<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>oRiDo™ On wORds &#187; Doa dan Adab</title>
	<atom:link href="http://orido.wordpress.com/category/doa-dan-adab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://orido.wordpress.com</link>
	<description>jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 04:24:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='orido.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/904946ef36a92c455d7ea57887c1dba2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>oRiDo™ On wORds &#187; Doa dan Adab</title>
		<link>http://orido.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://orido.wordpress.com/osd.xml" title="oRiDo™ On wORds" />
		<item>
		<title>[DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/11/06/doa-adab-bila-turun-hujan-dan-petir/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/11/06/doa-adab-bila-turun-hujan-dan-petir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 04:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Halilintar]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Petir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/2009/11/06/doa-adab-bila-turun-hujan-dan-petir/</guid>
		<description><![CDATA[
Hujan adalah Rahmat Allah. Dengan hujan manusia dapat melangsungkan kehidupannya. Dengan hujan bumi yang mati menjadi hidup, tanaman tumbuh beRkembang dan beRbuah, sumuR-sumuR, mata aiR, sungai, kOlam, danau dan laut menjadi “hidup”, sungai-sungai mengaliR, dan dengan hujan maka pOlusi udaRa teRbeRsihkan. Siapakah yang telah menuRunkan hujan itu?
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ. ءَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=823&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img height="49" alt="bismillahhiRRahmaniRRahim" src="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&amp;h=49&#038;h=49#38;h=49" width="150" border="0" /></p>
<p>Hujan adalah Rahmat Allah. Dengan hujan manusia dapat melangsungkan kehidupannya. Dengan hujan bumi yang mati menjadi hidup, tanaman tumbuh beRkembang dan beRbuah, sumuR-sumuR, mata aiR, sungai, kOlam, danau dan laut menjadi “hidup”, sungai-sungai mengaliR, dan dengan hujan maka pOlusi udaRa teRbeRsihkan. Siapakah yang telah menuRunkan hujan itu?</p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ. ءَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ</font></b></p>
<p><i>“Maka teRangkanlah kepadaku tentang aiR yang kamu minum. Kamukah yang menuRunkannya daRi awan ataukah Kami yang menuRunkan?” (Q.S. Al-Waqi’ah : 68-69)</i></p>
<p><i></i></p>
<p><strong><u><font size="4">DOa Meminta Hujan</font></u></strong></p>
<p>Jika meminta tuRunnya hujan, maka Nabi peRnah beRdOa dengan mengangkat tangan sambil membaca dOa :</p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا        <br /></font></b><i><font color="#ff8000">Allahumma aghistnaa, Allahumma aghistnaa, Allahumma aghistnaa.</font></i></p>
<p><i>“Ya Allah, tuRunkanlah hujan. Ya Allah, tuRunkanlah hujan. Ya Allah, tuRunkanlah hujan.” (H.R. BukhaRi – Muslim)</i></p>
<p><em>atau dOa beRikut ini</em></p>
<p align="center"><font color="#ff8000" size="5"><strong>اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ        <br /></strong></font><i><font color="#ff8000">Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa imaka, wansyur rahmataka, wa ahyii baladakal mayyita</font></i></p>
<p>“Ya Allah! BeRilah hujan kepada hamba-hambaMu, teRnak-teRnakMu, beRilah RahmatMu dengan meRata, dan subuRkan tanahMu yang tandus.” [HR. Abu Dawud 1/305 dan dinyatakan hasan Oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/218.]</p>
<p><img title="QS. An-Nuur [24] : 43" style="display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;border-width:0;" height="375" alt="QS. An-Nuur [24] : 43" src="http://orido.files.wordpress.com/2009/11/hujan1.jpg?w=443&#038;h=375" width="443" border="0" /> </p>
<p><span id="more-823"></span></p>
<p><strong><u><font size="4">DOa Ketika TuRun Hujan</font></u></strong></p>
<p><i></i></p>
<p>Ketika melihat hujan telah tuRun, Nabi biasa membaca dOa di bawah ini :</p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا        <br /></font></b><i><font color="#ff8000">Allahumma shoyyiban naafi’an</font></i></p>
<p><i>“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat.” (H.R. Al-BukhaRy)</i></p>
<p><i></i></p>
<p>Atau dOa beRikut :</p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">اللهم سقيا هنيئاصـيبا نافعا اللهم اجعله صيب رحـمة ولا تجعله صيب عذاب</font> </b></p>
<p><i>Ya Allah,(jadikanlah hujan ini) sebagai siRaman yang menyenangkan dan hujan yang beRmanfaat. Ya Allah, jadikanlah hujan ini Rahmat dan jangan Engkau jadikan hujan siksaan.” (H.R. Ibnus Sunny)</i></p>
<p><i></i></p>
<p>Jika meRasa takut akan kemudhaRatan hujan, maka Nabi mengajaRkan dOa di bawah ini:</p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">اللَّهُمَّ حَوْلَنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ        <br /></font></b><i><font color="#ff8000">Allahumma haulanaa walaa ‘alaynaa, <i><font color="#ff8000">Allahumma </font></i>‘alal akaami wazharaabi wabuthuunil awdiyati wamanaa bitisy syajari..</font></i></p>
<p><b>&quot;</b><i>Wahai Tuhanku! TuRunkanlah hujan di sekitaR kami dan janganlah musnahkan kami. Ya Allah! Engkau tuRunkanlah ia di atas gunung-gunung dan bukit-bukau, di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pOkOk-pOkOk.” </i><i>(H.R. BukhaRi-Muslim)</i></p>
<p><i></i></p>
<p><strong><u><font size="4">DOa ketika TeRdengaR PetiR/Geledek/HalilintaR.</font></u></strong></p>
<p><b></b></p>
<p align="center"><font color="#ff8000" size="5"><strong>سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ        <br /></strong></font><i><font color="#ff8000">subhanalladzii yusabbihur ra’du bihamidihi wal malaaikatu min khiifatihi </font></i></p>
<p><i>“Maha Suci Allah yang mana guRuh ini mentasbihkan-Nya beseRta memuji-Nya dan juga paRa malaikat mentasbihkan-Nya kaRena takut kepada-Nya.” (H.R. Malik)</i></p>
<p><i></i></p>
<p><i></i></p>
<p><i></i></p>
<p><strong><u><font size="4">Adab Ketika TuRun Hujan dan MendengaR PetiR/Geledek/HalilintaR:</font></u></strong></p>
<ol>
<li><b>BeR-tasyakkuR</b>, yaitu <u>mensyukuri</u> atas segala nikmat Allah beRupa hujan, kaRena dengan hujan itu bumi yang mati menjadi hidup, tanaman menjadi tumbuh dan beRkembang, buah-buahan yang beRaneka waRna dan Rasa beRbuah di mana-mana sehingga dapat dinikmati Oleh manusia dan binatang. </li>
<li><b>BeR-tadabbuR</b>, yaitu <u>mengenali, menganalisa, menghayati, lalu membesaRkan kekuasaan Allah</u> pada kejadian hujan, petiR dan geledek </li>
<li><b>BeR-tafakkuR, </b>yaitu <u>memikiRkan tentang segala kejadian</u> yang teRjadi kepada manusia, baik yang membawa kemanfaatan maupun yang menjadikannya bencana. Semua kejadian dalam alam ini meRupakan bukti tanda-tanda kebesaRan dan kemahakuasaan Allah. </li>
<li><b>BeR-taatstsuR, </b>yaitu teRkesan dengan pelajaRan daRi Allah melalui ayat-ayat kauniyah sehingga semakin <u>mempeRtebal keyakinan hati</u> teRhadap keMahaEsaan dan keMahaKuasaan Allah. </li>
<li><b>BeR-ta’awwudz, </b>yaitu <u>beRlindung diRi</u> kepada Allah daRi segala segala hal yang akan membawa bencana dan kemadhaRatan bagi umat manusia. Dengan selalu beRlindung kepada Allah dengan membaca dOa-dOa yang telah diajaRkan Oleh Rasulullah SAW semOga segala kejadian yang semula akan beRakibat buRuk menjadi manfaat dan maslahat bagi manusia </li>
<li><b>BeR-taqaRRub, </b>yaitu upaya untuk selalu <u>mendekatkan diRi</u> kepada Allah sehingga Allah ta’ala benaR-benaR meRidhai kehidupan kita di dunia dan di akhiRat </li>
<li><b>BeR-taubatan Nasuuha, </b>yaitu <u>memOhOn ampun</u> atas segala kekhilafan, kesalahan, dOsa-dOsa dan maksiyat kepada Allah, yang disengaja atau tidak disengaja, yang diketahui atau tidak diketahui dan beRjanji untuk tidak mengulanginya lagi. </li>
</ol>
<p><strong><u><font size="4">Links:</font></u></strong></p>
<p><strong>[Hujan !]      <br /></strong><a href="http://iswondo.blogspot.com/2008/12/hujan.html">http://iswondo.blogspot.com/2008/12/hujan.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Keajaiban Allah dalam Hujan</strong>: Hujan memang salah satu faktOR yang paling penting bagi keabadian hidup di bumi. Ini meRupakan pRasyaRat untuk tetap beRjalannya kehidupan di bumi. Hujan, sangat penting untuk semua hal hidup, teRmasuk manusia, adalah yang disebutkan dalam beRbagai ayat-ayat Al QuR&#8217;an. </li>
<li>Pembentukan hujan teRjadi dalam tiga tahap. <strong>PeRtama</strong>, &quot;bahan baku&quot; hujan meningkat ke udaRa. <strong>Kedua</strong>, awan dibentuk. <strong>Ketiga</strong>, tetes hujan muncul. Tahapan ini di teRangkan dengan jelas dalam AlquRan dimana tepat dibeRikan infORmasi tentang pembentukan hujan.       <br /><em>Allah-lah yang mengiRimkan angin,lalu angin itu menggeRakan awan dan Allah membentangkannya di langit menuRut yang Dia kehendaki,dan menjadikannya beRgumpal &#8211; gumpal,lalu engkau lihat hujan keluaR daRi celah &#8211; celahnya,maka apabila Dia menuRunkannya kepada hamba &#8211; hamba- Nya yang DIa kehendaki tiba &#8211; tiba meReka beRgembiRa.</em>( <strong>SuRat AR Rum : 48</strong>).       <br />Setiap tahap dalam pembentukan hujan adalah teRdapat dalam ayat-ayat Al QuR&#8217;an. Selain itu, tahapan ini dijelaskan dalam uRutan yang tepat. SepeRti banyak fenOmena alam lain di dunia, di jalaskan secaRa gamblang di dalam AlquRan yang menyediakan penjelasan yang paling benaR. </li>
<li><em>Dan daRi langit kami tuRunkan aiR yang membeRi beRkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (aiR) itu pepOhOnan yang Rindang dan biji &#8211; bijian yang dapat di panen</em> (<strong>SuRat Qaf, 9</strong>). GaRam dapuR yang jatuh dengan hujan meRupakan cOntOh kecil unsuR-unsuR teRtentu (kalsium, magnesium, kalium, dll) digunakan untuk meningkatkan kesubuRan alam. LOgam beRat yang ditemukan dalam jenis aeROsOl ini adalah unsuR-unsuR lain yang meningkatkan kesubuRan dalam peRkembangan dan pROduksi tanaman. Hutan juga mampu menampung aeROsOl laut. <strong>Dengan caRa ini (hujan), 150 juta tOn pupuk jatuh pada tOtal peRmukaan tanah setiap tahun. Jika tidak ada pemupukan alam sepeRti ini, akan ada sangat sedikit vegetasi di bumi, dan keseimbangan ekOlOgi akan dilemahkan.</strong> </li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p>Untuk mendOwnlOad <u>kumpulan aRtikel</u> <strong>[DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR</strong>&quot; ini, silahkan klik di bawah ini: </p>
<p align="center"><a title="Download File [DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR | 63kB" href="http://www.ziddu.com/download/7240742/DOAAdabBilaTuRunHujandanPetiR.doc.html" target="_blank"><img alt="Download File [DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR | 63kB" src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
<div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:28a46fd7-6fa3-42ed-a93d-1aee0a076e6d" style="display:inline;float:none;margin:0;padding:0;">Technorati Tags: <a href="http://technorati.com/tags/islam" rel="tag">islam</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Doa" rel="tag">Doa</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Muhammad+SAW" rel="tag">Muhammad SAW</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Hadith" rel="tag">Hadith</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Rasulullah" rel="tag">Rasulullah</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Muslim" rel="tag">Muslim</a></div>
Posted in Doa dan Adab Tagged: adab, doa, hadist, Halilintar, Hujan, Muhammad SAW, Petir <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=823&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/11/06/doa-adab-bila-turun-hujan-dan-petir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&#38;h=49#38;h=49" medium="image">
			<media:title type="html">bismillahhiRRahmaniRRahim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/11/hujan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">QS. An-Nuur [24] : 43</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Download File [DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR &#124; 63kB</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] Adab Dimudahkan MempeROleh Anak</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/10/22/doa-adab-dimudahkan-memperoleh-anak/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/10/22/doa-adab-dimudahkan-memperoleh-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 06:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[jima']]></category>
		<category><![CDATA[libido]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pRemenstRual syndROme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/2009/10/22/doa-adab-dimudahkan-memperoleh-anak/</guid>
		<description><![CDATA[
Jika ORang tua ingin segeRa mempeROleh anak, jangan lupa selalu mendawamkan dOa beRikut:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Rabbi laa tadzaR nii faRdaw wa anta khayRul waa Ritsiin 
&#34;Ya Tuhanku janganlah Engkau membiaRkan aku hidup seORang diRi dan Engkaulah PewaRis Yang Paling Baik” (Q.S. Al-Anbiyaa : 89). 
Pada akhiR dOa suatu shalat Nabi SAW beRdOa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=807&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img height="49" alt="bismillahhiRRahmaniRRahim" src="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&amp;h=49&#038;h=49#38;h=49" width="150" border="0" /></p>
<p>Jika ORang tua ingin segeRa mempeROleh anak, jangan lupa selalu mendawamkan dOa beRikut:</p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ</font></b></p>
<p align="center"><em><font color="#ff8000">Rabbi laa tadzaR nii faRdaw wa anta khayRul waa Ritsiin </font></em></p>
<p>&quot;Ya Tuhanku janganlah Engkau membiaRkan aku hidup seORang diRi dan Engkaulah PewaRis Yang Paling Baik” (Q.S. Al-Anbiyaa : 89). </p>
<p>Pada akhiR dOa suatu shalat Nabi SAW beRdOa kepada Ibunya Anas bin Malik: </p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيهِ</font></b></p>
<p align="center"><em><font color="#ff8000">Allahumma aktsiR maa lahu wawaladahuu wabaaRiklahu fiihi </font></em></p>
<p>&quot;Ya Allah! PeRbanyakkanlah haRtanya dan peRbanyakkanlah anak-anaknya seRta beRikanlah kebeRkatan kepadanya&quot; (H.R. BukhaRi Muslim) </p>
<p>Maka jika dOa itu dibaca untuk diRi sendiRi atau suami istRi, kalimatnya menjadi: </p>
<p align="center"><b><font color="#ff8000" size="5">اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَاِلي(لَنَا) وَوَلَدِي (نَا) وَبَارِكْ لي (لَنَا) فِيهِ</font></b></p>
<p align="center"><em><font color="#ff8000">Allahumma aktsiR maa lii (lanaa) wawaladii (naa) wabaaRiklii (lanaa) fiihi</font> </em></p>
<p>“Ya Allah! PeRbanyakkanlah haRtaku dan peRbanyakkanlah anak-anakku seRta beRikanlah kebeRkatan kepadaku di dalamnya” </p>
<p>Adab AgaR Dimudahkan MempeROleh Anak:</p>
<p><span id="more-807"></span></p>
<ol>
<li>Kesulitan mempeROleh anak bisa disebabkan Oleh tiga faktOR : medis, psikis, dan ROhani. <strong>Jika faktORnya kaRena medis (mandul), maka satu-satunya jalan adalah mOhOn keajaiban Allah</strong>. </li>
<li><strong>Jika faktORnya adalah psikis (kejiwaan dan stRess), maka baik suami maupun istRi haRus menyediakan waktu santai</strong> selama bebeRapa lama sehingga daya keRja hORmOn nORmal kembali. FaktOR ini biasanya dialami Oleh paRa pekeRja keRas atau ORang yang punya masalah beRat dan selalu tegang sehingga sulit untuk Relaks walaupun sesaat. Ketegangan amat beRpengaRuh teRhadap daya keRja hOmOn untuk bisa membuahi atau menjadi buah. </li>
<li><strong>Jika faktORnya adalah ROhani (banyak maksiat dan menyeleweng), maka jalan teRbaik adalah dengan beRtObat secaRa nasuha kepada Allah</strong>. Kemaksiatan pasti akan beRpengaRuh teRhadap ketentRaman hati. KetentRaman hati dipeRlukan dalam beRhubungan suami istRi.&#160; <img title="FaridSmile" style="border-right:0;border-top:0;display:block;float:none;margin-left:auto;border-left:0;margin-right:auto;border-bottom:0;" height="293" alt="FaridSmile" src="http://orido.files.wordpress.com/2009/10/faridsmile.jpg?w=271&#038;h=293" width="271" border="0" /> </li>
</ol>
<p>Links:</p>
<p><strong>[Lebih Dekat dengan Tamu Bulanan]</strong>     <br /><a href="http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/lebih-dekat-dengan-tamu-bulanan.html">http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/lebih-dekat-dengan-tamu-bulanan.html</a></p>
<ul>
<li><strong>FisiOlOgi Siklus MenstRuasi</strong>: Panjang siklus beRvaRiasi daRi 23 haRi atau kuRang untuk siklus pendek dan lebih daRi 35 haRi untuk siklus yang panjang. Ada sejumlah peRempuan yang siklusnya teRatuR, sementaRa ada pula yang beRvaRiasi sampai dengan 7 haRi. Untuk lebih memudahkan pemahaman, pada tulisan ini kita gunakan Rata-Rata siklus 28 haRi. </li>
<li>Ovulasi hanya teRjadi satu haRi saja dalam satu siklus dan bila tidak teRjadi kehamilan, 2 minggu kemudian diikuti Oleh masa menstRuasi. Biasanya jangka waktu antaRa Ovulasi dan menstRuasi beRikutnya tidaklah beRbeda jauh. Lamanya siklus menstRuasi beRgantung pada vaRiasi waktu sejak awal siklus sampai Ovulasi. TeRjadinya Ovulasi menentukan lamanya siklus. Lamanya waktu sejak awal menstRuasi sampai Ovulasi bisa beRmacam-macam. Ovulasi seRingkali teRtunda pada saat-saat seseORang mengalami stRes, masa menyusui dan masa pRa menOpause. </li>
<li>MenstRuasi biasanya identik dengan PMS, setiap wanita mengalami keluhan menjelang menstRuasi. SekitaR 85% wanita mengalami gangguan fisik dan emOsi menjelang masa ini. Gejala yang paling mudah dilihat daRi sindROm pRa menstRuasi ini adalah mudah maRah, depResi, lelah dan tubuh agak membengkak. Selain itu, biasanya juga teRjadi penumpukan caiRan dengan payudaRa yang agak membengkak, ukuRan panggul beRtambah besaR, wajah teRlihat sembab, sakit kepala, dan nyeRi di bagian peRut. PeRubahan-peRubahan mOOd, sepeRti mudah maRah, meledak-ledak, dan seRing menangis juga keRap menandai munculnya pRemenstRual syndROme (PMS) ini. </li>
<li><strong>Fakta seputaR PMS, teRmasuk bagaimana caRa meRingankannya</strong>: </li>
</ul>
<ol>
<li><strong>Telat datang bulan, hal biasa.</strong>       <br />Kejadian ini beRhubungan dengan tingkat stRes yang dialami sehingga keRja hORmOn teRhambat dan menyebabkan silklus menstRuasi pun teRganggu. Maka daRi itu, peRhatikan jadwal kuliah/kegiatan Ukhtiy, apakah saat ini Ukhtiy dikejaR tenggat waktu sOal kuliah, tugas, atau amanah lain. Bila saja Ukhtiy peRhatikan, adanya stRes ini dapat membuat menstRuasi Uktiy teRlambat. </li>
<li><strong>Tidak sebanyak yang Ukhtiy pikiRkan.        <br /></strong>Ukhtiy tidak peRlu takut kehilangan jumlah daRah teRlalu banyak. SecaRa Rata-Rata, setiap bulannya seORang wanita hanya kehilangan sekitaR 3 Ons daRah. </li>
<li><strong>Lama atau sebentaR itu nORmal.        <br /></strong>Kebanyakan wanita akan mengeluaRkan daRah sekitaR dua haRi sampai tujuh haRi. Bila menstRuasi Anda lebih daRi delapan haRi, itu belum teRgOlOng masalah besaR. </li>
<li><strong>PMS yang bukan PMS.</strong>       <br />Wanita yang mengalami sakit hebat saat menstRuasi itu melebihi gejala umum sangat mungkin teRkena pRemenstRual dysphORic disORdeR (PMDD). Wanita yang mendeRita PMDD juga memiliki gejala-gejala sama layaknya PMS, sepeRti sakit kepala, nyeRi sendi dan OtOt, tubuh dan payudaRa membengkak. Gejala-gejala yang secaRa umum teRjadi, akan menghilang saat beRlangsungnya menstRuasi. </li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Untuk menguRangi bebeRapa kOndisi yang tidak nyaman menjelang PMS</strong>, cOba lakukan bebeRapa hal di bawah ini: </li>
</ul>
<ol>
<li>Buatlah semacam diaRy atau juRnal yang mencatat kapan gejala-gejala itu muncul. Dengan demikian, Ukhtiy <strong>mempunyai patOkan waktu yang tepat untuk mengatasinya</strong>. </li>
<li><strong>AgaR sehat, makanlah sedikit tetapi seRing</strong>. Jika Ukhtiy mendeRita kOnstipasi, kOnsumsilah bahan makanan yang mengandung banyak seRat. </li>
<li>Saat sedang minum Obat diuRetik, biasanya Ukhtiy akan lebih seRing buang aiR kecil yang memungkinkan mineRal penting ikut teRbuang. KaRena itu, <strong>tambah makanan yang mengandung pOtassium (buah, makanan laut, kacang-kacangan), juga makanan, minuman ekstRa atau suplemen yang mengandung vitamin B dan C</strong>. </li>
<li><strong>Untuk menguRangi teRjadinya penumpukan caiRan, sebisa mungkin kuRangi gaRam </strong>dalam makanan Ukhtiy. GaRam bisa menyeRap aiR dan hal ini dapat meningkatkan pembengkakan. </li>
<li>PeRbanyak waktu istiRahat untuk menghindaRi kelelahan. Selain itu cObalah <strong>menghindaRi situasi yang bisa membuat Ukhtiy stRes</strong>. </li>
<li>COba <strong>bicaRakan peRasaan Ukhtiy kepada sahabat yang dapat dipeRcaya dan dapat mendengaRkan keluhan</strong> Ukhtiy. Pastikan pula keluaRga tahu mengenai kOndisi Ukhtiy. </li>
<li>CObalah <strong>minum bebeRapa Ramuan tumbuhan teRtentu yang telah teRbukti membantu meningkatkan kesehatan</strong> wanita, misalnya kunyit asam, dan lain-lain. </li>
</ol>
<p><strong>[Rasa syukuR dapat menuRunkan hORmOn stRess dalam tubuh kita]</strong>     <br /><a href="http://drlizapoem.blogspot.com/2008/11/rasa-syukur-dapat-menurunkan-hormon.html">http://drlizapoem.blogspot.com/2008/11/rasa-syukur-dapat-menurunkan-hormon.html</a></p>
<ul>
<li>MenuRut penelitian bahwa <strong>hORmOn stRess dapat dituRunkan dengan Rasa syukuR</strong> yang ada pada kita, kita iklash meneRima kehidupan ini sebagai amanah daRi Allah SWT. </li>
<li>HORmOn stRess yang seRing disebut sebagai biang keladi timbulnya banyak penyakit beRnama kORtisOl. kORtisOl dalam daRah meningkat sebagai upaya tubuh mengantisipasi timbulnya tekanan yang timbul dalam menghadapi keadaaan yang menjadi beban pikiRan dan kekawatiRan kita. kekawatiRan akan hidup susah, ditinggal pasangan, pekeRjaan, membuat hipOtalamus Otak kita meRangsang hipOfisis mengeluaRkan ACTH, dan ACTH meRangsang anak ginjal mengeluaRkan KORtisOl. <strong>hORmOn kORtisOl akan bekeRja diseluRuh ORgan tubuh kita dengan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan daRah, meningkatkan kesiagaan Otak kita sehingga kita sulit tiduR, mempengaRuhi ORgan RepROduksi kita sehingga menguRangi libidO bahkan menyebabkan kemandulan</strong>. </li>
<li><strong>Shalat tahajud secaRa siknifican dapat menuRunkan jumlah hORmOn kORtisOl yang ada dalam tubuh, shalat yang dilakukan dengan khusuk dan Rasa syukuR dalam hati dapat menuRunkan hORmOn stRess tadi dalam tubuh</strong>, jadi buat apa kita stRess, hidup ini sudah ada takaRannya, jadi dengan iktiaR dan dOa maka insyaAllah kita akan teRhindaR daRi penyakit fisik dan hati. </li>
<li><strong>PeRbanyaklah kita membaca dOa meminta kemudahan kepada Allah,</strong>&#160; Al-BaqaRah ayat 286: <em>Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami teRsalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang beRat sebagaimana Engkau bebankan kepada ORang-ORang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. BeRi maaflah kami; ampunilah kami; dan Rahmatilah kami. Engkaulah PenOlOng kami, maka tOlOnglah kami teRhadap kaum yang kafiR</em>&quot;. </li>
</ul>
<p><strong>[SabaR Menanti Si Buah Hati]      <br /></strong><a href="http://www.andwimaretta.co.cc/2009/05/sabar-menanti-si-buah-hati.html">http://www.andwimaretta.co.cc/2009/05/sabar-menanti-si-buah-hati.html</a></p>
<ul>
<li>Betapa hidup akan teRasa sepi, tanpa kehadiRan si buah hati. Namun, <strong>bagi Anda yang belum dikaRuniai amanah ini, tidaklah peRlu beRkecil hati. MaRi, kita tengOk sejenak kisah Nabi ZakaRia.</strong> Nabi ZakaRia sangat ingin memiliki seORang anak. Namun, haRapan itu hanya dipendam dalam hatinya, kaRena ia tahu, usianya dan istRinya sudah sangat Renta.       <br />DOa nabi ZakaRia: &quot;<em>Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum peRnah kecewa dalam beRdOa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatiR teRhadap mawaliku (ORang-ORang yang akan mengatuR uRusan ORang banyak) sepeninggalku, sedang istRiku adalah seORang yang mandul, maka anugeRahilah bagiku daRi sisi-Mu seORang putRa, yang akan mewaRisi aku dan mewaRisi sebagian keluaRga Ya&#8217;qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seORang yang diRidhai</em>.” (MaRyam: 4-6) </li>
<li><strong>Setiap ketentuan Allah pasti ada hikmahnya</strong>. Demikian juga apa yang telah Dia tentukan untuk kita. Jika hingga saat ini Rumah tangga kita belum juga dikaRuniai ketuRunan, mungkin memang itulah yang teRbaik buat kita. BaRangkali kita memang belum benaR-benaR siap untuk menjadi ORangtua yang baik. Mungkin pula, Allah memang sengaja menguji kesabaRan kita atau Dia memiliki peRtimbangan lain, yang tidak kita ketahui. (simak Al-BaqaRah: 216) </li>
<li>Selain dengan mempeRbanyak dOa, <strong>kiat-kiat sedeRhana beRikut bisa Anda pRaktikkan</strong>:dalam usaha mendapatkan keturunan: </li>
</ul>
<ol>
<li>Jalani pOla hidup sehat, Rajinlah beROlah Raga, dan kOnsumsi makanan yang beRgizi seimbang. </li>
<li>HindaRi stRes dan kelelahan. </li>
<li>SeRing-seRinglah mengOnsumsi makanan/suplemen yang menunjang kesubuRan. Misalnya tauge, wORtel, madu, habbatussauda, </li>
<li>Jauhi meROkOk seRta alkOhOl. Kedua hal itu, selain haRam, juga bisa menuRunkan tingkat kesubuRan. </li>
<li>Lakukan hubungan intim secaRa teRatuR, dan jagalah selalu kebeRsihan ORgan vital Anda agaR teRhindaR daRi beRbagai kuman dan penyakit. </li>
</ol>
<p><strong>pOstingteRkait:</strong></p>
<ul>
<li>
<h4><a href="http://orido.wordpress.com/2009/03/01/ibsn-hotd-seputar-haid-dan-permasalahannya/">[HOTD] seputaR haid dan peRmasalahannya</a></h4>
</li>
<li>
<h4><a href="http://orido.wordpress.com/2008/07/29/hotd-istikharah-memohon-pada-allah/">[HOTD] istikhaRah / memOhOn pada Allah</a></h4>
</li>
<li>
<h4><a href="http://orido.wordpress.com/2008/05/14/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/">[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR</a></h4>
</li>
<li>
<h4><a href="http://orido.wordpress.com/2008/01/31/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/">[DOA] tatkala mengalami kesedihan</a></h4>
</li>
<li>
<h4><a href="http://orido.wordpress.com/2007/01/05/hotd-susah-sabar/">[HOTD] susah &amp; sabaR</a></h4>
</li>
</ul>
<p>untuk mendOwnlOad kumpulan aRtikel &#8220;[DOA] Adab Dimudahkan MempeROleh Anak&#8221; ini, silahkan klik di bawah ini:</p>
<p align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/7020879/DOAAdabDimudahkanMemperolehAnak.doc.html" target="_blank" title="Download File [DOA] Adab Dimudahkan MempeROleh Anak | 105kB"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" alt="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
Posted in Doa dan Adab Tagged: adab, anak, doa, hubungan pasutri, jima', libido, menstruasi, orang tua, pRemenstRual syndROme, seks, stres <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/807/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=807&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/10/22/doa-adab-dimudahkan-memperoleh-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&#38;h=49#38;h=49" medium="image">
			<media:title type="html">bismillahhiRRahmaniRRahim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/10/faridsmile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FaridSmile</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] mempeROleh anak yang shaleh.. selamat datang AmanahMu..</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/07/10/doa-memperoleh-anak-yang-shaleh-selamat-datang-amanahmu/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/07/10/doa-memperoleh-anak-yang-shaleh-selamat-datang-amanahmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 03:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[air mani]]></category>
		<category><![CDATA[al-]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Amanah Allah ta'ala]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[dimudahkan urusan]]></category>
		<category><![CDATA[haid]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[istri shalehah]]></category>
		<category><![CDATA[mengandung]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[shale]]></category>
		<category><![CDATA[sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al-QuRan ada bebeRapa dOa yang biasanya diamalkan Oleh paRa Nabi dan ORang-ORang Saleh untuk mempeROleh <a href="http://orido.wordpress.com/2007/07/11/hotd-anak-sholeh/">anak saleh</a>. Tiga dOa di antaRanya adalah: 
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong>
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>RObbi hablii minladunka dzuRRiyatan thOyybatan innaka samii’ud du’aa..</em></span></p>
"Ya Tuhanku, beRilah aku daRi sisi Engkau seORang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha PendengaR dO`a".(Q.S. Ali ImRan : 38)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=589&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&#038;h=49#38;h=49#38;h=49" border="0" width="150" height="49" alt="bismillahhiRRahmaniRRahim" /></p>
<blockquote><p align="center"><em>Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.</em><br />
<strong>[QS. Al Mu'minuun (23) ayat 13-14]</strong></p>
</blockquote>
<p>Dalam Al-QuRan ada bebeRapa dOa yang biasanya diamalkan Oleh paRa Nabi dan ORang-ORang Saleh untuk mempeROleh <a href="http://orido.wordpress.com/2007/07/11/hotd-anak-sholeh/">anak saleh</a>. Tiga dOa di antaRanya adalah: </p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>RObbi hablii minladunka dzuRRiyatan thOyybatan innaka samii’ud du’aa..</em></span></p>
<p>&#8220;Ya Tuhanku, beRilah aku daRi sisi Engkau seORang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha PendengaR dO`a&#8221;.(Q.S. Ali ImRan : 38)<br />
<span id="more-589"></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>RObbi hablii minash shaalihiin..</em></span></p>
<p> &#8220;Ya Tuhanku, anugeRahkanlah kepadaku (seORang anak) yang teRmasuk ORang-ORang yang saleh.”(Q.S. As-shaffaat: 100)</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>RObbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuRRiiyaatinaa quRROta a’yun, waj ‘alnaa lil muttaqiina imaamaa..</em></span></p>
<p>&#8220;Ya Tuhan kami, anugeRahkanlah kepada kami isteRi-isteRi kami dan ketuRunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi ORang-ORang yang beRtakwa.” (Q.S. Al-FuRqan : 74)</p>
<p><strong>Adab BeRdOa MempeROleh <a href="http://orido.wordpress.com/2007/07/11/hotd-anak-sholeh/">Anak Saleh</a>:</strong><br />
1.	<a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">ORang tua</a> haRus mewaRiskan sifat-sifat kesalehan.<br />
2.	<a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">ORang tua</a> haRus menciptakan suasana amaliah agama di Rumahnya.<br />
3.	<a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">ORang tua</a> haRus membeRi teladan yang baik di Rumahnya.<br />
4.	<a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">ORang tua</a> haRus membeRsihkan diRinya dan haRtanya daRi hal-hal yang haRam.<br />
5.	<a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">ORang tua</a> haRus menjauhi maksiyat dan <a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/27/hotd-dosa-besar/">dOsa-dOsa besaR</a>.<br />
6.	BeRdOa secaRa khusyu dan istiqamah.<br />
7.	MempeRbanyak salat malam dan shaum sunat.</p>
<p><strong>pOstingteRkait:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2009/06/16/qotd-apakah-disamping-allah-ada-tuhan-yang-lain/">[QOTD] apakah disamping Allah ada tuhan yang lain??</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2009/04/24/rasul-mencintai-istri-shalehah/">[RASUL] mencintai istRi shalehah</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2009/03/01/ibsn-hotd-seputar-haid-dan-permasalahannya/">[HOTD] seputaR haid dan peRmasalahannya</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2007/07/11/hotd-anak-sholeh/">[HOTD] anak shOleh</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">[HOTD] ORang tua</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">[HOTD] ibu..</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/29/hotd-anak-perempuan/">[HOTD] anak peRempuan</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">[HOTD] hubungan pasutRi</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2007/06/14/doa-mohon-dimudahkan-segala-urusan/">[DOA] mOhOn dimudahkan segala uRusan</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2008/05/14/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/">[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR</a></li>
</ul>
<p>***********</p>
<div><a target="_blank" href="http://www.pregnology.com/pregnancy/01/14/2010"><img /></a></div>
<p><em>Alhamdulillah.. saat ini <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">istRi</a> saya sedang mengandung anak yang ke-3..<br />
haRapannya adalah <a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/29/hotd-anak-perempuan/">anak peRempuan</a>.. biaR <a href="http://orido.wordpress.com/2005/07/22/zamdiahmadmajid/">Majid</a> dan <a href="http://orido.wordpress.com/2008/04/30/aqiqah-rakhy-syahidan-farid/">FaRid</a> bisa njagain </em><em>little pRincess</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
*<a href="http://www.youtube.com/watch?v=Fel-WdcrhNo">yOu&#8217;re still my pRettiest One hOney</a>.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />   *<br />
bantu dOa nya ya teman2, semOga segala sesuatunya sesuai dengan haRapan (<a href="http://orido.wordpress.com/2007/06/14/doa-mohon-dimudahkan-segala-urusan/">dimudahkan, dilancaRkan</a>, dikabulkan..)<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Links:</strong></p>
<p><strong>[empat wasiat bagi <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">wanita hamil</a>]</strong><br />
<a href="http://islamalternatif.net/id/article.php?story=20050809172228933">http://islamalternatif.net/id/article.php?story=20050809172228933</a></p>
<ul>
<li><strong>Wasiat yang amat penting untuk dipeRhatikan Oleh <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">kaum ibu</a></strong> yang akan membangun masa depan dan menghadiRkan geneRasi unggul di tengah masyaRakat:<br />
<strong>1. <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">Ibu</a> dan janinnya</strong>, hubungan dan keteRkaitan masa depan anak; <strong><a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">SeORang ibu</a> haRus menyadaRi bahwa masa kehamilan adalah masa yang sangat sensitif dan juga menentukan masa depan anaknya</strong>. Segala peRsOalan mORal dan spiRitual yang dilaluinya semasa kehamilannya akan beRalih kepada janin yang dikandungnya. KaRena itu, <strong><a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">seORang ibu</a> haRus selalu waspada pada saat-saat kehamilan, dan ia haRus menjauhi sifat-sifat buRuk dan hina sepeRti dengki dan sOmbOng.</strong><br />
<strong>2. Menjauhi Maksiat dan DOsa;</strong> Hal-hal yang keRap dalam peRgaulan beRupa canda, tawa dan sebagainya, dia haRus menyadaRi bahwa <strong>dampak daRi maksiat-maksiat ini akan beRalih secaRa langsung pada janinnya, dan akibat daRi peRbuatan ini, pada dasaRnya ia telah membunuh kaRakteR mORalnya dan melumpuhkan kemampuan-kemampuan spiRitualnya</strong>. Pada saat yang sama, peRilaku ini akan beRpengaRuh teRhadap peRbuatan buRuk atau pun dOsa janin, baik dOsa besaR maupun dOsa sekecil apapun. Oleh sebab itu, <strong>wanita yang memiliki hubungan yang eRat dengan Allah SWT, sungguh akan membeRikan kOmitmen yang besaR pada sifat-sifat islami pada masa kehamilannya, yang meRupakan lahan dan bekal bagi masa depan janinnya.</strong><br />
<strong>3. Menjauhi Makanan HaRam</strong>; Di antaRa pendeRitaan janin adalah pada saat daging, badan dan tulangnya teRbentuk daRi makanan haRam.<br />
<strong>4. MenghindaRi EmOsi</strong>; KemaRahan <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">ibu</a> hamil atau emOsi jiwanya yang meledak teRkadang -menuRut hukum genetika- menyebabkan pengaRuh fisik dan membuRukkan bentuk janin atau menyebabkan kelumpuhan, teRlebih lagi kOndisi kejiwaannya.</li>
<li><strong>Di pundak <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">wanita-wanita hamil</a> teRdapat amanat yang beRat, akan tetapi mulia</strong>. Sebuah amanat yang dapat mempeRsembahkan <a href="http://orido.wordpress.com/2007/07/11/hotd-anak-sholeh/">anak saleh</a>, sehat jasmani dan ROhani bagi masyaRakat, dan duniapun akan teRsenyum syukuR padanya.</li>
</ul>
<p><strong>[nasib manusia telah ditetapkan]</strong><br />
<a href="http://thepeace08-kitabhadis40.blogspot.com/2008/07/nasib-manusia-telah-ditetapkan.html">http://thepeace08-kitabhadis40.blogspot.com/2008/07/nasib-manusia-telah-ditetapkan.html</a></p>
<ul>
<li>DaRi Abu AbdiRROhman, AbdullOh bin Mas’ud ROdhiyallOhu’anhu, dia beRkata: ”<em>ROsulullOh shOllallOhu ‘alaihi wasallam telah beRsabda kepada kami dan beliau adalah ORang yang selalu benaR dan dibenaRkan: ’<strong>Sesungguhnya setiap ORang diantaRa kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam Rahim <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">ibunya</a> selama empat puluh haRi dalam bentuk nuthfah (aiR mani), kemudian menjadi ‘alaqOh(segumpal daRah) selama waktu itu juga (empat puluh haRi), kemudian menjadi mudhghOh(segumpal daging) selama waktu itu juga</strong>, lalu diutuslah seORang malaikat kepadanya, <strong>lalu malaikat itu meniupkan Ruh padanya dan ia dipeRintahkan menulis empat kalimat: Menulis Rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau kebeRuntungannya.</strong> Maka demi AllOh yang tiada tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada diantaRa kamu yang melakukan amalan penduduk suRga dan amalan itu mendekatkannya ke suRga sehingga jaRak antaRa dia dan suRga kuRang satu hasta, namun kaRena taqdiR yang telah ditetapkan atas diRinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neRaka sehingga dia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya ada seseORang diantaRa kamu yang melakukan amalan penduduk neRaka dan amal itu mendekatkannya ke neRaka sehingga jaRak antaRa dia dan neRaka hanya kuRang satu hasta, namun kaRena taqdiR yang telah ditetapka atas diRinya, lalu dia melakukan amalan penduduk suRga sehingga dia masuk ke dalamnya</em>.” (HR. BukhORi dan Muslim).</li>
<li><strong>Janin sebelum sempuRna menjadi janin melalui 3 fase, yaitu: aiR mani, segumpal daRah, kemudian segumpal daging. Masing-masing lamanya 40 haRi</strong>. Janin sebelum beRbentuk manusia sempuRna juga mengalami 3 fase, yaitu:<br />
<strong>1. TaswiR</strong>, yaitu digambaR dalam bentuk gaRis-gaRis, waktunya setelah 42 haRi.<br />
<strong>2. Al-Khalq</strong>, yaitu dibuat bagian-bagian tubuhnya.<br />
<strong>3. Al-BaRú</strong>, yaitu penyempuRnaan.</li>
<li><strong>Allah menulis taqdiR dalam 4 bentuk</strong>, yaitu:<br />
<strong>1. TaqdiR saabiq</strong>, yaitu penulisan taqdiR bagi seluRuh makhluk di lauh mahfudz 50 Ribu tahun sebelum penciptaan bumi dan langit.<br />
<strong>2. TaqdiR úmRi</strong>, yaitu penulisan taqdiR bagi janin ketika beRusia 4 bulan.<br />
<strong>3. TaqdiR sanawi</strong>, yaitu penulisan taqdiR bagi seluRuh makhluk setiap tahunnya pada malam lailatul qOdR.<br />
<strong>4. TaqdiR yaumi</strong>, yaitu penulisan teRhadap setiap kejadian setiap haRinya.<br />
<strong>Keempat macam penulisan taqdiR teRsebut memungkinkan teRjadinya peRubahan kecuali pada taqdiR sabiq</strong>. Sebagaimana fiRman Allah: (SuRat AR-Ra’d: 39). </li>
<li>Hati ORang-ORang yang shalih diantaRa 2 keadaan, yaitu khawatiR tentang apa yang telah ditulis baginya atau khawatiR tentang apa yang akan teRjadi pada akhiR hidupnya. Keadaan peRtama hatinya paRa sabiqin dan keadaan ke-2 hatinya paRa abRaR.</li>
</ul>
<p><strong>[kORelasi ilmu kedOkteRan tentang jenis kelamin janin dengan fiRman allah dalam suRat luqman ayat 34]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2453/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2453/slash/0</a></p>
<ul>
<li><strong>Ada lima hal yang beRhubungan dengan yang ghaib, yang beRkaitan dengan Rahim dan janin, dan tidak ada yang mengetahui selain hanya Allah semata</strong>, yaitu :<br />
<strong>(1)</strong> usia menetapnya janin di dalam Rahim si <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">ibu</a>,<br />
<strong>(2)</strong> amaliyah hidupnya,<br />
<strong>(3)</strong> Rezekinya,<br />
<strong>(4)</strong> kebahagiaan atau kesengsaRaan, dan<br />
<strong>(5)</strong> jenis kelamin daRi janin sebelum ia diciptakan.</li>
<li>BeRkenan dengan peRtanyaan yang beRhubungan dengan keumuman FiRman Allah Ta’ala :” <em>Apa-apa yang beRada di dalam Rahim</em>”, maka kami katakan : Apabila ayat teRsebut mencakup peRmasalahan jenis kelamin, apakah laki-laki ataukah wanita setelah penciptaan janin teRsebut, maka yang mengkhususkan hal teRsebut adalah panca indeRa dan fakta. Dan banyak dijelaskan Oleh paRa ulama ushul bahwasanya yang bisa menjadi pengkhusus keumuman makna pada Al-Kitab dan Al-Sunnah, adalah (dalil yang jelas), atau ijma, qiyas, atau panca indeRa dan akal. Dan pendapat ulama ushul ini sangatlah dikenal. Dan <strong>seandainya ayat teRsebut tidak menyangkut kebeRadaan janin setelah diciptakan, akan tetapi menyangkut sebelum diciptakan janin itu, maka dalam hal ini tidak ada peRselisihan apabila dikatakan tentang pengetahuan jenis kelamin janin laki-laki ataukah <a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/29/hotd-anak-perempuan/">peRempuan</a>.</strong></li>
</ul>
<p><strong>[tetap menyusui saat hamil]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/sehat/tetap-menyusui-saat-hamil.htm">http://www.eramuslim.com/konsultasi/sehat/tetap-menyusui-saat-hamil.htm</a></p>
<ul>
<li><strong>SecaRa umum <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">ibu yang menyusui</a> saat hamil, insyaAllah tidak menghadapi peRmasalahan seRius, jika memang kOndisi badan dan kehamilannya sehat (tidak ada Riwayat pRematuR, peRdaRahan dll). Tapi jika kemudian teRjadi kOntRaksi yang cukup kuat, atau ada peRdaRahan, maka sebaiknya menyusui segeRa dihentikan saja</strong>. AgaR janin di dalam kandungan tetap sehat dan kebutuhan gizinya teRcukupi, maka <strong><a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">ibu</a> haRus mempeRhatikan asupan makananya yaitu dengan makan yang beRgizi dan cukup banyak</strong>. Janin didalam kandungan akan tetap sehat jika <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/24/hotd-ibu/">ibunya</a> sehat. Sedangkan untuk anak yang menyusui sebaiknya dibeRi makanan tambahan kaRena biasanya asi jumlahnya sedikit, sehingga tidak mencukupi kebutuhan gizinya.</li>
</ul>
<p><strong>[hukum jima' saat hamil]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-berhubungan-badan-pada-saat-hamil.htm">http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-berhubungan-badan-pada-saat-hamil.htm</a></p>
<ul>
<li><strong>Tidak ada laRangan syaRiat dalam <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">hubungan badan</a> yang dilakukan <a href="http://orido.wordpress.com/2009/04/24/rasul-mencintai-istri-shalehah/">seORang suami teRhadap istRinya</a> yang sedang hamil selama kOndisinya benaR-benaR sehat dan baik</strong>. Sedangkan yang dilaRang syaRi’at adalah ketika <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">hubungan badan (jima’)</a> itu dilakukan pada saat wanita dalam keadaan <a href="http://orido.wordpress.com/2009/03/01/ibsn-hotd-seputar-haid-dan-permasalahannya/">haidh atau nifas</a>. [QS. Al BaqOROh : 222]</li>
<li>Namun apabila kOndisi <a href="http://orido.wordpress.com/2009/04/24/rasul-mencintai-istri-shalehah/">istRi</a> yang sedang hamil itu tidak sehat atau memiliki Riwayat dalam kehamilan sebelumnya, sepeRti ; peRnah mengalami keguguRan, pendaRahan selama beRhubungan atau kelahiRan dini maka ada baiknya untuk beRhati-hati dalam <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan</a>. <strong>Dan jika <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan</a> itu dapat membawa mudhaRat (bahaya) padanya maka ada baiknya untuk tidak <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan</a> dahulu</strong> kaRena menghindaRi <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan</a> dalam keadaan istRi teRtekan atau khawatiR akan membawa bahaya pada diRinya adalah bagian daRi <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">menggaulinya</a> secaRa baik.</li>
<li>Dalam <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">menggauli istRi</a>nya yang sedang hamil hendaklah seORang suami melakukannya dengan tenang, pelan, tidak kasaR, mempeRhatikan keadaan kejiwaannya dan juga mencaRi pOsisi <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan</a> yang tepat teRutama saat usia kehamilan masih muda atau sudah tua (menjelang kelahiRan). <strong>Jika memang <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan dengan istRi</a> yang sedang hamil tua akan beRbahaya teRhadap janinnya kaRena mungkin apabila tidak hati-hati akan mengakibatkan keguguRan maka ada baiknya menunda dahulu <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">beRhubungan</a> dengannya hingga selesai melahiRkan.</strong></li>
</ul>
<p><strong>[meRencanakan kelahiRan anak sesuai syaRi'at islam]</strong><br />
<a href="http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1136359413">http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1136359413</a></p>
<ul>
<li>Istilah KeluaRga BeRencana atau disingkat KB adalah istilah yang khusus hanya beRlaku di negeRi kita. SebenaRnya di balik istilah itu, peRlu dikaji elemen-elemennya. Misalnya tentang mOtivasi yang melataR-belakangi KB itu sendiRi. <strong>Bila mOtivasinya semata-mata kaRena takut kelapaRan atau tidak kebagian Rizki, paRa ulama umumnya kebeRatan. Sebab setiap anak yang dilahiRkan ke muka bumi ini, sudah ada jatah Rezkinya daRi Allah.</strong></li>
<li>Dalam muktamaR kedua tahun 1385 H/1965 M MuktamaR Lembaga Riset Islam di KaiRO menetapkan keputusan bahwa sesungguhnya <strong>Islam menganjuRkan untuk menambah dan mempeRbanyak ketuRunan, kaRena banyaknya ketuRunan akan mempeRkuat umat Islam secaRa sOsial, ekOnOmi dan militeR. Menambah kemuliaan dan kekuatan</strong>.</li>
<li><strong>PengguguRan dengan maksud pembatasan ketuRunan atau menggunakan caRa yang mengakibatkan kemandulan untuk maksud seRupa adalah sesuatu yang dilaRang secaRa syaR’i</strong> teRhadap suami istRi.</li>
<li>Majelis mempelajaRi masalah pembatasan ketuRunan atau KB, sebagaimana sebagian paRa penyeRu menamakannya. AnggOta majelis sepakat bahwa paRa pencetus ide ini hendak membuat makaR atau tipu daya teRhadap umat Islam. Dan umat Islam yang menganjuRkannya akan jatuh pada peRangkap meReka. Pembatasan ini akan membahayakan secaRa pOlitik, ekOnOmi, sOsial dan keamanan. Telah muncul fatwa-fatwa daRi paRa ulama yang mulia dan teRpeRcaya keilmuan seRta keagamaannya yang menghaRamkan pembatasan ketuRunan ini. Dan <strong>pembatasan ketuRunan teRsebut beRtentangan dengan SyaRi’ah Islam</strong>.</li>
<li>PeRnyataan Badan Ulama BesaR di KeRajaan ARab Saudi menyebutkan bahwa <strong>dilaRang melakukan pembatasan ketuRunan secaRa mutlak. Tidak bOleh menOlak kehamilan jika sebabnya adalah takut miskin</strong>. KaRena Allah Ta’ala yang membeRi Rejeki yang Maha Kuat dan KOkOh.</li>
<li>PROgRam KB peRlu dilihat peRtama kali daRi lataR belakang mOtivasinya teRlebih dahulu. Kalau mOtivasinya sepeRti yang disebutkan di atas (kaRena takut kemiskinan), tentu saja kuRang sejalan dengan agama Islam. Namun kalau <strong>mOtivasinya teRkait dengan pengatuRan kelahiRan agaR mendapatkan ketuRunan yang beRkualitas, atau untuk membeRikan kekesempatan kepada anak untuk meRasakan kasih sayang dan peRhatian lebih lama daRi <a href="http://orido.wordpress.com/2006/06/15/hotd-orang-tua/">ORang tuanya</a>, tentu meRupakan alasan yang masih akal dan bisa diteRima syaRiah.</strong></li>
<li>Maka <strong>alat-alat kOntRasepsi yang mekanisme keRjanya membunuh zygOt atau janin, teRmasuk alat kOntRasepsi yang tidak dibenaRkan dalam Islam</strong>. Sebaliknya, bila tidak sampai membunuh janin atau zygOt, melainkan hanya beRfungsi untuk menghalangi teRjadinya <a href="http://orido.wordpress.com/2006/08/28/hotd-hubungan-pasutri/">pembuahan</a>, Oleh sementaRa kalangan ulama dipandang bOleh untuk digunakan.</li>
</ul>
<p><strong>[kapan ruh ditiupkan ke manusia?]</strong><br />
<a href="http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1142501162">http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1142501162</a></p>
<ul>
<li>Salah satu Hadits menjelaskan diutusnya malaikat dan dibuatnya bentuk bagi nutfah setelah beRusia enam minggu (empat puluh dua haRi), bukan setelah beRusia 120 haRi sebagaimana disebutkan dalam hadits lainnya. Sehingga sebagian ulama beRpendapat bahwa <strong>peniupan Ruh itu dilakukan pada usia janin 42 haRi</strong> beRdasaRkan hadits ini.</li>
</ul>
<p><strong>[apakah ORang hamil dipeRbOlehkan takziah?]</strong><br />
<a href="http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1164944947">http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1164944947</a></p>
<ul>
<li>PeRkaRa ini tidak ada dasaRnya daRi lubuk syaRiah, Al-QuRan Al-KaiRem atau pun As-Sunnah An-Nabawiyah. <strong>LaRangan ORang hamil untuk beRta&#8221;ziah adalah laRangan yang mengada-ada</strong>.</li>
<li>Yang seRing kita dengaR adalah kalau ORang hamil datang beRtakziyah ke ORang mati, nanti dikhawatiRkan Ruh ORang mati itu akan mengganggu janin di dalam kandungan. Atau syetan yang beRkeliaRan yang melakukannya. Semua itu adalah keyakinan yang tidak beRsumbeR daRi dalil-dalil yang bisa dibenaRkan. Sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum syaRiah. Dan <strong>meyakini kepeRcayaan sepeRti itu juga beRtentangan dengan aqidah Islam yang beRsih.</strong></li>
</ul>
<p>untuk mendOwnlOad kumpulan artikel terkait, silahkan klik di bawah ini:</p>
<p align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/5545652/DOAmempeROlehanakyangshaleh.doc.html" target="_blank" title="Download File DOA mempeROleh anak shaleh | 181kB"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" alt="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://orido.wordpress.com/2009/07/10/doa-memperoleh-anak-yang-shaleh-selamat-datang-amanahmu/"><img src="http://img.youtube.com/vi/oTQ1y8Tl0jA/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center"><a href="http://www.romantic-lyrics.com/at2.shtml">lyRic..</a></p>
Posted in Doa dan Adab Tagged: air mani, al-, Al-Qur'an, Amanah Allah ta'ala, anak, dimudahkan urusan, haid, hamil, ibu, islam, istri shalehah, mengandung, muslim, orang tua, shale, sholeh, teladan, wanita hamil <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=589&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/07/10/doa-memperoleh-anak-yang-shaleh-selamat-datang-amanahmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2009/06/bismillah.jpg?w=150&#38;h=49#38;h=49" medium="image">
			<media:title type="html">bismillahhiRRahmaniRRahim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/oTQ1y8Tl0jA/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] adab-adab dalam beRdOa</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2009/02/10/doa-adab-adab-dalam-berdoa/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2009/02/10/doa-adab-adab-dalam-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 03:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[Allah swt.]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
[QS. Al A'raaf, 7: 56]
Berdoa adalah suatu amalan ibadah, yang hendak dimohonkan oleh manusia yang penuh kelemahan, banyak dosa dan tidak berdaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=413&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.<br />
<strong>[QS. Al A'raaf, 7: 56]</strong></em></p></blockquote>
<p>Berdoa adalah suatu amalan ibadah, yang hendak dimohonkan oleh manusia yang penuh kelemahan, banyak dosa dan tidak berdaya, akan diajukan kepada Dzat Yang Maha Tinggi, Yang Menggenggam semua khazanah bumi dan langit, maka tentu saja harus menggunakan adab-adab dalam memohon. Di dalam <strong>Kitab Fiqhus-Sunnah</strong> karya <em>Sayid Sabiq</em> dan juga <strong>Kitab Ihyaa ‘Ulumiddiin</strong>, dijelaskan bahwa di antara adab-adab dalam berdoa adalah:<br />
<span id="more-413"></span><br />
1. Dengan hati yang merunduk dan penuh rasa takut kepada Allah (Q.S. Al-A’raf : 55)<br />
2. Dengan suara yang lembut, di antara tidak berbunyi dengan suara keras  (Q.S. Al-Isra : 110; Q.S. Maryam : 3)<br />
3. Menghadap Allah dengan isi perut dan pakaian yang halal<br />
Sabda Nabi SAW kepada Sa’ad bin Abi Waqqash: </p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
يا سعد, أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة. والذى نفس محمد بيده : إن الرجل ليقذف اللقمة الحرام فى جوفه ما يتقبل منه أربعييوما, وأيـما عبد نبت لحمة من السحت والربـا فالنار أولى به<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Hai Sa’ad, jagalah soal makananmu, tentu engkau akan menjadi orang yang makbul doanya! Demi Tuhan yang nyawa Muhammad dalam genggaman-Nya! Jika seseorang memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima doanya selama empat puluh hari. Dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari makanan haram atau riba, maka neraka lebih layak untuk melayaninya.” (H.R. Ibnu Mardawai dari Ibnu Abbas)</em></p>
<p>4. Mengamati saat-saat yang baik bagi doanya. Seperti Hari Arafah, bulan Ramadhan, Hari Jum’at, di tengah malam, di akhir shalat, dll.<br />
Firman Allah :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“Wa bi al ashari hum yastaghfiruun”</em></span></p>
<p><em>“Dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)(Q.S. Adz-Dzariyat: 18 )</em></p>
<p>5. Menghadap kiblat (H.R. Muslim)<br />
6. Mengangkat kedua tangan sampai kira-kira se-bahu.<br />
Sabda Nabi SAW :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
كان يرفع يديه حتى يرى بياض إبطيه فالدعاء ولا يشـير بأصبعه<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Beliau mengangkat kedua tangannya sehingga tampak putih kedua ketiaknya dalam berdoa, dan beliau tidak berisyarat dengan jari-jari.” (H.R. Muslim dari Anas bin Malik)</em></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
إن ربكم حي كريم يستحي من عبيده إذا رفعوا أيديهم إليه أن يردها صفرا<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemalu dan Maha Mulia, malu kepada hamba-hamba-Nya apabila mereka mengangkat tangan-tangan mereka kepada-Nya untuk menolaknya dengan kosong.” (H.R. Al-Hakim dari Salman)</em></p>
<p>7. Tidak menjadikan doanya untuk bersajak (dipuisikan)</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
سيـكون قوم يعتدون فى الدعاء<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Akan ada suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa.” (Al-Hadits)</em><br />
8.	Memantapkan apa yang sedang dimintanya.<br />
Sabda Nabi SAW :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ وَلَا يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي فَإِنَّ اللَّهَ لَا مُسْتَكْرِهَ لَهُ<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Apabila kamu berdoa, maka hendaklah kamu berazam serta benar-benar memohon kepada Allah s.w.t dan janganlah berkata: Ya Allah, jika Engkau kehendaki maka perkenankanlah kepadaku, kerana sesungguhnya Allah itu tidak ada yang memaksa kepada-Nya.” (H.R. Bukhari-Muslim dari Anas r.a)</em></p>
<p>9. Mengulanginya tiga kali<br />
Sabda Nabi SAW :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم  كان يعجبه أيدعو ثلاثا<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mengulangi doa dan istighfar tiga kali.” (H.R. Abu Daud dari Abdullah bin Mas’ud)</em></p>
<p>10.	Tidak menganggap lambat atas doanya. </p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ فَلَا أَوْ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan” (H.R. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah r.a)</em></p>
<p>11.	 Memulai doa dengan beristighfar, memuji Allah dan bershalawat atas Nabi SAW.</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
إذا صلى أحدكم فليبدأ بتمجيد ربه جل وعز, والثناء عليه. ثم يصلى على النبى صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بعد بما يشـاء<br />
</strong></font></span></p>
<p><em>“Jika salah seorang di antaramu berdoa, hendaklah dimulai dengan membesarkan Tuhannya Yang Maha Agung dan Mahamulia serta menyanjungNya, lalu mengucapkan shalawat atas Nabi SAW, serta setelah itu barulah ia berdoa meminta apa yang diinginkannya.” (H.R. Abu Daud dan Nasai  dari Fudhalah bin Ubaid r.a)</em></p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[adab berdO’a atau beRdzikiR]</strong><br />
<a href="http://www.al-ikhwan.net/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-berdoa-ataupun-berdzikir-71/">http://www.al-ikhwan.net/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-berdoa-ataupun-berdzikir-71/</a></p>
<ul>
<li><strong>Adab berdo’a atau berdzikir:</strong>
<ul>
1. Doa dan dzikir yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an.<br />
2. Hendaklah memulai berdoa dengan menghafal doa yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.<br />
3. Hendaklah orang yang membaca doa/dzikir memahami maknanya dan wajib melaksanakan hukum ALLAH SWT setelah berdzikir tsb.<br />
4. Tidak boleh disertai oleh sikap berlebih-lebihan, pamer (riya’), sikap khusyu yang dibuat-buat dsb.<br />
5. Menghindari berkumpul dalam satu suara dengan pimpinan satu orang, atau menggunakan gaya dan cara ataupun waktu-waktu yang ditentukan tanpa didasari dalil.<br />
6. Tidak boleh mengeraskan suara ketika berdzikir dan hendaklah dengan suara yang pelan dan lebih disunnahkan di tempat yang tersembunyi.<br />
7. Tidak boleh berdzikir ketika khatib sedang berkhutbah (bagi laki-laki), saat buang hajat dan saat berhubungan suami-istri, saat membaca dalam shalat dan saat sangat mengantuk.<br />
8. Hendaklah memulai dan mengakhiri doa dengan hamdalah dan lalu shalawat.<br />
9. Boleh mengangkat kedua tangan tapi tanpa mengusapkannya ke muka, saat ber-istighfar disunnahkan memberi isyarat dengan satu jari, saat istisqa’ disunnahkan mengangkat tangan tinggi-tinggi tetapi dengan membalikkan telapak tangan.<br />
10. Tidak benar menentukan batasan-batasan jumlah bilangan tanpa dasar hadits yang shahih, demikian pula mengambil potongan-potongan ayat atau huruf-huruf dalam Al-Qur’an, karena jika hal tersebut baik niscaya telah dilakukan oleh Nabi SAW.</ul>
</li>
<li>Imam Asy-Syatibi berkata bahwa orang yang mengadakan dzikir berjama’ah dengan satu suara dan berkumpul pada waktu-waktu tertentu maka semua itu tidak benar dan tidak ada dalilnya.</li>
</ul>
<p><strong>[kesalahan dalam beRdO'a]</strong><br />
<a href="http://www.belajarislam.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=249:kesalahan-dalam-berdoa&amp;catid=36:fiqih&amp;Itemid=61">http://www.belajarislam.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=249:kesalahan-dalam-berdoa&amp;catid=36:fiqih&amp;Itemid=61</a></p>
<ul>
<li><strong>Kesalahan Dalam Berdo&#8217;a: </strong><br />
<strong>1. Berdoa Dengan Mengangkat Tangan Bukan Pada Waktunya.</strong></p>
<ul>
</ul>
<ul>
Sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan. Sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja. Sebagian yang lain bersikap pertengahan, artinya mengangkat tangan hanya pada waktu berdoa yang memang dianjurkan mengangkat tangan pada saat itu, seperti pada saat berdoa dalam shalat istisqa&#8217;, dan tidak mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang tidak ada anjurannya untuk mengangkat tangan, seperti berdoa sehabis salam pada shalat fardhu, membaca doa di antara dua sujud, membaca doa sebelum salam pada saat shalat, berdoa pada khutbah Jumat dan Idul Fitri. Tidak ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengangkat tangannya pada waktu-waktu tersebut.</ul>
<p><strong>2. Doa Bersama Setelah Shalat.</strong></p>
<ul>
<em>Lajnah Dâ&#8217;imah lil Iftâ&#8217;</em> (Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) pernah ditanya tentang hal ini, maka dijawab bahwa berdoa bersama-sama dengan berjamaah setiap setelah shalat fardhu ataupun sunnah adalah perbuatan yang diada-adakan dalam agama ini (bid&#8217;ah), sebab tidak ada penjelasan sedikit pun dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan para sahabat beliau. Maka barangsiapa yang berdoa bersama-sama dengan berjamaah setelah shalat fardhu atau rawatib, maka perbuatan tersebut bertentangan dengan pedoman Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah. (Fatâwâ Islâmiyyah I/318-319).</ul>
<p><strong>3. Mengusap Wajah Setelah Berdoa.</strong></p>
<ul>
Tidak ada satu hadits pun yang shahih membenarkan perbuatan tersebut.</ul>
<p><strong>4. Qunut Pada Waktu Shalat Subuh Selain Qunut Nazilah.</strong></p>
<ul>
Para ulama dalam masalah ini berbeda pendapat; di antara mereka ada yang berpendapat sunnah, sementara yang lainnya berpendapat bahwa anjuran tersebut sudah dinâsakh (dihapus) dan termasuk perbuatan bid&#8217;ah. Dan yang lainnya berpendapat bahwa disunnahkan qunut pada saat dibutuhkan. Pendapat terakhir inilah yang kuat karena sesuai dengan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan para Khulafâur-Râsyidûn. (Majmu&#8217; Fatâwâ karya Ibnu Taimiyah, 23/98-99).</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab dO’a]</strong><br />
<a href="http://qalbusalim.wordpress.com/2007/01/09/adab-adab-doa/">http://qalbusalim.wordpress.com/2007/01/09/adab-adab-doa/</a></p>
<ul>
<li>Jangan sampai kaum muslimin secara tidak sadar mengamalkan suatu amalan yang sia-sia. Karena tidak ada amalan yang diterima Allah kecuali: <strong>[1]</strong>. Ikhlas kepada Allah. <strong>[2].</strong> Ittiba’ (sesuai dengan contoh Rasulullah).</li>
<li>Do’a juga memiliki adab, yaitu antara lain:
<ul>
• Ikhlas karena Allah semata. (QS. Al-Mu’min: 14),(QS. Al-Bayyinnah: 5)<br />
• Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat kepada atas Rasulullah dan diakhiri dengannya.<br />
• Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan<br />
• Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a dan tidak terburu-buru.<br />
• Menghadirkan hati dalam do’a.<br />
• Memanjatkan do’a, baik dalam keadaan lapang maupun susah.<br />
• Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.<br />
• Tidak mendo’akan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri.<br />
• Merendahkan suara ketika berdo’a, yaitu antara samar dan keras. (QS. Al-A’raaf: 55, 205).<br />
• Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu mohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.<br />
• Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam do’a.<br />
• Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan). (QS. Al-Anbiyaa’: 90).<br />
• Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.<br />
• Memanjatkan do’a tiga kali.<br />
• Menghadap Qiblat.<br />
• Mengangkat kedua tangan dalam do’a.<br />
• Jika mungkin berwudhu’ terlebih dahulu sebelum berdo’a.<br />
• Tidak berlebih-lebihan dalam berdo’a.<br />
• Tawassul kepada Allah dengan Asmaa’-ul Husna dan sifat-sifatNya yang Maha Tinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan do’a seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.<br />
• Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.<br />
• Tidak berdo’a untuk suatu dosa atau memutuskan silaturahmi.<br />
• Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.<br />
• Harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).<br />
• Hendaklah orang yang berdo’a memulai dengan mendo’akan diri sendiri, jika dia hendak medo’akan orang lain.</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>[{belajaR-islam} Re: [assunnah] adab dOa]</strong><br />
<a href="http://www.mail-archive.com/belajar-islam@yahoogroups.com/msg00015.html">http://www.mail-archive.com/belajar-islam@yahoogroups.com/msg00015.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Sebagian Dari Adab Berdoa :</strong>
<ul>
- Ikhlas karena Allah semata<br />
- Mengawali dengan pujian dan sanjungan kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah dan diakhiri dengannya.<br />
- Bersungguh sungguh<br />
- Mendesak dengan penuh kerendahan dan tidak terburu buru<br />
- Merendahkan suara ketika berdoa, yaitu antara samar dan keras<br />
- Memanjatkan doa tiga kali<br />
- Menghadap kiblat<br />
- Mengangkat kedua tangan<br />
- Jika mungkin berwudhu terlebih dahulu<br />
- Tidak berlebih lebihan dalam doa<br />
- Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dipakai harus berasal dari usaha yang halal<br />
- Menjauhi kemaksiatan<br />
- Menegakkan amar ma&#8217;ruf nahi munkar<br />
- dll</ul>
</li>
<li><strong>Penghalang Terkabulnya Doa:</strong>
<ul>
- Makan dan minum dari yang haram, mengkonsumsi barang haram berupa makanan, minuman, pakaian dan hasil usaha yang haram<br />
- Minta cepat terkabulnya doa yang akhirnya meninggalkan doa<br />
- Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah<br />
- Meninggalkan kewajiban yang telah Allah wajibkan<br />
- Berdoa yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi<br />
- Tidak bersungguh sungguh dalam berdoa<br />
- Lalai dan dikuasai hawa nafsu.</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian1)]</strong><br />
<a href="http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_24.html">http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_24.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Pertama</strong>: Dalam keadaan suci. <strong>Kedua</strong>: Bersedekah, memakai wewangian, dan pergi ke masjid. <strong>Ketiga</strong>: disunnahkan melakukan shalat dua rakaat. <strong>Keempat</strong>: Membaca Basmalah. <strong>Kelima</strong>: Memuji Allah swt. <strong>Keenam</strong>: Berdoa dengan Asmaul Husna. </li>
</ul>
<p><strong>[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian2)]</strong><br />
<a href="http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_04.html">http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_04.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Ketujuh</strong>: Membaca shalawat kepada Rasulullah saw dan keluarganya. <strong>Kedelapan</strong>: Bertawassul dengan Rasulullah saw dan Keluarganya. </li>
</ul>
<p><strong>[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian3)]</strong><br />
<a href="http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_09.html">http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_09.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Kesembilan</strong>: Mengakui dosa-dosa. <strong>Kesepuluh</strong>: Menyampaikan permohonan. </li>
</ul>
<p><strong>[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian 4)]</strong><br />
<a href="http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_27.html">http://shalatdoa.blogspot.com/2008/03/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa_27.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Kesebelas</strong>: Mengenal Allah swt dan berbaik sangka kepada-Nya. <strong>Kedua belas</strong>: Beramal sesuai dengan pengetahuan. <strong>Ketiga belas</strong>: Menghadap kepada Allah. <strong>Keempat belas</strong>: Butuh kepada Allah. <strong>Kelima belas</strong>: Menyebutkan hajat. <strong>Keenam belas</strong>: Melembutkan hati. <strong>Ketujuh belas</strong>: Menangis dan berusaha menangis. </li>
</ul>
<p><strong>[adab dan syaRat-syaRat ijabahnya dOa (bagian 5, teRakhiR)]</strong><br />
<a href="http://shalatdoa.blogspot.com/2008/04/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa.html">http://shalatdoa.blogspot.com/2008/04/adab-dan-syarat-syarat-ijabahnya-doa.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Kedelapan belas</strong>: Mendoakan orang lain. <strong>Kesembilan belas</strong>: Merendahkan diri dan mengangkat tangan. <strong>Kedua puluh</strong>: Melembutkan suara dalam berdoa. <strong>Kedua puluh satu</strong>: Tidak tergesa-gesa dalam berdoa. <strong>Kedua puluh dua</strong>: Tidak putus asa. <strong>Kedua puluh tiga</strong>: Terus-menerus berdoa. <strong>Kedua puluh empat</strong>: Berdoa sebelum kejadian. <strong>Kedua puluh lima</strong>: Memakai cincin aqiq atau firus. <strong>Kedua puluh enam</strong>: Adab sesudah berdoa.</li>
</ul>
<p><strong>[adab beRdO’a]</strong><br />
<a href="http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=145&amp;com_id=108&amp;com_rootid=108&amp;">http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=145&amp;com_id=108&amp;com_rootid=108&amp;</a></p>
<ul>
<li><strong>Adab berdo’a</strong> yaitu: <strong>1.</strong> memilih waktu yang mulia (hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum’at, dan waktu sahur). <strong>2.</strong> Situasi yang baik (ketika turun hujan, disaat sujud, dan antara adzan dan iqamat, berada di medan jihad fi sabilillah). <strong>3.</strong> Hendaklah mantap dan yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. <strong>4.</strong> Dalam keadaan suci, menghadap kiblat dan mengulang do’anya tiga kali. <strong>5.</strong> Memulai do’anya dengan pujian kepada Allah, baik dengan nama-nama-Nya ataupun sifat-sifat-Nya, juga atas karunia-Nya yang banyak. Lalu bershalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Dan menutupnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan kembali memuji Allah Ta’ala. <strong>6. </strong>Hendaknya mengisi perutnya dengan makanan yang halal dan tidak berdo’a untuk suatu dosa atau pemutusan hubungan silaturahim. <strong>7.</strong> Hendaknya tidak menuntut segera dikabulkan.</li>
</ul>
<p>Untuk mendownload file kumpulan artikel, silahkan klik link berikut:</p>
<p align="center"><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/3468833/DOA-AdabAdabdalamBerdoa.doc" target="_blank" title="Download File [DOA] adab-adab dalam beRdOa"><img src="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" alt="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" /></a></p>
Posted in Doa dan Adab Tagged: adab, Allah swt., amal, doa, hadis, ibadah, islam, Muhammad, pahala, quran, sunnah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=413&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2009/02/10/doa-adab-adab-dalam-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://orido.files.wordpress.com/2008/12/downloadfile.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] bacaan dan Rukun khatib jumat</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/11/18/doa-bacaan-dan-rukun-khatib-jumat/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/11/18/doa-bacaan-dan-rukun-khatib-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 01:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khatib]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Tata cara pelaksanaan shalat Jum’at, yaitu :
1. Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
2. Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
3. Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasehat kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=360&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tata cara pelaksanaan shalat Jum’at, yaitu :</strong><br />
1. <strong>Khatib naik ke atas mimbar</strong> setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.<br />
2. <strong>Muadzin mengumandangkan adzan</strong> sebagaimana halnya adzan dzuhur.<br />
3. <strong>Khutbah pertama</strong>: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasehat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. Kemudian duduk sebentar<br />
4. <strong>Khutbah kedua</strong>: Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai<br />
5. <strong>Khatib kemudian turun dari mimbar</strong>. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan shalat. Kemudian memimpin shalat berjama&#8217;ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.</p>
<p><strong>Adapun rukun khutbah Jumat paling tidak ada lima perkara.</strong><br />
<strong><span style="color:#2683AE;"><font size="4"><u>1. Rukun Pertama: Hamdalah</u></font></span></strong><br />
<span id="more-360"></span><br />
Khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz <em>alhamdulillah</em>, atau <em>innalhamda lillah</em>, atau <em>ahmadullah</em>. Pendeknya, minimal ada kata <em>alhamd </em>dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.</p>
<p>Contoh bacaan:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#2683AE;"><font size="4"><u>2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW</u></font></span></strong><br />
Shalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya <em>ushalli ‘ala Muhammad</em>, atau <em>as-shalatu ‘ala Muhammad</em>, atau ana <em>mushallai ala Muhammad.</em></p>
<p>Contoh bacaan:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#2683AE;"><font size="4"><u>3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa</u></font></span></strong><br />
Yang dimaksud dengan <em>washiyat </em>ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, <em>washiyat </em>ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah. Sedangkan menurut Ar-Ramli, <em>washiyat </em>itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.<br />
Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: <em>“takutlah kalian kepada Allah”</em>. Atau kalimat: <em>“marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat”</em>.</p>
<p>Contoh bacaan:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#464646;">Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jumat itu.</span></strong><br />
<strong><span style="color:#2683AE;"><font size="4"><u>4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya</u></font></span></strong><br />
Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Quran bila sekedar mengucapkan lafadz: <em>“tsumma nazhar”</em>.<br />
Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.</p>
<p>Contoh bacaan:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Fastabiqul khairooti ayna maa takuunuu ya’ tinikumullahu jamii’an innallaaha ‘alaa kulli syaiin qodiiru (QS. Al-Baqarah, 2 : 148)</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
 أَمّا بَعْدُ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>ammaa ba’du..</em></span></p>
<p>Selanjutnya berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah agar selalu dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, lalu mulai berkhutbah sesuai topiknya.<br />
Memanggil jamaah bisa dengan panggilan <em>ayyuhal muslimun</em>, atau <em>ma&#8217;asyiral muslimin rahimakumullah</em>, atau <em>&#8220;sidang jum&#8217;at yang dirahmati Allah&#8221;</em>. </p>
<p><strong>……. isi khutbah pertama ………</strong></p>
<p>Setelah di itu menutup khutbah pertama dengan do&#8217;a untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat.</p>
<p>Contoh bacaan:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>barakallahu lii wa lakum fill qur&#8217;aanil azhiim wa nafa&#8217;nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.</em></span></p>
<p>Lalu duduk sebentar untuk memberi kesempatan jamaah jum&#8217;at untuk beristighfar dan membaca shalawat secara perlahan.<br />
Setelah itu, khatib kembali naik mimbar untuk memulai khutbah kedua. Dilakukan dengan diawali dengan bacaaan <em>hamdallah </em>dan diikuti dengan <em>shalawat</em>. </p>
<p>Contoh bacaan:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد,<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Innal hamdalillahi robbal’aalamiin wa asyhadu an laa ilaaha illahllaahu wa liyyash shalihiina wa asyhadu anna muhammadan khaatamul anbiyaai wal mursaliina allahumma shalli ‘alaa muhammadan wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shollayta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.Wa barok ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.<br />
Ammaa ba’ad..</em></span></p>
<p>Selanjutnya di isi dengan khutbah baik berupa ringkasan, maupun hal-hal terkait dengan tema/isi khutbah pada khutbah pertama yang berupa washiyat taqwa.</p>
<p><strong>……. isi khutbah kedua ………</strong></p>
<p><strong><span style="color:#2683AE;"><font size="4"><u>5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua</u></font></span></strong><br />
Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: <em>Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat</em> . Atau kalimat <em>Allahumma ajirna minannar</em> .</p>
<p>Contoh bacaan do’a penutup:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.<br />
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.<br />
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.<br />
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.<br />
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.</em></span></p>
<p>Selanjutnya khatib turun dari mimbar yang langsung diikuti dengan iqamat untuk memulai shalat jum&#8217;at. Shalat jum&#8217;at dapat dilakukan dengan membaca surat <em>al a&#8217;laa</em> dan <em>al ghasyiyyah</em>, atau surat bisa juga surat <em>al jum&#8217;ah</em>, <em>al kahfi</em> atau yang lainnya.</p>
<p>Demikian bacaan khutbah semoga bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><strong>Links:</strong></p>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/04/21/hotd-hari-jumat/">[HOTD] haRi jumat</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/04/18/hotd-terlambat-shalat/">[HOTD] teRlambat shalat</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/04/04/hotd-shalat-di-masjid/">[HOTD] shalat di masjid</a></li>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[khutbah jumat haRus bahasa aRab?]</strong><br />
<a href="http://walausetitik.blogspot.com/2006/12/khutbah-jumat-harus-bahasa-arab.html">http://walausetitik.blogspot.com/2006/12/khutbah-jumat-harus-bahasa-arab.html</a></p>
<ul>
<li>Sudah ada ketentuan bahwa saat khatib sedang berkhutbah, maka tidak boleh ada orang yang berbicara, menyela, berkomentar atau apapun pembicaraan lainnya. Meksipun tujuannya untuk menterjemahkan isi khutbah kepada orang yang tidak mengerti isinya.</li>
<li>Memang ada sedikit polemik di masa lalu tentang keharusan berkhutbah Jumat dengan menggunakan bahasa Arab. Sebagian kalangan bersikeras bahwa khutbah Jumat itu harus dilakukan dalam bahasa Arab. Namun sebagian lagi menolaknya.</li>
<li>Dapat pula di ambil jalan tengah yaitu mereka yang mewajibkan bahasa Arab dalam khutbah, sesungguhnya hanya mewajibkannya pada rukun khutbah saja. Tidak pada semua bagian khutbah. Di luar kelima rukun itu, boleh saja seorang khatib berbicara dalam bahasa yang dipahami oleh kaumnya. Bahkan kelima rukun tadi boleh diterjemahkan juga ke dalam bahasa mereka, asalkan bahasa Arabnya tetap dibaca.</li>
<li>Seorang khatib boleh menambahi khutbahnya dengan bahasa lainnya, asalkan pada kelima rukun itu dia menggunakan bahasa Arab, walau hanya sepotong saja.</li>
</ul>
<p><strong>[ingin bisa khutbah dan ceRamah]</strong><br />
<a href="http://www.dakwatuna.com/2008/ingin-bisa-khutbah-dan-ceramah/">http://www.dakwatuna.com/2008/ingin-bisa-khutbah-dan-ceramah/</a></p>
<ul>
<li>Kemampuan, potensi, dukungan dan jerih payah apa saja yang dimiliki oleh umat Islam ini, bisa dan harus disumbangkan untuk dakwah, sesuai dengan daya dukung masing-masing.</li>
<li>Seorang dai, secara kauni seperti umumnya manusia lainnya, ia akan terus belajar dan berlatih. Dan secara syar’i, ia memang diwajibkan (bahkan dalam bahasa hadits: di-fardhu-kan) untuk menuntut ilmu, ilmu syar’i, ilmu kaun (alam), ilmu <em>madani-hadhari</em> (kemajuan-peradaban) dan pengembangan potensi.</li>
<li>Kalau selama ini Anda berkeinginan untuk bisa berceramah secara massal, berkhuthbah dan semacamnya, keinginan seperti ini adalah wajar dan bahkan Anda <strong>diperintahkan untuk mempelajarinya</strong>. Dan jika Anda telah mempelajarinya, berusaha secara maksimal, dan sampai wafat Antum tetap belum menguasainya, maka tanggung jawab Anda untuk belajar hal ini sudah terpenuhi, insya Allah dan insya Allah, Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan meminta pertanggungjawaban dari Anda.</li>
<li>Belajarlah mulai dari yang kecil dan sederhana. Misalnya, menyampaikan <em>taushiyah</em> (pesan) atau <em>mau’izhah</em> di hadapan teman-teman Anda, bisa 2 orang, 3 orang atau 5 orang dalam tempo 2-3 menit. Lalu, secara gradual, periodik dan terus menerus Anda melakukan peningkatan. Baik dari sisi tempo waktu yang Anda sampaikan, maupun dari sisi jumlah pendengar yang mengikuti taushiyah atau mau’izhah Anda itu. </li>
<li>Jaga kebersihan hati (<em>tazkiyatun-nafs</em>), khususnya yang terkait dengan ikhlash dan shidiq: Sebab, apa yang keluar dari hati yang ikhlash dan shidiq akan masuk dan diterima oleh hati para pendengarnya dan akan memberikan pengaruhnya di sana.</li>
</ul>
<p><strong>[menyusun khutbah jum'at]</strong><br />
<a href="http://istiqomahkapu.multiply.com/journal/item/5">http://istiqomahkapu.multiply.com/journal/item/5</a></p>
<ul>
<li>Khutbah jum’at memiliki kedudukan penting dalam islam. Bagaimana tidak,karena ia merupakan penopang utama dalam penyebaran dak’wah islam di seluruh dunia. ia juga merupakan salah satu sarana penting guna menyampaikan pesan dan nasehat kepada orang lain atau suatu kaum. Hal ini sebagaimana kaidah yang ada dalam islam : “menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran”.</li>
<li>Khutbah jumat dilakukan sebelum salat jum&#8217;at. Maka diantara syarat sahnya salat jum’at adalah khutbah, yang dilakukan saat waktu dzuhur. Dengan maksud tujuan pembelajaran dan pemberi peringatan atas segala ni’mat Allah swt. Semua ini adalah keutamaan islam yang slalu menjunjung tinggi peranan ilmu dan para ulama. Karena dengan ilmu kita mengetahui agama serta mengetahui hukum-hukumnya. Sehingga tidaklah seorang muslim melakukan sesuatu kecuali atas dasar ilmu.</li>
<li>Sesungguhnya <strong>tujuan utama dari khutbah juma’at adalah saling menasehati dalam kebaikan dan memberi peringatan, selain memberi peringatan juga memberi solusi atas problematika yang ada di tengah masyarakat</strong>. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat terdahulu. Mereka berkhutbah di depan kaumnya. Menyeru mereka untuk senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.</li>
<li>Ada <strong>4 fese penyusunan khutbah</strong>: <strong>[1].</strong> fase pemilihan judul. <strong>[2].</strong> fase penyusunan kerangka pembicaraan. <strong>[3].</strong> fase pemilihan dalil yang tepat sesuai dengan judul dan jalannya pembicaraan. <strong>[4].</strong> fase untuk mulai berlatih atau mengaplikasikan apa yang telah di susun.  </li>
<li><strong>Aspek yang menjadi pertimbangan sebelum menentukan judul</strong>: <strong>[1].</strong> Hendaknya seorang khatib melihat standar akal pikiran masyarkat setempat. <strong>[2].</strong> Hendaknya seorang khatib memperhatikan psikologi para pendengar. </li>
<li>Kerangka pembicaraan dilakukan agar pembahasan khutbah lebih terfokus dan tidak terlalu melebar. Sehingga pembicaraan tidak keluar dari judul yang telah ditentukan. Dan semua unsur-unsur yang ada dalam kerangka pembicaraan berhubungan satu sama yang lainnya tidak terpisah.</li>
</ul>
<p><strong>[pengeRtian shalat jum'at, hukum, syaRat, ketentuan, hikmah dan sunah sOlat jumat]</strong><br />
<a href="http://organisasi.org/pengertian-shalat-jumat-hukum-syarat-ketentuan-hikmah-dan-sunah-solat-jumat">http://organisasi.org/pengertian-shalat-jumat-hukum-syarat-ketentuan-hikmah-dan-sunah-solat-jumat</a></p>
<ul>
<li>Shalah Jum&#8217;at memiliki hukum wajib &#8216;ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.</li>
<li><strong>Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat</strong>: <strong>[1].</strong> Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. <strong>[2].</strong> Minimal jumlah jamaah peserta salat jum&#8217;at adalah 40 orang. <strong>[3].</strong> Shalat Jum&#8217;at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.</li>
<li>Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut : <strong>[1].</strong> Mengucapkan hamdalah. <strong>[2].</strong> Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW. <strong>[3].</strong> Mengucapkan dua kalimat syahadat. <strong>[4].</strong> Memberikan nasihat kepada para jamaah. <strong>[5].</strong> Membaca ayat-ayat suci Al-quran. <strong>[6].</strong> Membaca doa.</li>
<li><strong>Sunat-Sunat Shalat Jumat</strong>: <strong>[1]</strong>. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at. <strong>[2]</strong>. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku. <strong>[3].</strong> Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol). <strong>[4].</strong> Menyegerakan datang ke tempat salat jumat. <strong>[5].</strong> Memperbanyak doa dan salawat nabi. <strong>[6].</strong> Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.</li>
</ul>
<p><strong>[khatib jumat banyak salahnya]</strong><br />
<a href="http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3272">http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3272</a></p>
<ul>
<li>Imam yang memimpin shalat haruslah bacaan ayat-ayatnya baik dan benar. Jika bacaannya keliru khususnya Alfatihah maka shalat yang dipimpinnya menjadi tidak sah. Dalam hal ini, makmun harus mengulangi shalat Jumatnya &#8211; atau melakukan shalat dzuhur sebagai pengganti shalat Jumat yang tidak sah itu.</li>
</ul>
<p><strong>[bab shalat jum'at]</strong><br />
<a href="http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=200&amp;Itemid=6">http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=200&amp;Itemid=6</a></p>
<ul>
<li><strong>Menghadiri Shalat Jum&#8217;at adalah <em>fardhu ‘ain</em></strong> atas setiap muslim, kecuali lima orang: budak, perempuan, anak kecil, orang sakit, dan musafir.</li>
<li><strong>Khutbah Jum&#8217;at, hukumnya wajib</strong>, karena Rasulullah selalu mengerjakannya dan tidak pernah meninggalkannya.</li>
<li>Dari Jabir bin Abdullah r.a., ia berkata, &#8220;Adalah Rasulullah saw.  apabila berkhutbah, merah kedua matanya, meninggi suaranya, dan memuncak marahnya, lalu beliau menyampaikan peringatan kepada pasukan, yaitu beliau berkata &#8220;Awas musuh akan menyerang kalian pada waktu pagi, dan awas musuh akan menyerbu kalian diwaktu sore!&#8221; (Shahih: Shahihul Jami&#8217;us Shaghir 4711, irwa-ul Ghalil no: 611, Muslim II: 591 no: 866, dan Tirmidzi II: 9 no: 505).</li>
<li><em>Ibnul Qayyim</em> dalam kitabnya <em>Zaadul Ma&#8217;ad</em> I: 116, menulis, &#8220;Barang siapa memperhatikan semua khutbah Nabi saw. dan khutbah para sahabatnya, niscaya ia mendapatkan materi khutbah meliputi penjelasan perihal hidayah, tauhid, sifat-sifat <em>Rabb Jalla Jalaluh</em> prinsip-prinsip pokok keimanan, dakwah (seruan) kepada Allah, dan penyebutan tentang aneka ragam nikmat Allah Ta&#8217;ala yang menjadikan dia cinta kepada makhluk-Nya dan hari-hari yang membuat mereka takut kepada adzab-Nya, menyuruh jama&#8217;ah agar senantiasa mengingat-Nya dan mensyukuri nikmat-Nya yang menyebabkan mereka cinta dengan tulus kepada-Nya. Kemudian para sahabat menjelaskan tentang keagungan Allah, sifat dan nama-Nya yang menyebabkan dia cinta kepada akhluk-Nya, dan menyuruh jama&#8217;ah agar ta&#8217;at kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya dan mengingat-Nya yang membuat mereka dicintai oleh-Nya sehingga seluruh jama&#8217;ah ketika meninggalkan masjid mereka telah berada dalam keadaaan cinta kepada Allah dan Allah pun cinta kepada mereka. Dan adalah Rasulullah senantiasa berkhutbah dengan menyebut banyak ayat Qur&#8217;an, terutama surah Qaaf.&#8221;</li>
<li><strong>Shalat jum&#8217;at adalah dua raka&#8217;at secara berjama&#8217;ah</strong>. Karenanya, siapa saja yang tidak mengerjakan shalat jama&#8217;ah jum&#8217;ah dari kalangan orang-orang yang tidak wajib shalat Jum&#8217;ah, atau berasal dari kalangan orang-orang yang berudzur, maka hendaklah mereka shalat dzuhur empat raka&#8217;at. Dan barang siapa yang mendapatkan satu raka&#8217;at dengan (bersama) Imam berarti ia mendapat shalat jama&#8217;ah jum&#8217;at. </li>
<li>Barangsiapa datang ke masjid sebelum khatib berkhutbah, hendaklah ia shalat sunnah (<em>intidzar</em>) semampunya, tanpa ada batasnya sampai khatib hendak naik mimbar. Adapun shalat sunnah yang dewasa ini dikenal dengan sebutan <strong>shalat sunnah <em>qabliyah jum&#8217;at</em>, maka termasuk amalan yang sama sekali tidak mendasar yang kuat</strong>. Adapun sesudahnya, maka kalau mau shalatlah empat raka&#8217;at atau dua raka&#8217;at.</li>
<li>Yang <strong>Dianjurkan Dibaca Pada Hari Jum&#8217;at</strong>: <strong>[1].</strong> Memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi saw. <strong>[2].</strong> Membaca Surat al-Kahfi. <strong>[3].</strong> Memperbanyak Do&#8217;a Demi Mendambakan Ketepatannya Dengan Waktu Istijabah (terkabul).</li>
<li>Apabila hari raya jatuh pada hari Jum&#8217;at, maka gugur kewajiban shalat jama&#8217;ah Jum&#8217;at dan orang-orang yang sudah mengerjakan shalat jama&#8217;ah.&#8217;&#8221;(Fiqhus Sunnah I : 267)</li>
<li>Dari Abul Ja&#8217;d adh-Dhamri r.a.  bahwa Rasulullah saw. bersabda, <em>&#8220;Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum&#8217;at tiga kali karena mengabaikannya, niscaya Allah menutup hatinya.&#8221;</em> (Hasan Shahih: Shahih Abu Daud no: 923, Abu Daud III: 377 no: 1039, Tirmidzi II: 5 no: 498, Nasa&#8217;i III: 88 dan Ibnu Majah I:357no: 1125).</li>
</ul>
<p><strong>[gROgi, jamaah tertawa]</strong><br />
<a href="http://trimudilah.wordpress.com/2007/03/12/khatib-jumat/">http://trimudilah.wordpress.com/2007/03/12/khatib-jumat/</a></p>
<ul>
<li>Para ulama semua mazhab sepakat bahwa paling tidak untuk sebuah khutbah jumat itu harus terpenuhi 5 rukun. Dan <strong>kelima rukun tersebut harus diucapkan dalam bahasa arab. Selebihnya, boleh digunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa hadirin yang ikut dalam khutbah tersebut.</strong> Seandainya salah satu dari kellima hal itu tidak terpenuhi, maka khutbah itu tidak sah. Maka jamaah diwajibkan untuk melakukan shalat Dzhuhur dengan 4 rakaat, atau harus ada seseorang yang menyelematkan khutbah itu dengan memenuhi kelima rukunnya.</li>
<li>Khusus rukun yang keempat dan kelima, ada perlakuan khusus. Untuk khutbah yang pertama, rukunnya adalah nomor 1, 2, 3 dan 4. Untuk khutbah kedua, rukunnya adalah nomor 1, 2, 3 dan 5. Berarti <strong>pada khutbah pertama, tidak perlu mengucapkan doa. Sedangkan pada khutbah kedua tidak perlu membaca lafadz ayat Al-Quran.</strong></li>
<li>Takmir masjid harus tanggap dalam mengantisipasi keadaan. Seandainya terjadi kasus di mana khatib tidak mampu menyemprnakan rukunnya, entah karena tidak tahu atau karena tidak mampu mengucapkan dalam bahasa arab yang benar, maka harus ada seorang dari takmir yang ‘menyelamatkan’. Sesudahnya khatib turun mimbar, dia harus naik mimbar dan berkhutbah dua kali, cukup rukunnya saja dan bisa dilakukan dalam satu helaan nafas.</li>
</ul>
<p><strong>[adzan jumat dua kali]</strong><br />
<a href="http://gp-ansor.org/?p=4645">http://gp-ansor.org/?p=4645</a></p>
<ul>
<li>Adzan shalat pertama kali disyari’atkan oleh Islam adalah pada tahun pertama Hijriyah. Di zaman Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar bin Khathab mengumandangkan adzan untuk shalat Jum’at hanya dilakukan sekali saja. Tetapi di zaman Khalifah Utsman bin Affan RA menambah adzan satu kali lagi sebelum khatib naik ke atas mimbar, sehingga adzan Jum’at menjadi dua kali. Ijtihad ini beliau lakukan karena melihat manusia sudah mulai banyak dan tempat tinggalnya berjauhan. Sehingga dibutuhkan satu adzan lagi untuk memberi tahu bahwa shalat Jumat hendak dilaksanakan. </li>
<li>Apalagi adzan kedua yang dilakukan sejak zaman Utsman bin Affan RA itu, sama sekali tidak ditentang oleh sahabat atau sebagian dari para sahabat di kala itu. Jadi menurut istilah <em>ushul fiqh</em>, adzan Jum’at dua kali sudah menjadi <em>“ijma’ sukuti”</em>. Sehingga perbuatan itu memiliki landasan yang kuat dari salah satu sumber hukum Islam, yakni <em>ijma’</em> para sahabat.</li>
<li>Terdapat perbedaan dalam masalah <em>furu’iyyah</em> yang mungkin akan terus menjadi perbedaan hukum di kalangan umat, tetapi yang terpenting bahwa adzan Jum’at satu kali atau dua kali demi melaksanakan syari’at Islam untuk mendapat ridla Allah SWT.</li>
</ul>
<table style="border:1px solid #353535;background-color:#5d7cba;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:11px;padding:0;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr style="background-color:#ffffff;">
<td style="padding:5px;" align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/2683527/DOA-BacaandanRukunKhatibJumat.doc.html"><img /></a></td>
</tr>
<tr></tr>
<tr style="background-color:#FFFFFF;">
<td style="padding:5px;" align="center"><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/2683527/DOA-BacaandanRukunKhatibJumat.doc.html">Download kumpulan aRtikel</a></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-size:9px;color:#FFFFFF;padding:5px;" valign="bottom" align="center">Share file dapat <a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=(yItbJfadz">Dolar</a></td>
</tr>
</table>
<p><strong>ps: insyaAllah akan di posting kumpulan kutbah jum&#8217;at dalam bentuk e-book (chm) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
Posted in Doa dan Adab Tagged: ceramah, hadist, islam, jum'at, khatib, khutbah, quran, rukun, shalat, sunnah, syarat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=360&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/11/18/doa-bacaan-dan-rukun-khatib-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] adab teRhadap teman</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/10/08/doa-adab-terhadap-teman/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/10/08/doa-adab-terhadap-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 00:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[tamu]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa &#8211; bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
[QS. Al Hujuraat, 49 : 13]
Doa dan Adab terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=347&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa &#8211; bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.<br />
<strong>[QS. Al Hujuraat, 49 : 13]</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>Doa dan Adab terhadap Teman </strong></p>
<p>Manusia tidak bisa hidup sendiri, dia harus berteman dan bergaul dengan pergaulan yang baik. Dilarang kita bergaul dengan orang yang akan menjerumuskan kita ke lembah kenistaan. Dalam soal ini kita harus tegas memberi peringatan dan teguran. Firman Allah :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Yaa ayyuhal ladziina aamanuu attaqullaaha wa kuunuu ma’ash shaadiqiin..</em></span></p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama/berteman dengan (orang-orang yang benar)” (Q.S. At-Taubah, 9 : 119)</p>
<p>Pergaulan harus dibatasi. Terhadap lawan jenis kita dilarang bergaul bebas. Selain dengan mahram (muhrim) kita dilarang berjalan atau duduk-duduk berduaan. </p>
<p>Dalam setiap berdoa kita dianjurkan selain mendoakan untuk diri sendiri juga mendoakan orang lain. Doa yang paling baik terhadap orang lain yaitu doa yang tidak diketahui oleh orang didoakan oleh kita. Doa semacam ini yang lebih dimakbulkan oleh Allah. Dalam hampir banyak doa menggunakan kata-kata:<br />
  kami    = نـا  yang dimaksudkan untuk mendoakan terhadap sesama Muslim<br />
Misalnya, doa mohon petunjuk jalan yang lurus</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Ihdinash shiraathal mustaqiim..</em></span></p>
<p>“Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (Q.S. Al-Fatihah, 1 : 5)</p>
<p>Berikut doa terhadap saudara/teman:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Rabbanaaghfirlanaa wali ikhwaaninaalladziina sabaquunaa bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillallilladziina ’aamanuu rabbanaa innaka ra’uufur rahiim..</em></span></p>
<p>&#8220;Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang&#8221;.  (Q.S. Al-Hasyr, 59 : 10)<br />
<span id="more-347"></span><br />
<strong>Adab pergaulan</strong><br />
1. Saling menghormati dan menyayangi.<br />
2. Tolong menolong dalam kebaikan dan tidak tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan<br />
3. Menjaga pergaulan dengan batasan-batasan agama<br />
4. Menutup aurat seperti yang diperintahkan agama<br />
5. Tidak berkata kasar dan menyinggung perasaan teman kita.<br />
6. Tidak menghina, mengejek dan berbicara dengan berbisik-bisik.<br />
7. Tidak mudah bertengkar dan berkelahi.<br />
8. Tidak boleh menghina dan mengejek orang tua teman kita.<br />
9. Saling mengalah dan mendahulukan keperluan teman kita.<br />
10. Saling menasihati terhadap kebaikan dan kesabaran.<br />
11. Saling menutupi kejelekan teman-teman kita.<br />
12. Tidak suka menyela pembicaraan teman.<br />
13. Tidak suka bertajassus, yaitu mengintip-intip pembicaraan orang lain<br />
14. Tidak suka mengadu domba atau bermuka dua<br />
15. Tidak membuka rahasia teman kita yang seharusnya ditutupi<br />
16. Menjaga sopan santun dalam setiap perkataan dan perbuatan<br />
17. Tidak menggunakan barang teman kita kecuali dengan izinnya.<br />
18. Bagi yang lawan jenis, tidak menginap di rumah teman</p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[kitab adab peRgaulan, peRsaudaRaan dan peRsahabatan]</strong><br />
<a href="http://www.geocities.com/bimbinganmukmin/14a_kitab_pergaulan_a.htm">http://www.geocities.com/bimbinganmukmin/14a_kitab_pergaulan_a.htm</a></p>
<ul>
<li>Buahnya budi pekerti yang baik menimbulkan rasa perpaduan dan menghalang rasa kesepian jiwa. Dalam hal ini terdapat banyak huraian yang menyimpulkan berbagai-bagai kepujian terhadap sikap perpaduan itu, terutama sekali bila yang menyebabkan ikatan itu, ialah taqwa atau agama ataupun cinta kepada Allah.</li>
<li>Cinta yang hakiki yang didasarkan kerana Allah semata-mata, ialah bila anda mencintai seseorang bukan kerana peribadinya, malah kerana kelebihan-kelebihannya yang bergantung dengan keakhiratannya.</li>
<li>Bila kecintaan seseorang kepada Allah telah menjadi kukuh, niscaya akan muncul wataknya perasaan suka membantu dan menolong serta mengutamakan orang lain dari diri sendiri, bersedia untuk membelanjakan segala yang dimilikinya dari harta, jiwa dan nasihat yang baik.</li>
<li>Barangsiapa hatinya telah dipenuhi oleh rasa cinta kerana Allah, tidak ada benda-benda lain yang masih dicintakan lagi, selain dari cintanya kepada Allah semata-mata. Ketika itu tidak akan meninggalkan sesuatu benda pun dari harta kekayaannya, melainkan semuanya dibelanjakan kerana Allah s.w.t.</li>
<li>Hendaklah sahabat itu seorang yang waras fikiran, baik budi pekerti, tidak fasik, dan tidak terlampau mementingkan hal-hal keduniaan.</li>
<li><strong>Perilaku sahabat yang sejati (pesanan Alqamah kepada puteranya) </strong>: <strong>[1]</strong>. Jika engkau membuat bakti kepadanya, ia akan melindungimu. <strong>[2]</strong>. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya ia akan membalas baik persahabatanmu itu. <strong>[3]</strong>. Jika engkau memerlukan pertolongan, ia akan membantumu. <strong>[4]</strong>. Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya ia akan menerima dengan baik. <strong>[5]</strong>. Jika ia mendapat sesuatu kabajikan (bantuan) daripadamu, ia akan menghargai atau menyebut kebaikanmu. <strong>[6]</strong>. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik daripadamu, ia akan menutupnya. <strong>[7]</strong>. Jika engkau meminta sesuatu bantuan daripadanya, ia akan mengusahakannya. <strong>[8]</strong>. Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), ia akan menanyakan kesusahanmu. <strong>[9]</strong>. Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, ia akan meringankan kesusahanmu (membuat sesuatu untuk menghilangkan kesusahan itu). <strong>[10]</strong>. Jika engkau berkata kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu. <strong>[11]</strong>. Jika engkau merancangkan sesuatu, niscaya ia akan membantumu. <strong>[12]</strong>. Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya ia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.</li>
<li>Berkawan dengan orang amat mementingkan hal-hal keduniaan semata-mata, akan menarik hati kepada sifat tamak dan sayangkan dunia. Begitu pula bercampur gaul atau berkawan dengan orang yang zahid atau orang yang mementingkan hal-hal keakhiratan, akan menarik hati kepada cintakan kezahidan. Oleh itu <strong>dimakruhkan persahabatan dengan penagih dunia atau pencinta dunia, dan dianjurkan persahabatan dengan para ulama dan para bijaksana dan cendekiawan.</strong></li>
<li><strong>Hak persaudaraan dan persahabatan: </strong><strong>(1)</strong> Hak di bidang harta. <strong>(2)</strong> Hak memberikan bantuan dengan jiwa dan raga. <strong>(3)</strong> Hak memelihara lidah dan hati. <strong>(4)</strong> Hak memelihara ucapan. <strong>(5)</strong> Hak pengampunan. <strong>(6)</strong> Hak mendoakan. <strong>(7)</strong> Hak menepati janji dan ikhlas diri. <strong>(8)</strong> Hak memberi kemudahan, meninggalkan bersusah payah atau menyusahkan. </li>
<li><strong>Hak seorang Muslim :</strong> <strong>[1]</strong>. memberi salam kepadanya, setiap kali bertemu dengannya. Bila ia mengundangmu, hendaklah engkau mengabulkannya Bila ia bersin, engkau mendoakanna dengan yarhamukallah (moga-moga Tuhan merahmatimu). Bila sakit, engkau menziarahinya. Bila mati engkau hadiri jenazahnya. Bila bersumpah, engkau tunaikan (penuhi) sumpahnya. Bila meminta masihat engkau menasihatinya. Bila ia tidak ada, engkau memelihara nama baiknya. <strong>[2]</strong>. Hendaklah engkau mencintainya, sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri. <strong>[3]</strong>. <strong>Jangan sekali-kali menyakiti sesama Muslimin</strong> dengan perbuatan atau percakapan. <strong>[4]</strong>. Hendaklah engkau <strong>merendahkan diri</strong> terhadapnya Muslim yang lain, dan jangan berlaku sombong terhadapnya. <strong>[5]</strong>. Janganlah engkau mendengar berita-berita buruk yang disampaikan orang yang berlaku antara satu dengan yang lain, atau pun menyampaikan berita-berita yang didengarnya itu dari seorang kepada yang lain. <strong>[6]</strong>. Jangan sampai tiada bertegur sapa terhadap seorang Muslim yang dikenalnya lebih dari tiga hari berturut-turut. <strong>[7]</strong>. Hendaklah engkau <strong>berbuat baik kepada semua orang</strong> sekadar keampunanmu, tidak kira sama ada ia dari ahlinya (patut menerima kebaikan itu)  ataupun bukan ahlinya (tak patut menerimanya). <strong>[8]</strong>. Hendaklah engakau berbuat baik kepada semua orang sekadar keampunanmu. <strong>[9]</strong>. Hendaklah engkau tidak memasuki rumah seseorang, melainkan sesudah engkau izinkan masuk. <strong>[10]</strong>. Hendaklah engkau mempergauli semua manusia dengan budi pekerti yang luhur. <strong>[11]</strong>. Hendaklah engkau menghormati orang tua-tua, dan mengasihani anak-anak yang kecil. <strong>[12]</strong>. Hendaklah engkau selalu bergembira, dan menunjukkan muka manis kepada orang ramai seraya <strong>berhati lunak</strong>. <strong>[13]</strong>. Janganlah engkau berjanji dengan seseorang Muslim, melainkan engkau menepati janji itu. <strong>[14]</strong>. Hendaklah engkau berlaku adil terhadap orang ramai, tiada dibuatnya sesuatu terhadap orang lain, jika ia tidak suka perkara yang sama diperlakukan kepada dirinya sendiri. <strong>[15]</strong>. Hendaklah engkau melebihkan penghormatanmu terhadap orang tua. <strong>[16]</strong>. Hendaklah engkau berusaha untuk <strong>mendamaikan perselisihan faham</strong> antara kaum Muslimin. <strong>[17]</strong>. Hendaklah engkau <strong>menutup segala celaan kaum Muslimin</strong>. <strong>[18]</strong>. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menimbulkan berbagai-bagai <em>tuhmah</em> atau sangkaan buruk untuk menjaga hati orang ramai. <strong>[19]</strong>. Hendaklah engkau <strong>menolong orang-orang Muslimin</strong> yang mempunyai hajat dan keperluan. <strong>[20]</strong>. Hendaklah engkau <strong>memulakan salam</strong> kepada sesiapa yang engkau temui sebelum engkau mengajaknya bercakap-cakap. <strong>[21]</strong>. Hendaklah engkau memelihara kehormatan kawanmu. <strong>[22]</strong>. Hendaklah engkau mendoakan bagi orang bersin. <strong>[23]</strong>. Bila engkau diuji dengan perbuatan orang yang jahat, maka hendaklah engkau menanggung dengan sabar dan menjaga dirimu dari kejahatannya. <strong>[24]</strong>. Hendaklah engkau bercampur gaul dengan orang-orang miskin, dan berbuat baik kepada anak-anak yatim. <strong>[25]</strong>. Hendaklah engkau seka memberi nasihat kepada setiap Muslim. <strong>[26]</strong>. Hendaklah engkau menziarahi pesakit-pesakit kaum Muslimin. <strong>[27]</strong>. Hendaklah engkau menghantar jenazah-jenazah mereka. <strong>[28]</strong>. Hendaklah engkau menziarahi kubur-kubur mereka.</li>
<li>Hak tetangga &#8230; Hak kaum kerabat dan keluarga &#8230; Hak kedua ibu-bapa dan anak &#8230;</li>
</ul>
<p><strong>[meRekOnstRuksi sistem peRgaulan islam]</strong><br />
<a href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/2007/04/10/merekonstruksi-sistem-pergaulan-islam/">http://www.hizbut-tahrir.or.id/2007/04/10/merekonstruksi-sistem-pergaulan-islam/</a></p>
<ul>
<li><em>Nizhâm al-Ijtimâ‘i</em>, yaitu sistem yang mengatur pertemuan laki-laki dengan perempuan, mengatur hubungan yang muncul dari pertemuan keduanya, dan apa saja yang terderivasi dari hubungan itu.</li>
<li><strong>Pandangan dasar<em>Nizhâm al-Ijtimâ‘i</em></strong>: <strong>[1]</strong>. Pandangan tentang laki-laki dan perempuan; adanya kebutuhan fisik dan naluriah yang sama, juga sama-sama memiliki potensi akal. <strong>[2]</strong>. Pandangan tentang hubungan laki-laki dengan perempuan;Faktanya, naluri seksual hanya muncul karena adanya rangsangan dari luar, yang jika tidak terpenuhi, tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menyebabkan kegundahan. Jadi <strong>yang benar adalah manusia bukannya diberikan kebebasan, melainkan diatur secara tepat sehingga dapat mewujudkan tujuan penciptaannya dan merealisasi kebaikan masyarakat</strong>. <strong>[3]</strong>. Kedudukan laki-laki dan perempuan di hadapan taklif syariah; aktivitas perempuan semata-mata berdasarkan seruan nash tanpa memandang persamaan atau ketidaksamaan antara laki-laki dan perempuan. Dirumuskanlah bahwa aktivitas pokok perempuan adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (umm[un] wa rabbah al-bayt) meski ia boleh—bahkan dalam kadar tertentu wajib—melakukan aktivitas lain yang telah digariskan syariah seperti: berdakwah, menuntut ilmu, dan sebagainya sebagaimana laki-laki; ia juga boleh menjalankan berbagai aktivitas muamalah seperti bekerja, berbisnis, berdagang, berorganisasi dan aktivitas publik lainnya. Perempuan juga harus berpolitik sebagaimana laki-laki. Tentu saja <strong>dalam menjalankan semua aktivits publik itu, seorang perempuan tidak boleh mengabaikan dan meninggalkan aktivitas pokoknya sebagai <em>umm[un] wa rabbah al-bayt</em>.</strong></li>
<li>Aturan <em>Nizhâm al-Ijtimâ‘i</em> dalam Islam itu bisa dikelompokkan menjadi: <strong>[1]</strong>. sistem yang mengatur pertemuan laki-laki dan perempuan. <strong>[2]</strong>. sistem yang mengatur hubungan yang muncul dari pertemuan laki-laki dengan perempuan berikut masalah yang terderivasi dari hubungan tersebut, yaitu hukum yang mengatur tentang perkawinan, perempuan yang haram dinikahi, poligami, perceraian, li‘ân, soal anak, dan nafkah; juga yang mengatur masalah nasab, kewalian bapak, pengasuhan anak, dan silaturahmi.</li>
<li><strong>Sistem yang mengatur pertemuan laki-laki dan perempuan: </strong><strong>[1]</strong>. Memerintahkan laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan. <strong>[2]</strong>. Memerintahkan wanita untuk mengulurkan pakaian secara sempurna yang menutupi seluruh tempat perhiasannya, kecuali yang biasa tampak. <strong>[3]</strong>. Melarang wanita melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya ditempuh sehari semalam tanpa disertai mahram-nya. <strong>[4]</strong>. Melarang laki-laki dan perempuan berkhalwat. <strong>[5]</strong>. Melarang wanita keluar rumah tanpa seizin suaminya. <strong>[6]</strong>. Mengharuskan jamaah laki-laki terpisah dari jamaah perempuan. <strong>[7]</strong>. Mengharuskan hubungan kerjasama antara laki-laki dan perempuan dalam bentuk hubungan yang bersifat umum dalam muamalah, bukan hubungan khusus seperti saling mengunjungi antara laki-laki dan perempuan, atau pergi bertamasya bersama antara laki-laki dan perempuan.</li>
</ul>
<p><strong>[etika peRgaulan dan batas peRgaulan di dlm islam]</strong><br />
<a href="http://mujahidahsolehah86.blogspot.com/2007/12/etika-pergaulan-dan-batas-pergaulan-di.html">http://mujahidahsolehah86.blogspot.com/2007/12/etika-pergaulan-dan-batas-pergaulan-di.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Etika pergaulan dan batas pergaulan di dlm islam</strong>: <strong>[1]</strong>. Menundukkan pandangan (QS. an-Nuur: 30-31). <strong>[2]</strong>. Menutup Aurat (QS. an-Nuur: 59). <strong>[3]</strong>. Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita (QS. al-Ahzaab: 53). <strong>[4]</strong>. Tidak berdua-duaan di antara lelaki dan perempuan kecuali bersama mahramnya (Hadis Riwayat Bukhari &amp; Muslim). <strong>[5]</strong>. Tidak Melunakkan Ucapan selain kepada suaminya (QS. al-Ahzaab: 32). <strong>[6]</strong>.Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis.</li>
<li>Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki dan wanita selain mahram, yang mana apabila seseorang melanggar semuanya atau sebahagiannya saja akan menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Dari Abu Hurairah .a. dari Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ALLAH menetapkan untuk anak adam bahagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya. (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim &amp; Abu Daud).</li>
</ul>
<p><strong>[beRteman tapi mesRa]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/43d8aafd.htm">http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/43d8aafd.htm</a></p>
<ul>
<li><strong>Islam sejak dini sudah melarang hubungan &#8216;teman tapi mesra&#8217; ini. Sebab lebih sering berujung kepada zina yang diharamkan</strong>. Apalagi kita pun tahu bahwa Al-Quran bukan sekedar melarang zina, tetapi sekedar mendekatinya saja pun sudah diharamkan (QS. Al-Isra&#8217;: 32).</li>
<li>Secara kaca mata syar&#8217;i, hubungan teman tapi mesra itu bentuk teknisnya yang paling minimal adalah berkhalwat yang diharamkan. Sedangkan khalwat berasal dari kata <em>khala – yakhlu</em> yang artinya menyepi atau menjauh dari keramaian. Khlawat dalam kaitan pergaluan laki-laki dan wanita maknanya adalah kencan atau berduaan yang terlepas dari keikut-sertaan orang lain.</li>
<li>Sedangkan pertemuan yang bersifat umum, di mana di sana terdapat sejumlah orang laki-laki dan juga hadir di dalamnya para wanita, yang perlu dilakukan minimal adalah agar <strong>tidak terjadi campur baur yang melewati batas-batas yang dibolehkan</strong>. Seperti melihat aurat, memegang, bersentuhan, atau bertatap-tatapan satu sama lain yang bisa menimbulkan syahwat. Karena dalam praktek seperti itu bisa terjadi zina mata, telinga, hati dan lainnya.</li>
<li>Namun menjaga jarak seperti ini bukan berarti harus dengan sikap bermusuhan. Sebab permusuhan itu sendiri pun dilarang. Yang benar adalah mengurangi secara pasti kesempatan pertemuan hingga hilang lenyap. Jangan ada lagi pertemuan yang hanya berdua saja, juga tidak boleh ada lagi kirim-kirim salam, baik langsung atau lewat SMS, email dan lainnya.</li>
</ul>
<p><strong>[keunggulan sistem pergaulan sosial islam]</strong><br />
<a href="http://www.shukur.org/v4/component/option,com_smf/Itemid,105/topic,17332.0/">http://www.shukur.org/v4/component/option,com_smf/Itemid,105/topic,17332.0/</a></p>
<ul>
<li>Sistem interaksi/tata pergaulan (<em>an-nizhâm al-ijtimâ&#8217;i</em>) adalah sistem yang mengatur interaksi/pergaulan pria dan wanita atau sebaliknya serta mengatur hubungan yang timbul sebagai akibat dari interaksi/pergaulan yang terjadi dan segala sesuatu yang terkait dengan hubungan tersebut.</li>
<li><strong>Iman inilah yang membuat seorang Muslim senantiasa terikat dengan aturan Allah</strong>, kala sendirian maupun saat bersama orang lain. Ia selalu dalam orbit keimanan, sehingga aktivitas interaksinya, termasuk antara pria dan wanita, dilakukan atau ditinggalkan karena imannya kepada Allah Swt. Inilah keunggulan utama Islam dalam pergaulan.</li>
<li>Islam memandang pernikahan bukan sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan lahiriah semata, tetapi bagian dari pemenuhan naluri yang didasarkan pada aturan Allah, alias bernilai ibadah. Tujuannya jelas, yaitu membentuk keluarga yang sakînah (tenang), mawaddah (penuh cinta), dan rahmah (kasih sayang). (QS ar-Rum [30]: 21).</li>
<li>Secara preventif, Islam telah menutup semua pintu perzinaan, mulai dari perintah untuk menundukkan pandangan, menutup aurat dengan pakaian yang syar&#8217;i, larangan ber-khalwat, dan mengharamkan segala yang mengantarkan ke arah perzinaan. Demikian pula <strong>Islam telah menetapkan sanksi yang tegas bagi pelaku perzinaan</strong>: cambuk seratus kali bagi pezina <em>ghayr mukhshan</em> dan rajam bagi pezina <em>mukhshan</em> (sudah pernah menikah). Di sisi lain juga kita dapati kemuliaan Islam yang melarang melakukan <em>qadzaf </em>(menuduh wanita berzina tanpa bukti), yang berarti mencederai kehormatan seorang wanita, dengan sanksi yang keras (cambuk 80 kali).</li>
<li>Islam memerintahkan berbuat baik kepada kerabat dan haram memutuskan hubungan silaturahmi dan Allah akan murka kepada mereka yang memutuskan silaturahmi. Selain itu, Islam juga memerintahkan kerjasama dan saling menolong antar kerabat dan keluarga.</li>
<li>Seluruh hukum Islam wajib diterapkan oleh negara sehingga hukum tentang pergaulan menjadi satu bagian integral dalam sistem hukum yang berlaku. Pelaksanaan hukum Islam ini akan mewujudkan dua fungsi: (a) <strong>jawabir </strong>(penebus dosa di akhirat); (b) <strong>zawajir </strong>(pencegah bagi orang lain untuk berbuat yang serupa). Ini tidak kita dapati dalam sistem hukum kapitalistik-sekular.</li>
</ul>
<p><strong>[adab peRgaulan muda-mudi]</strong><br />
<a href="http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id/?pilih=news&amp;aksi=lihat&amp;id=31">http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id/?pilih=news&amp;aksi=lihat&amp;id=31</a></p>
<ul>
<li><strong>Hubungan yang paling baik adalah yang mampu memelihara diri dan hubungannya dengan Allah dan makhluk-Nya</strong>. (makna taqwa). Dalam konteks memelihara hubungan antar laki-laki dan perempuan, Islam menganjurkan perkawinan bagi yang sudah mampu (Q.S. An Nûr/24:32) dan melarang mendekati segala bentuk perzinaan.</li>
<li><strong>Jika bentuk pacaran (seperti pergi berduaan, bersentuhan, bergandengan, berboncengan, berpelukan, dll.) maka jelas dilarang dalam Islam karena sudah mendekati zina</strong> (Q.S. Al Isrâ’/17: 32). Selain itu model pergaulan seperti ini lebih besar madharat dari pada manfaatnya. Tetapi <strong>jika hanya sampai pada saling kenal (ta’aruf) maka dibolehkan bahkan diajurkan</strong>. (Q.S. Al Hujurât/49:13). Tetapi jika hanya sampai pada saling kenal (ta’aruf) maka dibolehkan bahkan diajurkan. (Q.S. Al Hujurât/49:13).</li>
<li><strong>Adab pergaulan antara muda-mudi dalam islam </strong>yaitu: <strong>[1]</strong>. Niat dan motivasi pergaulan hendaknya didasarkan karena Allah semata. <strong>[2]</strong>. Mengucapkan dan menjawab salam bila bertemu (Q.S. An Nisâ’/4:86), bertamu (Q.S. An Nûr/24: 27) dan ketika berpisah (H.R. at-Tirmidzi dan Abu Daud). <strong>[3]</strong>. Tidak diperbolehkan bersentuhan—seperti: berjabat-tangan, bergandengan, berdempetan, berpelukan, dan berciuman— selain mahram dan isteri. <strong>[4]</strong>. Tidak dibolehkan ber-khalwat (bersepi-sepian) tanpa ada control. Termasuk kategori ber-khalwat yakni ketika tidak ada control dari orang sekelilingnya, meski itu di tempat ramai. <strong>[5]</strong>. Menundukkan pandangan yang bermuatan syahwat dan menjaga kemaluan (Q.S. An Nûr/24: 30-31). <strong>[6]</strong>. Tidak memperlihatkan perhiasan/keindahan anggota tubuhnya (Q.S. An Nûr/24: 31), yakni dengan berbusana menutup aurat. <strong>[7]</strong>. Bersikap dan berkata yang baik dan benar, dapat dipercaya, supel dalam bergaul, namun tetap menjaga kehormatan dan kesopanan sebagai pribadi muslim dan muslimah.
</li>
<li>Jika karena keadaan tertentu belum punya kemampuan secara lengkap (fisik dan psikis yang sehat dan bertanggung jawab dalam arti luas) maka <strong>Nabi SAW menganjurkannya untuk menempuh alternatif kedua yakni berpuasa (menahan diri)</strong>. Karena permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan syahwat, maka puasa di sini pun termasuk menahan diri terhadap segala sesuatu yang dapat menjerumuskan pada perbuatan zina (Q.S. Al Isrâ’/17:32). <strong>Jika dengan puasa tetap tidak mempan maka harus kembali kepada alternative pertama yaitu menikah</strong> sebagaimana hadis di atas dan lanjutan surat An-Nûr /24:32.</li>
</ul>
<p><strong>[peRgaulan dalam islam]</strong><br />
<a href="http://members.tripod.com/~SinarOnline/Edisi8/Fokus3.htm">http://members.tripod.com/~SinarOnline/Edisi8/Fokus3.htm</a></p>
<ul>
<li>Mungkin kita akan berasa seronok apabila melakukan sesuatu kejahatan terhadap orang lain tetapi pernahkah kita berfikir seandainya sesuatu kejahatan itu dilakukan terhadap kita, adakah kita akan berdiam diri? Seperti mana dalam suatu kisah di zaman nabi Muhammad s.a.w. Seorang pemuda yang baru memeluk Islam datang kepada nabi lalu meminta keizinan untuk berzina. Lalu nabi bertanya kepadanya, mahukah kamu seandainya seeorang itu berzina dengan ibumu atau saudara perempuanmu? Selepas daripada peristiwa tersebut, perkara yang paling dibencinya adalah zina.</li>
<li>Diantara suatu perkara yang diharamkan oleh Islam ialah <em>gharizah </em>iaitu pandangan seorang lelaki terhadap perempuan dan begitu juga sebaliknya. Mata adalah kunci hatinya dan pandangan adalah jalan yang membawa fitnah dan sampai kepada perbuatan zina.</li>
<li>Di antara yang harus ditundukkan pandangan, ialah kepada aurat. Kerana Rasulullah saw telah melarang walaupun antara sesama lelaki dan antara sesama perempuan untuk mendedahkan aurat masing-masing, sama ada dengan syahwat ataupun tidak.</li>
</ul>
<p><strong>[peRgaulan laki-laki dengan peRempuan]</strong><br />
<a href="http://bicaramuslim.com/bicara6/viewtopic.php?t=6150">http://bicaramuslim.com/bicara6/viewtopic.php?t=6150</a></p>
<ul>
<li>Dalam memandang berbagai persoalan agama,umumnya masyarakat berada dalam keadaan <em>ifrath </em>(berlebihan) dan <em>tafrith </em>(mengabaikan). Jarang sekali kita temukan sikap <strong><em>tawassuth </em>(pertengahan) yang merupakan salah satu keistimewaan dan kecemerlangan manhaj Islam dan umat Islam</strong>.</li>
<li><strong>Hadist riwayat Ummu Athiyah berkata</strong>: &#8220;Rasulullah saw. menyuruh kami mengajak keluar kaum wanita pada hari raya Fitri dan Adha, yaitu wanita-wanita muda, wanita-wanita yang sedang haid, dan gadis-gadis pingitan. Adapun wanita-wanita yang sedang haid, mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan mendengarkan nasihat dan dakwah bagi umat Islam (khutbah, dan sebagainya). Aku (Ummu Athiyah) bertanya, &#8216;Ya Rasulullah salah seorang diantara kami tidak mempunyai jilbab.&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Hendaklah temannya meminjamkan jilbab yang dimilikinya.&#8217;</li>
<li>Shahibiah yang turut serta dalam dakwah maupun perang menegakkan agama islam: Aisyah (pada waktu perang Uhud sangat cekatan membawa qirbah/tempat air di punggungnya kemudian menuangkannya ke mulut orang-orang), Ummu Sulaim (menghunus badik pada waktu perang Hunain), Ummu Athiyah (turut berperang bersama Rasulullah saw. sebanyak tujuh kali), Ummu Ammarah Nusaibah binti Ka&#8217;ab (dalam perang Uhud), Ummu Haram binti Mulhan (ikut menyeberangi lautan pada zaman Utsman bersama suaminya Ubadah bin Shamit ke Qibris), asy-Syifa binti Abdullah al-Adawiyah (sebagai pengawas pasar pada masa pemerintahan Umar).</li>
<li>Pertemuan antara laki-laki dengan perempuan tidak haram, melainkan jaiz (boleh). Bahkan, hal itu kadang-kadang dituntut <strong>apabila bertujuan untuk kebaikan,</strong> seperti dalam urusan ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kebajikan, perjuangan, atau lain-lain yang memerlukan banyak tenaga, baik dari laki-laki maupun perempuan. Namun, <strong>kebolehan itu tidak berarti bahwa batas-batas diantara keduanya menjadi lebur dan ikatan-ikatan syar&#8217;iyah yang baku dilupakan</strong>. Kita tidak perlu menganggap diri kita sebagai malaikat yang suci yang dikhawatirkan melakukan pelanggaran, dan kita pun tidak perlu memindahkan budaya Barat kepada kita.</li>
<li><strong>Batas-batas hukum yang telah ditetapkan oleh Islam sehubungan dgn pergaulan</strong>: <strong>[1]</strong>. Menahan pandangan. <strong>[2]</strong>. wanita harus mengenakan pakaian yang sopan yang dituntunkan syara&#8217;. <strong>[3]</strong>. Mematuhi adab-adab wanita muslimah (menghindari perkataan yang merayu, tidak berjalan dan bergaya yang memancing pandangan orang). <strong>[4]</strong>. Menjauhkan diri dari bau-bauan yang harum dan warna-warna perhiasan. <strong>[5]</strong>. Jangan berduaan (laki-laki dengan perempuan) tanpa disertai mahram. <strong>[6]</strong>. Pertemuan sebatas keperluan.</li>
</ul>
<p><strong>[seks, Remaja dan batas-batas peRgaulan]</strong><br />
<a href="http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=492">http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=492</a></p>
<ul>
<li>Seks sebenarnya anugerah yang diberikan Allah pada makhluk-makhluk Allah seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan khususnya manusia. Karena itu amat wajar kalau manusia memiliki gairah seksual dan ingin melampiaskan keinginan seksual itu. <strong>Allah Swt sendiri tidak pernah melarang manusia untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama menempuh jalur yang dibenarkan, cara-cara yang benar dan pada saat yang tidak terlarang</strong>. Ketentuan ini diberlakukan untuk kepentingan manusia juga. Jalur yang dibenarkan Allah bagi manusia untuk melampiaskan keinginan seksnya itu adalah <strong>jalur pernikahan</strong>, ini berarti orang yang belum menikah jangan coba-coba melampiaskan keinginan seksualnya, karena itu <strong>berpacaran semestinya dilakukan sesudah pernikahan bukan sebelum pernikahan, karena berpacaran itu sangat terkait dengan pelampiasan keinginan seksual</strong>. Tapi keinginan atau hawa nafsu itu tetap tidak boleh dibunuh, hanya harus dikendalikan agar manusia tidak dikendalikan oleh hawa nafsunya sendiri.</li>
<li>Masa remaja itu merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, maka banyak orang yang menyebut masa ini &#8211;meskipun tidak selalu benar&#8211; sebagai masa yang labil. Dalam kondisi yang demikian itulah, <strong>masa remaja sangat membutuhkan bimbingan nilai-nilai Islam, bila mereka jauh dari nilai-nilai Islam, maka yang terjadi kemudian adalah ketidakmampuan mengendalikan diri.</strong> Dalam kaitan seks, para remaja harus mengendalikan hawa nafsunya, dan Rasulullah Saw mengajarkannya dengan melaksanakan ibadah puasa.</li>
<li>Pendidikan seks dalam Islam adalah mendidik para remaja agar tidak berzina, membenci perzinahan dan terus berusaha untuk menjauhinya. Maka yang diterangkan dalam pendidikan seks adalah hinanya perzinahan, bagaimana agar menghindari zina, hukuman untuk para pezina dan sebagainya.</li>
<li><strong>Batas-batas pergaulan itu adalah</strong>: <strong>[1]</strong>. menjaga pandangan mata dari melihat lain jenis. <strong>[2]</strong>. Tidak berdua-duaan antara pria dengan wanita yang bukan mahram. <strong>[3]</strong>. Tidak bersentuhan kulit antara pria dengan wanita, termasuk berjabatan tangan. <strong>[4]</strong>. tidak berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat.</li>
</ul>
<p><strong>[beRsalaman dengan lawan jenis...]</strong><br />
<a href="http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/9/cn/7039">http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/9/cn/7039</a></p>
<ul>
<li>Hukum bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram itu termasuk <strong>berjabatan tangan hukumnya haram</strong>. Paling tidak itulah yang sering kita dengar dan itulah yang sekarang ini cukup populer di kalangan ummat Islam.</li>
<li>Kalau kita perhatikan riwayat yang sahih dari Rasulullah saw., niscaya kita jumpai sesuatu yang menunjukkan bahwa semata-mata bersentuhan tangan antara laki-laki dengan perempuan tanpa disertai syahwat dan tidak dikhawatirkan terjadinya fitnah tidaklah terlarang, bahkan pernah dilakukan oleh Rasulullah saw., sedangkan pada dasarnya perbuatan Nabi saw. itu adalah <em>tasyri</em>&#8216; dan untuk diteladani.</li>
<li>Para ulama salaf juga tidak memandang bahwa &#8220;<em>al-mass</em>&#8221; itu sebagai sentuhan kulit belaka, tapi dengan syahwat. Seperti mazhab Maliki dan mazhab Ahmad berpendapat bahwa menyentuh wanita yang membatalkan wudhu itu ialah yang disertai dengan syahwat. Begitu juga dengan Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Fatawa-nya melemahkan pendapat orang yang menafsirkan lafal &#8220;<em>mulaamasah</em>&#8221; atau &#8220;<em>al-lams</em>&#8221; dalam ayat tersebut dengan semata-mata bersentuhan kulit walaupun tanpa syahwat.</li>
<li>Bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan itu hanya diperbolehkan apabila tidak disertai dengan syahwat serta aman dari fitnah. <strong>Apabila dikhawatirkan terjadi fitnah terhadap salah satunya, atau disertai syahwat dan <em>taladzdzudz </em>(berlezat-lezat) maka keharaman berjabat tangan tidak diragukan lagi</strong>.</li>
<li>Hendaklah berjabat tangan itu sebatas ada kebutuhan saja, seperti yang disebutkan dalam pertanyaan di atas, yaitu dengan kerabat atau semenda (besan) yang terjadi hubungan yang erat dan akrab diantara mereka; dan tidak baik hal ini diperluas kepada orang lain, demi membendung pintu kerusakan, menjauhi syubhat, mengambil sikap hati-hati, dan meneladani Nabi saw.</li>
</ul>
<p><strong>[beRgaul dg ORang nOn muslim]</strong><br />
<a href="http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/9373">http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/9373</a></p>
<ul>
<li><strong>Dalam etika pergaulan yang benar, sebenarnya jati diri seseorang tidak perlu harus dihilangkan. Justru semakin seseorang nampak jati dirinya, semakin baik pula nilai etika pergaulan itu</strong>.</li>
<li>Bukan mentang-mentang dia atasan anda, lalu anda merasa harus mengoreksi dan merubah jati diri anda dan dipaksakan harus sesuai dengan jati diri atasan anda. Demikian juga dalam hal-hal yang merupakan prinsip hidup, tentu saja setiap individu punya hak yang paling asasi dimana dia wajib menjalankan perintah tuhannya.</li>
</ul>
<p><strong>pOstingteRkait:</strong></p>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2007/11/02/doa-menyebarkan-salam/">[DOA] menyebaRkan salam</a> :: <span style="color:#fd8403;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/1398028/DOA-adabmenyebaRkansalam.doc.html">DOWNLOAD, 204kB</a></strong></span></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/01/16/hotd-ukhuwah-dan-pertemanan/">[HOTD] ukhuwah dan peRtemanan</a> :: <span style="color:#fd8403;"><strong>DOWNLOAD</strong></span></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/01/04/hotd-golongan-yang-dinaungi-allah/">[HOTD] gOlOngan yang dinaungi ALLAH</a> :: <span style="color:#fd8403;"><strong>DOWNLOAD</strong></span></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2007/05/30/hotd-bertamu/">[HOTD] beRtamu</a> :: <span style="color:#fd8403;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/1400430/HOTD-beRtamu.zip.html">DOWNLOAD, 39kB</a></strong></span></li>
<table style="border:1px solid #353535;background-color:#5d7cba;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:11px;padding:0;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr style="background-color:#ffffff;">
<td style="padding:5px;" align="center"><a href="http://www.ziddu.com/download/2332656/DoadanadabteRhadapteman.doc.html"><img /></a></td>
</tr>
<tr></tr>
<tr style="background-color:#FFFFFF;">
<td style="padding:5px;" align="center"><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/2332656/DoadanadabteRhadapteman.doc.html">Download file | 484 kb</a></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-size:9px;color:#FFFFFF;padding:5px;" valign="bottom" align="center">Share file dapat <a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=(yItbJfadz">Dolar</a></td>
</tr>
</table>
Posted in Doa dan Adab Tagged: adab, doa, hadist, islam, laki-laki, muslim, perempuan, pergaulan, quran, tamu, teman <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=347&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/10/08/doa-adab-terhadap-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[HOTD] adab makan dalam islam</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/08/25/hotd-adab-makan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/08/25/hotd-adab-makan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 18:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Hadith of the Day]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[
“Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
(Al Baqarah,2 : 60)
Hadist riwayat Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata:
Ketika aku dalam asuhan Rasulullah saw., pada saat makan tanganku terjulur hendak menjangkau talam lalu Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Hai anak muda! Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=325&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">
<blockquote><em>“Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.<br />
(Al Baqarah,2 : 60)</em></p></blockquote>
<p><strong>Hadist riwayat Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata:</strong><br />
Ketika aku dalam asuhan Rasulullah saw., pada saat makan tanganku terjulur hendak menjangkau talam lalu Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Hai anak muda! Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat darimu</p>
<p><strong>Doa dan Adab sebelum Makan </strong><br />
Makan adalah kebutuhan hidup makhluk hidup. Manusia makan untuk melaksanakan perintah Allah sekaligus untuk kekuatan badan dalam menjalani kehidupan ini dan untuk beribadah kepada Allah. Namun makan juga mempunyai aturan-aturan. Manusia makan jangan seperti binatang. Binatang makan tidak menggunakan adab-adab. Bagi orang beriman, adab dalam makan adalah sangat penting.<br />
<span id="more-325"></span><br />
<strong>Do’a sebelum makan</strong><br />
Apabila akan memulai makan maka bacalah :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
بسم الله<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“Bismillaah..”</em></span></p>
<p> “Dengan menyebut nama Allah..” (H.R. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Jika kelupaan dan keburu makan, maka bacalah :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
. بِسْمِ اللهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ<br />
 </strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“Bismillaahi fii awwalihi wa akhirihi..”</em></span></p>
<p> “Dengan menyebut nama Allah, di permulaan dan diakhirnya.” (H.R. Abu Daud)<br />
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda [199]: “Barangsiapa yang diberi rezeki oleh Allah berupa makanan, hendaklah membaca:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“Allahumma baariklanaa fiihi wa ath’imnaa khairan minhu..”</em></span></p>
<p>“Ya Allah! berilah kami berkah dengan makan itu dan berilah makanan yang lebih baik.”( HR. At-Tirmidzi)<br />
Apabila diberi rezeki berupa minuman susu, hendaklah membaca:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“Allahumma baariklanaa fiihi wa zidnaa minhu..”</em></span></p>
<p><strong>Doa tamu kepada orang yang menghidangkan makanan</strong></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
.  اَللَّهُمَّبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْوَارْحَمْهُمْ،<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“Allahumma baariklahum fiimaa razaqtahum, waghfirlahum warhamhum..”</em></span></p>
<p> “Ya Allah! Berilah berkah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah dan belas kasihanilah mereka.” (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Adab sebelum makan </strong><br />
1.	Sebelum makan dianjurkan mencuci tangan terlebih dahulu hingga bersih<br />
2.	Usahakan makan dengan berjamaah<br />
3.	Dianjurkan bersedekah dulu sebelum makan<br />
4.	Ketika makan selalu melihat kepentingan orang lain<br />
5.	Pada saat makan  menggunakan tangan kanan dan tidak dengan tangan kiri.<br />
6.	Jangan lupa membaca do&#8217;a mau makan.<br />
7.	Tidak makan jangan sambil berdiri, berjalan-jalan  atau sambil tidur-tiduran.<br />
8.	Ambillah makanan secukupnya dan niatkan untuk dihabiskan,dan jangan suka menyisakan makanan.<br />
9.	Jangan lupa berbagi makanan kepada teman<br />
10.	Sebaiknya selalu menyukai makanan yang telah dihalalkan dan akan baik bagi tubuh.<br />
11.	Jika tidak menyukai makanan tertentu, lebih baik disimpan saja<br />
12.	Tidak boleh menghina atau mencela makanan. Jika makanan sudah dicela, maka makanan itu jangan dimakan lagi.<br />
13.	Disunnahkan makan dengan jari-jari tangan, dimulai dengan tiga jari<br />
14.	 Tidak boleh berlebihan ketika makan, termasuk menu yang terlalu banyak.<br />
Firman Allah :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا  إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“wa kuluu wasyrabuu walaa tusrifuu innahu laa yuhibbul musrifiin..”</em></span></p>
<p>“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. Al-A’raf, 7 : 31)<br />
15.	Sebaiknya makan ketika lapar dan tidak makan terlalu kenyang.<br />
16.	Jangan sekali-kali makan  makanan yang haram atau syubhat (meragukan)<br />
17.	Hindari makan makanan yang akan membawa penyakit<br />
18.	Tidak makan di sembarang tempat, usahakan yang tertutup<br />
19.	Setelah makan usahakan menggosok gigi<br />
20.	Tidak meninggalkan makanan di sembarang tempat</p>
<p><u><strong>aRtikelteRkait:</strong></u></p>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2008/05/14/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/">[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR</a> :: <span style="color:#fd8403;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/1400017/DOA-mOhOndijadikanhambayangbeRsyukuR.doc.html">DOWNLOAD, 197kB</a></strong></span></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2007/05/30/hotd-bertamu/">[HOTD] beRtamu</a> :: <span style="color:#fd8403;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/1400430/HOTD-beRtamu.zip.html">DOWNLOAD, 39kB</a></strong></span></li>
<p><u><strong>Links:</strong></u><br />
<strong>[adab-adab makan seORang muslim (1)]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-1.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-1.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Tiga adab makan:</strong> <strong>[1]. Membaca Basmallah;</strong> Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan ar-Rahman dan ar-Rahim. Apabila kita baru teringat kalau belum mengucapkan bismillah sesudah kita memulai makan, maka hendaknya kita mengucapkan bacaan &#8220;bismillahi awalahu wa akhirahu&#8221;. <strong>[2]. Makan dan minum menggunakan tangan kanan dan tidak menggunakan tangan kiri;</strong> jika memang terdapat alasan yang bisa dibenarkan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati makanan dengan tangan kanannya karena suatu penyakit atau sebab lain, maka diperbolehkan makan dengan menggunakan tangan kiri. <strong>[3]. Memakan makanan yang berada di dekat kita;</strong> Ibnu Abdil Bar mengatakan &#8220;Jika dalam satu jamuan ada dua jenis atau beberapa macam lauk, atau jenis makanan yang lain, maka diperbolehkan untuk mengambil makanan yang tidak berada di dekat kita. Apabila hal tersebut dimaksudkan untuk memilih makanan yang dikehendaki.&#8221; </li>
<li>Imam Ahmad mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul 4 (empat) hal, maka makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut adalah<strong> menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan, banyaknya orang yang turut makan dan berasal dari sumber yang halal.</strong></li>
<li><strong>Apabila selesai makan Nabi berdoa:</strong> <em>Allahumma Ath’amta wa Asqaita wa Aqnaita wa Ahyaita falillahil hamdu ala ma A’thaita</em> yang artinya, “Ya Allah engkaulah yang memberi makan memberi minum, memberi berbagai barang kebutuhan, memberi petunjuk dan menghidupkan. Maka hanya untukmu segala puji atas segala yang kau beri.” </li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab makan seORang muslim (2)]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-2.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-2.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Anjuran makan dari pinggir piring;</strong> Diriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda, “Jika kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan itu turun dibagian tengah makanan.” (HR Abu Dawud no. 3772, Ahmad, 2435, Ibnu Majah, 3277 dan Tirmidzi, 1805. Imam Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini hasan shahih.”).</li>
<li><strong>Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan;</strong> Imam Baihaqi mengatakan, “Hadits tentang cuci tangan sesudah makan adalah hadits yang berstatus hasan, tidak terdapat hadits yang shahih tentang cuci tangan sebelum makan.” (Adabus Syar’iyyah, 3/212). Ibnu Muflih mengisyaratkan, bahwa cuci tangan sebelum makan itu tetap dianjurkan, dan ini merupakan pendapat beberapa ulama. Dalam hal ini ada kelapangan. Artinya jika dirasa perlu cuci tangan, jika dirasa tidak perlu tidak mengapa. Mengenai cuci tangan sesudah makan, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih bau daging kambing dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR. Ahmad, no. 7515, Abu Dawud, 3852 dan lain-lain, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani).</li>
<li><strong>Keadaan junub hendak makan;</strong> Jika kita dalam kondisi junub dan hendak makan, maka dianjurkan berwudhu terlebih dahulu.</li>
<li><strong>Tidak duduk sambil bersandar;</strong> Makan sambil bersandar dimakruhkan dikarenakan hal tersebut merupakan duduknya orang yang hendak makan dengan lahap.</li>
<li><strong>Tidak tengkurap;</strong> “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dua jenis makanan: yaitu duduk dalam jamuan makan yang menyuguhkan minum-minuman keras dan makan sambil tengkurap.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majjah).</li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab makan seORang muslim (3)]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-3.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-3.html</a></p>
<ul>
<li>Segera makan ketika makanan sudah siap; Dari Aisyah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sah shalat saat makanan sudah disajikan dan pada saat menahan buang air besar dn buang air kecil.” (HR. Muslim).</li>
<li><strong>Makan dengan tiga jari dan Menjilati jari dan sisa makanan;</strong> Dari Ka’ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu makan dengan menggunakan tiga jari (yaitu jari tengah, jari telunjuk, dan jempol) dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim)</li>
</ul>
<p>[adab-adab makan seORang muslim (4)]<br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-4.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-4.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Mengambil makanan yang jatuh;</strong> Syaikh Muhammad Ibnu Shaleh al-Utsaimin mengatakan, “Jika ada makanan yang jatuh maka jangan dibiarkan akan tetapi diambil, jika pada makanan tersebut ada kotoran maka dibersihkan dan kotorannya tidak perlu dimakan karena kita tidaklah dipaksa untuk memakan sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu kotoran yang melekat pada makanan tersebut kita bersihkan baik kotorannya berupa serpihan kayu, debu atau semacamnya. setelah kotoran tersebut dibersihkan hendaklah kita makan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan janganlah makanan tersebut dibiarkan untuk setan” karena setan selalu bersama manusia.</li>
<li><strong>Tidak mengambil makanan lebih dari satu; </strong>Larangan ini berlaku pada saat makan bersama tidak pada saat sendirian. Jika makanan tersebut adalah bukan milik salah satu di antara mereka atau milik salah satu di antara orang yang makan bersama, maka hanya disyaratkan adanya kerelaan dari yang memiliki makanan. Jika ada yang mengambil makanan lebih dari satu tanpa kerelaan dari pemilik makanan, maka hukumnya haram. orang yang hendak mengambil lebih dari satu. Dalam hal ini dianjurkan untuk meminta izin kepada orang-orang yang menemaninya makan. Meskipun hal ini tidak diwajibkan.</li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab makan seORang muslim (5)]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-5.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-5.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Tidak mencela makanan;</strong> Mencela makanan adalah ketika seseorang menikmati hidangan yang disajikan lalu ia mengomentari makanan tersebut dengan mengucapkan terlalu asin, kurang asin, lembek, terlalu keras, tidak matang dan lain sebagainya. Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064).</li>
<li><strong>Menyantap sesudah makanan dingin;</strong> Dalam Zaadul Ma’ad 4/223 Imam Ibnul Qoyyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyantap makanan dalam keadaan masih panas.” </li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab makan seORang muslim (6)]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Makan dan minum sambil berdiri;</strong> Berdasarkan beberapa hadist terkait, ada Ulama yang berkesimpulan bahwa minum sambil berdiri itu diperbolehkan meskipun yang lebih baik adalah minum sambil duduk. Hadis lain yang berkaitan dengan makan/minum sambil berdiri adalah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. Qotadah lantas bertanya kepada Anas, “Bagaimana dengan makan sambil berdiri?” “Itu lebih jelek dan lebih kotor” kata Anas. (HR. Muslim no. 2024).</li>
<li><strong>Larangan bernafas dan meniup air minum;</strong> Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah mengambil nafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263).</li>
<li><strong>Anjuran bernafas sebanyak tiga kali;</strong> Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan beliau bersabda, “Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat.” Anas mengatakan, “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028). Yang dimaksud bernafas tiga kali dalam hadits di atas adalah bernafas di luar wadah air minum dengan menjauhkan wadah tersebut dari mulut terlebih dahulu, karena bernafas dalam wadah air minum adalah satu hal yang terlarang sebagaimana penjelasan di atas.</li>
<li><strong>Dimakruhkan minum dari mulut ceret, teko dan lain-lain.</strong> Dari Abu Hurairah, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum dari mulut ghirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya) (HR Bukhari no. 5627).</li>
<li><strong>Penyuguh itu terakhir minum;</strong> Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Sesungguhnya orang yang menyuguhkan minuman kepada sekelompok orang adalah orang yang minum terakhir kali.” (HR Muslim no. 281).</li>
<li><strong>Anjuran makan sambil bicara;</strong> Dalam al-Adzkar, Imam Nawawi mengatakan, “Dianjurkan berbicara ketika makan. Berkenaan dengan ini terdapat sebuah hadits yang dibawakan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam sub “Bab memuji makanan”. Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab al-Ihya mengatakan bahwa termasuk etika makan ialah membicarakan hal-hal yang baik sambil makan, membicarakan kisah orang-orang yang shalih dalam makanan.” (al-Adzkar hal 602, edisi terjemah cet. Sinar baru Algen Sindo).</li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab makan seORang muslim (7)]</strong><br />
<a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-7.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-7.html</a></p>
<ul>
<li><strong>Anjuran makan bersama pada satu piring;</strong> Di antara etika makan yang diajarkan oleh Nabi adalah anjuran makan bersama-sama pada satu piring. Sesungguhnya hal ini merupakan sebab turunnya keberkahan pada makanan tersebut. Oleh karena itu, semakin banyak jumlah orang yang makan maka keberkahan juga akan semakin bertambah. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan satu orang itu cukup untuk dua orang. Makanan dua orang itu cukup untuk empat orang. Makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim no 2059).</li>
<li><strong>Makruhnya makan dalam porsi terlalu banyak atau sedikit;</strong> Dari Miqdam bin Ma’di Karib beliau menegaskan bahwasanya beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR. Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah no. 2720).</li>
<li><strong>Larangan menghadiri jamuan yang menyediakan khamr;</strong> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah menghadiri perjamuan yang mengedarkan khamr.” (HR. Ahmad no. 14241).</li>
<li><strong>Anjuran makan berjamaah;</strong> Ibn Katsir menyatakan, Seorang boleh makan dengan cara sendiri-sendiri atau bersama beberapa orang dalam satu wadah makanan meski makan dengan cara yang kedua itu lebih berkah dan lebih utama. Di antara kiat menjaga keharmonisan hubungan suami istri adalah makan bersama dari satu wadah. </li>
</ul>
<p><strong>[adaabuth-tha’am (adab makan)]</strong><br />
<a href="http://yahyaayyash.wordpress.com/2008/05/27/adaabuth-thaam-adab-makan/">http://yahyaayyash.wordpress.com/2008/05/27/adaabuth-thaam-adab-makan/</a></p>
<ul>
<li><strong>Hukum minum sambil berdiri;</strong> Jumhuur ulama (kebanyakan ulama) menyatakan bahwa minum sambil berdiri itu dibolehkan dengan berdalih dengan hadist Ali r.a yang minum sambil berdiri. Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa ada sebagian ulama yang tidak memperbolehkan minum sambil berdiri dengan berdalih hadist dari anas dan abu hurairah. Ulama sepakat bahwa meninggalkan minum sambil berdiri merupakan sesuatu yang lebih utama.</li>
<li><strong>Giliran Minum;</strong> Dari Isma’il dari Malik dari Ibnu Syihab dari anas bin malik r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah diberi susu yang pernah dicampur dengan ari, disamping kanannya ada orang Arab a’raby dan di samping kirinya ada Abu Bakar. Nabi pun meminumnya,lalu memberikan ke orang a’raby seraya bersabda:”( gilirannya) dari kanan terus kekanan.”</li>
<li><strong>Makanlah dengan tangan kanan;</strong> Hal ini termasuk sunnah Rasulullah. Diriwayatkan juga bahwa syaitan membiasakan makan dengan tangan kiri. Akankah kita seperti syaitan dalam hal makan ?</li>
<li><strong>Menjilat Jemari;</strong> Dari jabir r.a, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan untuk menjilat jemari dan piring seraya bersabda:”sesungguhnya kalian tidak tahu keberkahan ada pada makanan yang mana.” (HR.Muslim)</li>
<li><strong>Makan seperlunya;</strong> Sifat seorang mukmin akan hilang dan berganti menjadi kafir jika dia makan terlalu banyak. Kenapa? Karena seorang mukmin itu tidak rakus dan tidak terlalu rakus dalam hal makanan, dan makanan dan minumannya selalu mendapat berkah, sehingga ia akan merasa kenyang dengan makan dan minum sedikit. Orang kafir? Ia sangat rakus dan tamak dalam hal makanan sampai Rasulullah pun membandingkannya dengan tujuh usus sebagai gambaran.</li>
<li><strong>Bernafas ketika minum serta meniupnya;</strong> Dari ibnu Abbas r.a, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:” melarang bernafas dalam wadah (minuman) atau meniupnya.” (HR.Tirmidzi)</li>
<li><strong>Tidak Makan sambil Berbaring;</strong> Dari Abu Juhaifah, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:” sesungguhnya saya tidak pernah makan sambil muttaki ( berbaring ).” (HR.Bukhari)</li>
<li><strong>Tidak Mencela Makanan;</strong> Dari Abu hurairah r.a, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah mencela makanan sekali pun , jika beliau menginginkannya beliau pun makan, jika beliau tidak suka beliau pun meninggalkannya.” (HR.Bukhari)</li>
</ul>
<p><strong>[adab makan]</strong><br />
<a href="http://hawanoors.multiply.com/journal/item/14">http://hawanoors.multiply.com/journal/item/14</a></p>
<ul>
<li>Adab Makan: <strong>[1].</strong> Berdoa, sebelum dan sesudah makan. <strong>[2].</strong> Makan dengan tangan kanan. <strong>[3].</strong> Makan makanan yang terdekat. <strong>[4].</strong> Dinginkanlah makanan. <strong>[5].</strong> Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman. <strong>[6].</strong> Disunnahkan menjilati jari-jari dan talam serta memakan suapan yang jatuh sesudah membersihkan kotoran yang mengenainya dan makruh membersihkan tangan sebelum dijilati. <strong>[7].</strong> merendahkan diri serta sifat duduknya. <strong>[8].</strong> Tidak boleh mencela makanan. <strong>[9].</strong> Makan ketika lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. <strong>[10].</strong> Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya. <strong>[11].</strong> Mengontrol makanan yang dimakan. <strong>[12].</strong> Larangan bagi orang yang makan bersama memakan sekaligus dua buah kurma dan sebagainya dalam satu suapan kecuali dengan seizin teman-temannya. <strong>[13].</strong> Apabila diserukan untuk makan malam lalu terdengar suara azan oleh muazin maka dahulukan makan malam. <strong>[14].</strong> Keutamaan saling membantu dalam makanan sedikit. <strong>[15].</strong> Boleh sebagian orang yang menghadapi hidangan mempersilakan sebagian yang lain meskipun mereka semua sebagai tamu kalau memang pemilik makanan tidak berkeberatan. <strong>[16].</strong> mencuci tangan dengan bersih sesudah makan. <strong>[17]. </strong>Makan makanan yang halal.</li>
</ul>
<p><strong>[adab-adab makan]</strong><br />
<a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/adab-adab-makan.html">http://muslimah.or.id/akhlaq/adab-adab-makan.html</a></p>
<ul>
<li>Adab adab Harian Muslim, Ibnu Katsir: <strong>a. </strong>Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah. <strong>b.</strong> Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah. <strong>c.</strong> Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan. <strong>d.</strong> Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya. <strong>e.</strong> Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya. <strong>f. </strong>Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan. <strong>g.</strong> Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas. <strong>h.</strong> Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh. <strong>i.</strong> Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan. <strong>j. </strong>Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi. <strong>k.</strong> Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan. <strong>l.</strong> Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.</li>
</ul>
<p><strong>[kesalahan-kesalahan seputaR makanan dan minuman (1)]</strong><br />
<a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2005/10/14/kesalahan-kesalahan-seputar-makanan-dan-minuman-1/">http://tausyiah275.blogsome.com/2005/10/14/kesalahan-kesalahan-seputar-makanan-dan-minuman-1/</a></p>
<ul>
<li>Kesalahan-kesalahan seputar makanan dan minuman: [1]. Pemborosan makanan dan minuman, menghambur-hamburkan dan membuang makanan di tempat sampah. [2]. Makan dan minum dengan tangan kiri.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orido.wordpress.com/325/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orido.wordpress.com/325/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=325&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/08/25/hotd-adab-makan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/05/14/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/05/14/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 04:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[opick]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[<p align="center"><span style="color:#0000ff;"><font size="6"><strong>Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;"><font size="4"><strong>Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?</strong></font></span></p>
<p align="right"><span style="color:#ff0033;"><font size="3"><strong>tiga puluh kali</strong> Allah SWT menyatakan hal ini dalam Al-Qur'an...</font></span></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=258&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin..”</em></span></p>
<p><em>&#8220;Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh&#8221;. (Q.S. An-Naml : 19)</em></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin..”</em></span></p>
<p><em>&#8220;Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri&#8221;. (Q.S. Al-Ahqaf : 15)</em><br />
<span id="more-258"></span></p>
<p><strong>Firman Allah SWT:</strong><br />
<em>“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” </em>(QS. Al-Baqarah, 2 : 152)</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” </em>(QS. Al-Baqarah, 2 : 172)</p>
<p><em>“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” </em>(QS. Ali ‘Imran, 3 : 145)</p>
<p><em>Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221;</em> (QS. Ibrahim, 14 : 7)</p>
<p><em>“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </em>(QS. an-Nahl, 16: 18).</p>
<p><em>“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.</em> (QS. An-Naml, 27 : 40)</p>
<p><em>“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” </em>(QS. Al-Qashash, 28 : 73)</p>
<p><em>“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” </em>(QS. Al-‘Ankabuut, 29 : 17)</p>
<p><em>Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.&#8221; </em>(Q.s. Luqman, 31 : 12)</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;"><font size="5"><em>Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?</em></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;"><font size="3"><em>Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?</em></font></span></p>
<p align="right"><span style="color:#ff0033;"><font size="2"><strong>tiga puluh satu kali</strong> Allah SWT menyatakan hal ini dalam Al-Qur&#8217;an&#8230;</font></span></p>
<p><strong>aRtikelteRkait:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2008/01/31/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/">[DOA] tatkala mengalami kesedihan</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2007/01/05/hotd-susah-sabar/">[HOTD] susah &amp; sabaR</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/07/18/hotd-berinfak/">[HOTD] beRinfak</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/05/29/hotd-bencana/">[HOTD] bencana</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2006/05/05/hotd-rizki-dari-arah-tak-terkira/">[HOTD] Rizki daRi aRah tak teRkira</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2005/12/12/hotd-musibah-dan-dosa/">[HOTD] musibah dan dOsa</a></li>
<li><a href="http://orido.wordpress.com/2005/05/10/alhamdulillah/">alhamdulillah</a></li>
</ul>
<p><strong>Link:</strong><br />
<strong>[Allah menambahkan nikmatnya kepada ORang yang bersyukuR]</strong><br />
<a href="http://remaja4istiqomah.wordpress.com/bersyukur-kepada-allah/">http://remaja4istiqomah.wordpress.com/bersyukur-kepada-allah/</a></p>
<ul>
<li>Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah.</li>
<li>Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah.</li>
<li>Mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda kedekatan dan kecintaan seseorang kepada Allah.</li>
<li>Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah. </li>
<li>Orang yang tidak mensyukuri nikmat hanya akan melihat cacat dan kekurangan, bahkan pada lingkungan yang sangat indah, sehingga ia akan merasa tidak berbahagia dan tidak puas, maka Allah menjadikan orang-orang seperti ini hanya menjumpai berbagai peristiwa dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi Allah menampakkan lebih banyak nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas dan memiliki hati nurani.</li>
<li>Mukmin sejati tetap bersyukur kepada Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit. </li>
<li>Seseorang yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut.</li>
<li>Allah menyatakan bahwa Dia akan menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, <strong>ciri-ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang mensyukuri nikmat-Nya</strong>, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.</li>
</ul>
<p><strong>[kedahsyatan bersyukuR]</strong><br />
<a href="http://www.amarullahfatimah.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=1&amp;artid=126">http://www.amarullahfatimah.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=1&amp;artid=126</a></p>
<ul>
<li>Salah satu Kedahsyatan kalimat syukur bisa kita lihat di hasil penelitian Dr. Masaru Emoto, seorang ilmuwan jepang, dimana ketika sebuah air di beri ucapan kalimat syukur, terima kasih, maka molekul airnya membentuk sebuah kristal-kristal yang indah dan mempesona..padahal tubuh manusia 75% terdiri dari air, Otak 74,5% air, Darah 82% air, Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Betapa dahsyatnya tubuh manusia ketika setiap detiknya, menitnya dan jamnya selalu dihiasi dengan kalimat syukur Alhamdulilah&#8230;?</li>
<li>Bersyukur merupakan salah satu kunci utama untuk sukses. J.R.Murphy, penulis buku <em>Your Infinite power to be rich</em> mengatakan: <strong>seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata: Syukur!</strong></li>
<li>Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas mengatakan: <strong>kalau anda ingin sukses, maka bersyukurlah lebih keras!</strong> </li>
<li>Ada satu lagi resep dari Rasulullah agar kita bisa bersyukur dengan nikmat yang Alloh berikan yaitu : <strong>Selalu melihat orang yang dibawah kita dan jangan melihat yang diatas kita</strong>, karena dengan meihat mereka yang taraf hidupnya dibawah kita, otomatis kita akan teringat dengan apa yang sudah kita miliki, sedangkan bila melihat yang taraf hidupnya diatas kita, maka kita akan selalu membayangkan apa yang belum kita miliki , walhasil kita akan hidup terus dalam angan-angan dan lamunan yang tidak jelas batas akhirnya, ingat mendingan kita makan singkong tapi beneran daripada makan roti tapi mimpi, betulkan?</li>
</ul>
<p><strong>[tiga caRa beRsyukuR]</strong><br />
<a href="http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=164">http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=164</a></p>
<ul>
<li>Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.</li>
<li>Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.</li>
<li>Tiga cara bersyukur kepada Allah. <strong>Pertama</strong>, bersyukur dengan hati nurani. <strong>Kedua</strong>, bersyukur dengan ucapan. <strong>Ketiga</strong>, bersyukur dengan perbuatan.</li>
<li>Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan.</li>
</ul>
<p><strong>[menjadi pRibadi yang beRsyukuR]</strong><br />
<a href="http://dhika.cikul.or.id/2008/03/12/menjadi-pribadi-yang-bersyukur/">http://dhika.cikul.or.id/2008/03/12/menjadi-pribadi-yang-bersyukur/</a></p>
<ul>
<li>Bekerja yang dilakukan oleh nabi Daud tentunya bukan atas dasar tuntutan atau desakan kebutuhan hidup, karena ia seorang raja yang sudah tercukupi kebutuhannya, namun ia memilih sesuatu yang utama sebagai perwujudan rasa syukurnya yang tiada terhingga kepada Allah swt.</li>
<li>Ibnul Qayyim merumuskan <strong>tiga faktor yang harus ada dalam konteks syukur</strong> yang sungguh-sungguh, yaitu dengan <strong>lisan </strong>dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan <strong>hati </strong>dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan <strong>seluruh anggota tubuh</strong> dalam bentuk amal perbuatan.</li>
<li>Sehingga bentuk implementasi dari rasa syukur bisa beragam; shalat seseorang merupakan bukti syukurnya, puasa dan zakat seseorang juga bukti akan syukurnya, segala kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah implementasi syukur. <strong>Intinya, syukur adalah takwa kepada Allah dan amal shaleh</strong> seperti yang disimpulkan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi.</li>
<li>Az-Zamakhsyari memberikan penafsirannya atas petikan ayat, “Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah” bahwa ayat ini memerintahkan untuk senantiasa bekerja dan mengabdi kepada Allah swt dengan semangat motifasi mensyukuri atas segala karunia nikmat-Nya. Ayat ini juga menjadi argumentasi yang kuat bahwa ibadah hendaklah dijalankan dalam rangka mensyukuri Allah swt.</li>
<li>Pemahaman Rasulullah saw akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal ra dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).</li>
<li>Ciri lain seorang hamba yang bersyukur secara korelatif dapat ditemukan dalam ayat setelahnya bahwa ia <strong>senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai bahan perenungan akan kekuasaan Allah swt yang tidak terhingga</strong>, sehingga hal ini akan menambah rasa syukurnya kepada Dzat Yang Maha Kuasa.</li>
</ul>
<p><strong>[nikmat kaRena beRsyukuR]</strong><br />
<a href="http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&amp;id=33278">http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&amp;id=33278</a></p>
<ul>
<li>Lazimnya apabila mendapat nikmat berupa rezeki yang tidak diduga duga, lulus ujian, pangkat naik, dapat jabatan empuk, memenangkan tender, dan hal hal lain yang menggembirakan orang mengucapkan &#8220;Alhamdulillah&#8221; kemudian sujud syukur. Itu sudah bagus. Tapi agaknya masih belum umum dilakukan orang, aktualisasi dari rasa syukur itu, misalnya dengan melaksanakan sepotong ayat &#8221; Dan terhadap nikmat Allah itu hendaknya engkau sebar luaskan&#8221; ( Ad Dhuha 11 ). Maknanya nikmat yang diperolehnya, ikut juga dirasakan oleh orang lain, berupa zakat atau infak, sedekah. Kemudian ibadah ritualnya menjadi lebih meningkat, misalnya dengan melaksanakan salat Dhuha, membaca Al-Quran dan salat tahajjut. </li>
<li>Kunci pembuka nikmat bahagia itu kilah K.H. Abdullah Gymnastiar, ialah bernama Syukur. Maknanya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar. Pantaslah kalau dai kondang muda, pemimpin salah satu majelis zikir di Depok Jakarta, Drs. H. m. Arifin Ilaham yang baru baru ini berkunjung ke pontianak berkata &#8221; <strong>Hidup adalah sorga kalau orang mampu bersyukur</strong>.&#8221;. </li>
<li>Benarlah penegasan Rasulullah SAW., <strong>&#8220;Sedikit harta, tetapi mampu kamu syukuri lebih baik daripada banyak harta tetapi tidak mampu kamu syukuri&#8221;</strong> ( Al Hadis ). Dan sejak awal Tuhan telah berfirman &#8221; <em>Siapa yang bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih</em>&#8221; ( Ibrahim 7).</li>
</ul>
<p><strong>[amal shalih membantu mendatangkan kebeRkahan]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Keberkahan juga bisa diraih berkat beberapa amal shalih berikut: <strong>[1]</strong> Mensyukuri Segala Nikmat, <strong>[2]</strong> Membayar Zakat (Sedekah), <strong>[3] </strong>Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah, <strong>[4] </strong>Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa, <strong>[5]</strong> Menyambung Tali Silaturahmi, <strong>[6]</strong> Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal, <strong>[7]</strong> Bekerja Saat Waktu Pagi.</li>
</ul>
<p><strong>[syukuR]</strong><br />
<a href="http://d1ah.com/syukur/">http://d1ah.com/syukur/</a></p>
<ul>
<li>Keutamaan syukur disebutkan dalam hadis, seperti sabda Rasulullah SAW, yang artinya : <em>orang yang makan dan bersyukur  menyerupai orang berpuasa yang bersabar</em>. Syukur wajib kita panjatkan kepada yang memberi hidup ini, yang mengatur segala urusan atas segala limpahan rahman dan rohimNya.</li>
<li>Syukur tidak hanya harus kita panjatkan setelah kita mendapatkan nikmat dan karuniaNya sewaktu doa-doa kita sudah terkabul. Menurut <em>Erbe Sentanu</em> dalam bukunya Quantum Ikhlas  syukur wajib kita ucapkan pada saat kita memanjatkan doa permohonan kita kepada sang Ilahi. Jadi sebelum doa itu dikabulkan. Disitu dia mengatakan <strong>3 syarat doa yang efektif</strong> (maksudnya: mudah dikabulkan) adalah : <strong>1. MINTA</strong> : dengan niat yang jelas, <strong>2. YAKIN</strong> : percaya yang diinginkan terkabul dan <strong>3. TERIMA</strong> : bersyukur menerima terkabulnya doa kita.</li>
</ul>
<p><strong>[antaRa si kaya yang beRsyukuR dan si fakiR yang beRsabaR]</strong><br />
<a href="http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=143">http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=143</a></p>
<ul>
<li>Dan diantaranya adalah bahwa kaum fuqara’ akan masuk kedalam syurga mendahului kaum kaya setengah hari (sebelum mereka), setengah hari sebanding dengan 500 tahun (waktu di dunia). Dan terdapat riwayat dengan 40 kali musim gugur. Sehingga kaum kaya muslimin berangan-angan bahwa seandainya mereka dahulu termasuk kaum fuqara’. Adapun tentang masuknya kaum fuqara’ kedalam syurga, maka tidak serta merta hal tersebut menunjukkan berkurangnya derajat si kaya, bahkan bisa jadi si kaya yang belakangan masuk syurga, lebih tinggi derajatnya daripada si fakir yang mendahuluinya masuk syurga. </li>
<li>Keutamaan-keutamaan bersedekah telah diketahui besarnya dan manfaatnya tidak terhitung jumlahnya. Dan inilah diantara buah si kaya yang bersyukur”. </li>
</ul>
<p><strong>[maRi belajaR beRsyukuR]</strong><br />
<a href="http://www.hudzaifah.org/Article136.phtml">http://www.hudzaifah.org/Article136.phtml</a></p>
<ul>
<li>Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Nikmat iman, sehat, penghidupan (harta, ilmu, anak, waktu luang, ketentraman, dll) serta nikmat-nikmat lain yg tak terkira. Namun dengan sekian banyaknya nikmat yang Allah berikan <strong>sering kali kita lupa dan menjadikan kita makhluk yang sedikit sekali bersyukur, bahkan tidak bersyukur. Na&#8217;udzubillahi min dzalik.</strong></li>
<li>Syukur diartikan dengan memberi pujian kepada yg memberi nikmat dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita berupa ma&#8217;ruf dalam pengertian tunduk dan berserah diri pada-Nya. </li>
<li>Kita harus berusaha menerapkan rasa syukur kita dari hal-hal yang sederhana. Setiap aktivitas sekecil apapun usahakan untuk selalu sesuai aturanNya. Kerusakan yang sekarang timbul di sekeliling kita tidak lain karena sikap kufur nikmat sebagian dari kita. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita mulai diri dan keluarga kita, belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Agar nikmat itu jangan sampai menjadi balasan siksa karena kufur akan nikmatNnya. <strong>Mulailah untuk sering melihat kondisi orang-orang yang berada di bawah kita. Jika sudah, tentulah kita akan lebih banyak mengatakan &#8220;<em>Alhamdulillah</em>&#8220;.</strong></li>
</ul>
<p><strong>[isteRi haRus banyak beRsyukuR dan tidak banyak menuntut]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2319/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2319/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Setiap mukmin dan mukminah diperintahkan untuk bersyukur karena dengan bersyukur, Allah akan menambahkan rizki yang telah Dia berikan kepadanya.</li>
<li>Seorang isteri diperintahkan untuk bersyukur kepada suaminya yang telah memberikan nafkah lahir dan batin kepadanya. Karena dengan syukurnya isteri kepada suaminya dan tidak banyak menuntut, maka rumah tangga akan bahagia. Isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya dan banyak menuntut merupakan pertanda isteri tidak baik dan tidak merasa cukup dengan rizki yang Allah karuniakan kepadanya. Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan masuk Neraka bagi para wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan pada hari Kiamat Allah Ta’ala pun tidak akan melihat seorang wanita yang banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.</li>
<li>Sekali (saja) suami tidak berbuat baik kepada si isteri, maka dilupakan seluruh kebaikannya selama satu tahun. Itulah yang disebut kufur.</li>
</ul>
<p><strong>[syukuR, kegembiRaan, Rendah hati, kemuRahan dan kedeRmawanan]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2211/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2211/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Orang yang beriman kepada qadar mengetahui bahwa segala kenikmatan yang dimilikinya berasal dari Allah semata dan bahwa Allah-lah yang menolak segala hal yang dibenci dan penderitaan, lalu hal itu mendorongnya untuk mengesakan Allah dengan bersyukur. Jika datang kepadanya sesuatu yang disukainya, maka dia ber-syukur kepada Allah karenanya, karena Dia-lah Yang memberi nikmat dan karunia. Jika datang kepadanya sesuatu yang tidak disenanginya, dia bersyukur kepada Allah atas apa yang telah ditakdirkan kepadanya, dengan menahan amarah, tidak mengeluh, memelihara adab, dan menempuh jalan ilmu. Sebab, mengenal Allah dan beradab kepada-Nya akan mendorong untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang disenangi dan yang tidak disenangi, meskipun bersyukur atas hal-hal yang tidak disenangi itu lebih berat dan lebih sulit. Karena itu, kedudukan syukur lebih tinggi daripada ridha.</li>
<li>Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, “<em>Kegembiraan adalah kenikmatan, kelezatan dan kesenangan hati yang paling tinggi, maka kegembiraan adalah kenikmatannya sedangkan kesedihan adalah adzabnya.</em>&#8220;</li>
<li>Gembira kepada sesuatu adalah melebihi ridha kepadanya, karena ridha adalah ketentraman, ketenangan, dan lapang dada, sedangkan kegembiraan adalah kelezatan, kesenangan, dan suka cita. Setiap orang yang gembira adalah orang yang ridha, tapi tidak semua orang yang ridha adalah orang yang bergembira. Karenanya, kegembiraan lawannya adalah kesedihan, sedangkan ridha lawannya adalah kebencian. Kesedihan menyakitkan orangnya, sedangkan kebencian tidak menyakitkannya, kecuali bila disertai kelemahan untuk membalas.</li>
<li>Jika manusia bertawadhu’ kepada Allah Azza wa Jalla, maka kemuliaannya sempurna, nilainya tinggi, keutamaannya mencapai puncaknya, kewibawaannya tinggi di hati manusia, dan Allah menambahkan kemuliaan serta derajat besar kepadanya. Karena <strong>barangsiapa yang bertawadhu’ kepada Allah, maka Dia meninggikannya.</strong> Dan jika Allah telah meninggikan derajat seorang hamba, maka siapakah yang dapat merendahkannya? Sebaik-baik akhlak pemuda dan yang paling sempurna ialah ketawadhu’annya kepada manusia padahal derajatnya tinggi.</li>
<li>Orang yang beriman kepada qadar mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah-lah Yang memberi rizki dan menentukan penghidupan di antara para makhluk, sehingga masing-masing mendapatkan bagiannya. Tidaklah mati suatu jiwa pun sehingga sempurna rizki dan ajalnya, dan tidaklah seseorang menjadi fakir, kecuali dengan takdir Allah Azza wa Jalla.</li>
</ul>
<p><strong>[caRa membuat kita mengeRti beRsyukuR]</strong><br />
<a href="http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2007/11/30/cara-membuat-kita-mengerti-bersyukur/">http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2007/11/30/cara-membuat-kita-mengerti-bersyukur/</a></p>
<ul>
<li>Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. <strong>Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.</strong> Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, <em>siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.?</em>”</li>
</ul>
<p><strong>[beRsyukuR sepanjang waktu]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b03002316-bersyukur-sepanjang-waktu.htm">http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b03002316-bersyukur-sepanjang-waktu.htm</a></p>
<ul>
<li>Di tengah musibah yang menyedihkan tersebut pamanku masih bisa bersyukur. Ia bersyukur karena pasar tidak dibakar seperti banyak terjadi di beberapa pasar yang lain. Dengan tidak dibakar, beberapa barang yang masih bisa dijual, bisa diselamatkan. Tak terbayang jika pasar dibakar secara tiba-tiba, tentu kerugian akan berlipat karena barang dagangan yang ada akan lenyap menjadi abu.</li>
<li>Ada dua pelajaran yang kupetik dari kejadian yang menimpa pamanku tersebut. Pertama, bersyukur hendaknya dilakukan sepanjang waktu. Bersyukur di kala mendapat kenikmatan adalah hal biasa dan memang seharusnya demikian adanya. Tetapi bersyukur di kala mendapat musibah, adalah hal yang luar biasa. Hanya orang yang ridha terhadap qadha dan takdir Allah-lah yang bisa demikian. Kedua, syukur akan nampak jika hamba mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk ‘seharusnya’ terjadi pada dirinya. Pamanku masih bisa bersyukur karena mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk tersebut, yaitu seandainya kiosnya terbakar.</li>
</ul>
<p align="right"><span style="color:#0000ff;"><font size="2">&#8230;Bersujud kepada Allah, Bersyukur sepanjang waktu, Setiap napasmu seluruh hidupmu, Semoga diberkahi Allah&#8230; (<a href="http://dickna.blogsome.com/2006/06/23/alhamdulillah/">Opick</a>)</font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;"><font size="4"><strong><em>Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?&#8230;</em></strong></font></span></p>
<table style="border:1px solid #353535;background-color:#5d7cba;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:11px;padding:0;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr style="background-color:#ffffff;">
<td style="padding:5px;" align="center"><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=ZK6ZlJSmaqyZlOKnY6qhkZSrYKuflZSs3"><img /></a></td>
</tr>
<tr></tr>
<tr style="background-color:#FFFFFF;">
<td style="padding:5px;" align="center"><strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=ZK6ZlJSmaqyZlOKnY6qhkZSrYKuflZSs3">Mohon Dijadikan Ha&#8230;</a></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-size:9px;color:#FFFFFF;padding:5px;" valign="bottom" align="center">Share file dapat <a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=(yItbJfadz">Dolar</a></td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orido.wordpress.com/258/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orido.wordpress.com/258/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=258&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/05/14/doa-mohon-dijadikan-hamba-yang-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] adab membaca al-quR&#8217;an + cara menghafal Qur&#8217;an</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/03/21/doa-adab-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/03/21/doa-adab-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 03:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[barakah]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil &#8216;alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?&#8221;
[QS. Al Waaqi'ah, 56 : 77-81]

Setelah membaca Qur&#8217;an , bacalah doa berikut: 

اللهم ارحمنى بالقرأن واجعله لى إماما و نـورا و هدى ورحـمة. اللهم ذكرنى [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=251&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p align="center"><em>&#8220;Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil &#8216;alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?&#8221;<br />
[QS. Al Waaqi'ah, 56 : 77-81]</em></p>
</blockquote>
<p><strong>Setelah membaca Qur&#8217;an , bacalah doa berikut: </strong></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اللهم ارحمنى بالقرأن واجعله لى إماما و نـورا و هدى ورحـمة. اللهم ذكرنى منه ما نسـيت وعلمني منه ما جهلت وارزقنى تلاوته أناء الليل و أطراف النهار  واجعله لى حجة يا رب العالمـين<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>&#8220;Allahummar hamnii bil qur&#8217;aan waj&#8217;alhu lii imaamaaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah. Allahumma dzakkirnii minhumaa nasiita wa &#8216;alimna minhuma jahiltu wardzuknii tilaawatahu anaa allayli wa athraafan nahaari waj&#8217;alhulii hujjatallana laa hujjata yaa rabbil &#8216;aalamiin..&#8221;</em></span></p>
<p><span id="more-251"></span><br />
<em>“Ya Allah, rahmatilah aku dengan (barakah) Al-Quran. Jadikanlah ia pimpinan bagiku, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku dengan (melalui) Al-Quran apa-apa yang aku terlupa; ajarkan kepadaku melaluinya apa-apa yang aku tidak tahu; berilah aku kefahaman dari pembacaannya pada waktu malam dan tepian siang. Jadikanlah dia bagiku hujjah, Ya Tuhan semesta alam.”</em> (H.R. Abu mansyur dari Abi Dzar )</p>
<p><strong>Adab Membaca Quran</strong><br />
1.Disunnahkan berwudhu<br />
2.Menghadap kiblat<br />
3.Ada sikap penghormatan hati  untuk :<br />
a.Mengagungkan dan memuliakan Al-Quran,<br />
b.Membenarkan dan meyakini<br />
c.dan berniat mengamalkan Al-Quran<br />
d.berniat untuk menyampaikan/mengajarkan lagi kepada orang lain<br />
4.Memilih tempat yang bersih<br />
5.Disunnahkan membaca Ta’awwudz pada permulaan bacaan.<br />
 Firman Allah :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ<br />
</strong></font></span></p>
<p>Apabila kamu membaca Al Qur&#8217;an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (Q.S. An-Nahl : 98)<br />
6.Sebagaimana memulai setiap perkataan dan perbuatan yang baik yang lain, maka memulai membaca Al-Quran pun dengan membaca Basmallah.<br />
7.Sabda Nabi SAW :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
كل أمر لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمـن الرحـيم فهو أجذم<br />
</strong></font></span></p>
<p>“<em>Setiap perkara (amalan) yang tidak dimulai dengan membaca Bismillahirrahmanirrahiim, maka terputus berkahnya (bagaikan anggota badan yang terkena kusta)</em> (H.R. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Mardawaih)<br />
8.Membaca dengan tartil dan tajwid yang benar<br />
9.Berusaha untuk menangis atau pura-pura menangis<br />
10.Membaca dengan suara merdu<br />
11.Boleh membaca jahar (dikeraskan) tetapi lebih baik dipelankan (terdengar oleh sendiri)<br />
12.Memenuhi hak-hak Al-Quran<br />
13.Tidak memotong bacaan dengan kegiatan lain<br />
14.Al-Quran ditaruh di tempat yang dialas tinggi<br />
15.Tidak menjadikan Al-Quran untuk bantal</p>
<p><strong>Postingan artikel terkait:</strong><br />
<strong>[<a href="http://orido.wordpress.com/2008/02/26/dkmb-screensaver-back-to-al-quran/">scReen saveR back to al-quR'an and hadith</a>]</strong><br />
<strong>[<a href="http://orido.wordpress.com/2007/08/21/dkmb-al-quran-screen-saver/">scReen saveR al-quR'an</a>]</strong></p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[kewajiban membaca al-quRan]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/44acc11d.htm">http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/44acc11d.htm</a></p>
<ul>
<li>Membaca Al-Quran Al-Kariem merupakan kewajiban tiap muslim, paling tidak di dalam shalat. Yaitu surat Al-Fatihah yang wajib dibaca saat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu.</li>
<li>Dalil/perintah untuk membaca Al-Quran: &#8220;..Dan bacalah Al-Qur&#8217;an itu dengan perlahan-lahan..&#8221; [QS Al-Muzzammil: 1-4], &#8220;..Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab dan dirikanlah shalat..&#8221; [QS Al-Ankabut: 45], &#8220;..karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur&#8217;an..&#8221; [QS Al-Muzzammil: 20], &#8220;..Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu..&#8221; [Al-Qiyamah:17-18], &#8220;..Barang siapa membaca satu huruf dari Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat..&#8221; [HR Tirimizy dan Baihaqi].</li>
<li>Bila terjemahan Al-Quran itu dibaca, tidak mendatangkan pahala secara khusus. Berbeda dengan teks aslinya dalam bahasa Arab yang mendatangkan pahala. </li>
</ul>
<p><strong>[al-quR’an beRbicaRa tentang al-quR’an]</strong><br />
<a href="http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=204">http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=204</a></p>
<ul>
<li>Penjelasan keagungan dan kemuliaan Al-Qur&#8217;an: <strong>[1].</strong> Al-Qur’an Merupakan Obat dan Rahmat [QS. 17:82], <strong>[2].</strong> Al-Qur’an adalah Petunjuk dan Cahaya [QS. 5:16], <strong>[3].</strong> Al-Qur’an Merupakan Kabar Gembira bagi Orang-Orang Beriman [QS. 17:9], <strong>[4].</strong> Al-Qur’an Merupakan Hikmah yang Amat Agung [QS. 3:58], <strong>[5].</strong>Al-Qur’an Merupakan Peringatan dan Pelajaran [QS. 50:45, 10:57], <strong>[6].</strong> Al-Qur’an adalah Ruh dan Kehidupan, <strong>[7].</strong> Al-Qur’an Merupakan Samudra Ilmu Pengetahuan dan Penjelasan [QS. 6:38, 18:54, 16:89] <strong>[8].</strong> Allah Telah Bersumpah dengan Al-Qur’an dan Menyifatinya dengan Kemuliaan [QS. 50:1, 47:24].</li>
<li>Keutamaan Mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya: “Orang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Al-Bukhari).</li>
<li>Keutamaan Membaca Al-Qur’an: QS. 35:29, “Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, sesung-guhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi yang membacanya.” (HR. Muslim), “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka dia bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata serta ia mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih).</li>
<li>Rasulullah juga bersabda tentang orang yang tidak pernah membaca Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak terdapat sesuatu dari Al-Qur’an, ibarat rumah kosong dan rusak.” (HR. At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hasan Shahih”).</li>
<li>Adab-Adab Membaca Al-Qur’an: <strong>[1].</strong> semata-mata karena Allah, <strong>[2].</strong> Bersuci dan bersiwak sebelum membaca Al-Qur’an, <strong>[3].</strong> Jangan membaca Al-Qur’an di tempat-tempat kotor, seperti kamar mandi/tempat wudhu dan jangan membacanya dalam keadaan junub, <strong>[4].</strong> Memulai membaca-nya mengucap ta’awudz, <strong>[5].</strong> Membaca basmallah pada setiap permulaan surat, kecuali surat At-Taubah, <strong>[6].</strong> Membaguskan bacaan sesuai kemampuan, <strong>[7].</strong> Bersujud ketika melewati ayat-ayat Sajadah, <strong>[8].</strong> Menghentikan bacaan ketika keluar angin, dan merasa ngantuk, <strong>[9].</strong> Membaca dengan tartil dengan memperhatikan hukum-hukum tajwid, <strong>[10].</strong> Membaca Al-Qur’an dengan niat untuk mengamalkannya, <strong>[11].</strong> Disunnahkan bagi yang membaca Al-Qur’an, ketika melewati ayat-ayat tentang rahmat supaya memohonnya kepada Allah, dan berlindung kepada-Nya tatkala melewati ayat-ayat adzab.</li>
<li>Bentuk sikap menjauhi Al-Qur’an, di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayim: 1. Tidak mau mendengarkan, meng-imani dan perhatian terhadapnya, 2. Tidak mau mengamalkannya, dan tidak menerima apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkan, 3. Tidak mau berhukum dan memu-tuskan perkara dengannya, baik dalam masalah ushul (pokok) agama maupun cabang-cabangnya, 4. Tidak mau mentadaburi, memahami serta mempelajari Al-Qur&#8217;an, 5. Tidak mau mempergunakannya sebagai penyembuh dan obat bagi berbagai penyakit hati.</li>
</ul>
<p><strong>[adab teRhadap al-quRan]</strong><br />
<a href="http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=77">http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=77</a></p>
<ul>
<li>Setiap muslim harus <strong>meyakini kesucian Kalam Allah</strong>, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). Al-Qur&#8217;anul Karim itu Kalam Allah yang di dalamnya <strong>tidak ada kebatilan</strong>. Al-Qur&#8217;an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta&#8217;ala. </li>
<li><strong>Wajib bagi kita </strong>menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur&#8217;an dan meng-haramkan apa yang diharamkannya. Diwajibkan pula beradab dengannya dan berakhlaq terhadapnya. </li>
<li><strong>Adab-adab membaca Al-Qur&#8217;an:</strong> <strong>[1]</strong> Membacanya dalam keadaan yang sempurna, suci dari najis, dan dengan duduk yang sopan dan tenang. <strong>[2]</strong> Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca. <strong>[3]</strong> Membaca Al-Qur&#8217;an dengan khusyu&#8217;. <strong>[4]</strong> Agar membaguskan suara di dalam membacanya. <strong>[5]</strong> Dimulai dengan Isti&#8217;adzah. <strong>[6]</strong> Berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang dibaca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalamnya. <strong>[7]</strong> Tidak mengganggu orang yang sedang shalat, tidak perlu membacanya dengan suara yang keras. Bacalah dengan suara yang lirih atau dalam hati secara khusyu&#8217;. <strong>[8]</strong> Jika ada yang membaca Al-Qur&#8217;an, maka dengarkanlah bacaannya itu dengan tenang. <strong>[9]</strong> Membaca Al-Qur&#8217;an dengan saling bergantian. <strong>[10]</strong> Berdo&#8217;a setelah membaca Al-Qur&#8217;an.</li>
<li>Setiap orang Islam <strong>wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur&#8217;an </strong>dan harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya, serta dipelajari ayat-ayatnya, dipahami dan dilaksanakan sebagai konsekuensi kita beriman ke-pada Al-Qur&#8217;an. (Abu Habiburrahman) </li>
</ul>
<p><strong>[disunnahkan mempeRbanyak membaca al-quR'an]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/566/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/566/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Allah telah menurunkan Al-Qur’an untuk diimani, dipelajari, dibaca, ditadabburi, diamalkan, dijadikan sandaran hukum, dijadikan rujukan dan untuk dijadikan obat dari berbagai penyakit dan kotoran hati serta untuk hikmah-hikmah lain yang Allah kehendaki dari penurunannya. </li>
<li>Hendaknya seorang hamba bertakwa kepada Allah dalam (rangka menyelamatkan) dirinya dan hendaknya dia berkemauan keras untuk mengambil manfaat dari Al-Qur’an dalam segala hal.</li>
<li>Membaca Al-Qur&#8217;an disyari’atkan dan disunnahkan memperbanyak membacanya serta mengkhatamkannya sebulan sekali, namun ini tidak wajib.</li>
</ul>
<p><strong>[ta'awudz dan basmalah tidak peRlu untuk membaca al-quR'an??]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/448b5758.htm">http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/448b5758.htm</a></p>
<ul>
<li>Membaca ta&#8217;awwudz yaitu lafadz a&#8217;udzu billahi minasysyaithanirrajim adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada setiap kali kita membaca Al-Quran.</li>
<li><strong>Sama sekali tidak ada dalil yang menyebutkan</strong> bahwa masing-masing juz itu <strong>terkait dengan tanggal kelahiran seseorang</strong>. para shahabat hingga para tabi&#8217;in dan para pengikut mereka yang shalih sepanjang zaman tidak pernah mengaitkan urutan juz dalam Al-Quran dengan tanggal kelahiran seseorang. Perbuatan ini tidak lebih dari bid&#8217;ah yang dibuat-buat oleh para zindiq yang bertujuan mengacaukan ilmu Al-Quran. Dan hanya orang awam saja yang akan tertipu dengan pola pembagian juz Al-Quran dengan menggunakan tanggal kelahiran.</li>
</ul>
<p><strong>[meRenungkan isi al-quR'an]</strong><br />
<a href="http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=319">http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=319</a></p>
<ul>
<li>Merenungkan makna al-Qur&#8217;an pada prinsipnya adalah dengan cara mentadabburi dan memikirkannya. Seorang yang bagus bacaannya adalah apabila hatinya telah melunak dengan kalam Rabbnya, konsentrasi dalam mendengarkan dan menghadirkan segenap hati terhadap makna-makna sifat dari Dzat yang berbicara kepadanya, memperhatikan kekuasaan Nya, meninggalkan ketergantungan terhadap pengetahuan dan akalnya, melepas segala rasa keberdayaan dan kekuatan diri, mengagungkan Dzat yang berfirman kepadanya, merasa hina dengan kemampuan pemahaman nya. </li>
<li>Selayaknya seseorang yang membaca al-Qur&#8217;an mengetahui bahwa dirinya adalah yang sedang menjadi obyek sasaran dari pembicaraan al-Qur&#8217;an itu, dan dirinyalah yang mendapat ancaman. Dan kisah-kisah yang ada memberikan pelajaran. Maka ketika itu dia membaca al-Qur&#8217;an seperti membaca nya seorang budak, dan dirinya sedang menjadi sasaran dari tulisan tuannya. Maka hendaklah dia merenungkan al-Kitab dan mengamal kan apa yang menjadi tuntutannya. </li>
<li>Merupakan kewajiban bagi siapa saja -yang dikhususkan oleh Allah dengan menghafal al-Qur&#8217;an- agar membaca dengan bacaan yang sebenarnya (haqqa tilawatih), mentadabburi dengan hakikat ibrah dan pelajarannya, memahami segela keistimewaannya dan mencari tahu apa yang asing baginya. [Al-Imam al-Qurthubi]</li>
<li>Hendaknya dibaca dengan tenang, pelan-pelan dan tartil, dan merupakan kemuliaan al-Qur&#8217;an hendaknya (dalam membaca) dengan mencurahkan ingatan dan segenap pemahaman sehingga dapat mencerna apa yang difirmankan itu. Termasuk memuliakan al-Qur&#8217;an juga hendaknya berhenti pada ayat-ayat janji (wa’d) dan berharap kepada Allah subhanahu wata’ala serta memohon keutamaan dari-Nya, berhenti pada ayat ancaman (wa&#8217;id) dan memohon perlindungan kepada Allah darinya. [Al-Hakim at-Tirmidzi]</li>
<li>Apabila membaca al-Qur&#8217;an dengan tafakkur sehingga tatkala melewati ayat yang dia (pembaca) butuh terhadap ayat itu untuk mengobati hatinya, maka hendaknya dia mengulang-ulang ayat itu. Karena <strong>membaca satu ayat dengan tafakkur dan pemahaman, lebih baik daripada menghatamkan bacaan dengan tanpa tadabbur dan pemahaman</strong>. Dan juga lebih bermanfaat bagi hati, lebih dapat menghantarkan kepada tercapainya kesempurnaan iman serta rasa manisnya al-Qur&#8217;an.[Imam Ibnul Qayyim]</li>
<li>Kriteria minimal tartil adalah dengan meninggalkan ketergesaan dalam membaca al-Qur’an, dan yang sempurna adalah tartil di dalam membaca, merenungi ayat-ayat itu, memahaminya, serta mengambil pelajaran darinya meskipun sedikit di dalam membaca, dan ini lebih baik daripada terus membaca dengan tanpa pemahaman sama sekali. [Ibnu Muflih]</li>
<li>Seseorang yang membaca al-Qur&#8217;an hendaknya memperbagus suaranya dan membacanya dengan rasa takut dan dengan tadabbur. [Imam Ahmad bin Hanbal]</li>
<li>Hendaknya hati sibuk memikirkan makna-makna ayat yang dilafazhkan, sehingga mengetahui masing masing ayat, lalu merenungkan perintah-perintah dan larangan-larangannya, serta berkeyakinan untuk menerima itu semua. Jika pada masa lalu ia termasuk orang yang tidak perhatian terhadap masalah itu, maka dia meminta ampun dan beristighfar, jika melewati ayat rahmat maka dia gembira dan memohonnya, atau melewati ayat adzab maka merasa takut dan meminta perlidungan, atau melewati ayat tentang penyucian atau tasbih kepada Allah subhanahu wata’ala,ƒnmaka hendak nya menyucikan dan mengagungkan-Nya, atau melewati ayat yang berisikan doa, hendaknya merendah diri dan memintanya. [Imam as-Suyuthim]</li>
<li>Dalam membaca al-Qur&#8217;an hendaknya menjadikan makna sebagai tujuan, sedangkan lafazh sebagai sarana untuk memahami makna, maka hendaknya melihat kepada siyaqul kalam (arah pembicaraan) serta kepada siapa pembicaraan itu ditujukan, lalu mempertemukan antara yang dia baca itu dengan pendapatnya dalam ayat yang lainnya. Dan hedaknya dia mengetahui bahwa al-Qur&#8217;an ditujukan untuk memberi petunjuk kepada seluruh manusia. Jika seorang memang telah mencurahkan seluruh perhatian dalam mentadabburi dan memahami Al-Qur&#8217;an maka Allah swt akan memuliakan hamba-Nya, dan Allah swt tentu akan membukakan ilmu-Nya berupa hal-hal yang tadinya tidak mampu dia usahakan. [al-’Allamah as-Sa'di]</li>
</ul>
<p><strong>[tidak taRtil dalam membaca al-quRan, bOlehkah?]</strong><br />
<a href="http://salam-online.web.id/2007/07/22/tidak-tartil-dalam-membaca-al-quran-bolehkah.html">http://salam-online.web.id/2007/07/22/tidak-tartil-dalam-membaca-al-quran-bolehkah.html</a></p>
<ul>
<li>Dalam membaca al-Qur’an disunnahkan membacanya dengan tartil, yaitu pelan dan membaguskan bacaannya (sesuai tuntunan tajwid) serta bertadabbur (mengangan-angan maknanya) dalam hati akan isi setiap ayat yang dibaca. [QS. Al-Muzammil:4], [QS. Shad:27].</li>
<li>Apabila kurang fasih membacanya, atau sering salah melafalkan dengan <strong>tanpa sengaja, maka hukumnya tidak apa-apa</strong>. Namun bukan berarti boleh terus membaca apa adanya. Anda harus berlatih terus demi meningkatkan kemampuan membaca, sampai akhirnya bisa fasih sesuai dengan tuntunan tajwid. Karena kesalahan membaca (hurufnya dan panjang-pendeknya) tentu akan merubah makna dan tujuan yang tersirat. Juga hendaknya tidak melupakan hal lain yang paling urgen dalam membaca al-Qur’an yaitu bertadabbur (mengangan-angan) akan makna dan maksud setiap ayat. </li>
</ul>
<p><strong>[hukum tidak membaca al-quR'an]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2149/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2149/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Disunnahkan bagi seorang mukmin dan mukminah untuk memperbanyak bacaan terhadap Kitabullah disertai dengan tadabur dan pemahaman, baik melalui mushaf ataupun hafalan.</li>
<li>Agar memperbanyak bacaan Al-Qur&#8217;an dengan cara mentadabburi, memahami dan berbuat ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala disertai tujuan untuk mendapatkan faedah dan ilmu. Dan, hendaknya pula <strong>dapat mengkhatamkannya setiap bulan sekali </strong>dan bila ada keluangan, maka lebih sedikit dari itu lagi sebab yang demikian itulah kebaikan yang banyak. Boleh mengkhatamkannya kurang dari seminggu sekali dan yang utama <strong>agar tidak mengkhatamkannya kurang dari tiga hari sekali </strong>karena hal seperti itu yang sesuai dengan petunjuk Nabi SAW kepada Abdullah bin Amr bin Al-Ash dan karena membacanya kurang dari tiga hari akan menyebabkan keterburu-buruan dan tidak dapat mentadabburinya.</li>
<li>Tidak boleh membacanya dari mushaf kecuali dalam kondisi suci, sedangkan bila membacanya secara hafalan (di luar kepala) maka tidak apa-apa sekalipun tidak dalam kondisi berwudhu&#8217;./</li>
<li>
</li>
</ul>
<p><strong>[beRusahalah untuk mempeRbaiki bacaan al-quR'an]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1410/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1410/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Berusahalah untuk memperbaiki bacaanmu dengan cara belajar kepada salah seorang ahli Al-Qur&#8217;an (Al-Qura) yang sudah mu&#8217;tabar (dianggap keberadaannya) dan perbanyaklah membaca apa-apa yang telah engkau kuasai.</li>
</ul>
<p><strong>[wajib sungguh-sungguh dalam mengeluaRkan semua huRuf dari makhRajnya]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1403/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1403/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Wajib bagi orang yang tidak mampu melafalkan [dhadh] dari makhrajnya berusaha semaksimal mungkin dan mengerahkan kemampuannya untuk melatih lidah melafalkan [dhadh] dari makhrajnya dan mengucapkannya dengan ucapan yang benar. Bila ia tetap tidak mampu padahal sudah berusaha semampunya, maka dia itu dimaafkan dan tidak ada kewajiban. Kecuali mengucapkan sesuai kemampuannya.</li>
</ul>
<p><strong>[bisakah mengaji lewat mp3 playeR?]</strong><br />
<a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/4456f9e2.htm">http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/4456f9e2.htm</a></p>
<ul>
<li>Yang lebih penting dari Al-Quran itu bukan semata-mata kemampuan kita mengejanya, melainkan mampu membunyikannya dengan benar, sesuai dengan hak masing-masing huruf. Seseorang mampu membaca Al-Quran tanpa mengeja, berarti dia hafal Al-Quran. Dan hal itu tentu lebih utama dari sekedar mampu mengeja hurufnya semata.</li>
<li>Memang <strong>tidak salah</strong> bila anda memanfaatkan MP3 player untuk belajar Al-Quran, tapi ketahuilah bahwa masih ada satu fungsi mendasar yang belum bisa dicover olehnya. Yaitu fungsi untuk mengevaluasi atau membetulkan bacaan si murid. Padahal fungsi ini sangat vital dan tidak mungkin ditinggalkan.</li>
</ul>
<p><strong>[peRbaikilah niat anda dan peRbanyaklah membaca al-quR'an]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1038/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1038/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Obat lupa dalam menghapal Qur&#8217;an: Perbaiki niat anda dalam membaca Al-Qur’an. Jika telah hafal satu surat, maka seringlah membaca dan mengulang-ngulangnya sampai mantap dan kuat, jangan pindah ke surat lain, kecuali bila engkau sudah menghafalnya dengan itqan (mantap).</li>
</ul>
<p><strong>[membaca al-quR'an bagi wanita haid]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/902/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/902/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Yang lebih utama bagi seorang wanita haidh adalah <strong>tidak</strong> membaca Al-Qur&#8217;an <strong>kecuali</strong> jika hal itu dibutuhkan, seperti seorang guru wanita atau seorang pelajar putri atau situasi-situasi lain yang serupa dengan guru dan pelajar itu.</li>
</ul>
<p><strong>[hukum membaca al-quR'an bagi yang sedang junub]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/931/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/931/slash/0</a></p>
<ul>
<li><strong>Tidak boleh </strong>bagi orang yang sedang junub untuk membaca Al-Qur&#8217;an sebelum ia mandi junub, baik dengan cara melihat Al-Qur&#8217;an ataupun yang sudah dihafalnya. Dan tidak boleh baginya membaca Al-Qur&#8217;an kecuali dalam keadaan suci yang sempurna, yaitu suci dari hadats yang paling besar sampai hadats yang paling kecil.</li>
<li><strong>Tidak diharamkan</strong> bagi orang yang sedang junub atau sedang haidh atau yang tidak berwudhu <strong>untuk menyentuh buku atau majalah yang didalamnya terdapat ayat-ayat Al-Qur&#8217;an</strong> , karena buku-buku dan majalah-majalah itu bukan Al-Qur&#8217;an.</li>
</ul>
<p><strong>[seyOgyanya menjaga hafalan al-quR'an sehingga tidak lupa]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/779/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/779/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Tidak selayaknya seorang hafizh lalai dari membacanya dan tidak maksimal dalam menjaganya. Seyogyanya dia mempunyai wirid (muraja’ah) harian agar dapat menghindari dari lupa sambil mengharap pahala dan mengambil pelajaran hukum-hukumnya, baik yang berupa aqidah maupun amalan. Namun orang yang hafal sedikit dari Al-Qur’an lalu lupa, karena banyak kesibukan atau karena lalai, maka dia tidak berdosa. Adapun hadits yang mengandung ancaman bagi orang yang menghafal kemudian lupa, <strong>tidak benar </strong>dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</li>
</ul>
<p><strong>[hukum mengucapkan shadaqallahul azhim ketika selesai membaca al-quR'an]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1862/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1862/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Ucapan, “Shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al Qur’an adalah <strong>bid’ah</strong>, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya, demikian juga para khulafa’ur rasyidin, seluruh sahabat radhiyallaHu ‘anHum dan imam para salafus shalih, padahal mereka banyak membaca Al Qur’an, sangat memelihara dan mengetahui benar masalahnya. Jadi, mengucapkannya dan mendawamkan pengucapannya setiap kali selesai membaca Al Qur’an adalah perbuatan bid’ah yang diada – adakan.</li>
</ul>
<p><strong>[hukum membaca al-quR'an beRsama-sama, membagi bacaan al-quR'an untuk ORang-ORang yang hadiR]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1958/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1958/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Pada dasarnya membaca Al-Qur&#8217;an haruslah dengan tatacara sebagaimana Rasullah SAW mencontohkannya bersama para shahabat beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. <strong>Tidak ada satupun </strong>riwayat dari beliau dan para shabatnya bahwa mereka membacanya dengan cara bersama-sama dengan satu suara. Akan tetapi mereka membacanya sendiri-sendiri atau salah seorang membaca dan orang lain yang hadir mendengarkannya.</li>
<li>Jika yang dimaksud adalah bahwasanya mereka membacanya dengan satu suara dengan &#8216;waqaf&#8217; dan berhenti yang sama, maka ini tidak disyariatkan. Paling tidak hukumnya makruh, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah SAW maupun para shahabat beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Namun apabila bertujuan untuk kegiatan belajar dan mengajar, maka saya berharap hal tersebut tidak apa-apa.</li>
<li>Adapun apabila yang dimaksudkan adalah mereka berkumpul untuk membaca Al-Qur&#8217;an dengan tujuan untuk menghafalnya, atau mempelajarinya, dan salah seorang membaca dan yang lainnya mendengarkannya, atau mereka masing-masing membaca sendiri-sendiri dengan tidak menyamai suara orang lain, maka ini disyari&#8217;atkan.</li>
<li>Membagi juz-juz Al-Qur&#8217;an untuk orang-orang yang hadir dalam perkumpulan, agar masing-masing membacanya sendiri-sendiri satu hizb atau beberapa hizb dari Al-Qur&#8217;an, <strong>tidak</strong>lah dianggap secara otomatis sebagai mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an bagi masing-masing yang membacanya. Adapun tujuan mereka dalam membaca Al-Qur&#8217;an untuk mendapatkan berkahnya saja, tidaklah cukup. Sebab Al-Qur&#8217;an itu dibaca hendaknya dengan tujuan ibadah mendekatkan diri kepada Allah dan untuk menghafalnya, memikirkan dan mempelajari hukum-hukumnya, mengambil pelajaran darinya, untuk mendapatkan pahala dari membacanya, melatih lisan dalam membacanya dan berbagai macam faedah-faedah lainnya.</li>
</ul>
<p><strong>[memuliakan al-quR`an bukan dengan menciumnya]</strong><br />
<a href="http://zahrotul.wordpress.com/2008/03/01/memuliakan-al-quran-bukan-dengan-menciumnya/">http://zahrotul.wordpress.com/2008/03/01/memuliakan-al-quran-bukan-dengan-menciumnya/</a></p>
<ul>
<li>Kebanyakan orang mengatakan bahwa perbuatan mengecup mushaf Quran tersebut tidak lain kecuali untuk menampakkan pemuliaan dan pengagungan kepada Al-Qur`anul Karim. Namun bentuk pemuliaan dan pengagungan seperti itu <strong>tidak</strong> dilakukan oleh generasi yang awal dari umat ini, yaitu para shahabat Rasulullah SAW, demikian pula oleh tabi’in dan atba’ut tabi’in” Tanpa ragu jawabannya adalah sebagaimana kata ulama salaf, “Seandainya itu adalah kebaikan, niscaya kami lebih dahulu mengerjakannya.” Jadi perbuatan mencium Al-Qur&#8217;an merupakan perbuatan <strong>bid&#8217;ah</strong>.</li>
</ul>
<p><strong>[caRa mudah hafal al quRan]</strong><br />
<a href="http://dsusetyo.wordpress.com/2008/04/16/cara-mudah-hafal-al-quran/">http://dsusetyo.wordpress.com/2008/04/16/cara-mudah-hafal-al-quran/</a></p>
<ul>
<li>Cara menghafal Al-Qur&#8217;an: <strong>[1].</strong> Niat ikhlas, <strong>[2].</strong> Hatinya bersih, perbanyak ber-istighfar, <strong>[3].</strong> Mohon kepada Allah agar Ia tolong kita mudah hafalkan AlQuran letakkan kefahaman itu dalam hati kita, <strong>[4]. </strong>Hafalkan sedikit demi sedikit, 1 ayat sehari, <strong>[5].</strong> Setelah beberapa hari gabung ayat2 yang sudah dihafalkan. <strong>[6].</strong> Demikian seterusnya sampai khatam seluruh AlQuran.</li>
<li>Kuncinya: • niat ikhlas, • istighfar sungguh, • minta tolong Allah fahamkan, • sedikit demi sedikit, • diulang-ulang, • istiqamah dan shabar.</li>
</ul>
<p><strong>[hafizh qur’an]</strong><br />
<a href="http://harapandiri.wordpress.com/2008/04/14/168/">http://harapandiri.wordpress.com/2008/04/14/168/</a></p>
<ul>
<li>Para hafiz al-qur’an memiliki kemulian tersendiri dimata Allah Swt, <em>Imam Thabrani rah.a telah meriwayatkan, bahwa Anas ra mengatakan Rasululah saw bersabda, “Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur’an, maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan anaknya menjadi hafizh Al-Qur’an, maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dia akan berkata kepada anaknya, ‘Mulailah membaca Al-Qur’an,’ Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur’an, maka bapaknya dinaikkan satu derajat oleh Allah Swt, sehingga terus bertambah tinggi hingga tamat.”</em></li>
</ul>
<table style="border:1px solid #353535;background-color:#5d7cba;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:11px;padding:0;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr style="background-color:#ffffff;">
<td style="padding:5px;" align="center"><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=abOimpirZrKhnZansayZlJyiY7CWlZqr3"><img /></a></td>
</tr>
<tr></tr>
<tr style="background-color:#FFFFFF;">
<td style="padding:5px;" align="center"><strong><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=abOimpirZrKhnZansayZlJyiY7CWlZqr3">Doa dan Adab memba&#8230;</a></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-size:9px;color:#FFFFFF;padding:5px;" valign="bottom" align="center">Lihat Posting <a href="http://id.wordpress.com/tag/doa-dan-adab/">DOA</a></td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orido.wordpress.com/251/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orido.wordpress.com/251/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=251&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/03/21/doa-adab-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[DOA] tatkala mengalami kesedihan</title>
		<link>http://orido.wordpress.com/2008/01/31/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/</link>
		<comments>http://orido.wordpress.com/2008/01/31/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 06:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orido.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Yunus, 10 : 64-65]

Doa dan Adab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=247&subd=orido&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p align="center"><em>Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Yunus, 10 : 64-65]</em></p>
</blockquote>
<p><strong>Doa dan Adab Tatkala Mengalami Kesedihan yang Mendalam</strong><br />
      Kesedihan biasanya timbul karena beberapa faktor :<br />
1.	Kurangnya iman dan tawakkal kepada Allah<br />
2.	Usaha yang tidak atau belum berhasil<br />
3.	Kehilangan sesuatu yang amat dicintainya<br />
4.	Cita-cita yang tidak kesampaian<br />
5.	Banyaknya hutang yang sulit dibayar<br />
6.	Banyaknya tanggungan keluarga yang amat membebani dirinya<br />
7.	Terbelenggu orang lain<br />
8.	Ketinggalan dalam beramal saleh<br />
9.	Kesempatan yang telah disia-siakan<br />
10.	Merasa jauh dari Allah, dll.</p>
<p>Bagi orang beriman yang tawakkal, kesedihan tidak boleh berkelanjutan. Karena orang beriman yakin bahwa segala apa yang dimiliki manusia pada hakekatnya hanya titipan sementara dari Allah, yang suatu saat pasti akan dicabut kembali.<br />
Ketika kita mengalami kesedihan yang mendalam dan berkepanjangan, Nabi SAW menganjurkan untuk membaca doa-doa di bawah ini :<br />
<span id="more-247"></span><br />
Jika kita merasa susah dan sedih, Nabi menganjurkan membaca doa:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ<br />
 رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Laa ilaha ilallaahul ’azhiimul haliimu laa ilaaha ilallahu rabuul ’arsyil ’azhiim, laa ilaaha ilallaahu rabbussamaa waati wa rabbul ardhi wa rabbal arsyil kariim</em></span></p>
<p>“Tiada tuhan melinkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur ‘Arsy Besar. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur langit, Pengatur bumi dan Pengatur ‘Arasy mulia.” (H.R. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Jika kita sedang menghadapi urusan penting, Nabi menganjurkan untuk membaca </p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
يا حي يا قيـوم برحمتك أستغيث<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Yaa hayyu yaa qayyuum. Birahmatika Astaghist</em></span></p>
<p>“Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah yang Maha Mengatur. Kumohon pertolongan dengan rahmat-Mu” (H.R. Tirmidzi)</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Laa ilaha illa anta. Subhanaka innii kuntum minazhaalimiin</em></span></p>
<p>“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.&#8221;(Q.S.Al-Anbiya : 87)</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك  ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك , أو أنزلته في كتابك, أو علمته أحدا من حلقك, أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرأن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهب همي<br />
</strong></font></span></p>
<p>“Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putera dari hamba-Mu, selanjutnya putera dari umat-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, menerima segala putusan-Mu, dan memandang adil apa juga hukum-Mu. Aku mohon denganasma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban)</p>
<p>Adab Agar terhindar dari Kesedihan</p>
<p>1.	Meluruskan kembali keyakinan bahwa Allah-lah pengatur segala ciptaan-Nya<br />
2.	Kita yakini bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya<br />
3.	Kita yakini bahwa segala ujian pasti untuk meningkatkan keimanan, menghapus dosa, meninggikan derajat, dan mendekatkan hamba-Nya ke sisi-Nya.<br />
4.	Kita yakini bahwa setiap orang sudah diqadar rezkinya, ada yang diluaskan dan ada yang disempitkan<br />
5.	Keluasan dan kesempitan rezki di dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah<br />
6.	Setiap jatah rezki seseorang pasti akan diberikan oleh Allah sebelum orang itu dicabut nyawanya, oleh karena itu tidak boleh berikhtiar dengan terlalu memaksakan diri dan usaha yang tidak halal. Sabda Nabi SAW :</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
إن روح القدوس نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها و أجلها<br />
فاتقوا الله و أجملوا فى الطلب<br />
</strong></font></span></p>
<p>“Sesungguhnya malaikat Jibril berbisik dalam hatiku, bahwa seseorang tidak akan mati sehingga ia menyelesaikan (jatah) rezki dan ajalnya. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan baik-baiklah dalam berusaha mencarinya.” (H.R. Ibnu Hibban)</p>
<p>7.	Bagi orang beriman, ketenteraman hati hanya ada pada dzikir kepada Allah. Maka tiada yang dicari selain mendekatkan diri kepada Allah<br />
8.	Bagi orang beriman, menderita dalam ketaatan adalah sebuah kenikmatan hidup.<br />
9.	Mendawamkan shalat malam, shalat hajat dan shaum sunnat<br />
10.	Mendawamkan doa-doa di atas setiap saat, terutama ba’da shalat fardhu, shalat tahajjud dan shalat hajat, sebagaimana janji Allah melalui Rasul-Nya, Allah akan menghilangkan kesedihan dan menyelesaikan segala urusan.<br />
11.	Jika kesedihan itu karena hutang-hutang yang susah terbayarkan, maka Nabi mengajarkan doa berikut:</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك<br />
</strong></font></span></p>
<p>“Ya Allah, cukupilah kebutuhanku dengan yang halal dengan menghindarkan yang haram, dan jadikanlah daku berkecukupan demi kemurahan-Mu daripada selain-Mu” (H.R. Tirmidzy)</p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><font size="6"><strong><br />
اللهم إني أعوذبك من الهم والحزن, و أعوذبك من العجز والكسل,<br />
وأعوذبك من الجبن والبخل وأعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال<br />
</strong></font></span></p>
<p align="center"><span style="color:#fd8403;"><em>Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajiz wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rajali</em></span></p>
<p> “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang tak terbayar dan dari belenggu orang lain.” (H.R. Abu Umamah dan Abu Sa’id)</p>
<p><strong>Links:</strong><br />
<strong>[Rahsia dibalik doa kesedihan]</strong><br />
<a href="http://buikid-online.blogs.friendster.com/buikid_online/2005/07/rahsia_dibalik_.html">http://buikid-online.blogs.friendster.com/buikid_online/2005/07/rahsia_dibalik_.html</a></p>
<ul>
<li>Rasulullah SAW. telah mengajar umatnya supaya berdoa dan memohon kepada Allah apabila mereka sedang ditimpa oleh kesedihan. Sesuatu kesedihan lazimnya adalah timbul setelah seseorang ditimpa suatu musibah.</li>
<li>Imam Ibnu Katsir menafsirkan surat At Taghaabun ayat  11 Barangsiapa yang ditimpa suatu musibah, lalu dia menyedari bahawa musibah tersebut adalah qadha dan qadar Allah, oleh itu dia dapat sabar menghadapinya dan reda menerimanya, niscaya Allah akan memberi hidayah (petunjuk) kepada hatinya dan mengganti apa yang luput itu dengan hidayah kepada hatinya serta keyakinan yang benar. Malahan terkadang gantian dari Allah itu lebih baik daripada apa yang luput. (Tafsir Al Quran Al &#8216;Azim 4/375).</li>
<li>Imam Ibnul Qayyim berkata: &#8220;Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita, dengan demikian barulah jelas apakah kita layak menjadi WALI ALLAH ataupun tidak&#8221;.</li>
<li>Allah berfirman dalam surah Fathi Maksudnya: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</li>
</ul>
<p><strong>[dOa untuk kesedihan yang mendalam]</strong><br />
<a href="http://asyarief.wordpress.com/2007/11/08/doa-untuk-kesedihan-yang-mendalam/">http://asyarief.wordpress.com/2007/11/08/doa-untuk-kesedihan-yang-mendalam/</a></p>
<p><strong>[dOa beRi kekuatan hadapi kesukaRan]</strong><br />
<a href="http://pkd.14.forumer.com/a/doa-beri-kekuatan-hadapi-kesukaran_post85.html">http://pkd.14.forumer.com/a/doa-beri-kekuatan-hadapi-kesukaran_post85.html</a></p>
<ul>
<li>Doa adalah ibadat dan tanda pengabdian diri kepada Allah kerana memohon kepada-Nya membuktikan pengiktirafan bahawa hanya Allah yang Maha Berkuasa memenuhi segala hajat manusia. Amalan berdoa disuruh Allah dalam firman Surah Ghafir, ayat 60.</li>
<li>Doa juga boleh menjadi kekuatan seterusnya mendatangkan kemudahan kepada umat Islam untuk berhadapan dengan kesukaran seperti sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Doa itu senjata orang mukmin.” Kita digalakkan meminta apa saja kepada Allah dengan bahasa yang mudah, namun perlu menunjukkan kesungguhan melalui usaha mencari ayat doa yang sesuai memenuhi kehendak hajat yang ingin disampaikan kepada-Nya. Sebenarnya kualiti doa itu dipengaruhi kaedah doa, kesungguhan serta keikhlasan orang yang mengucapkannya.</li>
<li>Sebaik-baik doa disertakan dengan kesungguhan kita memastikan hajat dipinta dimakbulkan Allah. Doa akan dimustajabkan Allah apabila menepati waktunya, adabnya serta berpandukan kepada munajat nabi, rasul dan golongan solihin.</li>
</ul>
<p><strong>[selaRik dOa tentang deRita]</strong><br />
<a href="http://amuaz.wordpress.com/2007/11/14/selarik-doa-tentang-derita/">http://amuaz.wordpress.com/2007/11/14/selarik-doa-tentang-derita/</a></p>
<ul>
<li>Nabi Ayyub memaknai sebuah penderitaan. Ia memandang rasa sabar kita seharusnya berbanding lurus dengan rasa syukur kita. Penderitaan yang kita terima, selayaknya diredam dengan betapa besarnya anugerah yang telah kita dapatkan. </li>
<li>Viktor Frankl, seorang pakar psikolog humanis, dalam buku Man’s Search For Meaning ¬yang dikarangnya, ia menuliskan, “Jangan biarkan penderitaan memicu munculnya gejala penyakit jiwa, tetapi biarkan ia memicu munculnya pencapaian seseorang.”</li>
<li>Pada doalah segala yang tidak mungkin bisa terjadi. Nabi saw. sendiri bersabda, “Takdir tidak ditolak kecuali oleh doa, dan tidak ada yang menambah umur manusia kecuali kebaikan yang dilakukan olehnya….” </li>
</ul>
<p><strong>[sebuah dOa ketika hampiR putus asa]</strong><br />
<a href="http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/halo-dunia/">http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/halo-dunia/</a></p>
<ul>
<li>Cerita Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan paus. Hanya ada satu pekerjaan yang dilakukannya: berzikir dan berdoa kepada Allah agar dilepaskan dari ujian berat itu. Dan Yunus pun berdoa, “La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazhalimin.” meski doa ini milik Yunus, tetapi doa ini juga milik seluruh kaum mukmin. Untuk itu, jika seorang mukmin dalam penderitaan dan kesulitan, kemudian berdoa dengan ini, maka Allah akan mengabulkanya. </li>
<li>Sebagai manusia yang imannya acapkali berfluktuasi tak menentu, penulis menghikmati dua poin penting:Pertama, Allah menguji tingkat kesabaran kita –yang seharusnya tak berbatas (soalnya sebagian kita sering komentar ‘kesabaran kan ada batasnya’)– hingga sebuah jawaban yang dijanjikan-Nya itu datang menghampiri kita. Kedua, penderitaan dan duka sejatinya bukan sebuah keputusan yang ditetapkan Allah. Ia bukan datang dari atas sana. Ia ada di dalam diri kita. Ia adalah realitas (kenyataan) subyektif kita.</li>
</ul>
<p><strong>[stRategi mengatasi kegundahan hati]</strong><br />
<a href="http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=753&amp;Itemid=62">http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=753&amp;Itemid=62</a></p>
<ul>
<li>Betapa pentingnya posisi hati dalam tubuh manusia, tidak hanya sekedar daging tetapi juga penentu aqidah, penentu budi pekerti dan penentu keputusan terbesar seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda,yang artinya“Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberi fatwa yang membenarkanmu.” (H.R Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darani).</li>
<li>Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika hidup yang penuh dengan konflik, persoalan dan tantangan bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya dan nurani kebaikan sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Olehnya Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu Al-Quran Karim. </li>
<li>Kenapa Aku Diuji? [QS. Al-Ankabut: 2-3], Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-Idamkan? [QS. Al-Baqarah ayat 216], Kenapa Ujian Seberat Ini? [QS. Al-Baqarah ayat 286], Bagaimana Menyikapi Rasa Frustasi? [QS. Al-Imran ayat 139], Sungguh, Aku Tak Dapat Bertahan Lagi&#8230;!!!!! [QS. Yusuf ayat 87], Bagaimana Aku Harus Menghadapi Persoalan Hidup ? [QS. Al-Imran ayat 200], Apa Solusinya? [QS. Al-Baqarah ayat 45-46], Siapa Yang Menolong Dan Melindungiku? [QS. Ali Imran: 173], Kepada Siapa Aku Berharap? [QS. At-Taubah ayat 129], Apa Balasan Atau Hikmah Dari Semua Ini? [QS. At-Taubah ayat 111]</li>
</ul>
<p><strong>[nikmat...begitu banyak yang telah teRlewatkan tanpa mensyukuRinya]</strong><br />
<a href="http://eramuslim.com/atk/oim/43db6887.htm">http://eramuslim.com/atk/oim/43db6887.htm</a></p>
<ul>
<li><em>Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?</em> Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya.</li>
</ul>
<p><strong>[dusta yang mana lagi… ? ]</strong><br />
<a href="http://hikmahislam.blogsome.com/2007/02/07/p7/">http://hikmahislam.blogsome.com/2007/02/07/p7/</a></p>
<ul>
<li>Dalam Surat ar-Rahman adalah surat ke 55, Allah menggunakan kata &#8220;dusta&#8221;; bukan kata &#8220;ingkari&#8221;, &#8220;tolak&#8221; dan kata sejenisnya. Seakan-akan Allah ingin menunjukkan bahwa ni’mat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakri keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran.</li>
</ul>
<p><strong>[tentang nikmat]</strong><br />
<a href="http://blog.unisa81.net/2006/09/27/45/">http://blog.unisa81.net/2006/09/27/45/</a></p>
<ul>
<li><em>Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan</em>. ”Dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang dapat engkau dustakan??”, Nikmat Sehat yaa Qowi, Nikmat waktu luang yaa Muhshi, Nikmat masa muda yaa Jalil, Nikmat keindahan yaa Badii’, Nikmat ilmu yaa Aliim, Nikmat rezeki yaa Ghani’, Nikmat mendengar yaa Samii’, Nikmat melihat yaa Bashir, Nikmat iman yaa Allah&#8230; ah, kami malu padaMu Allah..</li>
</ul>
<p><strong>[beRpRilaku baik melalui ucapan, peRbuatan dan segala bentuk al-ma'Ruf]</strong><br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1007/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1007/slash/0</a></p>
<ul>
<li>Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan, kesedihan dan kegelisahan adalah : Berprilaku baik kepada orang lain melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk al-ma&#8217;ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan untuk diri dan tindak kebajikan untuk orang lain.</li>
<li>Suatu kebaikan akan menghasilkan kebaikan dan menangkis keburukan. Dan bahwasanya orang mu&#8217;min yang hanya berharap pahala Allah akan dianugrahi olehNya pahala yang agung. Termasuk pahala agung itu adalah hilangnya kegundahan, kesedihan, keruwetan hati dan semacamnya.</li>
</ul>
<p><strong>[satu dOa ketika gelisah meRuyak]</strong><br />
<a href="http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/satu-doa-ketika-gelisah-meruyak/">http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/satu-doa-ketika-gelisah-meruyak/</a></p>
<ul>
<li>Kenestapaan yang umumnya membuat kita larut dalam kecemasan dan kegelisahan yang parah. Saya menyebut kondisi ini dengan kegelisahan negatif</li>
<li>Bila seseorang melihat kejadian pahit yang melandanya itu sebagai sebuah berkah, seumpama anugerah tersembunyi yang suatu saat akan menyembul tiba-tiba, maka ialah sosok yang saya sebut sebagai manusia yang memiliki kegelisahan positif. </li>
<li>Menurut sufi Hazrat Salahedin Ali Nader Angha, adalah karakter yang senantiasa menganggap peristiwa-peristiwa pahit sebagai sesuatu yang tidak “buruk”, melainkan lebih merupakan pengalaman-pengalaman yang darinya kita bisa belajar untuk lebih dewasa. </li>
<li>Kegelisahan positif ini tidak tumbuh menyelubungi jiwa seseorang begitu saja. Ia bukan sesuatu yang taken for granted. Ia hadir ketika keyakinan hati seorang hamba menerbitkan Allah di sisinya. Ia tempatkan Sang Rahman sebagai Sahabat dan Penolong sejatinya seraya terus melafal-lafal hasbunallah wa ni’mal wakil di lidahnya, di hatinya.</li>
</ul>
<p><strong>[DOA] mOhOn dimudahkan segala uRusan</strong><br />
<a href="http://orido.wordpress.com/2007/06/14/doa-mohon-dimudahkan-segala-urusan/">http://orido.wordpress.com/2007/06/14/doa-mohon-dimudahkan-segala-urusan/</a></p>
<p><strong>[memang, indah banget... dan itu untukmu.. ]</strong><br />
<a href="http://heningsept.blogspot.com/2007/05/memang-indah-banget-dan-itu-untukmu.html">http://heningsept.blogspot.com/2007/05/memang-indah-banget-dan-itu-untukmu.html</a></p>
<p align="right"><font size="3"><em>hanya dengan Allah, hatimu akan menjadi tenang [<a href="http://liriklaguindonesia.net/o/opick/opick-kembali-pada-allah/">Opick - Kembali Pada Allah</a>]</em></font></p>
<table style="border:1px solid #990000;background-color:#5d7cba;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:11px;padding:0;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr style="border:1px solid #990000;background-color:#ffffff;">
<td style="border:1px solid #990000;padding:5px;" align="center"><a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=Z7Kel5WnaaqemJytsqyZlJyiZLCWlZqr4"><img border="0"/></a></td>
</tr>
<tr style="background-color:#990000;">
<td style="font-size:9px;color:#FFFFFF;padding:5px;" valign="bottom" align="center">Share files <a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=(yItbJfadz">Dolar$</a></td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orido.wordpress.com/247/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orido.wordpress.com/247/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orido.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orido.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orido.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orido.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orido.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orido.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orido.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orido.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orido.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orido.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orido.wordpress.com&blog=25120&post=247&subd=orido&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orido.wordpress.com/2008/01/31/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46526fa333cd07e63f6788ceea58f1e5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orido</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>