[HOTD] zhalim dan dizhalimi

bismillahhiRRahmaniRRahim

Sesungguhnya dOsa itu atas ORang-ORang yang beRbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. MeReka itu mendapat azab yang pedih.
[QS. Asy-SyuuRa (42) : 42]

RObbi falaa taj ‘alnii fil qawmizh zhaalimiin..
ya Allah, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam gOlOngan ORang-ORang yang zhalim..”
[QS. Al-Mu'minun (23) : 94]

DaRi Abi HuRaiRah Ra. beRkata bahwa Rasulullah saw beRsabda, “BaRangsiapa beRbuat zhalim kepada saudaRanya yang seiman daRi haRtanya atau sebagian daRi itu, maka hendaklah ia menyelesaikannya pada haRi ini (di dunia) sebelum datang haRi dimana dinaR dan diRham tidak membeRi manfaat apa-apa.Bila ia mempunyai amal shaleh maka amal teRsebut dibeRikan kepada saudaRanya yang dizhaliminya. Namun jika ia tidak memiliki amal shaleh maka dOsa yang dizhaliminya, ditimpakan kepadanya.”
(dishahihkan BukhaRi – Muslim, TiRmidzi dan Abu Daud)

DaRi Abu BakRah -Radhiallaahu ‘anhu-, dia beRkata:Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam beRsabda:”Tidak ada dOsa yang lebih pantas untuk disegeRakan Oleh Allah siksaannya teRhadap pelakunya di dunia beseRta siksaan yang disimpan (dikemudiankan/ditangguhkan) OlehNya untuknya di akhiRat daRipada kezhaliman dan memutuskan Rahim (hubungan kekeluaRgaan)‘ “. (H.R. at-TuRmuziy, dia beRkata:”hadits hasan”).
Baca entri selengkapnya »

IBSN: [HOTD] seputaR haid dan peRmasalahannya

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri[bersetubuh] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
[QS. Al Baqarah, 2 : 222]

Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa seorang wanita bertanya kepadanya: Apakah salah seorang di antara kami harus mengganti salat pada masa haid? Aisyah berkata: Apakah engkau termasuk golongan Haruriyyah (salah satu golongan Khawarij)? Dahulu, pada masa Rasulullah saw. di antara kami ada yang haid, tetapi tidak diperintahkan mengganti (salat)

Hadis riwayat Asma ra., ia berkata:
Seorang wanita datang kepada Nabi saw., ia berkata: Salah seorang di antara kami, pakaiannya terkena darah haid. Apa yang harus dilakukannya? Beliau bersabda: Mengerik darah itu, lalu menggosoknya dengan air, kemudian dibasuh. Setelah itu ia boleh salat dengan pakaian tersebut

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Fatimah binti Abu Hubaisy datang kepada Nabi saw. dan berkata: Wahai Rasulullah saw, saya adalah wanita yang beristihadhah sehingga saya tidak bersih. Apakah saya boleh meninggalkan salat? Beliau bersabda: Tidak. Itu hanya darah sakit, bukan darah haid. Apabila haidmu datang, tinggalkanlah salat dan jika sudah berhenti, bersihkan darah itu dari dirimu kemudian salat

Hadis riwayat Maimunah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. biasa menggauli (tanpa senggama) istri-istri beliau yang sedang haid dari luar izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Seorang wanita bertanya kepada Nabi saw. tentang cara wanita mandi wajib dari haid? Perawi hadis berkata: Kemudian Aisyah menjelaskan bahwa beliau mengajarkannya cara mandi. (Di antara sabda beliau): Engkau ambil kapas yang diberi misik, lalu bersihkan dengan kapas itu. Wanita itu berkata: Bagaimana cara membersihkannya? Beliau bersabda: Maha suci Allah! Bersihkan saja dengan kapas itu. Dan beliau bersembunyi. (Sufyan bin Uyainah memberi isyarat tangan kepada kami pada wajahnya). Perawi hadis melanjutkan: Aisyah berkata: Aku tarik wanita itu mendekati aku. Aku tahu apa yang diinginkan Nabi saw, lalu aku berkata kepadanya: Bersihkan bekas darah haidmu dengan kapas itu

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Adalah Nabi saw. apabila beriktikaf, beliau mendekatkan kepalanya padaku, lalu aku menyisir rambut beliau. Beliau tidak masuk rumah, kecuali jika ada hajat kemanusiaan

sebagai tambahan info..
berikut ada program yang bisa dipake untuk membantu memprediksi masa kesuburan.. ;-)

tampilan Program Prediksi Masa Kesuburan Wanita

tampilan Program Prediksi Masa Kesuburan Wanita


program nya bisa di donlod gratis disini..

Links:
Baca entri selengkapnya »

[DOA] adab-adab dalam beRdOa

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
[QS. Al A'raaf, 7: 56]

Berdoa adalah suatu amalan ibadah, yang hendak dimohonkan oleh manusia yang penuh kelemahan, banyak dosa dan tidak berdaya, akan diajukan kepada Dzat Yang Maha Tinggi, Yang Menggenggam semua khazanah bumi dan langit, maka tentu saja harus menggunakan adab-adab dalam memohon. Di dalam Kitab Fiqhus-Sunnah karya Sayid Sabiq dan juga Kitab Ihyaa ‘Ulumiddiin, dijelaskan bahwa di antara adab-adab dalam berdoa adalah:
Baca entri selengkapnya »

[DOA] bacaan dan Rukun khatib jumat

Tata cara pelaksanaan shalat Jum’at, yaitu :
1. Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
2. Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
3. Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasehat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta’ala. Kemudian duduk sebentar
4. Khutbah kedua: Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai
5. Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan shalat. Kemudian memimpin shalat berjama’ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.

Adapun rukun khutbah Jumat paling tidak ada lima perkara.
1. Rukun Pertama: Hamdalah
Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 388 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: