<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>oRiDo™ On wORds &#187; RindukamipadamuyaaRasul</title>
	<atom:link href="http://orido.wordpress.com/category/rindukamipadamuyaarasul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://orido.wordpress.com</link>
	<description>jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 04:24:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='orido.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/904946ef36a92c455d7ea57887c1dba2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>oRiDo™ On wORds &#187; RindukamipadamuyaaRasul</title>
		<link>http://orido.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://orido.wordpress.com/osd.xml" title="oRiDo™ On wORds" />
		<item>
		<title>[RASUL] halus, lemah lembut, dan sabaR</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/10/05/rasul-halus-lemah-lembut-dan-sabar/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/10/05/rasul-halus-lemah-lembut-dan-sabar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 03:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[RindukamipadamuyaaRasul]]></category>
		<category><![CDATA[Lemah lembut]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[zhalim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad itu adalah utusan Allah dan ORang-ORang yang beRsama dengan dia adalah keRas teRhadap ORang-ORang kafiR, tetapi beRkasih sayang sesama meReka. Kamu lihat meReka Ruku&#8217; dan sujud mencaRi kaRunia Allah dan keRidhaan-Nya, tanda-tanda meReka tampak pada muka meReka daRi bekas sujud [Maksudnya: pada aiR muka meReka kelihatan keimanan dan kesucian hati meReka]. Demikianlah sifat-sifat meReka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=778&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em><img src="http://orido.files.wordpress.com/2009/03/muhammad1.jpg?w=128&#038;h=128" alt="Allahumma shalli &#39;alaa Muhammad..." title="Allahumma shalli &#39;alaa Muhammad..." width="128" height="128" class="alignleft size-full wp-image-456" /></em><em>Muhammad itu adalah utusan Allah dan ORang-ORang yang beRsama dengan dia adalah keRas teRhadap ORang-ORang kafiR, tetapi beRkasih sayang sesama meReka. Kamu lihat meReka Ruku&#8217; dan sujud mencaRi kaRunia Allah dan keRidhaan-Nya, tanda-tanda meReka tampak pada muka meReka daRi bekas sujud [Maksudnya: pada aiR muka meReka kelihatan keimanan dan kesucian hati meReka]. Demikianlah sifat-sifat meReka dalam TauRat dan sifat-sifat meReka dalam Injil, yaitu sepeRti tanaman yang mengeluaRkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besaRlah dia dan tegak luRus di atas pOkOknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya kaRena Allah hendak menjengkelkan hati ORang-ORang kafiR (dengan kekuatan ORang-ORang mukmin). Allah menjanjikan kepada ORang-ORang yang beRiman dan mengeRjakan amal yang saleh di antaRa meReka ampunan dan pahala yang besaR. [<strong>QS. Al Fath (48), ayat 29</strong>]</em></p></blockquote>
<p>MeRampas dan mengambil hak ORang lain dengan paksa meRupakan ciRi ORang-ORang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah memancangkan pOndasi-pOndasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap ORang agaR mendapatkan dan mengambil haknya yang diRampas. Dan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah menjalankan kaidah teRsebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan kaRunia yang telah Allah cuRahkan beRupa peRintah dan laRangan. Kita tidak peRlu takut adanya kezhaliman, peRampasan, pengambilan dan pelanggaRan hak di Rumah beliau. </p>
<p>&#8216;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha menutuRkan:<br />
&#8220;<strong>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak peRnah sama sekali memukul seORang pun dengan tangannya kecuali dalam Rangka beRjihad di jalan Allah. Beliau tidak peRnah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak peRnah membalas suatu aniaya yang ditimpakan ORang atas diRinya. Selama ORang itu tidak melanggaR kehORmatan Allah Namun, bila sedikit saja kehORmatan Allah dilanggaR ORang, maka beliau akan membalasnya semata-mata kaRena Allah</strong>.&#8221; (HR. Ahmad)<br />
<span id="more-778"></span><br />
&#8216;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha mengisahkan: &#8220;<em>Suatu kali aku beRjalan beRsama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beliau mengenakan kain najRan yang tebal pinggiRannya. Kebetulan beliau beRpapasan dengan seORang ARab badui, tiba-tiba si ARab badui tadi menaRik dengan keRas kain beliau itu, sehingga aku dapat melihat bekas taRikan itu pada leheR beliau. teRnyata taRikan tadi begitu keRas sehingga ujung kain yang tebal itu membekas di leheR beliau. Si ARab badui itu beRkata: &#8220;Wahai Muhammad, beRikanlah kepadaku sebagian yang kamu miliki daRi haRta Allah!&#8221; Beliau lantas menOleh kepadanya sambil teRsenyum lalu mengabulkan peRmintaannya.</em>&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </p>
<p>Ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam baRu kembali daRi pepeRangan Hunain, bebeRapa ORang ARab badui mengikuti beliau, meReka meminta bagian kepada beliau. MeReka teRus meminta sampai-sampai beliau teRdesak ke sebuah pOhOn, sehingga jatuhlah selendang beliau, ketika itu beliau beRada di atas tunggangan. Beliau lantas beRkata:<br />
&#8220;<em>Kembalikanlah selendang itu kepadaku, Apakah kamu khawatiR aku akan beRlaku bakhil? Demi Allah, seadainya aku memiliki unta-unta yang meRah sebanyak pOhOn &#8216;Udhah ini, niscaya akan aku bagikan kepadamu, kemudian kalian pasti tidak akan mendapatiku sebagai seORang yang bakhil, penakut lagi pendusta.</em>&#8221; (HR. Al-Baghawi di dalam kitab SyaRhus Sunnah dan telah dinyatakan shahih Oleh Syaikh Al-Albani) </p>
<p>MeRupakan bentuk taRbiyah dan ta&#8217;lim yang paling jitu dan indah adalah beRlaku lemah lembut dalam segala peRkaRa, dalam mengenal maslahat dan menOlak mafsadat. </p>
<p>KecembuRuan yang dimiliki paRa sahabat telah mendOROng meReka untuk menyanggah setiap melihat ORang yang keliRu dan teRgelinciR dalam kesalahan. MeReka memang beRhak melakukan hal itu! Namun Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam yang lembut dan penyantun melaRang meReka melakukan sepeRti itu, kaRena ORang itu (pelaku kesalahan itu) jahil atau kaRena mudhaRat yang timbul dibalik itu lebih besaR. Tentu saja, peRilaku Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam lebih utama untuk diteladani. </p>
<p>Abu HuRaiRah Radhiallahu anhu menceRitakan: &#8220;Suatu ketika, seORang ARab Badui buang aiR kecil di dalam masjid (tepatnya di sudut masjid). ORang-ORang lantas beRdiRi untuk memukulinya. Namun Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam memeRintahkan: &#8220;<em>BiaRkanlah dia, siRamlah aiR kencingnya dengan seembeR atau segayung aiR. Sesungguhya kamu ditampilkan ke tengah-tengah umat manusia untuk membeRi kemudahan bukan untuk membuat kesukaRan.</em>&#8221; (HR. Al-BukhaRi) </p>
<p><strong>KesabaRan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam menyebaRkan dakwah layak menjadi mOtivasi bagi kita untuk meneladaninya. Kita wajib beRjalan di atas manhaj (metOde) beliau di dalam beRdakwah semata-mata kaRena Allah tanpa membela kepentingan pRibadi.</strong> </p>
<p>&#8216;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha peRnah beRtanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam : &#8220;<em>Apakah ada haRi yang engkau Rasakan lebih beRat daRipada haRi pepeRangan Uhud?</em>&#8221; beliau menjawab:<br />
&#8220;Aku telah mengalami beRbagai peRistiwa daRi kaummu, yang paling beRat kuRasakan adalah pada haRi &#8216;Aqabah, ketika aku menawaRkan dakwah ini kepada Abdu Yalail bin Abdi Kalaal namun dia tidak meRespOn keinginanku. Akupun kembali dengan wajah kecewa. Aku teRus beRjalan dan baRu teRsadaR ketika telah sampai di QORnuts Tsa&#8217;alib (sebuah gunung di kOta Makkah). Aku tengadahkan wajahku, kulihat segumpal awan tengah memayungiku. Aku peRhatikan dengan saksama, teRnyata Malaikat JibRil alaihissalam ada di sana. Lalu ia menyeRuku: &#8220;Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mendengaR ucapan kaum-mu dan bantahan meReka teRhadapmu. Dan aku telah mengutus malaikat pengawal gunung kepadamu supaya kamu peRintahkan ia sesuai kehendakmu. Kemudian malaikat pengawal gunung itu membeRi salam kepadaku lalu beRkata: &#8220;Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mendengaR ucapan kaummu dan bantahan meReka teRhadapmu, dan aku adalah malaikat pengawal gunung, Allah Subhanahu wata’ala telah mengutusku kepadamu untuk melaksanakan apa yang kamu peRintahkan kepadaku. SekaRang, apakah yang kamu kehendaki? jika kamu menghendaki agaR aku menimpakan kedua gunung ini atas meReka, niscaya aku lakukan!&#8221; Beliau menjawab: &#8220;<strong>Tidak, justRu aku beRhaRap semOga Allah Subhanahu wata’ala mengeluaRkan daRi tulang sulbi meReka ketuRunan yang menyembah Allah Subhanahu wata’ala semata dan tidak mempeRsekutukan sesuatu apapun dengan-Nya.</strong>&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </p>
<p>Pada haRi ini, seRing kita lihat sebagian ORang yang beRsikap teRbuRu-buRu dalam beRdakwah. BeRhaRap dapat segeRa memetik hasil. Hanya membela kepentingan pRibadi yang justRu hal itu meRusak dakwah dan mengOtORi keikhlasan. Oleh sebab itu, beRapa banyak kelOmpOk-kelOmpOk dakwah yang gagal kaRena individu-individunya tidak memiliki kesabaRan dan ketabahan! </p>
<p>Setelah beRsabaR dan beRjuang selama beRtahun-tahun, baRulah teRwujud apa yang dicita-citakan Rasulullah </p>
<p>Dalam sebuah syaiR disebutkan: </p>
<blockquote><p><em>Bagaimanakah mungkin dapat diimbangi<br />
seORang insan teRbaik yang hadiR di muka bumi.<br />
Semua ORang yang teRpandang tidak akan mampu mencapai ketinggian deRajatnya.<br />
Semua ORang yang mulia tunduk di hadapannya.<br />
PaRa penguasa TimuR dan BaRat Rendah di sisi-nya. </em></p></blockquote>
<p>Abdullah bin Mas&#8217;ud Radhiallaahu anhu mengungkapkan: &#8220;<em>Sampai sekaRang masih teRlintas dalam ingatanku saat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengisahkan seORang Nabi yang dipukul kaumnya hingga beRdaRah. Nabi teRsebut mengusap daRah pada wajahnya seRaya beRdOa:<br />
&#8220;Ya Allah, ampunilah kaumku! kaRena meReka kaum yang jahil.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih) </p>
<p>Pada suatu haRi ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tengah melayat satu jenazah, datanglah seORang Yahudi beRnama Zaid bin Su&#8217;nah menemui beliau untuk menuntut utangnya. Yahudi itu menaRik ujung gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis.<br />
Dia beRkata: &#8220;<em>Ya Muhammad, lunaskanlah utangmu padaku</em>!&#8221; dengan nada yang kasaR.<br />
Melihat hal itu UmaR Radhiallahu&#8217;anhu pun maRah, ia menOleh ke aRah Zaid si Yahudi sambil mendelikkan matanya seRaya beRkata: &#8220;<em>Hai musuh Allah, apakah engkau beRani beRkata dan beRbuat tidak senOnOh teRhadap Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam di hadapanku!&#8221; Demi Dzat Yang telah mengutusnya dengan membawa Al-Haq, seandainya bukan kaRena menghindaRi teguRan beliau, niscaya sudah kutebas engkau dengan pedangku</em>!&#8221; </p>
<p>SementaRa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mempeRhatikan Reaksi UmaR Radhiallaahu anhu dengan tenang. Beliau beRkata:<br />
&#8220;<em>Wahai UmaR, saya dan dia lebih membutuhkan peRkaRa yang lain (nasihat). Yaitu engkau anjuRkan kepadaku untuk menunaikan utangnya dengan baik, dan engkau peRintahkan dia untuk menuntut utangnya dengan caRa yang baik pula. Wahai umaR bawalah dia dan tunaikanlah haknya seRta tambahlah dengan dua puluh sha&#8217; kuRma</em>.&#8221; </p>
<p>Melihat UmaR Radhiallahu anhu menambah dua puluh sha&#8217; kuRma, Zaid si Yahudi itu beRtanya: &#8220;<em>Ya UmaR, tambahan apakah ini</em>?<br />
UmaR Radhiallahu anhu menjawab: &#8220;<em>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam memeRintahkanku untuk menambahkannya sebagai ganti kemaRahanmu</em>!&#8221;<br />
Si Yahudi itu beRkata: &#8220;<em>Ya UmaR, apakah engkau mengenalku?</em>&#8220;<br />
&#8220;Tidak, lalu siapakah Anda?&#8221; UmaR Radhiallahu&#8217;anhu balas beRtanya. &#8220;Aku adalah Zaid bin Su&#8217;nah&#8221; jawabnya. &#8220;<em>Apakah Zaid si pendeta itu?</em>&#8221; tanya UmaR lagi.<br />
&#8220;<em>BenaR</em>!&#8221; sahutnya.<br />
UmaR lantas beRkata: &#8220;<em>Apakah yang mendOROngmu beRbicaRa dan beRtindak sepeRti itu teRhadap Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> ?<br />
Zaid menjawab: &#8220;<em>Ya UmaR, tidak satupun tanda-tanda kenabian kecuali aku pasti mengenalinya melalui wajah beliau setiap kali aku memandangnya. Tinggal dua tanda yang belum aku buktikan, yaitu: apakah kesabaRannya dapat memupus tindakan jahil, dan apakah tindakan jahil yang ditujukan kepadanya justRu semakin menambah kemuRahan hati-nya?&#8221; Dan sekaRang aku telah membuktikannya. Aku beRsaksi kepadamu wahai UmaR, bahwa aku Rela Allah Subhanahu wata’ala sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai nabiku. Dan Aku beRsaksi kepadamu bahwa aku telah menyedekahkan sebagian haRtaku untuk umat Muhammad</em> .<br />
UmaR beRkata: &#8220;<em>Ataukah untuk sebagian umat Muhammad Shallallahu&#8217;alaihi wasallam saja? sebab haRtamu tidak akan cukup untuk dibagikan kepada seluRuh umat Muhammad </em>.&#8221;<br />
Zaid beRkata: &#8220;<em>Ya, untuk sebagian umat Muhammad</em> . Zaid kemudian kembali menemui Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan menyatakan kalimat syahadat &#8220;<em>Asyhadu al Laa Ilaaha Illallaahu, wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuuluhu</em>&#8220;. Ia beRiman dan membenaRkan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam .&#8221; (HR. Al-Hakim dalam kitab MustadRak dan menshahihkannya). </p>
<p>CObalah peRhatikan dialOg yang panjang teRsebut, sebuah pendiRian dan kesudahan yang mengesankan. SemOga kita dapat meneladani junjungan kita nabi besaR Muhammad . Meneladani kesabaRan beliau dalam menghadapi beRaneka Ragam manusia. Dan dalam mendakwahi meReka dengan lemah lembut dan santun. MembeRikan mOtivasi bila meReka beRlaku baik, seRta menumbuhkan Rasa Optimisme di dalam diRi meReka. </p>
Posted in RindukamipadamuyaaRasul Tagged: Lemah lembut, Muhammad SAW, Rasulullah, sabar, zhalim <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=778&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/10/05/rasul-halus-lemah-lembut-dan-sabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/03/muhammad1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Allahumma shalli &#39;alaa Muhammad...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[RASUL] mencintai istRi shalehah</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/04/24/rasul-mencintai-istri-shalehah/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/04/24/rasul-mencintai-istri-shalehah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 10:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[RindukamipadamuyaaRasul]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[hadith]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[istri shalehah]]></category>
		<category><![CDATA[istri-istri Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[
Di bawah naungan Rumah tangga yang beRsahaja di situlah tinggal sang istRi, pahlawan di balik layaR pembawa ketenangan dan kesejukan.
Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam beRsabda:
&#8220;Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istRi yang shalihah.&#8221; (Lihat Shahih Jami&#8217; ShaghiR kaRya Al-Albani)
Di antaRa keelOkan budi pekeRti Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan kehaRmOnisan Rumah tangga beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=526&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&#038;h=49" border="0" width="150" height="49" alt="bismillahhiRRahmaniRRahim" /></p>
<p>Di bawah naungan Rumah tangga yang beRsahaja di situlah tinggal sang istRi, pahlawan di balik layaR pembawa ketenangan dan kesejukan.<br />
Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam beRsabda:<br />
&#8220;Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istRi yang shalihah.&#8221; (Lihat Shahih Jami&#8217; ShaghiR kaRya Al-Albani)</p>
<p>Di antaRa keelOkan budi pekeRti Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan kehaRmOnisan Rumah tangga beliau ialah memanggil &#8216;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha dengan nama kesayangan dan mengabaRkan kepadanya beRita yang membuat jiwa seRasa melayang-layang. </p>
<p>Aisyah Radhiyallah &#8216;anha menutuRkan: &#8220;Pada suatu haRi Rasu-lullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam beRkata kepadanya:<br />
&#8220;<em>Wahai &#8216;Aisy (panggilan kesayangan &#8216;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha ), Malaikat JibRil &#8216;alaihissalam tadi menyampaikan salam buatmu</em>.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </p>
<p>Bahkan beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempuRna akhlaknya dan paling tinggi deRajatnya telah membeRikan sebuah cOntOh yang beRhaRga dalam hal beRlaku baik kepada sang istRi dan dalam hal keRendahan hati, seRta dalam hal mengetahui keinginan dan kecembuRuan wanita. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam menempatkan meReka pada kedudukan yang diidam-idamkan Oleh seluRuh kaum hawa. Yaitu menjadi seORang istRi yang memiliki kedudukan teRhORmat di samping suaminya. </p>
<p>Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha menutuRkan:<br />
<span id="more-526"></span><br />
Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku membeRikan gelasku kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan beliau meminumnya daRi mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepOtOng daging, lantas beliau mengambil pOtOngan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[istRi Rasulullah 'aisyah binti abu bakaR ROdhiallahu 'anha]</strong><br />
<a href="http://dangdoank.multiply.com/reviews/item/28">http://dangdoank.multiply.com/reviews/item/28</a><br />
<a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=889">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=889</a></p>
<ul>
<li>&#8216;Aisyah adalah guRunya kaum laki-laki, seORang wanita yang suka kebenaRan, putRi daRi seORang laki-laki yang suka kebenaRan, yaitu Khalifah Abu BakaR daRi suku QuRaisy At-Taimiyyah di Makkah, ibunda kaum mukmin, istRi pemimpin seluRuh manusia, istRi Nabi yang paling dicintai, sekaligus putRi daRi laki-laki yang paling dicintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. </li>
<li>Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi &#8216;Aisyah dan Saudah pada waktu yang beRsamaan. Hanya saja pada saat itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup seRumah dengan &#8216;Aisyah. Setelah kuRang lebih tiga tahun hidup seRumah dengan Saudah, tepatnya pada bulan Syawal setelah peRang BadaR, baRulah beliau hidup seRumah dengan &#8216;Aisyah. &#8216;Aisyah menempati salah satu kamaR yang teRletak di kOmplek Masjid Nabawi. yang teRbuat daRi batu bata dan beRatapkan pelepah kuRma. Alas tiduRnya hanyalah kulit hewan yang diisi Rumput keRing; alas duduknya beRupa tikaR; sedang tiRai kamaRnya teRbuat daRi bulu hewan. Di Rumah yang sedeRhana itulah &#8216;Aisyah memulai kehidupan sebagai istRi yang kelak akan menjadi peRbincangan dalam sejaRah.</li>
<li>Dalam kehidupan beRumah tangga, <strong>&#8216;Aisyah meRupakan guRu bagi setiap wanita di dunia sepanjang masa. Ia adalah sebaik-baik istRi dalam beRsikap Ramah kepada suami, menghibuR hatinya, dan menghilangkan deRita suami yang beRasal daRi luaR Rumah, baik yang disebabkan kaRena pahitnya kehidupan maupun kaRena Rintangan dan hambatan yaRig ditemui ketika menjalankan tugas agama. &#8216;Aisyah adalah seORang istRi yang paling beRjiwa mulia, deRmawan, dan sabaR dalam mengaRungi kehidupan beRsama Rasulullah ShOlallahu ‘alaihi wasallam yang seRba kekuRangan</strong>.</li>
<li>Dia adalah wanita yang tidak disengsaRakan Oleh kemis¬kinan dan tidak dilalaikan Oleh kekayaan. Ia selalu menjaga kemuliaan diRinya, sehingga dunia dalam pandangannya adalah Rendah nilainya. Datang dan peRginya dunia tidaklah dihiRaukannya. Dia adalah sebaik-baik istRi yang amat mempeRhatikan dan memanfaatkan peRtemuan langsung dengan Rasulullah ShOlallahu ‘alaihi wasallam, sehingga dia menguasai beRbagai ilmu dan memiliki kefasihan beRbicaRa yang menjadikan diRinya sebagai guRu paRa shahabat dan sebagai Rujukan untuk memahami Hadits, sunnah, dan fiqih. Az-ZuhRi beRkata: &#8220;<strong>Seandainya ilmu semua wanita disatu¬kan, lalu dibandingkan dengan ilmu &#8216;Aisyah, tentulah ilmu &#8216;Aisyah lebih utama daRipada ilmu meReka</strong>.</li>
<li>Selain memiliki beRbagai keutamaan dan kemuliaan, &#8216;Aisyah juga memiliki kekuRangan, yakni memiliki sifat gampang cembuRu. Bahkan dia teRmasuk istRi Nabi ShOlallahu ‘alaihi wasallam yang paling besaR Rasa cembuRunya. <em>Rasa cembuRu memang teRmasuk sifat pembawaan seORang wanita. Namun demikian, peRasaan cembuRu yang ada pada &#8216;Aisyah masih beRada dalam batas yang wajaR dan selalu mendapat bimbingan daRi Nabi, sehingga tidak sampai melampaui batas dan tidak sampai menyakiti istRi Nabi ShOlallahu ‘alaihi wasallam yang lain</em>.</li>
<li>Ketika Rasulullah ShOlallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya daRi haji Wada&#8217; dan meRasa bahwa ajalnya sudah dekat, setelah diRasa selesai dalam menunaikan amanat dan menyampaikan Risalah, &#8216;Aisyah dengan setia menjaga dan meRawat beliau. Bahkan saking cintanya, sakit yang dideRita Nabi itu Rela &#8216;Aisyah tebus dengan diRinya kalau memang hal itu memungkinkan. &#8216;Aisyah beRkata: &#8220;Aku Rela menjadikan diRiku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah.&#8221; Tak lama kemudian Rasul pun wafat di atas pangkuan &#8216;Aisyah.</li>
<li>&#8216;Aisyah melukiskan detik-detik teRakhiR daRi kehidupan Rasulullah ShOlallahu ‘alaihi wasallam sebagai beRikut: &#8220;Rasulullah ShOlallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di Rumahku, pada haRi giliRanku, dan beliau beRsandaR di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, &#8216;AbduR Rahman bin Abu BakaR (saudaRaku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rasulullah ShOlallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak teRsebut, sehingga aku mengiRa bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus), kukebutkan, dan kubeReskan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Selanjutnya, siwak itu kubeRikan kepada Nabi ShOlallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun beRsiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum peRnah aku melihat caRa beR¬siwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau beRmaksud membeRi¬kannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendO&#8217;akan beliau dengan dO&#8217;a yang biasa diucapkan JibRil untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (AllOOhumma RObban naasi&#8230; dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca dO&#8217;a teRsebut, melainkan beliau mengaRahkan pandangannya ke atas, lalu membaca dO&#8217;a: &#8216;<em>ARROfiiqOl a&#8217;laa </em>(Ya Allah, kumpulkanlah aku di suRga beRsama meReka yang deRajatnya paling tinggi: paRa nabi, shiddiqin, syuhada&#8217;, dan shalihin). Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan aiR liuRku dengan aiR liuR beliau pada penghabisan haRi beliau di dunia.</li>
</ul>
<p><strong>[cOntOh untuk diteladani : syuRaih al-qadhi, badR al-maghazili, Riyah al-qaisi dan isteRi-isteRinya]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2373/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2373/slash/0</a></p>
<ul>
<li>DiRiwayatkan bahwa SyuRaih al-Qadhi beRtemu dengan asy-Sya’bi pada suatu haRi, lalu asy-Sya’bi beRtanya kepadanya tentang keadaannya di Rumahnya. Ia menjawab: “Selama 20 tahun aku tidak melihat sesuatu yang membuatku maRah teRhadap isteRiku.” Asy-Sya’bi beRtanya, “Bagaimana itu teRjadi?” SyuRaih menjawab, “Sejak malam peRtama aku beRsua dengan isteRiku, aku melihat padanya kecantikan yang menggOda dan kecantikan yang langka. Aku beRkata dalam hatiku: “Aku akan beRsuci dan shalat dua Rakaat sebagai tanda syukuR kepada Allah. Ketika aku salam dan mendapati isteRiku menunaikan shalat dengan shalatku dan salam dengan salamku.</li>
<li>SyuRaih beRkata, “Kemudian aku beRmalam beRsamanya pada malam yang sangat nikmat (baik). Aku hidup beRsamanya selama setahun dan aku tidak melihat melainkan sesuatu yang aku sukai. </li>
<li><strong>Wanita tidak menjadi lebih buRuk keadaannya daRinya dalam dua keadaan: jika melahiRkan anak, atau dimuliakan di sisi suaminya. </strong>Demi Allah, laki-laki tidak menemui di Rumahnya yang lebih buRuk daRipada wanita yang manja. Oleh kaRena itu, hukumlah dengan hukuman yang engkau suka, dan didiklah dengan didikan yang engkau suka.’ Lalu aku tinggal beRsamanya selama 20 tahun, dan aku tidak peRnah menghukumnya mengenai sesuatu pun, kecuali sekali, dan aku meRasa telah menzhaliminya.</li>
<li>Kisah Riyah al-Qaisi dan istRinya yang selalu membangunkan nya untuk shalat malam.<br />
‘IsteRi Hubaib, yakni Ummu Muhammad mengatakan bahwa ia teRjaga pada suatu malam sedangkan suaminya tiduR, lalu ia membangunkannya pada waktu sahuR seRaya mengatakan, ‘Bangunlah wahai pRia, sebab malam telah beRlalu dan siang pun tiba, sedangkan di hadapanmu ada jalan yang panjang dan peRbekalan yang sedikit. PaRa kafilah ORang-ORang shalih di depan kita, sedangkan kita di belakang.’</li>
</ul>
<p><strong>[bila suami beRpeRangai kasaR]</strong><br />
<a href="http://www.asysyaRiah.com/print.php?id_online=500">http://www.asysyaRiah.com/print.php?id_online=500</a></p>
<ul>
<li>Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah beRtitah: “<strong>Janganlah kalian memukul hamba-hamba peRempuan Allah</strong>&#8220;.</li>
<li>Kata Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meReka bukanlah ORang yang teRbaik, kaRena <strong>suami yang teRbaik tidak akan memukul istRinya. JustRu ia beRsabaR dengan kekuRangan yang ada pada istRinya.</strong> Kalaupun ingin membeRi (pukulan) pendidikan kepada istRinya, ia tidak akan memukulnya dengan keRas hingga membuatnya mengadu/mengeluh. </li>
<li>Al-Imam Al-Baghawi Rahimahullahu menjelaskan bahwa <strong>sekalipun memukul istRi dibOlehkan kaRena akhlak meReka yang jelek misalnya, namun menahan diRi dan beRsabaR atas kejelekan meReka seRta tidak memukul meReka justRu lebih utama dan lebih bagus.</strong></li>
<li>Bila istRi beRbuat nusyuz, duRhaka kepada suaminya dan tidak mempan dinasihati dengan baik, tidak pula beRubah setelah ‘dibOikOt’ di tempat tiduRnya, ketika itu suami dibOlehkan menempuh tahapan ketiga untuk meluRuskan kebengkOkan istRinya, yaitu dengan memukulnya. </li>
<li><strong>Apabila seORang suami teRpaksa memukul istRi maka pukulan teRsebut tidak bOleh sampai membuat cacat. Hendaklah ia memukul dengan pukulan yang Ringan</strong>, sehingga tidak membuat si istRi menjauh ataupun mendendam kepada suaminya. </li>
<li>“Janganlah engkau memukul wajah (istRimu), jangan menjelekkannya, dan jangan membOikOt (mendiamkan)-nya kecuali di dalam Rumah.” (HR. Abu Dawud nO. 2142 dan selainnya, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil Rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/86)</li>
<li>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah <strong>suami yang sangat lembut. Tak peRnah melakukan kekeRasan teRhadap istRinya, dan tak peRnah memukul seORang pun</strong>. </li>
<li>“<strong>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak peRnah memukul seORang pun dengan tangannya. Tidak peRnah memukul seORang wanita, tidak peRnah pula memukul pembantunya</strong>, kecuali bila beliau beRjihad fi sabilillah….” (HR. Muslim nO. 6004)</li>
<li><strong>Nasihat SeORang Ulama dalam Menghadapi Suami yang KasaR</strong>: &#8220;<em>Sungguh anda telah melakukan peRkaRa yang baik dengan kesabaRan dan ketabahan anda dalam menanggung kekakuan dan jeleknya akhlak suami anda. Saya pesankan kepada anda untuk <strong>teRus menambah kesabaRan dan jangan meninggalkan Rumah suami anda</strong>. KaRena dengan teRus beRtahan dalam kesabaRan Insya Allah ada kebaikan yang besaR dan akhiR yang baik. Tidak ada laRangan bagi anda untuk mengajaknya beRcanda dan beRbincang dengan menggunakan kata-kata yang bisa melunakkan hatinya. Yang menyebabkannya senang kepada anda dan membuatnya menyadaRi hak anda teRhadapnya. Tidak usah anda menuntut kebutuhan-kebutuhan duniawi kepadanya selama ia masih menegakkan peRkaRa-peRkaRa penting yang wajib. Sehingga hatinya menjadi lapang dan dadanya menjadi luas daRi menghadapi tuntutan-tuntutan anda. Anda akan mendapatkan akhiR/kesudahan yang baik Insya Allah. SemOga Allah Subhanahu wa Ta’ala membeRi taufik kepada anda agaR membeRi anda tambahan seluRuh kebaikan. Dan semOga Dia mempeRbaiki keadaan suami anda, membeRinya ilham kepada keluRusan dan menganugeRahinya akhlak yang baik seRta penuh peRhatian teRhadap hak-hak yang ada</em>.&#8221; <strong>Maka beRsabaRlah dan teRus beRsabaR, diseRtai dOa kepada AR-Rahman…!</strong> Sungguh kesudahan yang baik akan anda Raih dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.</li>
</ul>
<p><strong>[fathimah binti al-yaman -ROdhiyallahu 'anha]</strong><br />
<a href="http://kisahislam.com/siroh-sahabiyah/12-fathimah-binti-al-yaman-rodhiyallahu-anha-">http://kisahislam.com/siroh-sahabiyah/12-fathimah-binti-al-yaman-rodhiyallahu-anha-</a></p>
<ul>
<li>Fathimah binti Al-Yaman ROdhiallahu &#8216;anha adalah salah seORang sahabiyat yang ORang tuanya sahabat-sahabiyat, dan saudaRanya sahabat dan sahabiyat.</li>
<li>PaRa penulis biOgRafi menyebutkan bahwa Fathimah binti Al-Yaman mempunyai dua saudaRa peRempuan, yaitu Ummu Salamah binti Al-Yaman yang teRmasuk wanita beRiman, Muslimah, dan ahli ibadah. Dan Khaulah binti Al-Yaman yang juga menjadi sahabiyat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.</li>
<li>Al-Hasan dan Al-Husain dinamakan anak Fathimah-Fathimah, kaRena ibu keduanya ialah Fathimah Az-ZahRa&#8217;, nenek keduanya adalah Fathimah binti Asad, dan nenek Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam daRi jaluR ayah beliau ialah Fathimah binti Abdullah bin AmR bin ImRan bin Makhzum.</li>
<li>Jumlah sahabiyat yang beRnama Fathimah lebih daRi dua puluh. Di antaRa meReka ialah Fathimah Az-ZahRa&#8217; binti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Fathimah binti Asad yang tidak lain adalah ibu Ali bin Abu Thalib, Fathimah binti Khaththab yang tidak lain adalah saudaRa peRempuan UmaR bin Khaththab, dan Fathimah binti Al-Yaman.</li>
</ul>
<p><strong>[inilah istRi-istRi Rasulullah saw yang semuanya luaR biasa.....]</strong><br />
<a href="http://akujatuhcinta.multiply.com/journal/item/7">http://akujatuhcinta.multiply.com/journal/item/7</a></p>
<ul>
<li>Sepeninggal Khadijah R. A., Rasulullah SAW sangat beRsedih hati. Namun kesedihan ini tidak dipendam lama-lama kaRena dakwah Islam yang masih beRusia sangat muda memeRlukan penanganan yang teRamat seRius. Sebab itu, Rasulullah SAW memeRlukan pendamping hidup sepeninggal Khadijah R. A. Maka beliau pun, atas izin Allah SWT, menikah kembali. Inilah keutamaan peRnikahan-peRnikahan yang dilakukan Rasulullah SAW sepeninggal Khadijah R. A. </li>
<li><strong>IstRi-istRi Rasulullah</strong>:</li>
</ul>
<ul>
	<strong>Saudah binti Zum’ah</strong>; Ketika dilamaR Rasulullah SAW, Saudah telah beRusia 70 tahun dengan 12 anak. PeRempuan beRkulit hitam daRi Sudan ini meRupakan janda </p>
<p>	<strong>Zainab binti Jahsy</strong>; seORang janda beRusia 45 tahun yang beRasal daRi keluaRga teRhORmat.</p>
<p>	<strong>Ummu Salamah binti Abu Umayyah</strong>; seORang janda beRusia 62 tahun. pandai mengajaR dan juga pandai beRpidatO.</p>
<p>	<strong>Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan</strong>; Untuk menyelamatkan akidah janda beRusia 47 tahun ini, Rasulullah mengambil langkah cepat dengan menikahi Ummu Habibah.</p>
<p>	<strong>JuwaiRiyyah binti Al-HaRits al-Khuzaiyyah</strong>; seORang janda beRusia 65 tahun dengan 17 anak. PeRempuan ini meRupakan budak dan tawanan peRang yang dibebaskan Rasulullah.</p>
<p>	<strong>Shafiyyah binti Hayyi Akhtab</strong>; seORang janda dua kali beRusia 53 tahun dan memiliki 10 ORang anak daRi peRnikahan sebelumnya.</p>
<p>	<strong>Maimunah binti Al-HaRits</strong>; seORang janda beRusia 63 tahun, yang beRasal daRi kabilah Yahudi Bani Kinanah. PeRnikahan ini dilakukan semata untuk mengembangkan dakwah Islam di kalangan Yahudi Bani NadhiR.</p>
<p>	<strong>Zainab binti Khuzaimah bin HaRits</strong>; seORang janda beRsuia 50 tahun yang sangat deRmawan dan banyak mengumpulkan anak-anak yatim, ORang-ORang lemah, seRta paRa fakiR miskin di Rumahnya, sehingga masyaRakat sekitaR menjulukinya sebagai “Ibu FakiR Miskin”.</p>
<p>	<strong>MaRiyah al-Kibtiyyah</strong>; Setelah delapan peRnikahannya dengan paRa janda-janda tua dengan banyak anak, baRulah Rasulullah SAW menikahi seORang gadis, ini pun beRtujuan untuk memeRdekakan MaRiyah dan menjaga iman Islamnya. MaRiyah meRupakan seORang budak beRusia 25 tahun yang dihadiahkan Oleh Raja Muqauqis daRi IskandaRiyah MesiR.</p>
<p>	<strong>Hafshah binti UmaR bin Khattab</strong>; seORang janda pahlawan peRang Uhud yang telah beRusia 35 tahun. salah seORang peRempuan peRtama di dalam Islam yang hafal dengan seluRuh suRat dan ayat al-QuR’an (Hafidzah). </p>
<p>	<strong>Aisyah binti Abu BakaR</strong>; Tentang usia peRnikahan Aisyah yang katanya masih beRusia 9 tahun, ini hanya beRdasaR satu hadits dhaif yang diRiwayatkan Oleh Hisyam bin ‘URwah saat beliau sudah ada di IRaq, dalam usia yang sangat tua dan daya ingatnya sudah jauh menuRun. BeRdasaRkan kajian peRjalanan hidup keluaRga dan anak-anak daRi Abu BakaR Ash-Shiddiq, maka akan dipeROleh keteRangan kuat bahwa Asiyah sesungguhnya telah beRusia 19-20 tahun ketika menikah dengan Rasululah SAW.
</ul>
<li>Inilah peRnikahan-peRnikahan agung yang dilakukan Rasulullah SAW. <strong>Beliau banyak menikahi paRa janda tua dengan banyak anak sebelum menikah dengan dua gadis (MaRiyyah dan Aisyah), itu pun atas peRintah Allah SWT dan di saat usia Beliau sudah tidak muda lagi</strong>. POligami yang diajaRkan, yang disunnahkan Rasulullah SAW adalah pOligami yang beRdasaRkan syaRiat yang sejati, bukan beRdasaR akal-akalan, bukan beRdasaRkan syahwat yang beRlindung di balik ayat-ayat Allah SWT.</li>
<p>Untuk mendownload file kumpulan artikel, silahkan klik link berikut:<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/4490314/RASULmencintaiistRishalehah.doc.html" target="_blank" title="Download File [RASUL] mencintai istRi shalehah"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" alt="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
Posted in RindukamipadamuyaaRasul Tagged: Al-Qur'an, hadith, hidup, islam, istri, istri shalehah, istri-istri Rasulullah, keluarga, menikah, Muhammad SAW, Rasulullah SAW, suami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=526&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/04/24/rasul-mencintai-istri-shalehah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bismillahhiRRahmaniRRahim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[RASUL] Rindu kami padamu.. yaa Rasul..</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/03/09/rasul-rindu-kami-padamu-yaa-rasul/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/03/09/rasul-rindu-kami-padamu-yaa-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 10:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[RindukamipadamuyaaRasul]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[ummat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya telah ada pada (diRi) Rasulullah itu suRi teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi ORang yang menghaRap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) haRi kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[QS. Al Ahzab, 33 : 21]
Detik-detik teRakhiR.. ”Ummatii..ummatii..”
…
Dengan suaRanya yang liRih Rasulullah beRtanya, “BeRitahu kepadaku Wahai JibRil, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? JibRil pun menjawab; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=455&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://orido.files.wordpress.com/2009/03/muhammad1.jpg?w=128&#038;h=128" alt="Allahumma shalli &#39;alaa Muhammad..." title="Allahumma shalli &#39;alaa Muhammad..." width="128" height="128" class="alignleft size-full wp-image-456" /><em>Sesungguhnya telah ada pada (diRi) Rasulullah itu suRi teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi ORang yang menghaRap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) haRi kiamat dan dia banyak menyebut Allah.<br />
<strong>[QS. Al Ahzab, 33 : 21]</strong></em></p>
<p><strong>Detik-detik teRakhiR.. ”Ummatii..ummatii..”</strong><br />
…<br />
Dengan suaRanya yang liRih Rasulullah beRtanya, “<em>BeRitahu kepadaku Wahai JibRil, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya?</em> JibRil pun menjawab; <em>“Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah beRbaRis untuk menyambut ROhmu.”</em><br />
Rasulullah SAW beRsabda: <em>“Segala puji dan syukuR bagi Tuhanku. Wahai JibRil, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku?</em> JibRil menjawab lagi: <em>&#8220;Bahawasanya pintu-pintu SyuRga telah dibuka, dan bidadaRi-bidadaRi telah beRhias, sungai-sungai telah mengaliR, dan buah-buahnya telah Ranum, semuanya menanti kedatangan ROhmu.”</em><br />
Rasulullah SAW beRsabda lagi: <em>“Segala puji dan syukuR untuk Tuhanku. BeRitahu lagi wahai JibRil, apa lagi yang di sediakan Allah untukku?</em> JibRil menjawab: <em>&#8220;Aku membeRikan beRita gembiRa untuk anda wahai kekasih Allah. Engkaulah yang peRtama-tama diizinkan sebagai pembeRi syafaat pada haRi kiamat nanti.”</em><br />
Kemudian Rasulullah SAW beRsabda: <em>“Segala puji dan syukuR, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai JibRil beRitahu kepadaku lagi tentang khabaR yang menggembiRakan aku?”</em><br />
JibRil as beRtanya: <em>“Wahai kekasih Allah, apa sebenaRnya yang ingin tuan tanyakan?</em><br />
<span id="more-455"></span>Rasulullah SAW menjawab: <em>“Tentang kegelisahanku, <strong>apakah yang akan dipeROlehi Oleh ORang-ORang yang membaca Al-QuRan sesudahku? Apakah yang akan dipeROlehi ORang-ORang yang beRpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan dipeROlehi ORang-ORang yang beRziaRah ke Baitul HaRam sesudahku?</strong>”</em><br />
JibRil menjawab: <em>“Saya membawa khabaR gembiRa untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah beRfiRman: Aku telah menghaRamkan SyuRga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau (Muhammad) dan umatmu memasukinya teRlebih dahulu.”</em><br />
Maka beRkatalah Rasulullah SAW: <em><strong>“SekaRang, tenanglah hati dan peRasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku”</strong></em>. Lalu Malaikat Maut pun beRada dekat Rasulullah SAW.</p>
<p>Waktu semakin membuRu. Malaikat maut didesak waktu. Ia haRus segeRa menunaikan tugasnya. Apabila ajal telah tiba, tidak ada yang bisa menahan baRang sedetik, tidak juga ada yang mampu menguluRnya, demikian janji Allah kepada seluRuh manusia. </p>
<p>Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. PeRlahan-lahan IsRail menaRik Ruh Rasulullah daRi jasadnya yang semakin melemah. Ketika ROh baginda sampai di pusat peRut, Rasulullah beRsimbah keRingat di sekujuR tubuhnya. Baginda beRkata <em>&#8220;Aduhai JibRil, betapa sakitnya sakaRatul maut ini.&#8221;</em></p>
<p>MendengaR ucapan Rasulullah itu, Fatimah Az-ZahRa teRpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, Malaikat pengantaR wahyu tak kuasa melihat pendeRitaan kekasih Allah, dibuangnya mukanya jauh-jauh.<br />
Lalu Rasulullah SAW beRtanya:<em>“Wahai JibRil, apakah engkau tidak suka memandang mukaku hingga kau palingkan wajahmu daRiku?&#8221; </em><br />
JibRil menjawab: <em>&#8220;Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang meRasakan sakitnya maut?”</em> </p>
<p>Tak kuasa menahan sakit, Rasulullah memekik. <em>&#8220;Ya Allah, betapa sakitnya maut ini. <strong>Timpakan semua siksa maut ini kepadaku. Jangan kau beRikan kepada ummatku.</strong>&#8220;</em> SekujuR tubuh Rasulullah, daRi kaki hingga dada, sudah mulai teRasa dingin. Di penghujung ajalnya, ketika nafas tinggal satu-satu meninggalkan ROngga dadanya, bibiRnya beRgeRak sepeRti hendak mengatakan sesuatu. Ia masih ingin mengatakan sesuatu. Menantu Rasulullah yang beRada di sampingnya segeRa mendekatkan telinganya, mendengaR dengan sangat seksama. <em>&#8220;Uushiikum bis-shalah, wa maa malakat aimanukum.&#8221;</em> Itulah kalimatnya yang keluaR. <strong><em>&#8220;PelihaRalah shalat, dan santunilah ORang-ORang lemah  di antaRamu.&#8221;</em></strong></p>
<p>Di luaR Rumah, suaRa tangis paRa sahabat mulai teRdengaR beRsahutan. Di sisa teRakhiR tenaganya yang teRtinggal, Rasulullah masih beRupaya mengucapkan sesuatu. Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibiR Rasulullah yang mulai membiRu.<em> &#8220;Ummatii, ummatii, ummatiii&#8230;&#8221; <strong>&#8220;Umatku, umatku, umatku&#8230;&#8221;</strong></em></p>
<p>Nyawapun meRegang, lepas daRi jasad Rasulullah. Tangispun meledak. Semua sahabat meRasa telah kehilangan manusia yang paling meReka cintai, manusia yang memiliki sebaik-baik akhlaq, yang sejak muda beRgelaR Al-Amin, Yang TeRpeRcaya.</p>
<p>Dan, beRakhiRlah hidup manusia mulia yang membeRi sinaRan itu..</p>
<p><strong>Kini, mampukah kita mencintai sepeRtinya ?<br />
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita..<br />
<em>Allahumma shalli wa sallim wa baRik &#8216;ala Muhammad, wa &#8216;ala alihi wa shahbihi ajma&#8217;iin…</em></strong></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://orido.wordpress.com/2009/03/09/rasul-rindu-kami-padamu-yaa-rasul/"><img src="http://img.youtube.com/vi/KZSQjbhNuyE/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
untuk lirik lagu Bimbo tersebut <a hRef="http://www.lyRicstag.cOm/bimbO/Rindu_kami_padamu/lyRic-sOng-935866.html">klik disini..</a></p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[shallu ‘alan nabiy]</strong><br />
<a hRef="http://ibu.wanakalapa.net/2006/11/24/shallu-%E2%80%98alan-nabiy/">http://ibu.wanakalapa.net/2006/11/24/shallu-%E2%80%98alan-nabiy/</a></p>
<ul>
<li>Apa yang Tuan fikiRkan tentang seORang laki-laki beRpeRangai amat mulia, yang lahiR dan dibesaRkan di celah-celah kematian demi kematian ORang-ORang yang amat mengasihinya? Di Rumahnya tak dijumpai peRabOt mahal. Ia makan di lantai sepeRti budak, padahal Raja-Raja dunia iRi teRhadap kekOkOhan stRuktuR masyaRakat dan kesetiaan pengikutnya. Tak seORang pembantunya pun mengeluh peRnah dipukul atau dikejutkan Oleh pukulannya teRhadap benda-benda di Rumah. Dalam kesibukannya ia masih beRtandang ke Rumah puteRi dan menantu teRcintanya, Fathimah AzzahRa dan Ali bin Abi Thalib. </li>
<li>Di bawah pimpinannya (Rasulullah), laki-laki menemukan jati diRinya sebagai laki-laki dan pada sat yang sama peRempuan mendapatkan kedudukan amat mulia. “Sebaik-baik kamu ialah yang teRbaik teRhadap keluaRganya dan akulah ORang teRbaik diantaRa kamu teRhadap keluaRgaku.” “Tak akan memuliakan peRempuan kecuali seORang mulia dan tak akan menghina peRempuan kecuali seORang hina,” demikian pesannya.<br />
Di sela 27 kali peRtempuRan yang digelutinya langsung (ghazwah) atau dipanglimai sahabatnya (saRiyah) sebanyak 35 kali, ia masih sempat mengajaR Al-QuR’an, sunnah, hukum, peRadilan, kepemimpinan, meneRima delegasi asing, mendidik keRumahtanggaan bahkan hubungan yang paling khusus dalam keluaRga tanpa kehilangan adab dan wibawa. Padahal, masa antaRa dua petempuRan itu tak lebih daRi 1,7 bulan.</li>
<li>Ia keRap beRcengkeRama dengan paRa sahabatnya, beRgaul dekat, beRmain dengan anak-anak, bahkan memangku balita meReka di pangkuannya. Ia teRima undangan meReka: yang meRdeka, budak laki-laki atau budak peRempuan, seRta kaum miskin. Ia jenguk Rakyat yang sakit jauh di ujung Madinah. Ia teRima peRmOhOnan maaf ORang. Ia selalu lebih dulu memulai salam dan menjabat tangan siapa yang menjumpainya dan tak peRnah menaRik tangan itu sebelum sahabat teRsebut yang menaRiknya. Tak peRnah menjuluRkan kaki di tengah sahabatnya hingga menyempitkan Ruang bagi meReka. Ia muliakan siapa yang datang, kadang dengan membentangkan bajunya. Bahkan ia beRikan alas duduknya dan dengan sungguh-sungguh ia panggil meReka dengan nama yang paling meReka sukai. Ia beRi meReka kuniyah (sebutan bapak atau ibu si Fulan). Tak peRnah ia memOtOng pembicaRaan ORang, kecuali sudah beRlebihan. Apabila seseORang mendekatinya saat ia shalat, ia cepat selesaikan shalatnya dan segeRa beRtanya apa yang diinginkan ORang itu.</li>
<li>Ummul Mukminin Aisyah Ra. beRkata: “Rasulullah SAW wafat tanpa meninggalkan makanan apapun yang bisa dimakan makhluk hidup, selain setengan ikat gandum di penyimpananku. Saat Ruhnya dijemput, baju besinya masih digadaikan kepada seORang Yahudi untuk haRga 30 gantang gandum.”</li>
<li>Sungguh ia beRangkat haji dengan kendaRaan yang sangat sedeRhana dan pakaian tak lebih haRganya daRi 4 diRham, seRaya beRkata, “Ya Allah, jadikanlah ini haji yang tak mengandung Riya dan sum’ah.” Pada kemenangan besaR saat Makkah ditaklukkan, dengan sejumlah besaR pasukan muslimin, ia menundukkan kepala, nyaRis menyentuh punggung untanya sambil selalu mengulang-ulang tasbih, tahmid dan istighfaR. Ia tidak mabuk kemenangan.</li>
<li>Ketika masyaRakat Thaif menOlak dan menghinakannya, malaikat penjaga bukit menawaRkan untuk menghimpit meReka dengan bukit. Ia menOlak, “<em>Kalau tidak meReka, aku beRhaRap ketuRunan di sulbi meReka kelak akan meneRima dakwah ini, mengabdi kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.”</em></li>
<li>Mungkin <strong>dua kata kunci ini menjadi gambaRan kebesaRan jiwanya</strong>. <strong>PeRtama</strong>, Allah, sumbeR kekuatan yang Maha dahsyat, kepada-Nya ia begitu Refleks menumpahkan semua keluhannya. Ini membuatnya amat tabah meneRima segala ResikO peRjuangan; keRabat yang menjauh, sahabat yang membenci, dan khalayak yang mengusiRnya daRi negeRi teRcinta. <strong>Kedua</strong>, Ummati, hampaRan akal, nafsu dan peRilaku yang menantang untuk dibOngkaR, dipasang, dipeRbaiki, ditingkatkan dan diukiRnya.</li>
</ul>
<p><strong>[saat-saat menjelang ajal menjemput Muhammad SAW]</strong><br />
<a hRef="http://isnet.ORg/masfami/2008/05/10/saat-saat-menjelang-ajal-menjemput-muhammad-saw/">http://isnet.ORg/masfami/2008/05/10/saat-saat-menjelang-ajal-menjemput-muhammad-saw/</a></p>
<ul>
<li>Dengan suaRa yang lemah dan teRbata-bata, pagi itu Muhammad saw, Rasul teRakhiR, membeRikan nasehat kepada sahabat-sahabatnya:<br />
<blockquote><p>&#8220;Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan beRtakwalah kepada-Nya. KuwaRiskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al-QuR&#8217;an. BaRang siapa mencintai sunnahku, beRaRti ia mencintai aku. Dan beRsamaku kelak, ORang-ORang yang mencintaiku, akan masuk ke dalam suRga beRsama-sama.”</p></blockquote>
</li>
<li>Manusia agung yang mampu hidup lebih mewah daRi segala Raja, memilih tiduR beRalaskan tikaR, teRbaRing lemah di dalamnya, beRsama keluaRganya yang mulia. KeRingat yang mengucuR daRi keningnya membasahi pelepah kuRma yang menjadi bantalnya.</li>
</ul>
<p><strong>[Ummati..]</strong><br />
<a hRef="http://beRanda.blOgsOme.cOm/2008/04/23/ummati/">http://beRanda.blOgsOme.cOm/2008/04/23/ummati/</a></p>
<ul>
<li>Jika kita mengenal Rasulullah SAW dan mencintai beliau dengan cinta yang tulus, lalu mengamalkan secaRa sungguh-sungguh apa yang telah beliau cOntOhkan, maka akan lahiR keRinduan untuk beRjumpa dengan beliau. Inilah peRtanda cinta yang akan mengantaRkan kita menjadi ahli syuRga.</li>
<li>Ada enam keuntungan yang akan kita peROleh dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW:<br />
1. hidup akan teRasa lebih mudah dan indah.<br />
2. hidup menjadi lebih mulia dan teRhORmat.<br />
3. akan disukai dan disayangi ORang lain.<br />
4. hidup akan penuh pRestasi.<br />
5. akan dicintai Allah.<br />
6. insya Allah kita akan masuk syuRga.</li>
<li>Sikap dan pRilaku yang selalu meneladani Rasulullah SAW inilah yang peRlu dihidupkan dalam kesehaRian kita. Menghidupkan sikap-sikap teRpuji, menghidupkan al-ukhuwwah al-islamiyyah (nilai-nilai peRsaudaRaan Islam), saling mendukung dan beRsineRgi dalam kebaikan dan pRestasi, saling memaafkan dan mengedepankan ishlah dan peRbaikan. Pada saat yang sama, pROses meneladani akhlak Rasulullah SAW dilakukan dengan  meninggalkan sikap dan pRilaku buRuk yang tidak layak dimiliki Oleh seORang Muslim, meninggalkan sikap saling melemahkan, saling menjegal, seRta saling mencaRi-caRi kesalahan. </li>
</ul>
<p><strong>[detik-detik teRakhiR kehidupan Rasulullah SAW]</strong><br />
<a hRef="http://fai-kao.com/node/599">http://fai-kao.com/node/599</a></p>
<ul>
<li>Kami beRtanya: “<em>Siapakah yang mensOlatkan baginda di antaRa kami</em>?” Kami menangis dan Rasulullah SAW pun tuRut menangis. Kemudian baginda beRsabda: “<em>Tenanglah, semOga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tiduRku, di dalam Rumahku ini, di tepi liang kubuRku, kemudian keluaRlah kamu semua daRi sisiku. Maka yang peRtama-tama menshOlatkan aku adalah sahabatku JibRil as. Kemudian Mikail, kemudian IsRafil kemudian Malaikat IzRail (Malaikat Maut) beseRta bala tenteRanya. Kemudian masuklah kalian dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula shOlat adalah kaum lelaki daRi pihak keluaRgaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu sekalian</em>.”</li>
<li>Nabi Muhammad dan Ummatnya adalah hamba-hamba istimewa pilihan Allah, sehingga dijanjikan akan masuk suRga teRlebih dahulu daRi kaum dan bahkan nabi sebelum Nabi Muhammad. Jadi PeRbanyaklah beRsyukuR, dan beRgembiRalah dalam kebenaRan, kita teRlahiR sebagai ummat Nabi Muhammad. Kita tinggal menjaga ke-istiqOmahan dalam beRibadah untuk mendapatkan Rahmat Allah.</li>
<li>PeRbanyaklah kita beRdO’a dan meminta kepada Allah SWT, agaR kita teRmasuk gOlOngan daRi ummat nabi muhammad sampai kita meninggal (tidak teRlepas) dan kita dikumpulkan beseRta ummat nabi muhammad yang lain di akhiRat.</li>
</ul>
<p><strong>[pesan-pesan akhiR Rasulullah SAW]</strong><br />
<a hRef="http://iyah2008.wordpress.com/2008/08/07/pesan-pesan-akhir-rasulullah-saw/">http://iyah2008.wORdpRess.cOm/2008/08/07/pesan-pesan-akhiR-Rasulullah-saw/</a></p>
<ul>
<li>Rasulullah SAW adalah makhluk yang istemewa, beliau menjadi panutan yang pantas dijadikan sebagai cOntOh. Beliau menyatakan bahwa, “<em>Aku diutus ke muka bumi ini tiada lain hanyalah untuk kemulian akhlak</em>”. Pesan-pesan teRakhiR saat akan meninggalkan dunia ini, beliau beRpesan dengan mengatakan, “<em>Ash-ShOlat, Ash-ShOlat, Ash-ShOlat (shalat) An-Nisa, An-Nisa, An-Nisa (wanita) dan Ummati, Ummati, Ummati(umatku)”</em>.</li>
<li>Indahnya Islam sudah tidak mewaRnai umat Islam saat ini; pengucapan syahadat hanya sebatas ucapan daRi mulutnya, tidak dengan hatinya. Ayat-ayat Al-QuR’an dan Asma Allah seRing diucapkan tetapi seRing pula dipeRjualbelikan, bahkan keintektualitasan mencOba untuk mengahkan ayat-ayat Al-QuR’an sebagai fiRman Allah, beRshalawat kepada Rasulullah SAW selalu diucapkan tetapi dalam kehidupannya justRu beRhianat . itulah alasan-alasan yang tidak mau mempeRjuangkan kebenaRan secaRa kaffah (sempuRna), yang paling iROnis dan menyedihkan adalah ketika menghadapi bisnis, pekeRjaan, dan uRusan dunia lainnya; Allah ditinggalkan dan dilupakan begitu saja, meReka adalah ORang-ORang munafik.</li>
<li>Ada <strong>bebeRapa pesan dan nasehat Rasulullah SAW kepada paRa sahabat dan umatnya; melunasi hutang piutang, beRgegas untuk mengubuRkan jenazah dan menikahkan anak yang sudah siap lahiR dan batin.</strong> </li>
</ul>
<p><strong>[mengenal Rasulullah secaRa fisik]</strong><br />
<a hRef="http://www.pks-jaksel.OR.id/ARticle1070.html">http://www.pks-jaksel.OR.id/ARticle1070.html</a></p>
<ul>
<li>WaRna kulitnya putih beRsih dan tidak teRlalu cOklat dan tidak teRlalu putih (pucat). Maksud daRi putih beRsih adalah tidak ada nOda kuning atau meRah atau juga nOda waRna-waRna lain. Sebagian ada yang mengatakan kulit Nabi kemeRah-meRahan.</li>
<li>Rambut beliau sangat indah, tidak keRiting dan tidak pula luRus, yaitu ikal. Rambut beliau sampai menyentuh pundak, tetapi pendapat yang lebih kuat mengatakan bahwa Rambut beliau sampai daun telinga. TeRkadang beliau mengunciR empat dan teRkadang dibiaRkan teRgeRai di telinganya. Uban yang ada di kepala dan jenggOt tidak lebih dan kuRang daRi tujuh belas helai.</li>
<li>Beliau memiliki paRas yang indah (ganteng) dan beRcahaya. Tidak ada yang mampu menggambaRkan wajahnya kecuali membandingkan dengan bulan puRnama. Kulit wajahnya sangat halus, sehingga ketika maRah dan senang sangat teRlihat sekali. Keningnya lebaR. Lekuk kedua alisnya sangat indah, di antaRa dua alisnya beRkilat bagaikan peRak, lebih-lebih ketika teRtawa. Memiliki bulu mata yang lentik. </li>
<li>Memiliki jenggOt yang lebat. KaRena beliau sangat suka memelihaRa jenggOt dan menggunting kumis. LeheRnya sangat indah, tidak teRlalu panjang dan tidak teRlalu pendek. Setiap kali teRkena sinaR matahaRi dan hembusan angin, leheRnya beRkilau sepeRti peRak beRcampuR emas.</li>
<li>Ketika beRjalan, sepeRti seORang sedang tuRun daRi bukit, tegap dan tenang. Tanpa ada kesOmbOngan yang teRlihat daRi jalannya</li>
</ul>
<p>[keutamaan-keutamaan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam]<br />
<a hRef="http://www.salafyOOn.net/siRah/keutamaan-keutamaan-Rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam.html">http://www.salafyOOn.net/siRah/keutamaan-keutamaan-Rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam.html</a></p>
<ul>
<li>Hai  Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembeRi khabaR gembiRa dan peRingatan. Dan untuk jadi penyeRu kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang meneRangi. Dan sampaikanlah kabaR gembiRa kepada ORang-ORang yang beRiman  bahwa sesungguhnya bagi meReka kaRunia yang besaR daRi Allah. (QS. Al Ahzab: 45-47)</li>
<li>Dia adalah Rasulullah dan Penutup paRa Nabi.  Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Ahzab: 40)</li>
<li>Tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk menjadi Rahmat bagi semesta alam.(QS. Al Anbiya: 40)</li>
<li>Nabi yang paling banyak pengikutnya pada haRi Kiamat, dan saya yang peRtama kali akan mengetuk pintu suRga. (HR. Muslim)</li>
</ul>
<p>Untuk mendownload file kumpulan artikel, silahkan klik link berikut:</p>
<p align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/3820587/RASULRindukamipadamuyaaRasul.doc.html" target="_blank" title="Download File [RASUL] Rindu kami padamu.. yaa Rasul.."><img src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" alt="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
Posted in RindukamipadamuyaaRasul Tagged: hadist, islam, kekasih Allah, Muhammad, Muhammad SAW, quran, rasul, Rasulullah, rindu, ummat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=455&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/03/09/rasul-rindu-kami-padamu-yaa-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/03/muhammad1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Allahumma shalli &#39;alaa Muhammad...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/KZSQjbhNuyE/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>