuksesan hidup seseorang adalah kemampuan untuk menentukan/menjatuhkan pilihan ketika berhadapan dengan sejumlah alternatif. Seseorang harus memiliki parameter tertentu sehingga dia tidak akan bimbang dan ragu ketika menghadapi alternatif-alternatif tersebut.
    • Seorang muslim telah diajarkan oleh Alloh dan rasul-Nya bahwa paremeter hidup bagi dirinya adalah agama. Jika ada dua alternatif atau lebih dan salah satunya sejalan nilai-nilai agamanya, maka ia harus memilih alternatif tersebut dan meyakini dengan sepenuh hatinya bahwa itu adalah pilihan yang terbaik dan yang paling benar.
    • Tentunya sholat istikharah tersebut tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi hendaknya sholat tersebut dilakukan selama beberapa hari, sampai timbulnya keyakinan dari diri kita akan pilihan kita yang paling tepat. Dan tidak harus berupa mimpi yang mnunjukan pilihan yang paling tepat tersebut.
    • Yang paing penting untuk diperhatikan adalah ketika kita melaksanakan sholat istikharah, kita sebisa mungkin harus bersikap netral terhadap pilihan-pilihan tersebut dan jika Alloh telah menentukan pilihan-Nya bagi kita, kita harus meyakini bahwa keputusan atau pilihan tersebut adalah pilihan yang paling benar dan tidak boleh ada keraguan lagi.

    [istikhaRah]
    http://dillicioouuus.multiply.com/journal/item/50/istikharah

    • Jadi solat istikharah itu bukan bermaksud minta dipilihkan diantara dua,tapi minta keyakinan dan kemantapan hati mengenai suatu perkara. Dan jawabannya bukan mimpi, tapi ya keyakinan hati itu sendiri. Abstrak. Tapi ya gitu. Klo waktu solat istikharahnya kita berada dalam kondisi bener2 zero dan sungguh2 berkomunikasi dengan-Nya, insyaAllah Dia yg akan memantapkan hati kita menuju ke jalan yang dikehendaki-Nya, yang terbaik menurut-Nya..
    • [indahnya istikhaRah]
      http://musafirun.blogspot.com/2008/04/indahnya-istikharah.html

    • Walaupun shalat istikharah sebenarnya tidak sebatas memilih diantara dua, atau memutuskan Ya atau Tidak, bahkan ketika kita berencana melakukan sesuatu hal, hendaklah kita memulai dengan istikharah…
    • Istikharah itu akan terasah indah, karena: 1.Hati akan tentram, nyaman dan legah ketika kita berhasil memilih dan membulatkan tekad. 2.Kita akan merasa lebih enjoy dan tenang dalam beriktiar, karena segala sesuatu telah diserahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Mengetahui. 3.Kenyakinan kuat bahwa pilihan atau takdir Allah adalah yang terbaik untuk kita.

    [shalat istikhaRah : seperti apa jawaban yang akan didapat ?]
    http://www.dhuha.net/id/content/islam/counseling/jawaban-shalat-istikharah

    • Shalat Istikharah itu seperti doa: jika Allah SWT menerima doa kita maka Dia akan mempermudah jalan bagi seseorang yang berdoa itu dan membimbingnya ke jalan yang terbaik. Dan jika Allah tidak mengabulkan maka akan sama halnya dengan Doa yang belum terjawab. Mungkin saja Allah akan menunda balasan atas doa kita yang belum terjawab itu nanti di akhirat kelak. Tetapi memang manusia cenderung ingin hasil yang cepat, padahal Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hambaNya.
    • Setelah melakukan Shalat Istikharah, maka dianjurkan berkonsultasi dengan seseorang yang bijak dan memperkirakan situasi dan permasalahan yang dihadapi juga dampaknya terhadap deen (agama) dan dunya (dunia). Lalu harus memilih diantara beberapa pilihan itu, mana yang diperkirakan lebih bermanfaat, kemudian yakinlah terhadap Allah bahwa Allah akan memberkati pilihan yang kita ambil dan mempermudahkan jalan bagi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan, seandainya itu yang terbaik untuk kita. Atau Allah akan menempatkan rintangan/hambatan di jalan hidup kita dengan tujuan agar kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Dengan kata lain, kita harus puas atas apa yang akan terjadi, apapun itu dan berharap Allah akan memberikan balasan untuk kita di akhirat kelak.
    • Jika seseorang mencari petunjuk dari Allah melalui Shalat Istikharah tidak akan pernah kecewa, dikarenakan Allah membimbing dia apa yang menurutNya baik, terkecuali bagi mereka yang melanggar hak-hak Allah; mereka tidak perlu menyalahkan siapa-siapa kecuali dirinya sendiri. Hal ini tercantum dalam Hadits: “Yakinlah pada Allah maka Dia akan menjagamu.”
    File HOTD | 238kB
    Download kumpulan artikel
    Iklan

    32 Tanggapan to “[HOTD] istikhaRah / memOhOn pada Allah”

    1. [HOTD] jOdOh pilihan.. « oRiDo™ On wORds Says:

      […] [HOTD] istikhaRah / memOhOn pada Allah :: DOWNLOAD | 238kB […]

    2. indra1082 Says:

      Subhanallah…begitu banyak amalan2 dan kemudahan2 yang ALLAH SWT berikan, tapi kita masih sulit dan malas untuk selalu mengingat-Nya

      :: oRiDo™ ::
      mari sama2 kita perbaiki diri..
      🙂

    3. D 1 JA Says:

      Ya istikharah itu…
      untuk menetapkan hati,
      mencari ketenangan dan
      mengambil jarak dari masalah

      melakukan istikharah adalah sebuah bentuk kesadaran terhadap segala kelemahan kita, tapi pada saat yang bersamaan,kita mengakui keagungan Allah.Isi doa istikharah benar2 mencerminkan penyerahan diri secara total terhadap apapun keputusan Allah.Inilah sebuah bentuk kepasrahan

      Dengan istikharah, kita bisa meminta ‘pendapat’ Allah dan meminta ‘campur tangan’Allah untuk menyelesaikan masalah-masalah kita, khususnya untuk pengambilan keputusan terbaik. Setiap orang bebas menggunakan jalur komunikasi ini untuk berbicara dengan Allah mengenai permasalahan yang dihadapinya. Istikharah menjembatani hubungan antara Allah dan hamba-Nya

      Mengapa pelaku istikharah kadang merasa jauh dari harapannya?
      Sabda Nabi saw “Sesungguhnya pelaku ibadah itu mengira telah menegakkan shalat (sepenuhnya). Padahal, tidaklah dicatat baginya (oleh malaikat pencatat amal baik), kecuali setengah shalat, atau sepertiganya, atau seperempatnya, atau seperlimanya, sampai sepersepuluhnya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
      semakin sedikit bagian dari istikharah kita yang tercatat sebagai amal baik, semakin jauh pula hasil istikharah dari harapan kita.
      Yang manakah bagian yang tercatat sebagai amal baik itu? Seorang sahabat Rasulullah saw. yang bernama Ammar bin Yasir r.a menerangkan, ‘sesungguhnya, yang dicatat bagi dia (sipelaku shalat)dari shalatnya hanyalah apa yang ia tegakkan dari shalat itu dengan akalnya.”(HR Ahmad dan Abu Dawud)
      Dengan akallah kita bisa meraih petunjuk Allah, termasuk dalam mengambil keputusan

      :: oRiDo™ ::
      makasih untuk pencerahan nya..
      mari sama2 belajar dan beramal..
      🙂

    4. emfajar Says:

      hanya kepadaNya lah kita berserah diri..

      :: oRiDo™ ::
      yups..
      gak ada yg laen..
      🙂

    5. kniapril Says:

      nice info mas
      trims

      :: oRiDo™ ::
      alhamdulillah..
      🙂

    6. trendy Says:

      banyak banget dapet ilmu agama dari om orido!
      tengkyu!

      :: oRiDo™ ::
      alhamdulillah..
      yuk sama2 belajar dan beramal..
      🙂

    7. masenchipz Says:

      yuk belajar dan belajar untuk menyambut hari ramadhan yg bentar lagi menyongsong…

      :: oRiDo™ ::
      yuks..
      semoga kita dapat selalu memperbaiki diri..
      🙂

    8. .:: trims... Says:

      haturnuhuuun…

      :: oRiDo™ ::
      sawangsulna..
      🙂

    9. achoey sang khilaf Says:

      Ini dia nih
      mantap
      Untuk kemantapan hatiku 😀

      :: oRiDo™ ::
      ditunggu undangannya kang..
      🙂

    10. Fachia Says:

      semakin menambah wawasan ttg keislaman qt, sukron ya akhi..

      :: oRiDo™ ::
      alhamdulillah..
      mari sama2 belajar dan beramal..
      🙂

    11. pipiew Says:

      Jadi sebenernya, yg menentukan dekat atau jauhnya kita dari Allah adalah diri kita sendiri ya pak.. Kalau kita mendekat, maka Dia akan berada lebih dekat dengan kita. Seringkali kita merasa jauh, padahal tanpa sadar kita sendiri yang menjauhkan diri, hiek.. Astaghfirullah..

      :: oRiDo™ ::
      seperti salah satu syair lagu Bimbo..

      Aku jauh.. Engkau jauh..
      Aku dekat.. Engkau dekat..

    12. D 1 JA Says:

      cihuuy….senengnya dapet imel..
      makacii..salam tuk keluarga (ih, sok kenal sok akrab ye…halah..yasud..)1.2..3..kabuur

      :: oRiDo™ ::
      🙂

    13. Rindu Says:

      Istikharah … satu2nya shalat yang belum mampu saya jalankan karena saya takut jawaban ALLAH tidak sesuai dengan harapan saya 🙂 saya belum kuat untuk ikhlas, masih belajar.

      :: oRiDo™ ::
      cobalah..
      biasakanlah…
      sebelum kita “dipaksa” untuk ikhlash…
      semoga kita semua dapat selalu ikhlash..
      🙂

    14. nita Says:

      assalamu’alaikum
      saya pernah beberapa kali sholat istikharah.
      perkara yang paling sulit adalah menvalidasi kebenaran dari sinyal
      benarkah 100% dari Alloh atau sudah ndak murni lagi
      sudah tercampuri tendensi pribadi atau bisikan setan.
      adakah tips untuk mengatasi masalah saya ini?
      seorang teman pernah bilang ke saya bahwa kualitas sinyal tergantung kedekatan kita dengan Alloh. tapi bagi saya masih saja sulit.jzk

      :: oRiDo™ ::
      wa’alaikum salam wr.wb.
      dari bbrp artikel yang saya baca seputar istikharah..
      tahap dalam istikharah adalah:
      1. Mengumpulkan informasi/masukan dlsb seputar pilihan yang dihadapi.
      2. Menentukan pilihan dgn berdasarkan hasil analisis info/masukan yang ada.
      3. Shalat istikharah + doa
      4. Menunggu jawaban Allah swt melalui kecenderungan hati serta kemudahan2
      5. Menjalankan jawaban istikharah tersebut dengan penuh tawakal.

      bisa jadi jawabannya dipengaruhi tendensi pribadi, tetapi selama istikharah nya benar dan YAKIN akan petunjuk dari Allah swt, insyaAllah hal itu adalah yang terbaik..
      bisikan syetan mungkin terjadi apabila kita menunggu jawaban dari mimpi..

    15. doelsoehono Says:

      Salam

      Subhannalloh…..semakin mantep pegangan saya dengan adanya petunjuk 2 yang oke punya

      Salam kenal Boyolali

      :: oRiDo™ ::
      wa’alaikum salam wr.wb.
      alhamdulillah…
      mari sama2 belajar dan beramal..
      🙂

    16. doelsoehono Says:

      Salam
      kalau kita dekat Alloh semakin dekat
      kalau kita jauh Alloh semakin jauh

      :: oRiDo™ ::
      wa’alaikum salam wr.wb.

      semoga kita semua dapat selalu dekat kepada Allah swt…

    17. ichanx Says:

      wow… senior… hehehe

      :: oRiDo™ ::
      😉

    18. ns Says:

      nfg.ka kfn.ksdhgirb kngkzj lj ;lgmfd,.m lzgj;oryitp rgl;rj ldfjlj flkhjflkjhskl;oeru /fghljmrou l;jmgmglroj f.d,hsofh;ps

    19. ILYAS ASIA Says:

      istikharah untuk ngeblog

      :: oRiDo™ ::
      bisa..
      🙂

    20. khofia Says:

      sentilan buat saya yang ndak ngerti apakah adab berdoa saya udah bener, tapi ngarepin permohonan saya supaya terkabul selekas mungkin…

      :: oRiDo™ ::
      mari sama2 belajar dan beramal..
      🙂

    21. shaffiyah Says:

      semoga mendapat jawabannya….
      istikharahlah…. 🙂

      :: oRiDo™ ::
      yups..

    22. fauziah85 Says:

      Belum pernah sholat istikharah, karena belum pernah dihadapkan pada pilihan pelik.
      (Kapan ya…?!)
      ^^

      :: oRiDo™ ::
      emang gak wajib kok..
      🙂

    23. hanggadamai Says:

      jazakaulahu khrn ktsrn

      :: oRiDo™ ::
      alhamdulillah..
      🙂

    24. HRF Says:

      benarkah kalo setelah kita sholat istikharah kita bisa dapet petunjuk dari Alloh lewat mimpi. sebagai contoh apabila kita diantara dua pilihan dalam memilih jodoh maka setelah kita sholat istikharah maka kita akan bermimpi ketemu dengan salah satu dari pilihan kita, dan itulah jodoh kita, betul ngak tuh, om rido?

      :: oRiDo™ ::
      hasil istikharah biasanya berupa kecenderungan hati.. bukan mimpi..
      Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan bahwa hasil dari shalat istikharah berupa sebuah mimpi. Sejumlah ulama di antaranya Imam An-Nawawi menyatakan bahwa pilihan akan diberikan kepada orang yang melaksanakan shalat tersebut adalah dengan dibukakan hatinya untuk menerima atau melakukan suatu hal.

    25. zahroul aliyah Says:

      wah tx mas postingan nya beri informasi yang bagus

      :: oRiDo™ ::
      alhamdulillah…
      semoga berguna..

    26. dalamhati Says:

      assalamualaikum…
      postingan ini sangat bermanfaat buatku. trims

      :: oRiDo™ ::
      wa’alaikum salam wr.wb.
      alhamdulillah..
      🙂

    27. Puspa Says:

      Sy siswa sma yg maw llus tp bngung maw mlih jrusn ap pas kuliah, smpai skrg msi blm ad gmbrn hrs mlih ap..Ap bs jg dgn solat istikharah mskpun blm pny gmbrn plhan appun? Tolong jwbanny..

      :: oRiDo™ ::
      shalat istikharah adalah shalat yang dilakukan jika sudah memiliki pilihan…

      alangkah lebih baik nya jika mba Puspa dapat mengumpulkan informasi selengkap mungkin mengenai kemungkinan pilihan yang diinginkan, bisa dengan bertanya pada orang tua, senior, guru, dan lainnya. InsyaAllah dengan demikian mba Puspa dapat lebih jelas dalam menentukan pilihan..

      jangan lupa juga memohon kepada Allah swt agar dimudahkan segala urusan

    28. limaumaniss Says:

      perlukah kita lakukan nya berturut turut?
      atau pada bila2 masa saja..maksudnya tidak berturut2 selama 7 hari atau yg semacam itu..

      :: oRiDo™ ::
      istikharah adalah shalat yang diperlukan ketika kita sedang dalam kebingungan dalam memilih..
      gak mesti tiap hari.. semua tergantung kebutuhan kita, apakah sudah merasa cukup dengan hasil shalat istikharah yang hanya beberapa kali saja atau masih belum dapat jawaban yang membuat hati tenang..
      jadi ngga harus 7hari juga..

    29. febrizal Says:

      assalamu’alaikum wr wb.
      salam kenal semuanya…salam ukhuwah…blog yang sangat bermanfaat..barakallah..

      :: oRiDo™ ::
      wa’alikum salam wr.wb.

      salam ukhuwah juga…
      🙂

    30. putri Says:

      bagaimana dalil shalat istikhorah ?

      :: oRiDo™ ::
      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mensyariatkan umatnya agar mereka memohon pengetahuan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala urusan yang mereka alami dalam kehidupan mereka, dan supaya mereka memohon kebaikan didalamnya. Yaitu, dengan mengajarkan kepada mereka shalat istikharah sebagai pengganti bagi apa yang biasa dilakukan pada masa jahiliyyah, berupa ramal-meramal, memohon kepada berhala dan melihat peruntungan.
      pembahasan lengkap silahkan klik disini
      semoga berguna..
      🙂

    31. [DOA] Adab Dimudahkan MempeROleh Anak « oRiDo™ On wORds Says:

      […] [HOTD] istikhaRah / memOhOn pada Allah […]

    32. Adhim Says:

      Syukron…. Semoga Allah memberi, memilihkan yang terbaik untuk kita. Amin


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: