![]()
Sesungguhnya ORang-ORang yang beRiman dan beRamal saleh, kelak Allah Yang Maha PemuRah akan menanamkan dalam (hati) meReka Rasa kasih sayang.
[QS. MaRyam (19) : 96]
Salah satu kemuliaan ahlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Rasa kasih sayang teRutama kepada anak-anak. Kisah tentang Rasulullah Saw. beRsama anak adalah kisah tentang kasih-sayang. Ia memendekkan shalatnya ketika mendengaR tangis anak. KaRena anak pula, Rasulullah Saw. peRnah beRsujud sangat lama. Begitu lamanya Rasulullah Saw. beRsujud sampai-sampai paRa sahabat mengiRa Rasulullah Saw. sedang meneRima wahyu daRi Allah ‘Azza wa Jalla. Padahal yang teRjadi sesungguhnya adalah, ada cucu yang menaiki punggungnya.
BeRikut bebeRapa hadist yang menggambaRkan Rasa kasih sayang yang ditunjukkan dan dicOntOhkan Oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam teRhadap anak-anak:
MenggendOng
Hadits Riwayat Abdullah bin Ja`faR Ra. ia beRkata:
Apabila Rasulullah saw. pulang daRi suatu bepeRgian, biasanya beliau disambut Oleh anak-anak anggOta keluaRganya. Satu haRi beliau pulang daRi bepeRgian dan aku lebih dahulu menyambut beliau. Lalu aku digendOng beliau. Kemudian salah seORang anak Fathimah menyambutnya. Diapun digendOngnya di belakang. Kemudian kami beRtiga memasuki kOta Madinah di atas binatang tunggangan.
DiRiwayatkan pula ketika Beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam sedang shalat, beliau menggendOng Umamah binti Zainab binti Rasulullah SAW, anak daRi Abi Al Ash bin aR Rabi’. Jika beliau SAW beRdiRi beliau menggendOngnya dan jika beliau sujud beliau meletakkannya. [HR BukhaRi Muslim]
Mencium
Hadits Riwayat ‘Aisyah bintu Abu BakR Radhiallahu ‘anhuma ia beRkata:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam peRnah mencium Al-Hasan bin ‘Ali, sementaRa Al-AqRa’ bin Habis At-Tamimi sedang duduk di sisi beliau. Maka Al-AqRa’ beRkata, "Aku memiliki 10 anak, namun tidak ada satu pun daRi meReka yang kucium." Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandangnya, lalu beRsabda, "Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi." (Shahih, HR. Al-BukhaRi nO. 5997 dan Muslim nO. 2318)
Hadits Riwayat ‘Aisyah bintu Abu BakR Radhiallahu ‘anhuma ia beRkata:
"SeORang ARab gunung datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mengatakan, "Kalian biasa mencium anak-anak, sedangkan kami tidak biasa mencium meReka." Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, "Sungguh aku tidak memiliki kuasa apa pun atasmu jika Allah mencabut Rasa kasih sayang daRi qalbumu." (Shahih, HR. Al-BukhaRi nO. 5998 dan Muslim nO. 2317)
Tidak MaRah
Ummul Mu’minin Sayyidatuna Aisyah R.a beRkata:
” Anak-anak kecil di datangkan kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka Beliau beRdOa untuk meReka. PeRnah juga seORang anak kecil yang di bawa kepada beliau kencing di baju beliau. Kemudian beliau meminta aiR dan menuangkan aiR pada kain yang teRkena kencing dan tidak mencucinya.” [H.R BukhaRi]
Mencintai
Rasulullah Saw. peRnah beRsabda, “Cintailah anak-anak dan sayangilah meReka. Bila menjanjikan sesuatu kepada meReka, tepatilah. sesungguhnya yang meReka ketahui hanya kamulah yang membeRi meReka Rezeki.” (HR. Ath-Thahawi).
Links SumbeR:
[Kasih Sayang Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa Sallam Kepada Anak-Anak]
http://bint-barakwan.alawiyyin-indonesia.org/2010/05/23/kasih-sayang-rasulullah-shallahu-alaihi-wa-sallam-kepada-anak-anak/
- Rasa kasih sayang Rasulullah SAW tak teRbatas kepada puteRa atau keRabat Beliau SAW saja. Bahkan kepada seluRuh anak-anak kaum muslimin. Rasulullah SAW senantiasa beRusaha membuat anak kecil mengenal dan mencintai Beliau SAW, sehingga Beliau seRing beRkumpul beRsama meReka. Beliau SAW benaR-benaR menempatkan meReka, tunas geneRasi pada tempat yang tinggi.
- Setelah kita mengenal pRibadi Beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mulia dan kehidupan beliau dengan ceRita yang mempesOna, mudah-mudahan kita dapat mengikuti jejak langkah Beliau SAW dalam kehidupan kita. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajak kita untuk menyayangi anak-anak di sekeliling kita. Dimana meReka sangat membutuhkan kelembutan seRta kasih sayang. Insya Allah anak-anak daRi hasil didikan ORang tua yang penuh kasih dan sayang dalam mentaRbiyahnya, akan muncul geneRasi muslim yang penyayang dan mempunyai akhlak yang mulia, mengikuti idOlanya Sayyidina Muhammad Ibn Abdillah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam..
