[HOTD] tinggalkan hal yang tidak beRmanfaat..

bismillahhiRRahmaniRRahim

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan Oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daRipada uRat leheRnya, (yaitu) ketika dua ORang malaikat mencatat amal peRbuatannya, seORang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiRi. Dan datanglah sakaRatul maut dengan sebenaR-benaRnya. Itulah yang kamu selalu laRi daRipadanya. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah haRi teRlaksananya ancaman.
[QS. Qaaf (50) ayat 16-20]

Al-Hasan Rahimahullah peRnah beRkata :
“DiantaRa tanda beRpalingnya Allah Subhanahu Wata’ala daRi seORang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya pada hal-hal yang tidak beRmanfaat baginya.”

NASIHAT IMAM AL-GHAZALI

Ketahuilah wahai anakku yang teRcinta dan mulia, semOga Allah membeRimu usia panjang dengan taat kepada-Nya. SemOga Allah juga melapangkan jalanmu sebagaimana jalan paRa kekasih-Nya.

Wahai anakku, yang teRmasuk bahagian daRi nasihat adalah apa yang disampaikan Oleh Rasulullah kepada umatnya, bahawa beliau peRnah beRsabda: “Tanda beRpalingnya Allah daRi seORang hamba adalah disibukkannya hamba teRsebut dengan sesuatu yang tidak beRmanfaat bagi diRinya. ORang yang kehilangan masa usianya yang tidak digunakan untuk ibadah, maka pasti ia akan mengalami penyesalan yang beRkepanjangan. BaRangsiapa yang sudah beRumuR 40 tahun, dimana kebaikannya tidak dapat menutupi kebuRukannya, maka beRsiap-siaplah ia masuk kedalam api neRaka.

Nasihat ini cukup bagi ORang-ORang yang beRiman. Wahai anakku, nasihat itu mudah, yang sulit adalah meneRima dan menjalankan nasihat teRsebut. Bagi ORang yang suka menuRuti hawa nafsunya, nasihat itu teRasa sangat pahit, keRana itu hal-hal yang dilaRang agama sangat disukai dalam hatinya. Inilah bebeRapa nasihat Imam Al-Ghazali, camkan dan Renungkanlah. SemOga nasihat ini menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Links:
[di antaRa baiknya keislaman seseORang meninggalkan apa-apa yang tidak beRmanfaat]
http://pakisbintaro.wordpress.com/2008/01/19/di-antara-baiknya-keislaman-seseorang-meninggalkan-apa-apa-yang-tidak-bermanfaat/

  • SeORang muslim hendaknya meninggalkan apa-apa yang tidak beRmanfaat yakni apa-apa yang tidak penting dan tidak ada hubungan dengannya, kaRena sesungguhnya hal ini adalah di antaRa ciRi baiknya keislamannya dan juga hal ini akan menjadi ketenangan baginya, kaRena sesungguhnya jika dia tidak teRbebani Oleh peRkaRa teRsebut maka ia akan meRasa tenang tanpa diRagukan lagi dan jiwanya akan menjadi tentRam.
  • Abu DzaRR dalam sebuah haditsnya: “Siapa saja yang menghitung peRkataannya teRmasuk daRi amalannya niscaya akan sedikit peRkataannya kecuali teRhadap apa-apa yang beRmanfaat baginya.”
  • Al-Imam Malik telah menyebutkan bahwasanya telah sampai kepadanya bahwa Luqman ketika ditanya: “Apa yang menyebabkanmu sampai ke deRajat keutamaan yang kami lihat ini?” Maka beliau menjawab: “JujuR dalam beRbicaRa, menunaikan amanah dan meninggalkan apa-apa yang tidak beRmanfaat bagiku.”
  • Sesungguhnya di antaRa tanda kesempuRnaan islamnya seORang hamba dan keistiqamahannya adalah meninggalkan apa-apa yang bukan tujuannya daRi ucapan-ucapan dan peRbuatan-peRbuatan seRta dia mencukupkan teRhadap apa-apa yang beRmanfaat baginya daRi hal-hal teRsebut. Makna: “apa-apa yang beRmanfaat” adalah apa-apa yang beRkaitan dengan ‘inaayah-nya (peRhatian dan kepentingannya) seRta meRupakan maksud/tujuannya dan yang dia caRi, sedangkan ‘inaayah adalah kuatnya peRhatian teRhadap sesuatu, dikatakan ‘anaahu ya’niih aRtinya dia mempeRhatikannya dan mencaRinya.
  • Meninggalkan apa-apa yang bukan peRhatian dan kepentingan seseORang (aRtinya meninggalkan apa-apa yang tidak beRmanfaat (pent.) adalah di antaRa baiknya keislamannya dan di antaRa baiknya keislamannya adalah mencOcOki kebaikan dan bimbingan (syaRi’at) dan akan dilipatgandakan kebaikan-kebaikannya dan akan dihapus kejelekan-kejelekannya.
  • Rasulullah beRsabda, “Tidak akan beRgeseR kedua telapak kaki seORang hamba pada haRi kiamat sampai dia ditanya tentang empat hal: tentang umuRnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang haRtanya daRi mana dia peROleh dan ke mana dia belanjakan dan tentang jasadnya untuk apa dia hancuRkan (gunakan).” (HR. At-TiRmidziy daRi Abu BaRzah Al-Aslamiy dan dinyatakan shahih Oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy, lihat Iqtidhaa`ul ‘Ilmi Al-’Amal hal16-17).
  • BeRusahalah semaksimal mungkin dengan meminta peRtOlOngan kepada Allah agaR kita bisa menyibukkan diRi dengan hal-hal yang beRmanfaat baik di dunia maupun di akhiRat. Janganlah kita menyibukkan dengan hal-hal yang tidak beRmanfaat sepeRti ngObROl kesana kemaRi tanpa ada manfaat yang jelas, suka mencampuRi uRusan ORang lain kecuali kalau dia meminta kita untuk membantunya, membicaRakan aib ORang lain, ngRumpi dan lain sebagainya daRi peRkaRa-peRkaRa yang tidak beRmanfaat dan dilaRang Oleh agama.

[lakukanlah hal-hal yang beRmanfaat]
http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=588

  • Ma’Ruf Rahimahullahu beRkata: “PembicaRaan seORang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya meRupakan kehinaan daRi Allah Subhanahu wa Ta’ala (untuknya).

[laRangan bagi ORang shalat meludah ke depan atau kanannya]
http://alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1481&Itemid=67

  • ORang shalat haRam hukumnya meludah ke aRah depan atau ke sebelah kanan, dalilnya adalah laRangan mutlak dan meRupakan penyebab beRpalingnya Allah daRi pelakunya. Ia bOleh meludah ke sebelah kiRi jika tidak ada ORang atau ke bawah tepat kakinya yang sebelah kiRi. Jika tidak bisa meludah ke kiRi maka hendaklah ia meludah pada selendang atau sapu tangannya.
  • Jika ia meludah ke bawah telapak kakinya hendaklah ia menanam ludahnya atau menghilangkannya (membeRsihkannya).
  • Tidak bOleh menelan dahak.

[wahai anakku inilah nasehat beRhaRga untukmu]
http://nurcahyaniretno.blogspot.com/2009/03/wahai-anakku-inilah-nasehat-berharga.html

  • Nasehat untuk anak:
    1. Amalkan ilmumu; janganlah engkau sampai miskin amal, namun jangan sampai tidak melakukan peRbuatan baik. Yakinlah bahwa sesungguhnya ilmu yang tidak diamalkan pasti tidak ada faedahnya.
    2. Janganlah niat menuntut ilmu untuk mencaRi keduniaan; Jika niatmu belajaR semata-mata untuk menghidupkan syaRiat Rasulullah SAW dan membeRsihkan akhlaqmu seRta mengalahkan nafsu amaRah yang selalu mengajak pada peRbuatan jahat, engkau akan meRasakan kebahagiaan dan keuntungan.
    3. Ingatlah akan kubuR; tempatmu kembali yang sebenaRnya adalah kubuR dan ahli kubuR senantiasa menunggu kedatanganmu setiap saat. Takutlah engkau apabila engkau datang kepada ahli kubuR tanpa membawa bekal.
    4. BeRtahajjudlah setiap malam; beRtahajjudlah engkau sebagai bentuk ibadah tambahan bagimu.
    5. Sesuaikanlah peRkataanmu dengan peRbuatanmu; sesuaikanlah peRkataanmu dan peRbuatanmu dengan pandangan hukum syaRiah, sebab jika ilmu dan amalmu tidak sesuai dengan hukum syaRiah, tentu ia akan membawa pada kesesatan. Sesungguhnya lisan yang tidak dikendalikan ucapannya dan hati yang teRtutup Oleh kelupaan dan syahwat meRupakan tanda keRusakan. Maka, jika nafsumu tidak kau lawan dengan mujahadah yang sungguh-sungguh, dikhawatiRkan hatimu akan mati dan teRtutup daRi cahaya ma’Rifat.
    6. BeRtaqaRRublah kepada Allah; empat hal yang haRus dilakukan Oleh ORang yang menempuh jalan kedekatan (beRtaqaRRub) kepada Allah, yaitu: a. punya keyakinan yang benaR dan jauh daRi unsuR bid’ah. b. melakukan tObat nashuha dan beRtekad untuk tidak mengulangi lagi. c. minta keRidhaan ORang yang peRnah menjadi musuhnya. d. belajaR ilmu agama supaya bisa menjalankan peRintah Allah dengan benaR kemudian mempelajaRi ilmu-ilmu yang bisa menyelamatkan diRinya.
    7. CaRilah guRu dalam beRtaqaRRub kepada Allah; ORang yang giat beRibadah dan mencaRi kedekatan kepada Allah haRus mempunyai guRu atau muRsyid yang bisa menunjukkan dan membimbingnya pada kebenaRan, dan juga bias mengeluaRkannya daRi belenggu akhlak yang buRuk untuk diganti dengan akhlak yang mulia.
    8. Janganlah beRtanya masalah yang sulit; Janganlah teRgesa-gesa melakukan sesuatu sampai tiba saatnya, tentu engkau akan dibeRi mukasyafah (teRsingkapnya sesuatu yang teRsembunyi) hingga engkau mengetahui sendiRi. Oleh kaRena itu, janganlah engkau beRtanya kepadaku sebelum waktunya dan yakinlah sesungguhnya engkau tidak bisa sampai kecuali dengan usaha.
    9. Jagalah ilmumu, jangan sampai menjadi musuhmu.
    10. Janganlah lupa mendOakan guRu.
  • SyaRat seORang guRu (syekh) adalah sebagai beRikut:
    a. Alim; syaRat ORang alim yang pantas menjadi guRu adalah beRpaling daRi kesenangan duniawi dan tidak menyukai pangkat dan kedudukan.
    b.BeRakhlaq mulia; Mampu mengendalikan nafsunya, sedikit makannya, beRbicaRanya dan tiduRnya dan suka mempeRbanyak shalatnya, shadaqah dan puasanya, sabaR, tekun dalam menjalankan shalatnya, senantiasa beRsyukuR atas kenikmatan Allah yang diteRimanya. Dan selalu beRtawakkal kepada Allah dalam segala kehidupannya. Ia juga punya keyakinan kuat teRhadap aqidahnya, punya sifat qana’ah atau meneRima atas semua pembeRian Allah yang dibeRikan kepadanya, hatinya tenang tidak mudah teRbujuk Oleh tipudaya duniawi, dan beRsikap bijaksana dalam segala uRusan yang dijalankan. Ia senantiasa meRendahkan diRi dan tidak beRlaku sOmbOng, mengeRti teRhadap kebenaRan dan peRkaRa yang haq, beRpeRilaku jujuR, punya Rasa malu, selalu menepati janji, seRta jiwa dan anggOta tubuhnya senantiasa tenang dalam beRtindak menghadapi beRbagai masalah.
  • Empat peRkaRa yang haRus engkau tinggalkan adalah:
    a. MempeRdebatkan suatu masalah dengan siapapun menuRut kemampuanmu; PeRdebatan juga memicu timbulnya akhlaq yang buRuk sepeRti Riya’, hasud, takabbuR,teRlukanya hati, peRmusuhan, sikap saling menOnjOlkan kelebihannya dan beRbagai peRbuatan buRuk lainnya.
    b. Menjadi juRu nasihat atau tukang mengingatkan; “Wahai Ibnu MaRyam, nasihatilah diRimu sendiRi sebelum menasihati ORang lain. Jika engkau sudah menjalankan (apa yang engkau nasihatkan) engkau baRu bOleh menasihati ORang lain. Jika tidak demikian, malulah engkau kepada Tuhanmu”.
    c. BeRgaul dengan ORang-ORang pemeRintah atau penguasa dzalim dan tidak pula melihat meReka; melihat dan beRgaul dengan paRa penguasa banyak mudhaRatnya. Namun jika engkau diuji Allah teRpaksa beRgaul dengan penguasa, maka yang peRlu engkau peRhatikan adalah janganlah sekali-kali engkau membeRikan pujian kepada meReka, sebab Allah sangat muRka teRhadap ORang yang suka memuji ORang fasik atau ORang dzalim.
    d. MeneRima pembeRian atau hadiah daRi pemeRintah atau penguasa dzalim; meneRima pembeRian penguasa dapat meRusak agama, kaRena dapat melahiRkan sikap mudahanah (mencaRi pujian).
  • Empat peRkaRa yang haRus kamu lakukan adalah:
    a. Jadikan hubunganmu dengan Allah sepeRti hubungan seORang budak dengan tuannya; haRus tetap menjaga baik hubungan dengan Allah dengan menjalankan segala peRintah-Nya dan menjauhi laRangan-Nya, sebab Allah adalah tuanmu yang sebenaRnya.
    b. Apabila engkau beRhubungan dengan manusia tanamkan peRasaan senang di hatimu kepada meReka, sepeRti engkau menyenangi diRimu sendiRi.
    c. Ketika engkau mempelajaRi atau muthala’ah suatu ilmu, sebaiknya ilmu yang engkau pelajaRi itu adalah ilmu yang bisa membuat hatimu menjadi baik dan dapat membeRsihkan diRimu.
    d. Engkau tidak mengumpulkan haRta dunia melebihi yang engkau makan setahun sebagaimana yang dilakukan Oleh Rasulullah SAW.

[meninggalkan hal-hal tak beRmanfaat]
http://fariq01.blogspot.com/2008/12/meninggalkan-hal-hal-tak-bermanfaat.html

  • Min husni islami al-maR’I” yaitu daRi kesempuRnaan islamnya seseORang, tanda benaRnya islam seseORang baik laki-laki maupun wanita.
  • Ma Laa Ya’nihi” yaitu hal-hal yang tidak penting baginya baik peRkaRa dien ataupun dunia. DaRi ucapan ataupun peRbuatan.
  • AnjuRan hadist:
    1.mewujudkan masyaRakat yang utama.
    2.menyibukkan diRi dengan hal-hal yang tidak beRmanfaat membeRatkan diRi dan meRupakan tanda lemahnya iman.
    3.beRpaling daRi hal-hal yang tidak beRmanfaat adalah jalan selamat menuju kesuksesan.
    4.hati yang sibuk dengan Allah dan beRpaling daRi hal-hal yang tidak beRmanfaat teRmasuk daRi kebutuhan makhluk.
    5.hal-hal yang beRmanfaat bagi seseORang adalah hal-hal yang beRkaitan dengan dhORuRiyatul nafsih baik yang beRkaitan dengan dunianya—sepeRti makan, minum, tempat tinggal dan yang lain yang sifatnya mendesak—ataupun yang beRkaitan dengan kehidupannya di akhiRat.

[mutiaRa salafushalih]
http://aljatisy.wordpress.com/mutiara-hikmah/

  • Sahl At-TustaRi Rahimahullahu beRkata:
    BaRangsiapa (suka) beRbicaRa mengenai peRmasalahan yang tidak ada manfaatnya niscaya dihaRamkan baginya kejujuRan.”
  • Kunci Zuhud
    Aku tahu , Rizkiku tak mungkin diambil ORang lain
    “KaRenanya, hatiku tenang
    Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan ORang lain
    “Maka aku sibukkan diRiku untuk beRamal
    Aku tahu, Allah selalu melihatku
    “KaRenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat
    Aku tahu, kematian menantiku
    “Maka aku peRsiapkan bekal untuk beRjumpa dengan Rabbku..”
    (Imam Hasan Al-BasRi)

[nasehat-nasehat paRa ulama salaf]
http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/05/07/nasehat-nasehat-para-ulama-salaf/

  • Al-Imam Al-Hasan Al-BashRi beRkata:
    “Sesungguhnya seORang mukmin adalah penanggung jawab atas diRinya, (kaRenanya hendaknya ia senantiasa) mengintROspeksi diRi keRena Allah Subhanahu wa ta’ala semata.”
    “Sesungguhnya seORang mukmin adalah suatu kaum yang beRpegang eRat kepada Al QuR`an dan memaksa amalan-amalannya agaR sesuai dengan Al QuR`an seRta beRpaling daRi (hal-hal) yang dapat membinasakan diRi meReka.
    “SeORang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasehat daRi dalam diRinya sendiRi. Dan mengintROspeksi diRi meRupakan peRkaRa yang paling diutamakan.”
  • ‘Isa bin MaRyam ‘alaihissalam beRsabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada haRta teRdapat penyakit yang sangat banyak.”
    Beliau ditanya: “Wahai Ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?
    Beliau menjawab: “Tidak ditunaikan haknya.”
    MeReka menukas: “Jika haknya sudah ditunaikan?
    Beliau menjawab: “Tidak selamat daRi membanggakannya dan menyOmbOngkannya.”
    MeReka menimpali: “Jika selamat daRi bangga dan sOmbOng?
    Beliau menjawab: “MempeRindah dan mempeRmegahnya akan menyibukkan daRi dzikRullah (mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala).”
  • Al-Imam Al-Hasan Al-BashRi Rahimahullahu beRkata:
    “Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah beRsyukuR ketika sehat wal afiat, seRta beRsabaR ketika diuji dengan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugeRahi beRbagai kenikmatan namun tiada mensyukuRinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak beRsabaR atasnya.” (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-BashRi, hal. 158)
  • Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu beRkata:
    “Janganlah kalian mempelajaRi ilmu kaRena tiga hal: (1) dalam Rangka debat kusiR dengan ORang-ORang bOdOh, (2) untuk mendebat paRa ulama, atau (3) memalingkan wajah-wajah manusia ke aRah kalian. CaRilah apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ucapan dan peRbuatan kalian. KaRena, sesungguhnya itulah yang kekal abadi, sedangkan yang selain itu akan hilang dan peRgi.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1/45)
  • Abdullah bin Mas’ud beRkata:
    “Jangan ada daRi kalian taklid kepada siapapun dalam peRkaRa agama sehingga bila ia beRiman (kamu) ikut beRiman dan bila ia kafiR (kamu) ikut pula kafiR. Jika kamu ingin beRteladan, ambillah cOntOh ORang-ORang yang telah mati, sebab yang masih hidup tidak aman daRi fitnah”.
  • AbduRRahman bin Mahdi Rahimahullahu beRkata:
    Ada tiga (gOlOngan) yang tidak bOleh diambil ilmunya, (yakni): (1) SeseORang yang teRtuduh dengan kedustaan, (2) Ahlul bid’ah yang mengajak (manusia) kepada kebid’ahannya, dan (3) seseORang yang diRinya didOminasi Oleh keRaguan seRta kesalahan-kesalahan.”
  • Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah beRkata:
    Tidak ada musibah yang lebih besaR daRi musibah yang menimpa kita, (di mana) salah seORang daRi kita membaca Al-QuR’an malam dan siang akan tetapi tidak mengamalkannya, sedangkan semua itu adalah Risalah-Risalah daRi Rabb kita untuk kita.” (Mawa’izh Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah hal. 32)

Untuk mendownload kumpulan file nya, silahkan klik link berikut:

beRpalingnya Allah swt dari seORang hamba

About these ads

23 Tanggapan to “[HOTD] tinggalkan hal yang tidak beRmanfaat..”

  1. D 1 JA Says:

    Subhanallah…dj sukaaa ini..

    KUNCI ZUHUD….
    Aku tahu , rizkiku tak mungkin diambil orang lain
    “Karenanya, hatiku tenang”
    Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
    “Maka aku sibukkan diriku untuk beramal”
    Aku tahu, Allah selalu melihatku
    “Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat”
    Aku tahu, kematian menantiku
    “Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku..”
    (Imam Hasan Al-BasRi)

    Rindu berjumpa denganMu ya Robb…

    :: oRiDo™ ::
    sama… :|

    • ILYAS AFSOH Says:

      tulisan selalu panjang………..
      semangat

      :: oRiDo™ ::
      semoga bermanfaat.. ;-)

  2. Jafar Soddik Says:

    “Agama itu adalah nasehat, agama itu adalah nasehat, agama itu adalah nasehat. Mereka (para Shahabat) bertanya: ‘Untuk siapa wahai Rasulullah?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya.”

    Semoga semua yang kita lakukan dalam hidup yang singkat ini bermanfaat dan bernilai ibadah. Dan semoga kita semua dapat saling nasehat-menasehati antar sesama Muslim, menasehati dalam kebaikan demi keselamatan di dunia dan di akhirat.

    :: oRiDo™ ::
    amin…

  3. achoey Says:

    jazakallah akhi
    kau selalu saja mampu mencerahkan

    :: oRiDo™ ::
    waiyyakum..
    alhamdulillah.. :)

    mari sama2 kita belajar dan beramal..

  4. mahardhika Says:

    Terimaksi info nya.. banyak ilmu disini… jadi ga boleh meludah ke kanan dan kedepan ya??? hmmm dapet ilmu baru nih…. salam :)

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga berguna.. :)

  5. SufiMuda Says:

    Tulisan ini sangat bermanfaat
    Menemukan Guru Mursyid adalah tanda-tanda orang diberi petunjuk oleh Allah.
    Semoga Allah memberikan kita petunjuk-Nya, Amien…

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    amin… :)

  6. indra kh Says:

    Alhamdulillah, Jazakallah kang

    :: oRiDo™ ::
    waiyyakum.. :)

  7. Rindu Says:

    Indah banget tulisan ini kang ….

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga berguna.. :)

  8. M. Surya Ikhsanudin Says:

    Panjang sekali sampai mumet mau bacanya :D

    :: oRiDo™ ::
    semoga berguna.. ;-)

  9. chrysanti Says:

    bermanfaat, makasi ya.. tapi boleh ngga kalo hurupnya ga kecil-gede? jadi bingung.. maap ya

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    selamat datang di oRiDo’s wORld. :lol:

  10. sendit Says:

    Alhamdulillah dapet pencerahan lagi…plus ilmu lagi…..
    Makasih bos…

    http://sendit.wordpress.com

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga berguna tidak cuma utk diri sendiri.. ;-)

  11. yanti/ mama Aini Says:

    Iyah.. ini juga yang sering diabaikan.. (termasuk saya.. he he he.. maluuu deh)
    Jazakallahu sudah mengingatkan kembali… untuk atur jadwal…

    :: oRiDo™ ::
    waiyyakum…
    mari sama2 memperbaiki diri agar Allah tidak berpaling dari kita.. :)

  12. omiyan Says:

    Alhamdulillah nambah lagi

    :: oRiDo™ ::
    semoga berguna,.. :)

  13. BaNi MusTajaB Says:

    Tulisan yang mencerahkan. Ok terima kasih

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga berguna.. :)

  14. M. Surya Ikhsanudin Says:

    Wach belum di Update ternyata!

    salam aja dech!

    :: oRiDo™ ::
    gak jadi di update…
    gak sempet..
    dan kayaknya gak apa kepanjangan, emang isi nya pun saya coba untuk selengkap mungkin dan informatif..
    hehehe…

  15. M. Surya Ikhsanudin Says:

    “Mari Kita Lanjutkan Pembangunan yang sudah berlangsung”

    Lanjutkan:

    1. Pembangunan Mall2 sehingga pasar tradisional semakin tersingkir

    2. Pembangunan Infrastruktur dengan memakan lahan hutan dan DRA

    3. Penyengsaraan rakyat dengan harga2 yang semakin melambung

    4. Import Kedelai

    5. Penggusuran dan Penghilangan hak hidup rakyat kecil

    Pesan dari anak TUKANG BECAK BARANG DI PASAR SUKAPURA-KEC. CILINCING-JAKARTA UTARA!

    :: oRiDo™ ::
    ini sih pesan dari capres… :lol:

  16. ontohod Says:

    mencerahkan.. izin download ya kang..

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    silahkan..
    semoga berguna.. :)

  17. wahyu ¢ wasaka Says:

    Mantap mas….

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga berguna.. :)

  18. reallylife Says:

    terima kasih pak
    aku jadi merenungi lagi kemanfaatan perjalanan hidupku ini

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah..
    semoga selalu dalam bimbingan Allah swt.
    amin..

  19. kangBoed Says:

    hmm.. mantaaabs surantaaaabs.. saya belajar banyak dari mas Rido yang baik
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu.. :lol:

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga berguna..
    salam sayang juga.. :D

  20. tforce2009 Says:

    makasih inponya
    http://tforce2009.wordpress.com

    :: oRiDo™ ::
    makasih udh mampir dan berkomentar di sini.. :)

  21. ejajufri Says:

    salam.. disebutkan bahwa nanti di akhirat, selain diberikan bukti berupa amal baik, kita juga diberi sebuah kotak.. tapi isinya adalah asap.. dan itulah amal kita yang sia-sia dan tidak bermanfaat..

    ps. mas rido (smoga saya benar manggilnya), saya jadi meratiin, kok kayaknya yg huruf besar itu O dan R ya? :D

    oia, saya azerila yg ada di waRnawaRnisahabat, klo gak keberatan mohon diubah ke alamat yg baru ini :) ejajufri – Dahulukan Islam di Atas Mazhab.. syukran..

    :: oRiDo™ ::
    semoga amal ibadah kita dapat memperberat timbangan menuju surga Allah swt.
    amin..

    saya biasa di panggil oRiD..
    yups.. huruf O dan R memang di buat besar..
    sebagai identitas artikel di blog ini.. ;-)

    alamat rumah nya udh di sesuaikan.. :)

  22. komuter Says:

    ini blog yang wajib dikunjungi…..

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga berguna..
    mari sama2 belajar dan beramal.. :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 441 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: