[HOTD] shalat faRdhu

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al ‘Ankabuut, 29 : 45)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. masuk mesjid. Lalu seorang lelaki masuk dan melakukan shalat. Setelah selesai ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab salamnya lalu bersabda: Ulangilah shalatmu, karena sesungguhnya engkau belum shalat. Lelaki itu kembali shalat seperti shalat sebelumnya. Setelah shalatnya yang kedua ia mendatangi Nabi saw. dan memberi salam. Rasulullah saw. menjawab: Wa’alaikas salam. Kemudian beliau bersabda lagi: Ulangilah shalatmu, karena sesungguhnya engkau belum shalat. Sehingga orang itu mengulangi shalatnya sebanyak tiga kali. Lelaki itu berkata: Demi Zat yang mengutus Anda dengan membawa kebenaran, saya tidak dapat mengerjakan yang lebih baik daripada ini semua. Ajarilah saya. Beliau bersabda: Bila engkau melakukan shalat, bertakbirlah. Bacalah bacaan dari Alquran yang engkau hafal. Setelah itu rukuk hingga engkau tenang dalam rukukmu. Bangunlah hingga berdiri tegak. Lalu bersujudlah hingga engkau tenang dalam sujudmu. Bangunlah hingga engkau tenang dalam dudukmu. Kerjakanlah semua itu dalam seluruh shalatmu.

Links:
[dalil-dalil tentang waktu shalat]
http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/7705101300-dalil-dalil-tentang-waktu-shalat.htm

  • Ayat di dalam Al-Quran yang membicarakan waktu-waktu shalat secara global: [1] Huud: 114, [2] Al-Isra`: 78
  • Waktu shalat: [1] Shalat Fajr (Shubuh) dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari, [2] Shalat Zhuhur Dimulai sejak matahari tepat berada di atas kepala namun sudah mulai agak condong ke arah barat (Zawalus-Syamsi adalah waktu di mana posisi matahari ada di atas kepala kita, namun sedikit sudah mulai bergerak ke arah barat). Waktu untuk shalat zhuhur ini berakhir ketika panjang bayangan suatu benda menjadi sama dengan panjang benda itu sendiri. [3] Shalat Ashar (Wustha), dimulai tepat ketika waktu shalat Zhuhur sudah habis, dan selesainya ketika matahari tenggelam di ufuk barat. [4] Shalat Maghrib dimulai sejak terbenamnya matahari dan berakhir hingga hilangnya syafaq (mega merah). [5] Shalat Isya`, dimulai sejak berakhirnya waktu maghrib sepanjang malam hingga dini hari tatkala fajar shadiq terbit. waktu muhktar (pilihan) untuk shalat `Isya` adalah sejak masuk waktu hingga 1/3 malam atau tengah malam.

[shalat dan hukumnya]
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=494

  • Makna shalat dalam syariat adalah peribadatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ucapan dan perbuatan yang telah diketahui, diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, disertai syarat-syarat yang khusus dan dengan niat.
  • Penyebutan Shalat dalam Al-Qur`an: [Al-‘Ankabut: 45], [Thaha: 14]. [Al-Baqarah: 45]
  • Keutamaan Shalat dan Kedudukannya dalam Islam: penghubung antara seseorang dengan Rabbnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima kewajiban ibadah ini langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa perantara, pada malam Mi’raj di Sidratul Muntaha di langit ketujuh, sekitar tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah. shalat ini merupakan kewajiban pertama yang harus ditunaikan seorang hamba setelah ia mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya.
  • Jumlah Shalat Fardhu: Lima shalat yang diwajibkan tersebut adalah shalat Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan ‘Isya. Kelima shalat ini hukumnya fardhu ‘ain.
  • Kepada Siapa Shalat Ini Diwajibkan?: kepada setiap muslim yang mukallaf, yakni yang telah baligh dan berakal. Adapun orang yang belum baligh dan tidak berakal gugurlah darinya kewajiban tersebut.
  • Walaupun anak kecil belum diwajibkan mengerjakan shalat hingga ia besar atau baligh, namun dituntut dari walinya (orangtua atau pihak yang bertanggung jawab mengasuh anak tersebut) agar memerintahkan si anak mengerjakan shalat ketika telah mencapai usia tujuh tahun, dan menghukumnya dengan pukulan bila ia meninggalkannya ketika telah berusia sepuluh tahun dalam rangka pengajaran dan latihan, bukan karena pewajiban.
  • Hukum Meninggalkan Shalat: Bila yang meninggalkan shalat tersebut tidak meyakini kewajiban shalat maka ulama sepakat bahwa orang tersebut kafir menurut nash/dalil yang ada dan ijma’. Namun bila meninggalkannya karena malas maka ada perbedaan pendapat dalam hal ini.

[hilang kOnsentRasi saat shOlat]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/14/cn/27207

  • Khusyuk bukan merupakan syarat sah shalat sehingga ketika shalat yang kita kerjakan tidak diiringi kekhusyuan, tidak harus diulang selama rukun-rukunnya terpenuhi. Hanya saja kita memang harus terus berupaya untuk menjadikan shalat kita menjadi khusyuk agar kriteria mukmin sejati seperti yang Allah sebutkan dalam surat al-Mukminun ayat 2 terwujud.
  • Cara dan kiat untuk mencapai shalat yang khsuyuk adalah sebagai berikut: [1] Memahami makna bacaan dalam setiap gerakan shalat. [2] Melakukan setiap gerakan secara thumakninah (tenang) tidak terburu-buru. [3] melaksanakan shalat di tempat yang tidak bising dan yang di depannya tidak dipenuhi oleh banyak gambar. [4] Tidak shalat dalam kondisi sangat lapar, atau ingin buang hajat. [5] Memposisikan shalat yang dikerjakan sebagai shalat yang terakhir sehingga sesudah itu seolah-olah kita tidak lagi bisa melaksanakan shalat karena mati. [6] Mengetahui rahasia dan hikmah di balik shalat. [7] meminta dan berdoa kepada Allah agar diberi kekhusyuan.

[tanya shOlat jama’ah]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/14/cn/26349

  • Kedudukan shalat berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki dan wanita berbeda. Bagi laki-laki, shalat berjamaah di masjid hukumnya adalah sunnah muakkadah dan bahkan ada yang sebagian ulama yang mengatakan wajib.
  • Al-Imam Abu Hanifah dan lainnya mengatakan bahwa shalat jamaah di masjid itu hukumya fardhu kifayah. Artinya orang-orang akan berdosa bila tidak ada sama sekali yang shalat di masjid.
  • Untuk para istri tidak mengapa mereka melakukan shalat sendiri di rumah jika memang tidak ada orang lain yang bisa diajak untuk berjamaah. Atau, mereka bisa pergi ke masjid dengan syarat: diizinkan oleh suaminya atau jika tidak memiliki suami oleh walinya (seperti ayah dst)., tidak memakai parfum, dan tidak berpakaian mencolok, serta aman dari fitnah.

[peRbedaan waktu untuk melaksanakan shalat faRdhu]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/10557

  • Setiap muslim tetap terikat dengan ketentuan waktu yang telah ditetapkan berdasarkan peredaran matahari (terbit dan terbenamnya). Meski pun terjadi perbedaan panjang antara malam dan siang. Dimana pun seseorang berada di muka bumi ini, maka dia harus mengikuti jadwal ibadah shalat dan puasa sesuai dengan gejala peredaran matahari ini, meski pun setiap saat bisa berubah-ubah. selama perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari masih jelas terjadi dalam setiap harinya, jadwal shalat dan puasa tetap harus mengacu kepada peredaran matahari.
  • Majelis Majma’ Al-Fiqh Al-Islami dan Hai`ah Kibaril Ulama telah menetapkan fatwa (dalil: QS. Al-Baqarah : 187) antara lain : [1] Wilayah yang mengalami siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan sebaliknya mengalami malam selama 24 jam dalam sehari. Dalam kondisi ini, masalah jadwal puasa dan juga shalat disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya. [2] wilayah yang tidak mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai datangnya waktu shubuh. Sehingga tidak bisa dibedakan antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat shubuh, maka yang dilakukan adalah menyesuaikan waktu shalat ‘isya’nya saja dengan waktu di wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib. Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start puasa), disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu. [3] Wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari, meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya. Dalam kondisi ini, maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam. Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02.00 dinihari. Dan waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.
  • Pendapat lain: a. Mengikuti Waktu Hijaz (Mekkah, Madinah dan sekitarnya), b. Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat.

[shOlat faRdhu sepeRti seORang musafiR]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/7663

  • Jama` dan qashar itu bukanlah termasuk maslah kewajiban, melainkan rukhshah dari Allah SWT. Jadi merupakan bentuk keringanan yang diberikan. Memang sebaiknya dimanfaatkan keringanan itu, namun tidak berarti orang yang tidak memanfaatkannya malah dimurkai. Kalau begitu bukan lagi keringanan tetapi beban atau kewajiban.

[kafiRkah meninggalkan shOlat?]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/1/cn/7272

  • Orang yang dengan sepenuh kesadaran menolak adanya kewajiban shalat, sama saja dengan mengingkari ayat Al-Quran Al-Kariem. Dan sama saja dengan mengingkari agama Islam. Dan sama saja dengan orang yang bukan Islam. Maka orang ini layak disebut kafir akibat keyakinannya itu.
  • Orang yang tidak shalat tapi masih mengakui bahwa shalat itu wajib, tidak bisa dikatakan kafir akibat kemalasannya itu. Memang dia berdosa besar karena meninggalkan shalat fardhu, namun tidak sampai membuatnya menjadi kafir atau keluar dari Islam.

[wajibkah shalat faRdhu beRjamaah?]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/6784

  • Jumhur ulama sepakat bahwa hukum shalat berjamaah itu adalah sunnah muakkadah. Dalilnya adalah hadits yang menyebutkan bahwa shalat berjamaah itu lebih utama dari pada shalat sendirian dengan 27 derajat.

[peRbedaan antaRa wajib dan faRdhu]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/5346

  • Jumhur ulama umumnya menyamakan makna fadhu dengan makna wajib. Mereka mengatakan bahwa antara kedua itu tidak ada beda dalam makna dan pengertian. Kecuali hanya pada masalah ibadah haji, mereka memang membedakan antara keduanya.
  • Menurut Imam Ahmad bin Hanbal dan Al-Hanafiyah, Sesuatu yang dianggap wajib itu dalilnya tidak atau belum terlalu kuat atau belum qath’i. Sebaliknya, sesuatu yang fardhu itu dasar hukumnya memang sudah mutlaq tidak mungkin mengelak.

[pilihan menjama’ shOlat atau shOlat di kendaRaan]
http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/6426154031-pilihan-menjama039-sholat-atau-sholat-kendaraan.htm?other

  • Umumnya sikap yang paling baik adalah keluar dari khilaf, selagi masih memungkinkan. Yang sama sekali sudah tidak ada khilafnya adalah shalat jama’ dan qashar. Maka dalam perjalanan seperti yang anda sebutkan, shalat Dzuhur dan Ashar sebaiknya anda jama’ dan demikian juga dengan shalat Maghrib dan Isya’. Yaitu saat istirahat di suatu perhentianjalan.

[shOlat jama’ dan shOlat qashaR]
http://buletinislam.wordpress.com/2007/06/21/sholat-jama-dan-sholat-qashar-2/

  • Shalat Jama’ adalah melaksanakan dua shalat wajib dalam satu waktu, yakni melakukan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur dan itu dinamakan Jama’ Taqdim, atau melakukannya di waktu Ashar dan dinamakan Jama’ Takhir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’ bersamaan di waktu Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’. Jadi shalat yang boleh dijama’ adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh.
  • Shalat Qashar maksudnya meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Seperti shalat Dhuhur, Ashar dan Isya’. Sedangkan shalat Magrib dan shalat Shubuh tidak bisa diqashar.
  • Shalat jama’ dan Qashar merupakan keringanan yang diberikan Alloh –> QS: Annisa: 101
  • Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim,V/215, dalam mengomentari hadits ini mengatakan, “Mayoritas ulama membolehkan menjama’ shalat bagi mereka yang tidak musafir bila ada kebutuhan yang sangat mendesak, dengan catatan tidak menjadikan yang demikian sebagai tradisi (kebiasaan).
  • Menurut Jumhur (mayoritas) ulama’ seorang musafir yang sudah menentukan lama musafirnya lebih dari empat hari maka ia tidak boleh mengqashar shalatnya. Tetapi kalau waktunya empat hari atau kurang maka ia boleh mengqasharnya.
  • Bagi orang yang melaksanakan jama’ Taqdim diharuskan untuk melaksanakan langsung shalat kedua setelah selesai dari shalat pertama. Berbeda dengan jama’ ta’khir tidak mesti Muwalah (langsung berturut-turut). Karena waktu shalat kedua dilaksanakan pada waktunya.
  • Seorang musafir boleh berjamaah dengan Imam yang muqim (tidak musafir). Begitu juga ia boleh menjadi imam bagi makmum yang muqim. Kalau dia menjadi makmum pada imam yang muqim, maka ia harus mengikuti imam dengan melakukan shalat Itmam (tidak mengqashar). Tetapi kalau dia menjadi Imam maka boleh saja mengqashar shalatnya, dan makmum menyempurnakan rakaat shalatnya setelah imammya salam.

[apakah bOleh seseORang berdO’a ketika shalat faRdhu ?]
http://www.almanhaj.or.id/content/1560/slash/0

  • Disyariatkan bagi seorang mukmin untuk berdo’a ketika shalatnya di saat yang disunnahkan untuk berdo’a, baik ketika shalat fardhu maupun shalat sunnah. Adapun saat berdo’a katika shalat adalah tatkala sujud, duduk di antara dua sujud dan akhir salat setelah tasyahud dan shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum salam.

[beRsalaman [beRjabat tangan] setelah shalat]
http://www.almanhaj.or.id/content/1381/slash/0

  • Pada dasarnya disyariatkan bersalaman ketika berjumpanya sesama muslim. Bersalaman ketika berjumpa di masjid atau di dalam barisan, jika keduanya belum bersalaman sebelum shalat maka bersalaman setelahnya.
  • Jika belum sempat bersalaman sebelum shalat fardhu, disyariatkan untuk bersalaman setelahnya, yaitu setelah dzikir yang masyru’. Sedangkan yang dilakukan oleh sebagian orang, yaitu langsung bersalaman setelah shalat fardu, tepat setelah salam kedua, saya tidak tahu dasarnya. Yang tampak malah itu makruh karena tidak adanya dalil, lagi pula yang disyariatkan bagi orang yang shalat pada saat tersebut adalah langsung berdzikir, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah shalat fardhu.

[kesalahan umum beRkaitan dengan shalat]
http://groups.yahoo.com/group/masjid_annahl/message/155

  • Yang sering dilalaikan sebagian umat Islam dalam hal shalat: 1. Meninggalkan shalat sama sekali . 2. Mengakhirkan shalat. 3. Meninggalkan shalat berjamaah. 4. Tidak thuma’ninah dalam shalat. 5. Tidak khusyu’ dan banyak gerakan dalam shalat. 6. Mendahului atau menyelisihi imam. 7. Bangun dari duduk untuk menyempurnakan raka’at sebelum imam selesai dari salam yang kedua. 8. Memandang ke langit (atas) atau menoleh ke kiri dan ke kanan ketika shalat. 9. Mengenakan pakaian tipis yang tidak menutupi aurat. 10. Tidak memakai kerudung dan menutupi telapak kaki bagi wanita. 11. Lewat di depan orang yang sedang shalat. 12. Tidak melakukan takbiratul ihram . 13. Tidak langsung mengikuti keadaan imam ketika masuk masjid . 14. Melakukan sesuatu yang melalaikannya dari shalat . 15. Memejamkan mata ketika shalat tanpa keperluan . 16. Makan atau minum dalam shalat. 17. Tidak meluruskan dan merapatkan barisan. 18. Imam tergesa-gesa dalam shalatnya dan tidak thuma’ninah, 19. Tidak memperhatikan sujud dengan tujuh anggota. 20. Membunyikan ruas jari-jari ketika shalat. 21. Mempersilakan menjadi imam kepada orang yang tidak pantas menjadi imam. 22. Membaca Al-Qur’an secara tidak baik dan benar. 23. Wanita pergi ke masjid dengan perhiasan dan wewangian.

[tuntunan shalat]
http://dzikir.org/b_shalat.htm

-perbanyakamalmenujusurga-

HOTD shalat faRdhu…
Share files Dolar$

17 Tanggapan to “[HOTD] shalat faRdhu”

  1. bond Says:

    assalamualaikum…

    ada yang mo saya tanyakan nih…
    di dalam artikel ini disyariatkan untuk bejabat tangan setelah sholat jika sebelum shalat belum. tapi saya pernah membaca sebuah artikel dari salah satu blog islam bahwa hal itu adalah bid’ah. saya pingin tanggapannya yang rinci ya…
    terimakasih…

    Wassalamualaikum…

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    salah satu point dalam tulisan ini tertulis:

    “Jika belum sempat bersalaman sebelum shalat fardhu, disyariatkan untuk bersalaman setelahnya, yaitu setelah dzikir yang masyru’. Sedangkan yang dilakukan oleh sebagian orang, yaitu langsung bersalaman setelah shalat fardu, tepat setelah salam kedua, saya tidak tahu dasarnya. Yang tampak malah itu makruh karena tidak adanya dalil, lagi pula yang disyariatkan bagi orang yang shalat pada saat tersebut adalah langsung berdzikir, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah shalat fardhu.”

    oke..
    🙂

  2. tiar Says:

    pak , kalo kita salah kiblat gimana . maksudnya kita waktu itu gak tahu arah kiblat dimana ? sah gak ?

    ::oRiDo::
    yang utama adalah niat nya..
    selama niatnya benar2 shalat lillahi ta’ala dan arah kiblatnya karena kita tidak tahu lalu kita berserah diri pada Allah swt.. insyaAllah pahala shalat nya diterima Allah swt…

    jd inget..
    dulu saya juga pernah shalat di kapal, tidak ada petunjuk arah kiblat..
    lalu saya berdoa dan memohon petunjuk sama Allah swt biar ditunjukkan arah kiblat..
    dengan yakin se-yakin-yakin nya bahwa Allah akan memberi petunjuk.. setelah saya shalat dan ketemu anak buah kapal yg bisa saya tanya kemana arah kiblat.. alhamdulillah ternyata arah kiblat saya tadi benar..
    🙂

  3. alex Says:

    @ tiar

    Khilaf itu sifat manusia. Kalau menurut yang pernah saya pelajari, shalat itu sah, selama salahnya kiblat itu tidak disengaja. Termasuk tidak disengaja di sini = tidak tahu 🙂

    ::oRiDo::
    makasih atas jawabannya mas Alex..

  4. phu Says:

    biar + khusyu’ katanya c juga dengan paham arti bacaan sholat,

    tapi saya jg masih susaaah bgt yang namanya khusyuk.
    ada masukan ?

    ::oRiDo::
    betul tuh.. dengan lebih mengerti apa yg kita baca, maka kita akan lebih tau apa isinya, dan akan lebih khusyu..
    jadi ketika kita membaca bacaan shalat, dibibir bacaan shalat, dalam hati dan pikiran yang ada adalah artinya.. bukan pikiran kmana-mana.. maka insyaAllah khusyu..

    saya juga masih belum bisa hafal/paham arti2 bacaan shalat..
    tapi sebelum saya hafal artinya, biasanya saya lebih konsentrasi membayangkan huruf arab dari bacaan shalat tsb..
    dan alhamdulillah lebih khusyu..

    mungkin intinya adalah bagaimana kita lebih konsentrasi “berbicara” dengan Allah swt dalam shalat.. jd bibir, hati dan pikiran tertuju pada apa yg kita baca dalam shalat.. oleh karena itu akan lebih baik jika tahu dan mengerti apa yg kita baca..

    mari kta sama2 saling berusaha utk lebih khusyu dalam shalat..

  5. calonorangtenarsedunia Says:

    HOTD. Hadith Of The Day? 😆

    Seneng deh ada bantuan soal sholat..
    nice article..

    ::oRiDo::
    alhamdulillah…
    yuk sama2 kita tegakkan sholat.. tegakkan islam..
    😉

  6. alex Says:

    Eh iya, baru liat komen di atas.
    Benar juga ya, HOTD (Hadith Of The Day) itu menarik. Kira2 ada yang bisa nunjukin linknya gak, yang ada HOTD? 😛

    ::oRiDo::
    link nya…
    disini aja..
    🙂

  7. almascatie Says:

    waaaaaaaaa harus diprint ga bisa dibaca di monitor hihihii
    makasih mas.. atas share nya… 🙂

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    jangan lupa juga di amalkan utk yg laen..

  8. atik Says:

    Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh

    salam ukhuwah….
    Subhanalloh….postingan antum keren2, dan lengkap penjelasannya…
    tetep smangat ya….!!!!
    RAMADHAN DAH DEKET BANGET….
    siapkan dari sekarang…
    mari!!!
    berbenah diri, siapkan hati menuju bulan yang suci….
    MARHABAN YA RAMADHAN….

    0 : 0 ya kak….
    semoga kita bisa menjadi lebih baik, tetep semangat di awal, tengah dan akhir,,,,hingga nanti tetap istiqomah di bulan – bulan berikutnya…
    amiin….

    Wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh 🙂
    keep istiqomah nggih…

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    alhamdulillah.. bantu do’a yah biar oRiD bs tetep istiqomah dan biar diberi kemudahan utk selalu beramal..

    amin..
    mudah2an kita dapat memanfaatkan bulan ramadhan ini dengan lebih baik..

  9. anisa Says:

    Ramadhan akan segera tiba.Dengan segala kerendahan hati kami sekeluarga mohon maaf atas segala kesalahan dan khilaf.
    Selamat menyambut datangnya ramadhan yang penuh rahmat dan penuh hikmah.

    ::oRiDo::
    sama-sama bu anisa..
    🙂

  10. boymuh Says:

    assalaamu’alaikum,
    saya mau komen soal kekhusyu’an shola nih.
    kalau menurut saya, khusyu’ itu tidak berarti pikiran kita gak terlepas sama sekali dari dunia sekitar,
    buktinya nabi muhammad pernah mempercepat sholatnya karna mendengar anak kecil menangis,
    trus pernah menjawab salam dengan isyarat sambil sholat,
    trus menyuruh membunuh ular yg lewat pas kita sholat,
    trus menyuruh mencegah orang lewat di depan kita pas kita lagi sholat,
    trus pernah memperlama sujudnya pas ada cucunya yg lagi maen2 di punggungnya pas dia lagi sujud.

    mudah2an ye kita semua sholatnya bisa nyamain contoh sholatnya nabi.

    sori kalo kurang berkenan atau kurang bagus komennya, soalnya cuma pake hp sih..

    wassalaamu’alaikum,
    boymuh@yahoo.com & @gmail.com

    ::oRiDo::
    wa’alaikumsalam wr.wb.
    yups betul..
    khusyu itu bukan berarti tidak mendengar..

    makasih banyak atas komentarnya..
    🙂

  11. WinShalat (Software Sholat bhs Indonesia) « Aamulyo’s Weblog Says:

    […] [HOTD] shalat faRdhu :: DOWNLOAD […]

  12. [DKMB] WinShalat - Simulasi Shalat « oRiDo™ On wORds Says:

    […] [HOTD] shalat faRdhu :: DOWNLOAD […]

  13. [HOTD] istikhaRah / memOhOn pada Allah « oRiDo™ On wORds Says:

    […] [HOTD] shalat faRdhu :: DOWNLOAD, 299kB […]

  14. arafi Says:

    thx y mas atas kunjungannya

    :: oRiDo™ ::
    yups.. sama2..
    makasih juga atas undangannya..
    🙂

  15. jokopurwanto Says:

    mas,tengs lot infonya dan ilmunya
    semoga menjadi barokah bagi kita semua. amien

    oRiD™ bilang:
    alhamdulillah..
    amin ya Allah..
    🙂

  16. antique furniture restoration Says:

    Thanks for sharing excellent informations. Your web site is very cool. I am impressed by the details that you’ve on this website. It reveals how nicely you understand this subject. Bookmarked this website page, will come back for more articles. You, my friend, ROCK! I found just the information I already searched all over the place and just could not come across. What an ideal web site.

  17. Boris Whitiker Says:

    Hmm it appears like your blog ate my first comment (it was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog writer but I’m still new to everything. Do you have any helpful hints for newbie blog writers? I’d really appreciate it.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: