[DOA] menyebaRkan salam

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al An’aam, 6:54)

Salam adalah doa keselamatan bagi sasama Muslim
Ucapan salam yang paling pendek adalah :

السلام عليكم

Assalamu’alaikum

“Semoga keselamatan Allah limpahkan kepada- mu”
Ucapan salam yang lebih panjang adalah :

السلام عليكم و رحمة الله

Assalamu’alaikum warahmatullah

“Semoga keselamatan Allah limpahkan kepada- mu, juga rahmat Allah”
Ucapan salam yang sempurna adalah :

السلام عليكم و رحمة الله وبركا ته

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

“Semoga keselamatan Allah limpahkan kepada- mu, juga rahmat Allah dan keberkahan-Nya”

Adab Salam
1. Salam diucapkan hanya untuk sesama Muslim
2. Yang paling utama adalah yang memulai salam
3. Mengucapkan salam hukumnya sunat tetapi membalasnya hukumnya wajib
4. Membalas salam diutamakan dengan yang lebih baik, paling tidak, harus sama

Firman Allah SWT:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

Wa idzaa huyyiitum bitahiyyatin fahayyuu bi ahsana minhaa awruduuhaa

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). “ (Q.S. An-Nisaa: 86)

5. Yang memulai salam lebih dulu yaitu yang muda kepada yang lebih tua, yang sedikit kepada orang banyak, yang berjalan kepada yang duduk
6. Ketika kita masuk atau keluar rumah biasakan untuk memberi salam dahulu
7. Jika akan masuk rumah orang lain atau bertamu, maka cukup memberi salam 3 kali, jika tidak ada jawaban maka sebaiknya kembali saja

Links:
[etika salam dan mushOfahah]
http://www.duriyat.or.id/artikel/etika.htm

  • Salam adalah ucapan yang bermakna do’a bukan saja bagi yang menyapa tapi juga bagi yang disapa. Salam juga merupakan penghormatan, atau kata lainnya “tahiyyatul Islam”(penghormatan Islam). Jadi di saat seseorang mengucapkan salam, itu berarti dia mendo’akan juga sekaligus menghormati orang yang diajak bicara. Selanjutnya orang yang diajak bicara wajib menjawab dan membalas penghormatan tersebut.
  • Dalam kitab Risaalatul Mu’awanah dijelaskan bahwa di saat dua orang muslim berpapasan maka Allah akan menurunkan 100 kebaikan, 90 kebaikan diberikan kepada orang yang pertama kali mengucapkan salam. Sedangkan sisanya(10) diberikan kepada orang yang menjawab.
  • Bila ditinjau dari sisi hukum Islam, mengucapkan salam adalah sunnat(dikerjakan mendapat pahala bila ditinggalkan tidak apa-apa). Sedangkan menjawab salam hukumnya adalah fardhu ‘ain(kewajiban individu) jika sendirian, dan fardhu kifayah(kewajiban yang bisa diwakili) jika banyak orang. Jadi apabila ada seorang saja yang menjawab salam maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Sedangkan jika tidak ada seorangpun yang menjawab maka berdosalah seluruhnya.
  • Selanjutnya jika ada orang yang menitip salam buat kita maka kita harus menjawab titipan salam itu tidak hanya bagi orang yang menitip salam saja tapi juga bagi orang yang dititipinya(penyampai) dengan ucapan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu ucapan: “Wa ‘alaika wa alaihis salaam”(kepadamu juga kepadanya semoga terlimpah salam sejahtera).
  • Salam bukanlah untuk dipermainkan, maka apabila ada seseorang mengucapkan salam kepada seorang wanita yang cantik yang tujuannya hanya untuk mengganggu, maka si wanita itu tidak wajib untuk menjawab salam tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi.

[sebaRkanlah salam ]
http://www.hudzaifah.org/Article111.phtml

  • Penghormatan dalam Islam ialah dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum”. Buat kita yang diberi salam oleh teman, maka kita harus membalasnya dengan salam pula “Waalaikumsalam”. Lebih baik lagi dengan “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”. Dan ingat, salam adalah doa.
  • Apabila ada non-muslim yang memberi salam kepada kita, maka jawabannya tidak boleh lebih dari waalaikum yang kurang lebih artinya, “Dan juga bagimu”.

[tebaRkan salam]
http://aqidahislam.wordpress.com/2007/01/04/tebarkan-salam/

  • Etika salam: [1] Memulai salam hukumnya sunnah bagi setiap individu. [2] Menjawab salam hukumnya wajib. [3] Salam yang paling utama yaitu dengan mengucapkan Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh, kemudian Assalamu’alaikum warohmatulloh dan yang terakhir Assalamu’alaikum. [4] Menjawab salam hendaknya dengan jawaban yang lebih baik, atau minimal serupa dengan yang mengucapkan.
  • Termasuk mulianya syariat ini ialah diperintahkannya kaum muslimin untuk member salam baik pada orang yang dikenal maupun orang yang belum dikenal.

[mengucap salam kepada nOn muslem atau sebaliknya]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/4/cn/26885

  • Dilarang memulai mengucapkan salam kepada kaum non-muslim.
  • Ada pandangan dari kalangan Syafii yang membolehkan untuk memberi salam dan menjawab salam mereka. Caranya dengan mengucap, “Assalamu alaika” tanpa menyebutkan rahmat Allah dan seterusnya. Hal ini terutama, jika ditujukan untuk sebuah maslahat yang besar, atau karena takut mendapatkan penganiayaan, atau karena sebab lainnya yang mengharuskan untuk memberi salam.
  • Sementara dalam al-Adzkar al-Nawawiyyah, disebutkan pula bahwa kalau kita ingin mengucapkan salam kepada non-muslim, redaksinya bukan salam seperti yang dikenal. Akan tetapi, dengan ucapan, “Hadâkallah (semoga Allah memberi petunjuk padamu), dsb”. Atau dengan redaksi seperti selamat pagi, dan semacamnya.

[menjawab salam saat shalat]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/26300

  • Memulai memberi salam hukumnya sunah, sementara menjawabnya adalah wajib.
  • Meski menjawab salam hukumnya wajib, namun ada sejumlah pengecualian. Misalnya: [1] Ketika sedang buang air atau sedang berada di WC dan kamar kecil. [2] Ketika sedang salat atau azan. [3] Ketika sedang mendengarkan khutbah Jumat. Maka, dimakruhkan baginya menjawab salam. Sebab, yang diperintahkan padanya adalah mendengarkan khutbah jumat. [4] Ketika sedang mendengarkan khutbah Jumat. Maka, dimakruhkan baginya menjawab salam.

[menindaklanjuti titipan salam]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/5944

  • Bisa mengajukan syarat kepada yang titip. Yaitu Anda insya Allah akan menyampaikan salam itu kepada orang tertentu saja seperti yang Anda contohkan. Dan itu sama sekali tidak menyalahi kesepakatan dan amanah. Sebab Anda sejak awal memang sudah menyatakan tidak sanggup, makanya Anda menawar untuk orang tertentu saja. Atau tawaran Anda bisa dikecilkan lagi, misalnya Anda bilang,Insya Allah kalau ketemu segera dan kalau tidak lupa.

[umum kedudukan hadits ‘ucapkan salam sebelum beRbicaRa’]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/4393

  • Dari Ibnu Umar Ra ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Ucapkan salam sebelum bertanya, barangsiapa yang bertanya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu maka janganlah kalian jawab.

[menyingkat salam dalam email]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/2203

  • Bila dilihat secara hukum, tidak pernah ada nash yang melarang penyingkatan kata yang terkait dengan hal yang sakral seperti penulisan Subhanahu Wa Taala menjadi SWT, atau Shallallhu `alaihi wa sallam menjadi SAW (Inggris : PBUH). Namun beberapa ulama memang ada yang sedemikian memberi perhatian dalam masalah adab atau sopan santun dalam agam, sehingga menyarankan agar penyingkatan seperti itu dihindari.
  • Secara syar`i tidak ada larangan untuk menuliskannya dengan singkatan, terutama bila menulis dengan tangan.

[etika membeRi salam]
http://suryaningsih.wordpress.com/2007/01/11/etika-memberi-salam/

  • Makruh memberi salam dengan ucapan: “Alaikumus salam”
  • Termasuk sunnah adalah orang mengendarai kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, orang yang sedikit kepada yang banyak, dan orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.
  • Disunatkan memberikan salam di waktu masuk ke suatu majlis dan ketika akan meninggalkannya.
  • Disunnatkan memberi salam di saat masuk ke suatu rumah sekalipun rumah itu kosong.
  • Dimakruhkan memberi salam kepada orang yang sedang di WC (buang hajat).
  • Disunnatkan memberi salam kepada anak-anak.
  • Tidak memulai memberikan salam kepada Ahlu Kitab. Dan apabila mereka yang memberi salam maka kita jawab dengan mengucapkan “wa `alaikum” saja.
  • Disunnatkan memberi salam kepada orang yang kamu kenal ataupun yang tidak kamu kenal.
  • Disunnatkan menjawab salam orang yang menyampaikan salam lewat orang lain dan kepada yang dititipinya.
  • Dilarang memberi salam dengan isyarat kecuali ada uzur, seperti karena sedang shalat atau bisu atau karena orang yang akan diberi salam itu jauh jaraknya.
  • Disunnatkan kepada seseorang berjabat tangan dengan saudaranya. Dianjurkan tidak menarik (melepas) tangan kita terlebih dahulu di saat berjabat tangan sebelum orang yang dibattangani itu melepasnya.
  • Haram hukumnya membungkukkan tubuh atau sujud ketika memberi penghormatan.
    Haram berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram.

[membeRikan ucapan salam kepada ORang shOlat]
http://www.mediamuslim.info/fiqh-islam/memberikan-ucapan-salam-kepada-orang-sholat.html

  • Ketika hukum berbicara di dalam sholat sudah tidak diperbolehkan lagi (bersamaan dgn pulangnya kaum muslimin dari hijrah yang kedua, yaitu waktu ke Habasyah), Ibnu Mas’ud-seperti kebiasaannya- mengucapkan salam kepada Rasul yang sedang sholat, Rasul tetap diam dan tidak menjawab dengan lisannya melainkan hanya dengan isyarat. Rasul menjelaskan bahwa sebab dilarangnya berbicara dengan lisan ketika sholat adalah karena orang yang sedang sholat itu disibukkan dengan dzikir kepada Allah, mengucapkan do’a dan lain2 yang berhubungan dengan munajat seorang hamba kepada Rabbnya. Seandainya mengucapkan salam kepada orang yang sedang sholat tidak diperbolehkan, pasti Rasul sudah melarangnya dan tidak menjawab salam dgn isyarat.
  • Asy Syaukani berkata : Sebenarnya tidak ada perbedaan di antara keduanya, kita boleh menggunakan isyarat dengan jari-jari tangan dan juga boleh menggunakan tangan.
  • Dalam hadits yang lain disebutkan dengan cara menganggukkan kepala sebagai jawaban atas salam yang diucapkan kepada orang yang sedang sholat.

[mengucapkan salam kepada ORang kafiR, dan mengucapkan salam kepada muslim dan kafiR]
http://www.almanhaj.or.id/content/2006/slash/0

  • Tidak boleh mengucapkan salam kepada seorang muslim dengan ungkapan, “Assalamu ‘ala man ittaba ‘a Al-Huda”, karena ungkapan ini dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkirim surat kepada orang-orang non muslim.
  • Jika orang-orang itu terdiri dari kaum muslimin dan nashrani, maka hendaknya mengucapkan kepada mereka dengan ucapan yang biasa, “Assalamu ‘alaikum” dengan tujuan kepada kaum muslimin.
  • Orang-orang yang datang kepada kita, baik dari timur maupun dari barat yang non muslim, tidak halal bagi kita untuk memulai mengucapkan salam kepada mereka, Tapi jika mereka lebih dahulu mengucapkan salam kepada kita, maka hendaklah kita megucapkan seperti salam mereka kepada kita.
  • Ucapan salam mereka dengan ungkapan salam Islam “Assalamu ‘alaikum” tidak terlepas dari dua hal: [1] Mereka jelas-jelas mengucapkan dengan adanya lam yaitu, “Assalamu ‘alaikum (semoga kesejahteraan bagimu), maka kita boleh mengucapkan ‘Alaikumus salam atau wa alaikum (semoga juga bagimu). [2] Kedua : Jika mereka tidak jelas mengucapkan lam, misalnya mereka mengucapkan, “Assamu ‘alaikum” (semoga kematian menimpamu), maka kita mengucapkan, “wa ‘alaikum” [1] (juga menimpamu). Demikian ini, karena dulu kaum Yahudi pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengucapkan salam kepada beliau dengan ucapan, “Assamu ‘alaikum”, mereka tidak jelas mengucapkan lam. As-Sam artinya al-maut (kematian), maksudnya mereka mendo’akan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mati. Karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengucapkan pada mereka, “wa ‘alaikum”. Jadi, jika mereka mengucapkan, “Assamu ‘alaikum” maka kita membalas dengan ucapan, “wa ‘alaikum”, maksudnya, semoga kematian itu menimpa kalian pula. Demikianlah yang ditunjukkan oleh As-Sunnah.

[sunnah-sunnah yang beRkaitan dengan keluaR masuk Rumah]
http://www.almanhaj.or.id/content/1369/slash/0

  • Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan keluar masuk rumah: [1]. Dzikir kepada Allah, [2]. Mengucapkan Doa Masuk Rumah, [3]. Bersiwak, [4]. Mengucapkan Salam.
  • Faedah Mengikuti Sunnah Tersebut Ketika Keluar Dari Rumah: [1]. Seorang hamba akan mendapatkan kecukupan dari apa-apa yang membuat cemas/kuatir dari urusan dunia dan akhiratnya, [2]. Seorang hamba akan mendapatkan perlindungan dari setiap kejahatan dan apa-apa yang dibenci baik berasal dari jin maupun manusia, [3]. Seorang hamba akan mendapatkan hidayah. Dan hidayah itu lawan dari kesesatan.

11 Tanggapan to “[DOA] menyebaRkan salam”

  1. anisa Says:

    Assalamu alaikum…
    Setuju…siapa lagi yang akan membudayakan salam kalau bukan diawali dari diri sendiri.

    Wassalam

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    yups..🙂

  2. Guh Says:

    Apakah harus pake bahasa arab?
    Kalo pake bahasa Indonesia gimana?

    ::oRiDo::
    shalat pake bahasa indonesia boleh gak??
    aliran sesat dong… hehehehe..

    jangan takut utk menunjukkan diri klo kita adalah seorang muslim..😉

  3. Andhi Says:

    Kalau salam ke non muslim boleh kan?
    Kan islam rahmatan lil alamiin…

    ::oRiDo::
    ada di bahas tuh di tulisan nya..
    *ketahuan deh gak di baca semua… heheh*🙂

  4. Andhi Kusdrianto Says:

    Itu pendapat saya mas..
    Mengenai Assamu’alaikum yang dilontarkan kepada Nabi, saya kurang yakin beliau menjawab spt yg dijelaskan. Lha wong nabi dilemparin pake batu aja masih mendoakan yang baik.

  5. Adi Sucipto Says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh waridwana ‘alaih
    Ubsussalaaaammm
    Wassalamu’alaikum

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

  6. [DOA] adab teRhadap teman « oRiDo™ On wORds Says:

    […] [DOA] menyebaRkan salam :: DOWNLOAD, 204kB […]

  7. roslie Says:

    Paus Besi.
    Gelombang China Selatan melonjak,
    diterajang angin ribut 13 Februari.
    Nakhoda tua menghunus keris menitah,
    “Kau, kau, kau.. Terjun!”
    “Itu, itu, itu.. Campak!”
    “Kayuh! Kayuh!” jerkah si pengawal angkuh.
    Sahaya bertubuh birat luka,
    kaki dibelenggu, dikerah hayun.
    Paus Besi gah membelah ombak.
    Gelora kian meninggi,
    langit semakin hitam.
    Bilis Kayu yang dibuang tadi,
    termuat tubuh kecil berjiwa wira,
    kini selamat tiba di pulau abadi.
    Khabar Paus Besi ditelan angin sepi,
    Ke manakah pergi? Disedut pusaran laut, mati?
    Barangkali.
    Irfan Jani,
    080224 Numazu,Shizuoka.

    :: oRiDo™ ::
    ???

  8. Ummu masyhudi Says:

    @andhi :syariat Islam datangnya dr ALLAH AZZA WA JALLA,bkn datang dr “pndapat saya”.baca tuh smuanya!

    :: oRiDo™ ::
    seringkali orang2 hanya melihat sekilas…
    semoga kita semua di beri hidayah utk dapat menjalankan ke-islam-an kita ini dengan sebaik2nya..
    amin..

  9. TUgAs SkuL « smile 4 everything Says:

    […] MENYEBARKAN SALAM […]

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah berguna..🙂

  10. abdul hadi Says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    di sini saya punya sedikit keraguan, apakah jika kita mengucapkan wa’alaikum salam, kepada orang islam yang tak memberi salam, bermakna kita mendoakan kematian dia?

    saya harap saudara boleh tolong email kepada saya jawapannya..terima kasih.

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..
    ini untuk tulisan saya yang bagian mana yah pak?

  11. [DOA] Adab Terhadap Teman « Sedekah Do'a Says:

    […] [DOA] menyebaRkan salam :: DOWNLOAD, 204kB […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: