[HOTD] shOlawat

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
(QS. Al Ahzab, 33 : 56)

Hadist riwayat Bukhori, Dari Abdurrahman bin Abi Laila ra., ia berkata:
“Ka`b bin `Ujrah pernah bertemu denganku, lalu ia berkata: “Tidakkah aku memberikan hadiah kepadamu?, sesungguhnya Nabi saw. datang kepada kami, lalu kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami tahu bagaimana cara kami mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimanakah cara kami mengucapkan sholawat kepadamu?”. beliau bersabda: “Maka ucapkanlah ” “Wahai Allah, berikanlah berkah dan rahmat kepada Muhammad saw. dan keluarga Muhammad saw. sebagaimana Engkau memberikan berkah dan rahmat kepada keluarga Ibrahim as., sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah. Wahai Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad saw. dan keluarga Muhammad saw. sebagaimana Engkau memberikan berkah kepada keluarga Ibrahim as., sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah” “.


Links:
[mengapa membaca shalawat ?]
http://syariahonline.com/new_index.php/id/1/cn/6846

  • Perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW memang perintah yang tegas dan jelas. Dan tidak ada kaitannya dengan selamat atau tidaknya yang kita doakan. Sebab Allah SWT telah menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang pertama yang akan membuka pintu surga. Selain itu beliau adalah orang yang ma?shum atas izin Allah, yaitu orang yang tidak punya dosa seumur hidupnya. Maka bershalawat kepadanya adalah kewajiban umat Islam, bukan karena beliau tidak selamat, melainkan ucapan ibadah dan berdampak kepada pahala kepada yang membacanya.

[pakai sayyidina dalam shalawat, bagaimana hukumnya?]
http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/6411152408-pakai-sayyidina-dalam-shalawat-bagaimana-hukumnya.htm?other

  • Mazhab As-Syafi`iyyah dan Al-Hanabilah menyatakan bahwa shalawat kepada nabi dalam tasyahhud akhir hukumnya wajib. Sedangkan shalawat kepada keluarga beliau SAW hukumnya sunnah menurut As-Syafi`iyah dan hukumnya wajib menurut Al-Hanabilah. Sedangkan menurut Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah, membaca shalawat kepada nabi pada tasyahhud akhir hukumnya sunnah. Demikian juga dengan shalawat kepada keluarga beliau.
  • Al-Hanafiyah dan As-Syafi`iyah menyunnahkan penggunaan kata [sayyidina] saat mengucapkan shalawat kepada nabi SAW (shalawat Ibrahimiyah). Meski tidak ada di dalam hadits yang menyebutkan hal itu.
  • Hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berkata,`Janganlah kamu memanggilku dengan sebuatan sayyidina di dalam shalat`, adalah hadits maudhu` (palsu) dan dusta.
  • Perbedaan ini bukan perbedaan dari segi aqidah yang merusak iman, melainkan hanya masalah kecil, atau hanya berupa cabang-cabang agama. Tidak perlu kita sampai meneriakkan pendapat yang berbeda dengan pendapat kita sebagai tukang bid’ah.

[membaca shalawat tunjiat setiap malam juma’t]
http://syariahonline.com/new_index.php/id/1/cn/9568

  • Selain di dalam shalat, shalawat kepada nabi dianjurkan untuk dibaca pada waktu-waktu tertentu. Misalnya pada hari Jumat atau malam Jumat, pada pagi dan sore hari, saat masuk masjid dan keluar, di depan makam / kuburan Rasulullah SAW, ketika menjawab azan, ketika beroda atau sesudah berdoa, ketika melakukan ibadah sa?i antara Shafa dan marwah, dalam pertemuan suatu kaum dan setelah selesainya pertemuan itu, ketika mendengar disebut nama Rasulullah SAW, ketika jeda antara bacaan talbiyah, ketika mengusap hajar aswad, ketika bangun dari tidur, ketika khatam Al-Quran Al-Kariem, dalam kondisi tertekan, ketika meminta ampunan, ketika menyampaikan ilmu kepada manusia, ketika menyampaikan pelajaran, ketika memberikan peringatan, ketika khutbah nikah, serta semua event yang termasuk zikirullah.
  • Yang sering dipertentangkan adalah ketika melafazkan bacaan shalawat yang mengandung ungkapan bahwa shalawat itu adalah penyelamat dari semua bahaya dan halangan. ?Shalatan Tunjina Min Jami`il Ahwali Wal Aafaaat?. Padahal yang menjadi penyelamat dari semua bahaya dan halangan hanyalah Allah Subhanahu Wata`ala saja. Bukan shalawat itu sendiri.

[tasawuf dan shalawat Nabi]
http://www.darussalaf.org/index.php?name=News&file=article&sid=224

  • Shalawat yang bertentangan dengan alQur’an: [1] Shalawat Nariyah. [2] Shalawat Al Faatih (Pembuka). [3] Shalawat Sa’adah (Kebahagiaan). [4] Shalawat Burdatul Bushiri. [5] Nash shalawat seorang sufi Libanon.

[taRekat tijaniyah]
http://www.almanhaj.or.id/content/1404/slash/0

  • Tarekat Tijaniyah, Syadziliyah, Qadariyah dan tarekat-tarekat lainnya yang diada-adakan oleh manusia, tidak boleh diikuti, kecuali yang sesuai dengan syari’at Allah.
  • Shalawat fatih adalah shalawat kepada Nabi Saw sebagaimana , yang mereka klaimkan, hanya saja shighah lafazhnya tidak seperti yang diriwayatkan dari Nabi Saw, sebab dalam shalawat fatih itu mereka mengucapkan (Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami, Muhammad sang pembuka apa-apa yang tertutup, penutup apa-apa yang terdahulu dan pembela kebenaran dengan kebenaran). Lafazh ini tidak pernah menjadi jawaban mengenai cara bershalawat kepada beliau ketika ditanyakan oleh para sahabat. Adapun yang disyari’atkan bagi umat Islam adalah bershalawat kepada beliau dengan ungkapan yang telah disyari’atkan dan telah diajarkan kepada mereka tanpa harus mengada-adakan yang baru.

[shOlawat 2]
http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/4065

  • Bentuk sholawat yang paling pendek adalah ucapan Shollallahu Alaihi Wasallam. atau juga Allohumma Sholli wa Sallam ?Alaih. Sedangkan cara lain bershalawat berdasarkan hadis adalah shalawat sebagaimana dalam shalat dan doa setelah mendengarkan adzan.

[syahadat/shalawat Nabi]
http://www.waspada.co.id/islam/artikel.php?article_id=46736

[mOdel shalawat yang dilaRang]
http://alatsar.wordpress.com/2007/06/04/model-shalawat-yang-dilarang/

  • Bila mengandung makna tawasul dengan jaah (kedudukan) Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam maka termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama, karena hadits-hadits yang digunakan untuk menghalalkan tawasul serupa ini adalah merupakan hadits yang tidak ada asalnya (palsu/Maudhu’).

[keutamaan membaca shalawat untuk nabi]
http://dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/jalan-selamat/node37.html

  • Shalawat-shalawat lain yang ada di dalam kitab-kitab hadits dan fiqih yang terpercaya, tidak ada yang menyebutkan kata “sayyidina” (penghulu kita), yang hal itu ditambahkan oleh kebanyakan manusia. Memang benar, bahwa Rasulullah Õäé Çääç Ùäêç èÓäå Shallallaahu ‘alaihi wa Salam adalah penghulu kita, “sayyiduna”, tetapi berpegang teguh dengan sabda dan tuntunan Rasul adalah wajib. Dan, ibadah itu dilakukan berdasarkan keterangan nash syara’, tidak berdasarkan akal.

[hukum dan dalil-dalil shalawat]
http://suryaningsih.wordpress.com/2007/05/21/hukum-dan-dalil-dalil-shalawat/

  • SHALAWAT bentuk jamak dari kata salla atau salat yang berarti: doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Arti bershalawat dapat dilihat dari pelakunya. Jika shalawat itu datangnya dari Allah Swt. berarti memberi rahmat kepada makhluk. Shalawat dari malaikat berarti memberikan ampunan. Sedangkan shalawat dari orang-orang mukmin berarti suatu doa agar Allah Swt. memberi rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya.
  • Shalawat juga berarti doa, baik untuk diri sendiri, orang banyak atau kepentingan bersama. Sedangkan shalawat sebagai ibadah ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt., serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad Saw., bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan).

[shalawat pada Nabi]
http://www.dzikrullah.com/bpm_23_shalawat.htm

  • Surat Al Ahzab: 56, tentang shalawat kepada Nabi. Pada ayat tersebut terdapat kalimat bahwa Allah bershalawat kepada Nabi. Kemudian para malaikat, dan selanjutnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk bershalawat kepada Nabi. Arti shalawat adalah doa , memberi berkah, dan ibadat.
  • Rasulullah tidak membutuhkan rahmat ataupun doa dari kita, akan tetapi justru Rasulullah yang akan memberikan pertolongan nanti dihari kiyamat apabila kita sering memberikan salam atau shalawat penghormatan kepada beliau. Dan Allah juga memberikan shalawat kepada orang yang bershalawat kepada Rasulullah.

[kenapa Rasulullah perlu didOakan/shalawat?]
http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/4430a0d7.htm

  • Dalam ilmu tafsir, yang disebut dengan ‘bershalawat’ itu maknanya banyak, tidak terbatas kepada doa semata. Karena itu di dalam Al-Quran Al-Karim (QS. Al-Ahzab: 56) kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bershalawat kepada beliau juga.
  • Saling mendoakan satu sama lain adalah hal yang biasa dan telah menjadi syiar agama. Termasuk memberi salam kepada Rasulullah SAW dan bershalawat kepadanya. Kalau kita mendoakan keselamatan dan kepada seseorang bukan berarti kita meyakjini bahwa dirinya ada dalam ketidak-selamatan. Doa keselamatan itu sama saja bila kita menyapa teman dengan mengatakan semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat. Apakah bila kita menyapa demikian berarti teman kita itu sekeluarga sedang dirawat di rumah sakit?

[sunnah-sunnah dalam adzan dan iqOmah]
http://www.almanhaj.or.id/content/1488/slash/0

  • Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan adzan ada lima: [1]. Sunnah Bagi Orang Yang Mendengar Adzan Untuk Menirukan Apa Yang Diucapkan Muadzin Kecuali Dalam lLfadz. [2]. Setelah Muadzin Selesai Mengumandangnkan Adzan, Maka Yang Mendengarnya Mengucapkan .. [3]. Membaca Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa salam setelah selesai menjawab adzan dari muadzin dan menyempurnakan shalawatnya dengan membaca shalawat Ibrahimiyyah dan tidak ada shalawat yang lebih lengkap dari shalawat tersebut. [4]. Mengucapkan Doa Adzan Setelah Bershalawat Kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [5]. Berdoa Untuk Dirinya Sendiri, Dan Meminta Karunia Allah Karena Allah Pasti Mengabulkan Permintaannya.

[cintaku padamu ya Rasulullah]
http://www.eramuslim.com/atk/oim/4405718b.htm

  • Nabi Muhammad saw. adalah sosok yang (wajib) diagungkan dan dicintai lebih dari makhluk-Nya yang lain oleh setiap diri yang mengaku muslim.
  • Kita perlu mengenal lebih jauh adab (kewajiban) apa saja bagi seorang muslim sebagai wujud rasa cinta yang mendalam kepada beliau. Mengapa? Supaya kita termasuk golongan yang benar-benar mengikuti beliau.
  • Menokohkan Rasulullah bukan sekedar mengidolakan dan memajang kaligrafi namanya pada dinding rumah, tapi juga mencontoh, mengikuti jejak, dan meniru langkahnya, baik dalam urusan agama maupun urusan dunia.

-perbanyakamalmenujusurga-

[HOTD] shOlawat | 283kB
Download kumpulan artikel

18 Tanggapan to “[HOTD] shOlawat”

  1. Agam Says:

    Sholawat Nariyah emang katanya sesat. Tapi herannya orang2 dikasih dalil, tapi gak mau denger. Mereka lebih mementingkan tradisi. 😦

    ::oRiDo::
    iya..
    emang susah klo udh berhadapan sama orang yg kolot, ter-kotak-an, ato apalah namanya..
    tapi walo demikian…
    jangan pernah berhenti.. seengga nya, kita usaha dengan berdoa meminta pada Allah swt..
    semoga kita semua selalu di tunjukkan jalan yang benar dan sesuai dengan agama islam..

    • Mas Derajad Says:

      Assalamu’alaikum wr. wb. Akhir-akhir ini saya sangat miris dg munculnya kelompok wahaby atau juga menyebut diri dg kelompok salafy yg menuduh bid’ah, kurafat dll terhadap amalan yg telah lama diamalkan oleh ulama’-ulama’ nusantara yg bermazhab syafi’i. Memang kita akui bahwa banyak amalan masyarakat islam Indonesia yg tdk sesuai sunnah dan amaliyah ulama’ sebelum ajaran Islam membumi di Indonesia. Justru para ulama’ mengajarkan beberapa amalan untuk dijalankan di Indonesia untuk meluruskan semua kegiatan yg salah tadi. Maka muncullah majelis dzikir, shalawat, manakib, dll. Tidak lain itu semua agar masyarakat Indonesia lebih mencintai agama ini dg baik. Tapi semua amalan itu bukan tanpa dasar, lihat saja penjelasan Habib Mundzir Al Musawwa yg penuh hikmah menjelaskan pemahaman tentang shalawat nariyah. Tapi tanggapan saudara-saudara di situs ini begitu melecehkan beliau. Saya yakin kemampuan beliau berbahasa Arab, pemahaman beliau tentang ilmu tauhid, aqidah, ahlak, nahwu, saraf, mantiq, asbabun nuzul, asbabul wurud dll jauh diatas saudara-saudara di situs ini yg mungkin malah hanya belajar dari kitab terjemah berbahasa Indonesia lagi. Banyak hal yg sebenarnya banyak bertolak belakang, bahkan Syaikh Ibnu Taimiyah yg dibangga-banggakan kaum wahaby/salafy pun banyak rujuk akhirnya kepada mazhab yg telah hadir dan mempunyai hujjah yg kuat yaitu mazhab syafi’i. Contoh saja, di Indonesia, bagaimana kaum wahaby menghembuskan shalat tarawih 11 raka’at, kita tdk usah ngomong dalil, lihat saja shalat tarawih live di televisi dari Saudi Arabiya beliau para imam yg juga banyak kaum wahaby di Masjidil Haram saja tidak ada yg berani mengubah 23 rakaat jadi 11 rakaat. Hujjah mana yang kuat ? Apa akan dikatakan semua yg jamaah shalat tarawih di Masjidil Haram sebagai ahlul bid’ah ? Belum lagi hujjah yang lain, yg kaum wahaby/salafy tdk punya hujjah yang kuat. Untuk itu saya mohon janganlah membuat tuduhan kotor terhadap saudara muslim yg lain. Lebih baik kita lebih banyak mempelajari islam yg penuh ajaran yg mulia ini dg baik, bahkan syaikh yang mengomentari masalah shalawat nariyahpun menurut saya sangat dangkal memahami masalah tawasul, bahkan Ibnu Taimiyah pun juga membolehkan tawasul, termasuk kepada Nabi Muhammad yang telah wafat. Saya adalah keturunan dari keturunan orang-orang NU, tapi saya belum pernah diajarkan menghujat kelompok keyakinan/aqidah lain oleh Kyai-Kyai kami, kecuali memang mereka bersalah secara mutlak melanggar ajaran tauhid & aqidah. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb.

      • irfan atbi' muhammada Says:

        Betul mas..tp santai saja klw di lecehkan sama orang bodoh jgn di ambil hati..namanya jg orang bodoh suka ceplas ceplos ngomongnya..

      • yahya Says:

        iya saya juga sangat miris, lihat kaum wahabi yg hanya bisa mencela dan mengatakan ulama selain fahamnya terutama ulama tasawwuf sebagai ulama sesat atau saya pernah baca majalahnya yg menuding wali Allah (ahli tasawwuf) adalah wali syetan….saya yakin kaum wahabi adalah sekelompok kaum yang tidak pernah merasakan kemakrifatan hingga mungkin “ilmunya” tak seluas samudra dan hanya berada “ditepi” saja….maklumlah kaum seperti ini menurut saya adalah kaum yang “tolol” yg tak mau menyelami luasnya ilmu dalam islam untuk menuju Allah…beribadah kepada Allah tanpa tahu hakikat ibadah yg sebenarnya…,”mutiara” bisa didapat dengan menggunakan “perahu” dan membawanya ketengah “lautan”..begitu juga “hakikat”, tak akan pernah didapat kecuali melalui “syari’at” dan “thoriqoh”…wassalam

    • irfan atbi' muhammada Says:

      bukan mementingkan tradisi..tp lbih memepercayai Ulama yg ktauan ilmunya mumpuni dalam masalah penafsiran,ngpain ngikutin pendapat2 orang yg Ilmunya dangkal…Yg bilang Shalawat Nariyah sesat paling kaum Wahabi…

      oRiD™ bilang:
      akan lebih baik jika memberikan dasar yang jelas dari pada saling tuding..
      mari kita sama2 belajar dan beramal..

  2. liezmaya Says:

    suka terlupakan, jarang sekali diucapkan…bahkan yang hukumnya wajibpun juga

    ::oRiDo::
    mari kita sama2 memperbaiki amal ibadah kita..
    mulai lah dari yg kecil
    tetapi hati2 juga dengan dari yg kecil itu… gak kerasa tau2 banyak.. menambah berat pada saat penimbangan amal nanti…

  3. sikabayan Says:

    euh… model agama nenek moyang teh masih berlaku ajah yah?…
    hanya sajah berubah bentuk… biar yang sesat juga kalau sudah turun temurun mah dianggap benar… padahal dalilnyah sudah jelas…

    ::oRiDo::
    itu lah susahnya..
    udah salah ngerasa benar…
    namanya juga hidup.. bukan hidup *didunia* klo gak ada perjuangannya..
    😀

    • irfan atbi' muhammada Says:

      Apalagi yg suka bilang sesat kpd sesama MUslim..itu ky abu jahal,suka bilang sesat sama orang Muslim..padahal blm tau kbenarannya..ha..ha..ha..

      oRiD™ bilang:
      semoga Allah selalu menunjukkan jalan Nya yang lurus kepada kita semua..
      amin..

      • yahya Says:

        jalan yang lurus bagi orang yang hanya bisanya mencela faham yang lain agar segera diberi hidayah-Nya untuk segera bertobat….”begitu saja kok repot”…..

  4. peyek Says:

    Tarekat Tijaniyah, Syadziliyah, Qadariyah dan tarekat-tarekat lainnya yang diada-adakan oleh manusia, tidak boleh diikuti, kecuali yang sesuai dengan syari’at Allah.

    maksudnya gimana nih mas? kok belum paham, hehehe

  5. rus Says:

    nuhun kang orid

    ::oRiDo::
    sawangsul na Rus..
    🙂

  6. ABI Says:

    Assalamu’alaikum. Mas saya mohon dikirim ke alamat email saya ..bacaan2 sholawat2 tersebut. matur nuwun..semoga barokah amin
    wassalamu’alaikum

    ::oRiDo::
    insyaAllah..

  7. mastoning Says:

    Assalamu’alaikum. Mas saya mohon dikirim ke alamat email saya …bacaan sholawat-sholawat nabi termasuk sholawat Tunjina. terima kasih.
    wassalamu’alaikum

    :: oRiDo™ ::
    sholawat tunjina???
    sepertinya tidak di contohkan Nabi…
    hati2 dalam beramal..

    sudah aku kirim file kumpulan artikel seputar shalawat..
    semoga berguna…

  8. jen Says:

    Assalamu’alaikum. Mas saya mohon dikirim ke alamat email saya …bacaan sholawat-sholawat nabi..terima kasih.
    wassalamu’alaikum

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    sudah saya kirim via imel..
    semoga berguna..

  9. nur Says:

    maaf mo nanya kenapa shalawat nariyah bertentangan dengan al Quran padahal

    oRiD™ bilang:
    shalat tersebut bertentangan karena isi nya mengagungkan Rasulullah *hampir* menyamai Allah Ta’ala..

    • irfan atbi' muhammada Says:

      kata siapa menyamai Alloh swt..lawong klafadz pertamanya aja pk Allohumma…

      oRiD™ bilang:
      memang menggunakan “Allahumma…”
      kita perhatikan arti dari shalawat Nariyah ini:

      “Ya Allah , berikanlah shalawat dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Nabi Muhammad, yang dengannya terlepas semua ikatan kesusahan dan dibebaskan semua kesulitan. Dan dengannya pula terpenuhi semua kebutuhan, diraih segala keinginan dan kematian yang baik, dan dengan wajahnya yang mulia tercurahkan siraman kebahagiaan kepada orang yang bersedih. Semoga shalawat ini pun tercurahkan kepada keluarganya dan para sahabatnya sejumlah seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

      dalam Shalawat Nariyah terkandung padanya unsur pengkultusan yang berlebihan terhadap diri Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam hingga menyejajarkannya dengan Allah Ta’ala. Tentunya yang demikian ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang dimurkai oleh Allah dan Nabi-Nya. (lihat artikel disini)

      demikian penjelasan dari saya..
      wallahu ‘alam..
      kebenaran hanya dari Allah..

  10. irfan atbi' muhammada Says:

    sufi bukanlah Aliran sesat dan tarekat2 yg antum sebutkan di atas bukan pula Aliran sesat,meski di ada2kan manusia,tapi mereka adalah Ulama2 pewaris Nabi Muhammad Saw dalam meneruskan Syi’ar Islam (Al- ulama warosatull ambiya)….
    (Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami, Muhammad sang pembuka apa-apa yang tertutup, penutup apa-apa yang terdahulu dan pembela kebenaran dengan kebenaran).Lafadz ini adalah sebuah kiasan atas kemulyaan Na biyulloh Muhammad Saw…
    Masuk tarekat dulu Insya Alloh antum akan mengerti…

    oRiD™ bilang:
    terimakasih atas masukannya..
    semoga kita semua dapat selalu mendapatkan petunjuk Allah Ta’ala..
    🙂

  11. suhendra alfacino Says:

    Membaca Shalawat pakai Sayyidina itu adalah bentuk penghormatan pada manusia yang sungguh sempurna, yang diberikan perogratif oleh Allah yang namanya Syafaat. Jadi intinya orang muslim mau membaca shalawat adalah amalan terbaik dalam hidupnya, dengan didahului Syahadat, dan istigfar. Karena shalawat adalah senjatanya umat muslim, baik dalam keadaan suka dan duka. Jadi Saya informasikan pada anda yang membaca shalawat ini bid’ah, syiriklah, belajar dululah tafsirnya, belajarlah pada AL’ULAMA WARASATUL AMBIYA. Isnya Allah ketemu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: