[RASUL] halus, lemah lembut, dan sabaR

Allahumma shalli 'alaa Muhammad...Muhammad itu adalah utusan Allah dan ORang-ORang yang beRsama dengan dia adalah keRas teRhadap ORang-ORang kafiR, tetapi beRkasih sayang sesama meReka. Kamu lihat meReka Ruku’ dan sujud mencaRi kaRunia Allah dan keRidhaan-Nya, tanda-tanda meReka tampak pada muka meReka daRi bekas sujud [Maksudnya: pada aiR muka meReka kelihatan keimanan dan kesucian hati meReka]. Demikianlah sifat-sifat meReka dalam TauRat dan sifat-sifat meReka dalam Injil, yaitu sepeRti tanaman yang mengeluaRkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besaRlah dia dan tegak luRus di atas pOkOknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya kaRena Allah hendak menjengkelkan hati ORang-ORang kafiR (dengan kekuatan ORang-ORang mukmin). Allah menjanjikan kepada ORang-ORang yang beRiman dan mengeRjakan amal yang saleh di antaRa meReka ampunan dan pahala yang besaR. [QS. Al Fath (48), ayat 29]

MeRampas dan mengambil hak ORang lain dengan paksa meRupakan ciRi ORang-ORang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memancangkan pOndasi-pOndasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap ORang agaR mendapatkan dan mengambil haknya yang diRampas. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjalankan kaidah teRsebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan kaRunia yang telah Allah cuRahkan beRupa peRintah dan laRangan. Kita tidak peRlu takut adanya kezhaliman, peRampasan, pengambilan dan pelanggaRan hak di Rumah beliau.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menutuRkan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak peRnah sama sekali memukul seORang pun dengan tangannya kecuali dalam Rangka beRjihad di jalan Allah. Beliau tidak peRnah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak peRnah membalas suatu aniaya yang ditimpakan ORang atas diRinya. Selama ORang itu tidak melanggaR kehORmatan Allah Namun, bila sedikit saja kehORmatan Allah dilanggaR ORang, maka beliau akan membalasnya semata-mata kaRena Allah.” (HR. Ahmad)
Baca entri selengkapnya »

[RASUL] mencintai istRi shalehah

bismillahhiRRahmaniRRahim

Di bawah naungan Rumah tangga yang beRsahaja di situlah tinggal sang istRi, pahlawan di balik layaR pembawa ketenangan dan kesejukan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda:
“Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istRi yang shalihah.” (Lihat Shahih Jami’ ShaghiR kaRya Al-Albani)

Di antaRa keelOkan budi pekeRti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kehaRmOnisan Rumah tangga beliau ialah memanggil ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha dengan nama kesayangan dan mengabaRkan kepadanya beRita yang membuat jiwa seRasa melayang-layang.

Aisyah Radhiyallah ‘anha menutuRkan: “Pada suatu haRi Rasu-lullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRkata kepadanya:
Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ), Malaikat JibRil ‘alaihissalam tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih)

Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempuRna akhlaknya dan paling tinggi deRajatnya telah membeRikan sebuah cOntOh yang beRhaRga dalam hal beRlaku baik kepada sang istRi dan dalam hal keRendahan hati, seRta dalam hal mengetahui keinginan dan kecembuRuan wanita. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan meReka pada kedudukan yang diidam-idamkan Oleh seluRuh kaum hawa. Yaitu menjadi seORang istRi yang memiliki kedudukan teRhORmat di samping suaminya.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha menutuRkan:
Baca entri selengkapnya »

[RASUL] Rindu kami padamu.. yaa Rasul..

Allahumma shalli 'alaa Muhammad...Sesungguhnya telah ada pada (diRi) Rasulullah itu suRi teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi ORang yang menghaRap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) haRi kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[QS. Al Ahzab, 33 : 21]

Detik-detik teRakhiR.. ”Ummatii..ummatii..”

Dengan suaRanya yang liRih Rasulullah beRtanya, “BeRitahu kepadaku Wahai JibRil, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? JibRil pun menjawab; “Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah beRbaRis untuk menyambut ROhmu.”
Rasulullah SAW beRsabda: “Segala puji dan syukuR bagi Tuhanku. Wahai JibRil, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? JibRil menjawab lagi: “Bahawasanya pintu-pintu SyuRga telah dibuka, dan bidadaRi-bidadaRi telah beRhias, sungai-sungai telah mengaliR, dan buah-buahnya telah Ranum, semuanya menanti kedatangan ROhmu.”
Rasulullah SAW beRsabda lagi: “Segala puji dan syukuR untuk Tuhanku. BeRitahu lagi wahai JibRil, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? JibRil menjawab: “Aku membeRikan beRita gembiRa untuk anda wahai kekasih Allah. Engkaulah yang peRtama-tama diizinkan sebagai pembeRi syafaat pada haRi kiamat nanti.”
Kemudian Rasulullah SAW beRsabda: “Segala puji dan syukuR, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai JibRil beRitahu kepadaku lagi tentang khabaR yang menggembiRakan aku?”
JibRil as beRtanya: “Wahai kekasih Allah, apa sebenaRnya yang ingin tuan tanyakan?
Baca entri selengkapnya »