<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>oRiDo™ On wORds &#187; Fiqh</title>
	<atom:link href="http://orido.wordpress.com/category/fiqh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://orido.wordpress.com</link>
	<description>jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 04:24:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='orido.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/904946ef36a92c455d7ea57887c1dba2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>oRiDo™ On wORds &#187; Fiqh</title>
		<link>http://orido.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://orido.wordpress.com/osd.xml" title="oRiDo™ On wORds" />
		<item>
		<title>[FIQH] suRat yasin</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/11/04/fiqh-surat-yasin/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/11/04/fiqh-surat-yasin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 02:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[tahlil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.&#8221;
Keterangan: HADITS INI PALSU.
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah mahdhah (murni) dan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Rabb-nya dan merupakan suatu ibadah yang sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=353&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.&#8221;<br />
<strong>Keterangan: HADITS INI PALSU.</strong></p>
<p>Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah mahdhah (murni) dan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Rabb-nya dan merupakan suatu ibadah yang sangat besar pahalanya. Hukum asal pada ibadah ini dan ibadah mahdhah lainnya adalah, dilakukan oleh seorang muslim untuk mencari ridha Allah, mengharapkan balasan dari sisi-Nya, bukan untuk mencari balasan dan terima kasih dari makhluk.<br />
<span id="more-353"></span><br />
Banyak sekali hadis-hadis dari Nabi SAW yang menjelaskan keutamaan atau fadhilah membaca Al-Quran. Namun jika yang dibaca itu adalah surat tertentu dan pada waktu-waktu tertentu dengan keyakinan adanya fadhilah tertentu pula, maka untuk melaksanakannya <strong>diperlukan adanya dalil dari Al-Quran maupun As-Sunnah</strong> yang menjelaskan pensyariatan amalan tersebut. </p>
<p><em>Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:<br />
Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan (agama) kita ini yang tidak termasuk bagian darinya, maka sesuatu itu tertolak.&#8221;</em></p>
<p><em>Imam Baihaqi</em> di dalam kitabnya, <em>Manaqib asy-Syafii</em>, menukil ucapan Imam Syafii sebagai berikut, &#8220;Yang mengada-ada itu ada dua macam: yang menyalahi Alquran, sunah, atsar (perbuatan para sahabat), dan ijma. Inilah yang dinamakan bidah yang sesat. Sedangkan kebaikan yang tidak menyalahi salah satu di antaranya bukanlah hal yang tercela.</p>
<p>Berkaitan dengan surat yasin, memang ada sejumlah riwayat yang menjelaskan keutamaan surat tersebut serta keutamaan membacanya pada malam hari. Namun demikian <strong>hadis-hadis yang menjelaskannya didhaifkan oleh para ulama</strong>. </p>
<p>Sungguh sangat disesalkan beredarnya riwayat-riwayat yang dho&#8217;if dan palsu seputar amalan surat tertentu seperti kondisi dimana masyarakat terbiasa membacakan surat yasin pada acara-acara tertentu contohnya seperti ketika ada dan setelah kematian, dimalam jum’at, mengawali majelis ta’lim, dan acara-acara lainnya yang dianggap penting. Kondisi ini digunakan senjata oleh para pecandu bid&#8217;ah dalam mempromosikan kebid&#8217;ahan-kebid&#8217;ahan ala jahiliyyah di muka bumi ini.</p>
<p>Semoga kita semua selalu berada pada bimbingan Allah SWT, <em>mari sama-sama belajar dan beramal..</em></p>
<p><strong>pOstingteRkait:</strong><br />
<a href="http://orido.wordpress.com/2008/03/21/doa-adab-membaca-al-quran/">[DOA] adab membaca al-quR’an + cara menghafal Qur’an</a><br />
<a href="http://orido.wordpress.com/2006/10/10/hotd-bidah/">[HOTD] bid’ah</a><br />
<a href="http://orido.wordpress.com/2007/04/03/hotd-berbohong/">[HOTD] beRbOhOng</a></p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[deRajat hadits fadhilah suRat yasin]</strong><br />
<a href="http://wahonot.wordpress.com/2008/03/03/derajat-hadits-fadhilah-surat-yasin/">http://wahonot.wordpress.com/2008/03/03/derajat-hadits-fadhilah-surat-yasin/</a></p>
<ul>
<li>&#8220;Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”. (Ibnul Jauzi Al-Maudhu’at 1/247).&#8221; <strong>Keterangan : HADITS INI PALSU.</strong></li>
<li>&#8220;Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.&#8221; <strong>Keterangan: HADITS INI LEMAH.</strong></li>
<li>&#8220;Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.&#8221; <strong>Keterangan: HADITS INI PALSU.</strong></li>
<li>&#8220;Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.&#8221; <strong>Keterangan: HADITS INI LEMAH.</strong></li>
<li>&#8220;Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali”. (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman). <strong>Keterangan: HADITS INI PALSU.</strong></li>
<li>&#8220;Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman). <strong>Keterangan: HADITS INI PALSU.</strong></li>
<li>&#8220;Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.&#8221; <strong>Keterangan: HADITS INI PALSU.</strong></li>
<li>&#8220;Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.&#8221; <strong>Keterangan: HADITS INI LEMAH.</strong></li>
<li>&#8220;Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.&#8221; <strong>Keterangan: HADITS INI LEMAH.</strong></li>
<li>&#8220;Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya”. <strong>Keterangan: HADITS INI PALSU</strong>.</li>
<li>Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah. Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka.&#8221; (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya). </li>
<li>Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU.</li>
<li>Dengan demikian jelaslah bahwa <strong>hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU</strong>. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.</li>
</ul>
<p><strong>[bacaan suRat yasin bukan untuk ORang mati]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2046/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2046/slash/0</a></p>
<ul>
<li>&#8220;Barangsiapa membaca surat Yaasiin karena mencari keridhaan Allah Ta’ala, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. Oleh karena itu, bacakan-lah surat itu untuk orang yang akan mati di antara kalian.”[HR. Al-Baihaqi dalam kitabnya, Syu’abul Iman] &#8211;&gt; <strong>HADITS INI LEMAH</strong>.</li>
<li>&#8220;Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap Jum’at dan membacakan surat Yaasiin (di atasnya), maka ia akan diampuni (dosa)nya sebanyak ayat atau huruf yang dibacanya.&#8221; &#8211;&gt; <strong>HADITS INI PALSU.</strong></li>
<li>Sunnah-sunnah nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika berziarah ke pemakaman kaum muslimin: <strong>[1].</strong> Mengucapkan salam kepada mereka. <strong>[2].</strong> Mendo’akan dan memohonkan ampunan bagi mereka.</li>
<li>Baca al-Qur-an di pemakaman tidak disyari’atkan oleh Islam. Karena seandainya disya-ri’atkan, niscaya sudah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau pasti sudah mengajarkannya kepada para Shahabatnya.</li>
<li><strong>Pemakaman menurut syari’at Islam bukanlah tempat untuk membaca al-Qur&#8217;an</strong>, melainkan tempatnya di rumah, dan melarang keras menjadikan rumah seperti kuburan, yang jelas tidak ada bacaan al-Qur&#8217;an dan shalat-shalat sunnat di pemakaman.</li>
<li>Sebagaimana dosa seseorang tidak dapat dipindahkan kepada orang lain, maka demikian pula ganjaran seseorang (tidak dapat dipindahkan/dikirimkan) kepada orang lain, melainkan didapat dari hasil usahanya sendiri, dengan demikian maka pahala bacaan al-Qur&#8217;an tidak sampai kepada si mayyit dan tidak dapat dihadiahkan kepada si mayyit, karena yang demikian bukanlah amal dan usaha mereka. Yang wajib juga diperhatikan oleh seorang Muslim adalah, <strong>tidak boleh beribadah di sisi kubur dengan melakukan shalat, berdo’a, menyembelih binatang, bernadzar atau membaca al-Qur-an dan ibadah lainnya.</strong></li>
<li>Tidak ada satu pun kuburan di muka bumi ini yang mengandung keramat dan barakah, sehingga orang yang sengaja menuju kesana untuk mencari keramat dan ba-rakah, mereka telah jatuh dalam perbuatan bid’ah dan syirik. Dalam Islam, tidak dibenarkan sengaja mengada-kan safar (perjalanan) ziarah (dengan tujuan ibadah) ke kubur-kubur tertentu, seperti, kuburan wali, kyai, habib dan lainnya dengan niat mencari keramat dan barakah dan mengadakan ibadah di sana. Hal ini dilarang dan tidak dibenarkan dalam Islam, karena perbuatan ini adalah bid’ah dan sarana yang menjurus kepada kesyirikan.</li>
<li>Tidak boleh mengadakan safar (perjalanan dengan tujuan beribadah) kecuali ketiga masjid, yaitu Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.</li>
</ul>
<p><strong>[suRat yasin buat yang hidup]</strong><br />
<a href="http://geeks.netindonesia.net/blogs/agung/archive/2006/09/19/Surat-Yasin-Buat-Yang-Hidup.aspx">http://geeks.netindonesia.net/blogs/agung/archive/2006/09/19/Surat-Yasin-Buat-Yang-Hidup.aspx</a></p>
<ul>
<li>Surat Yasin <strong>ayat 29 dan 49</strong> menjadi inspirasi pengembangan jenis senjata sonic, <strong>ayat 33 sampai 35</strong> berbicara tentang pertanian, <strong>Ayat ke 36</strong> mengisyaratkan tentang fenomena kembar/berpasangan, <strong>Ayat 38 dan 39</strong> membuka cakrawala ilmu ruang angkasa, <strong>Ayat 41 dan 42</strong> menyangkut transportasi laut dan darat, <strong>Ayat 47</strong> menyindir teori ekonomi pasar bebas, yang membiarkan kemiskinan struktural tanpa disubsidi, <strong>Ayat 55 sampai 57</strong> menggambarkan nikmat surga, <strong>Ayat 65</strong> bisa menjadi inspirasi para detektif untuk mencari pembuktian dari bekas tangan dan kaki, <strong>Ayat 71 sampai 73</strong> membahas peternakan, <strong>Ayat 78 dan 79</strong> menyebutkan tentang kuasa Allah menghidupkan tulang belulang bisa ditakwilkan sebagai isyarat untuk mengembangkan ilmu fosil, merekonstruksi kerangka binatang, dan manusia purba, <strong>ayat 80</strong> membahas adanya zat “hijau-daun” atau klorofil yang menghasilkan Oksigen dan menyerap karbondioksida melalui proses fotosintesis terus menerus.</li>
</ul>
<p><strong>[menyewa qaRi' (ORang yang membaca al-quR'an), bacakanlah suRat yasin untuk ORang yang akan mati]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2399/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2399/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Menerima pembayaran karena mengajarkannya, meruqyahnya dengan Al-Qur’an, atau lainnya yang manfaatnya terasa sampai orang lainnya, maka terdapat beberapa hadits shahih yang menujukkan dibolehkannya. (Ini) berdasarkan hadits Abu Sa’id yang menerangkan, bahwa beliau mengambil upah berupa kambing, (sebagai) upah dari meruqyah orang yang tersengat (hewan berbisa), yang beliau Radhiyallahu ‘anhu ruqyah dengan menggunakan surat Al-Fatihah.</li>
<li>Hadist: “Bacakanlah surat Yasin terhadap orang yang akan mati di antara kalian”. dan “Surat Yasin adalah hati (jantung) Al-Qur’an. Tidak ada seorang pun yang membacanya yang menginginkan Allah dan hari akhirat, kecuali dia akan diampuni dosanya. Dan bacakanlah surat itu terhadap orang yang mati di antara kailan&#8221;. <strong>Hadits ini sanadnya dhaif (lemah), matannya (isi haditsnya) majhul, dan dalam masalah ini, satupun tidak ada hadits yang shahih.</strong></li>
</ul>
<p><strong>[yasinan: bid’ah yang dianggap sunnah]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/yasinan-bidah-yang-dianggap-sunnah.html">http://muslim.or.id/manhaj-salaf/yasinan-bidah-yang-dianggap-sunnah.html</a></p>
<ul>
<li>Pahala bacaan (Al-Qur’an) dan hadiah pahala tidak sampai kepada orang yang mati, karena bacaan tersebut bukan dari amal mereka dan bukan usaha mereka.</li>
<li>Membaca surat Yasin pada malam tertentu, saat menjelang atau sesudah kematian seseorang tidak pernah dituntunkan oleh syari’at Islam. Bahkan seluruh hadits yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin tidak ada yang sahih sebagaimana ditegaskan oleh Al Imam Ad Daruquthni.</li>
</ul>
<p><strong>[membaca suRat yaasin]</strong><br />
<a href="http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=28242">http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=28242</a></p>
<ul>
<li>Berkaitan dengan surat yasin, memang ada sejumlah riwayat yang menjelaskan keutamaan surat tersebut serta keutamaan membacanya pada malam hari. Namun demikian hadis-hadis yang menjelaskannya didhaifkan oleh para ulama.</li>
</ul>
<p><strong>[yasinan (membaca suRat yasin), tahlil dan dO‘a ]</strong><br />
<a href="http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=1153">http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=1153</a></p>
<ul>
<li>Dosa orang yang sudah wafat dapat dihapus serta diringankan siksanya di alam kubur akibat apa yang dikerjakan orang yang masih hidup: [1]. hutang bisa dibayr oleh ahli warisnya, [2]. menghajikan orang yang sudah mati, [3]. Niat pahala puasa untuk orang yang sudah mati, [4]. Sedekah diniatkan pahalanya untuk orang yang sudah mati, maka pahalanya akan sampai kepadanya. [5]. Doa, apalagi terutama yang dipanjatkan oleh anak si mayyit, maka tentu saja diterima oleh Allah.</li>
</ul>
<p><strong>[hukum tahlil/yasinan pd saat kematian]</strong><br />
<a href="http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=557">http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=557</a></p>
<ul>
<li>Pada dasarnya memang <strong>tidak ada contoh langsung dari Rasulullah SAW tentang tahlilan</strong> yang dilakukan terutama dalam kaitannya dengan kematian seseorang. Sehingga melakukan hal itu bukan termasuk anjuran yang dibakukan sebagai bagian dari tata cara ritual kematian.</li>
<li>Acara Tahlilan terkait dengan orang meninggal, keluarga mayyit biasanya menyediakan makanan untuk orang-orang yang datang pada upacara tersebut sebagai sedekah. Yang ideal adalah sebagai mana yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. <strong>Beliau memerintahkan supaya para tetangga memberi atau menyediakan makanan kepada keluarga mayyit</strong>.</li>
<li>Tahlilan hari pertama, ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100, haul (ulang tahun kematian), dan ke-1000. Ini adalah sisa-sisa agama Animisme, Hindu dan Budha yang dibawa oleh pemeluk agama Islam dari kalangan mereka dan <strong>tidak ada contohnya dari Rasul saw</strong>.</li>
</ul>
Posted in Fiqh Tagged: Fiqh, hidup, islam, mati, Muhammad, muslim, Rasulullah, tahlil <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=353&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/11/04/fiqh-surat-yasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>