[Canda dan Kasih Sayang Nabi BeRsama Anak Kecil]
http://dourbest2day.com/2009/03/canda-dan-kasih-sayang-nabi-bersama.html
- An-Nawawi beRkata, "Al-Qadhi beRkata, ‘Ini adalah dalil dipeRbOlehkannya beRmain dengan bOneka teRsebut.‘ Beliau beRkata, ‘Hadis ini meRupakan kekhususan daRi umumnya laRangan membuat gambaR (patung atau sejenisnya), kaRena di dalam peRmainan teRsebut ada sisi pelatihan bagi uRusan wanita di dalam uRusan Rumah dan anak-anak meReka kelak, bahkan paRa ulama mempeRbOlehkan jual beli baRang teRsebut, Kemudian beliau beRkata, "Madzhab jumhuR ulama mempeRbOlehkannya."
Al-Hafizh Ibnu HajaR beRkata (Fat-hul BaaRi X/527), "Hadits ini menunjukkan tentang bOlehnya seORang anak wanita kecil beRmain dengan bOneka-bOneka dan hal ini pengkhususan daRi pelaRangan secaRa umum tentang membuat patung (bOneka atau gambaR makhluk yang beRnyawa), pendapat ini ditegaskan Oleh ‘Iyadh dan kebanyakan paRa ulama." Al-Hafizh Ibnu HajaR menyebutkan sejumlah pendapat paRa ulama mengenai hal teRsebut.
[Kasih Sayang Rasulullah SAW dalam KeluaRga]
http://supermenbanget.wordpress.com/2009/05/06/kasih-sayang-rasulullah-saw-dalam-keluarga/
- Banyak paRa bapak enggan mengusapkan tangan ke pipi anaknya yang sedang meneteskan aiRmata. MeReka juga tidak peRnah menyempatkan diRi, meski cuma sekali, untuk membaRingkan tubuh anaknya yang letih hanya kaRena meReka meRasa telah banyak beRjasa dengan mencaRi uang yang tak sebeRapa.
MeReka ingin dihORmati Oleh anak-anaknya, tetapi dengan menciptakan jaRak sehingga anak tak peRnah sanggup mencuRahkan isi hatinya kepada bapaknya sendiRi. MeReka ingin menjadi bapak yang disegani, tetapi dengan caRa membangkitkan ketakutan. Padahal Rasulullah Saw. seRing mencium putRinya, Fathimatuz ZahRa. Bahkan ketika putRinya telah beRanjak dewasa. - Meskipun anak-anak biasa meRengek dan mengeluh seRta banyak tingkah, namun Nabi Muhammad saw tidaklah maRah, memukul, membentak, dan menghaRdik meReka. Beliau tetap beRlaku lemah lembut dan tetap beRsikap tenang dalam menghadapi meReka.
- Kita ingin disayangi Oleh anak-anak kita ketika usianya telah tua, tetapi tidak peRnah menanam cinta dan kasih-sayang. Kita ingin diRindukan Oleh anak-anaknya di saat Renta, tetapi tak peRnah punya waktu untuk teRtawa beRsama. Banyak yang meRasa, keRja sehaRi telah cukup untuk membeli semua. Sehingga tidak ada yang mengetahui uRusan anak di Rumah, kecuali istRi. Bahkan yang lebih tRagis, istRi pun tak tahu sama sekali, sebab telah ada pembantu yang menggantikan semuanya.
AstaghfiRullahal ‘adzim. Alangkah seRing kita meRasa suci, padahal tak satu pun peRilaku Nabi Saw kepada anak atau istRi yang sanggup kita cOntOh.
[Kasih Sayang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Kepada Anak-Anak]
http://majidnst.wordpress.com/2010/04/20/kasih-sayang-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam-kepada-anak-anak/
- ORang-ORang yang keRas hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diRi meReka. Hati meReka keRas bagaikan kaRang. Kaku tabiat, baik ketika membeRi maupun meneRima. KuRang peka peRasaan, lagi tipis peRi kemanusiannya. BeRbeda halnya dengan ORang yang dikaRuniai Allah Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemuRahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digeRakkan Oleh peRasaan yang halus.
- Telah kita saksikan beRsama keutamaan akhlak dan keluhuRan budi pekeRti seRta sejaRah kehidupan yang agung. SemOga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengaRungi bahteRa kehidupan. PutRa-putRi yang menghiasi Rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seORang ayah seRta kelembutan seORang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati meReka bahagia. Sehingga meReka dapat tumbuh dengan pRibadi yang luhuR dan akhlak yang luRus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah kaRya daRi paRa ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik daRi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
untuk mendOwnlOad aRtikel lengkap [HOTD] kasih sayang teRhadap anak-anak ini, silahkan klik di bawah ini:





























September 21, 2010 pada 6:50 pm
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
rasulullah ternyata sangant menyayangi anak-anak, ya?.
September 22, 2010 pada 2:51 pm
sebuah artikel yang layak dibca oleh semua orang tua….dan bakal calon orang tua.
mas, blognya rame nih… banyak animasinya. like banget…
September 22, 2010 pada 6:27 pm
assalamu’alaykum, wah blognya oke banget nih, tukeran link yuk?
konfirmasi ke blog saya ya… mas atau mbak nih?
September 23, 2010 pada 8:36 am
wah rasulullah memank sebaik-baik ny contoh . . .
September 23, 2010 pada 5:00 pm
wah, makasih sharingnya…
saya punya ponakan masih kecil, bisa langsung diaplikasikan nih heheee
September 28, 2010 pada 4:45 am
ass..
mets pagi menjelang subuh mas rido. trims tulisannya membuat saya semakin sayang terhadap anak anak.
salam hangat.
Oktober 5, 2010 pada 6:42 am
Moga aku segera punya anak.