[FIQH] suRat yasin

“Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”
Keterangan: HADITS INI PALSU.

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah mahdhah (murni) dan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Rabb-nya dan merupakan suatu ibadah yang sangat besar pahalanya. Hukum asal pada ibadah ini dan ibadah mahdhah lainnya adalah, dilakukan oleh seorang muslim untuk mencari ridha Allah, mengharapkan balasan dari sisi-Nya, bukan untuk mencari balasan dan terima kasih dari makhluk.

Banyak sekali hadis-hadis dari Nabi SAW yang menjelaskan keutamaan atau fadhilah membaca Al-Quran. Namun jika yang dibaca itu adalah surat tertentu dan pada waktu-waktu tertentu dengan keyakinan adanya fadhilah tertentu pula, maka untuk melaksanakannya diperlukan adanya dalil dari Al-Quran maupun As-Sunnah yang menjelaskan pensyariatan amalan tersebut.

Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan (agama) kita ini yang tidak termasuk bagian darinya, maka sesuatu itu tertolak.”

Imam Baihaqi di dalam kitabnya, Manaqib asy-Syafii, menukil ucapan Imam Syafii sebagai berikut, “Yang mengada-ada itu ada dua macam: yang menyalahi Alquran, sunah, atsar (perbuatan para sahabat), dan ijma. Inilah yang dinamakan bidah yang sesat. Sedangkan kebaikan yang tidak menyalahi salah satu di antaranya bukanlah hal yang tercela.

Berkaitan dengan surat yasin, memang ada sejumlah riwayat yang menjelaskan keutamaan surat tersebut serta keutamaan membacanya pada malam hari. Namun demikian hadis-hadis yang menjelaskannya didhaifkan oleh para ulama.

Sungguh sangat disesalkan beredarnya riwayat-riwayat yang dho’if dan palsu seputar amalan surat tertentu seperti kondisi dimana masyarakat terbiasa membacakan surat yasin pada acara-acara tertentu contohnya seperti ketika ada dan setelah kematian, dimalam jum’at, mengawali majelis ta’lim, dan acara-acara lainnya yang dianggap penting. Kondisi ini digunakan senjata oleh para pecandu bid’ah dalam mempromosikan kebid’ahan-kebid’ahan ala jahiliyyah di muka bumi ini.

Semoga kita semua selalu berada pada bimbingan Allah SWT, mari sama-sama belajar dan beramal..

pOstingteRkait:
[DOA] adab membaca al-quR’an + cara menghafal Qur’an
[HOTD] bid’ah
[HOTD] beRbOhOng

Links:
[deRajat hadits fadhilah suRat yasin]
http://wahonot.wordpress.com/2008/03/03/derajat-hadits-fadhilah-surat-yasin/

  • “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”. (Ibnul Jauzi Al-Maudhu’at 1/247).” Keterangan : HADITS INI PALSU.
  • “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.” Keterangan: HADITS INI LEMAH.
  • “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.” Keterangan: HADITS INI PALSU.
  • “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.” Keterangan: HADITS INI LEMAH.
  • “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali”. (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman). Keterangan: HADITS INI PALSU.
  • “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman). Keterangan: HADITS INI PALSU.
  • “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” Keterangan: HADITS INI PALSU.
  • “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.” Keterangan: HADITS INI LEMAH.
  • “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.” Keterangan: HADITS INI LEMAH.
  • “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya”. Keterangan: HADITS INI PALSU.
  • Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah. Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka.” (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).
  • Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU.
  • Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.

[bacaan suRat yasin bukan untuk ORang mati]
http://www.almanhaj.or.id/content/2046/slash/0

  • “Barangsiapa membaca surat Yaasiin karena mencari keridhaan Allah Ta’ala, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. Oleh karena itu, bacakan-lah surat itu untuk orang yang akan mati di antara kalian.”[HR. Al-Baihaqi dalam kitabnya, Syu’abul Iman] –> HADITS INI LEMAH.
  • “Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap Jum’at dan membacakan surat Yaasiin (di atasnya), maka ia akan diampuni (dosa)nya sebanyak ayat atau huruf yang dibacanya.” –> HADITS INI PALSU.
  • Sunnah-sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berziarah ke pemakaman kaum muslimin: [1]. Mengucapkan salam kepada mereka. [2]. Mendo’akan dan memohonkan ampunan bagi mereka.
  • Baca al-Qur-an di pemakaman tidak disyari’atkan oleh Islam. Karena seandainya disya-ri’atkan, niscaya sudah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau pasti sudah mengajarkannya kepada para Shahabatnya.
  • Pemakaman menurut syari’at Islam bukanlah tempat untuk membaca al-Qur’an, melainkan tempatnya di rumah, dan melarang keras menjadikan rumah seperti kuburan, yang jelas tidak ada bacaan al-Qur’an dan shalat-shalat sunnat di pemakaman.
  • Sebagaimana dosa seseorang tidak dapat dipindahkan kepada orang lain, maka demikian pula ganjaran seseorang (tidak dapat dipindahkan/dikirimkan) kepada orang lain, melainkan didapat dari hasil usahanya sendiri, dengan demikian maka pahala bacaan al-Qur’an tidak sampai kepada si mayyit dan tidak dapat dihadiahkan kepada si mayyit, karena yang demikian bukanlah amal dan usaha mereka. Yang wajib juga diperhatikan oleh seorang Muslim adalah, tidak boleh beribadah di sisi kubur dengan melakukan shalat, berdo’a, menyembelih binatang, bernadzar atau membaca al-Qur-an dan ibadah lainnya.
  • Tidak ada satu pun kuburan di muka bumi ini yang mengandung keramat dan barakah, sehingga orang yang sengaja menuju kesana untuk mencari keramat dan ba-rakah, mereka telah jatuh dalam perbuatan bid’ah dan syirik. Dalam Islam, tidak dibenarkan sengaja mengada-kan safar (perjalanan) ziarah (dengan tujuan ibadah) ke kubur-kubur tertentu, seperti, kuburan wali, kyai, habib dan lainnya dengan niat mencari keramat dan barakah dan mengadakan ibadah di sana. Hal ini dilarang dan tidak dibenarkan dalam Islam, karena perbuatan ini adalah bid’ah dan sarana yang menjurus kepada kesyirikan.
  • Tidak boleh mengadakan safar (perjalanan dengan tujuan beribadah) kecuali ketiga masjid, yaitu Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.

[suRat yasin buat yang hidup]
http://geeks.netindonesia.net/blogs/agung/archive/2006/09/19/Surat-Yasin-Buat-Yang-Hidup.aspx

  • Surat Yasin ayat 29 dan 49 menjadi inspirasi pengembangan jenis senjata sonic, ayat 33 sampai 35 berbicara tentang pertanian, Ayat ke 36 mengisyaratkan tentang fenomena kembar/berpasangan, Ayat 38 dan 39 membuka cakrawala ilmu ruang angkasa, Ayat 41 dan 42 menyangkut transportasi laut dan darat, Ayat 47 menyindir teori ekonomi pasar bebas, yang membiarkan kemiskinan struktural tanpa disubsidi, Ayat 55 sampai 57 menggambarkan nikmat surga, Ayat 65 bisa menjadi inspirasi para detektif untuk mencari pembuktian dari bekas tangan dan kaki, Ayat 71 sampai 73 membahas peternakan, Ayat 78 dan 79 menyebutkan tentang kuasa Allah menghidupkan tulang belulang bisa ditakwilkan sebagai isyarat untuk mengembangkan ilmu fosil, merekonstruksi kerangka binatang, dan manusia purba, ayat 80 membahas adanya zat “hijau-daun” atau klorofil yang menghasilkan Oksigen dan menyerap karbondioksida melalui proses fotosintesis terus menerus.

[menyewa qaRi' (ORang yang membaca al-quR'an), bacakanlah suRat yasin untuk ORang yang akan mati]
http://www.almanhaj.or.id/content/2399/slash/0

  • Menerima pembayaran karena mengajarkannya, meruqyahnya dengan Al-Qur’an, atau lainnya yang manfaatnya terasa sampai orang lainnya, maka terdapat beberapa hadits shahih yang menujukkan dibolehkannya. (Ini) berdasarkan hadits Abu Sa’id yang menerangkan, bahwa beliau mengambil upah berupa kambing, (sebagai) upah dari meruqyah orang yang tersengat (hewan berbisa), yang beliau Radhiyallahu ‘anhu ruqyah dengan menggunakan surat Al-Fatihah.
  • Hadist: “Bacakanlah surat Yasin terhadap orang yang akan mati di antara kalian”. dan “Surat Yasin adalah hati (jantung) Al-Qur’an. Tidak ada seorang pun yang membacanya yang menginginkan Allah dan hari akhirat, kecuali dia akan diampuni dosanya. Dan bacakanlah surat itu terhadap orang yang mati di antara kailan”. Hadits ini sanadnya dhaif (lemah), matannya (isi haditsnya) majhul, dan dalam masalah ini, satupun tidak ada hadits yang shahih.

[yasinan: bid’ah yang dianggap sunnah]
http://muslim.or.id/manhaj-salaf/yasinan-bidah-yang-dianggap-sunnah.html

  • Pahala bacaan (Al-Qur’an) dan hadiah pahala tidak sampai kepada orang yang mati, karena bacaan tersebut bukan dari amal mereka dan bukan usaha mereka.
  • Membaca surat Yasin pada malam tertentu, saat menjelang atau sesudah kematian seseorang tidak pernah dituntunkan oleh syari’at Islam. Bahkan seluruh hadits yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin tidak ada yang sahih sebagaimana ditegaskan oleh Al Imam Ad Daruquthni.

[membaca suRat yaasin]
http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=28242

  • Berkaitan dengan surat yasin, memang ada sejumlah riwayat yang menjelaskan keutamaan surat tersebut serta keutamaan membacanya pada malam hari. Namun demikian hadis-hadis yang menjelaskannya didhaifkan oleh para ulama.

[yasinan (membaca suRat yasin), tahlil dan dO‘a ]
http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=1153

  • Dosa orang yang sudah wafat dapat dihapus serta diringankan siksanya di alam kubur akibat apa yang dikerjakan orang yang masih hidup: [1]. hutang bisa dibayr oleh ahli warisnya, [2]. menghajikan orang yang sudah mati, [3]. Niat pahala puasa untuk orang yang sudah mati, [4]. Sedekah diniatkan pahalanya untuk orang yang sudah mati, maka pahalanya akan sampai kepadanya. [5]. Doa, apalagi terutama yang dipanjatkan oleh anak si mayyit, maka tentu saja diterima oleh Allah.

[hukum tahlil/yasinan pd saat kematian]
http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=557

  • Pada dasarnya memang tidak ada contoh langsung dari Rasulullah SAW tentang tahlilan yang dilakukan terutama dalam kaitannya dengan kematian seseorang. Sehingga melakukan hal itu bukan termasuk anjuran yang dibakukan sebagai bagian dari tata cara ritual kematian.
  • Acara Tahlilan terkait dengan orang meninggal, keluarga mayyit biasanya menyediakan makanan untuk orang-orang yang datang pada upacara tersebut sebagai sedekah. Yang ideal adalah sebagai mana yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Beliau memerintahkan supaya para tetangga memberi atau menyediakan makanan kepada keluarga mayyit.
  • Tahlilan hari pertama, ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100, haul (ulang tahun kematian), dan ke-1000. Ini adalah sisa-sisa agama Animisme, Hindu dan Budha yang dibawa oleh pemeluk agama Islam dari kalangan mereka dan tidak ada contohnya dari Rasul saw.
About these ads

27 Tanggapan to “[FIQH] suRat yasin”

  1. azan Says:

    Assalamualaikum.
    sekedar mengingtkan;
    seorang muslim itu tidak:

    -mudah membid’ahkan (apalagi modal ilmu cetek)
    -menghina dan mengkafirkan sesama muslim
    -hnya mengambil dalil/hujjah dari hadits& alquran saja
    -memecah belah umat
    -mengaku sebagai golongan yg paling benar dan pendapat orang lain salah
    -menghina ulama2 salaf as salih spt imam mahzab, athsar sahabat, tabi’in/tabi’ut tabi’in
    -menyebar fitnah dan berlagak sok
    -mengkopi pendapat2 batil bin batil utk berhujjah
    -berdakwah dengan prasaaan penuh benci, tidak dengan damai hati dan hikmah

    maaf ya, apa antum yakin yasinan itu disebut bid’ah??
    bid’ah yg mana dulu nich? :)

    :: oRiDo™ ::
    makasih banyak untuk masukannya..
    insyaAllah aku mencoba utk tidak seperti itu..

    mengenai yasinan..
    dari beberapa tulisan/artikel yang saya dapatkan..
    hal tersebut memang tidak ada di contohkan oleh Rasulullah SAW.. :)

  2. gbaiquni Says:

    mau tanya ahki…
    kenapa surat Yaasin jadi begitu populer yah…?
    padahalkan masih banyak surat yang lain…

    :: oRiDo™ ::
    hmmm…
    aku juga gak ngerti..
    ntah ada juga pengaruh budaya atau lainnya..

  3. Hilman Says:

    terima kasih kang..jadi baru tahu, nambah ilmu….

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah.. :)

  4. indra kh Says:

    Nuhun kang. Nambih elmu.

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah.. :)

  5. ahsinmuslim Says:

    tambah ilmu, tambah wawasan
    jadi semakin bijaklah kita.

    sukron Akh oRido.

    :: oRiDo™ ::
    insyAllah…
    alhamdulillah.. :)

  6. Muhammad Surya Ikhsanudin Says:

    Assalamu’alaikum ya akhi…..

    di tempat saya ada beberapa pertanyaan berhubungan tentang bid’ah yang belum sempat di jawab oleh saudara saya Rismaka dan beliau mungkin juga saudara antum.

    Ada beberapa pertanyaan yang langsung ditujukan oleh sang kuncen blog, bilamana saudara bisa menjawabnya, saya mohon jawabannya demi kepahaman ummat.

    dan Saya bertanya tentang maksud ucapan Sayyidina Umar ra tentang “Bid’ah yang baik adalah ini” dalam tindakan beliau menyatukan ummat dalam jamaah tarowih

    terima kasih atas kunjungannya ke blog saya

    salam ukhuwah dari saya

    http://gubugsurya.wordpress.com/2008/11/04/pendapat-para-ulama-/

    :: oRiDo™ ::
    saya juga masih belajar dan belajar mengenai islam..
    insyaAllah saya mampir..

  7. namada Says:

    baca dulu… :)

    :: oRiDo™ ::
    semoga berguna.. :)

  8. yudios Says:

    saya belum membaca semuanya, tulisan orido.
    belum bisa memberikan komentar yang pasti…

    :: oRiDo™ ::
    yang pasti sudah berkomentar ;-)
    semoga berguna..

  9. emfajar Says:

    makin bertambah nih wawasan saya..

    makasih kang..

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah.. :)

  10. Rindu Says:

    surat Yassin adalah bacaan wajib saya setelah duha … dan dijamin semua lancar hari ini, dan ALLAH tidak pernah ingkar janji. iya kan kang?

    :: oRiDo™ ::
    kita sebagai hambaNYA harus yakin akan janji-janji Allah SWT..
    insyaAllah..

  11. esha di birulangit Says:

    Kalau ada riwayat yang mengisahkan nabi menikahi aisyah usia 9 tahun,itu gimana mas?hadistnya seperti apa…?apakah itu hadits lemah atau nggak….?ditunggu artikelnya soal ini…

    :: oRiDo™ ::
    hmmmm…
    sepertinya aku memilih utk tidak membahas hal tersebut deh…
    paling ntar jd nya menjelek2an…

  12. yakhanu Says:

    makasih pencerahan nya..

    blog religi yang selalu di hati..

    salam

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…

  13. achoey Says:

    Subhanalloh akhi
    daku jadi tahu mana hadis dhoif mana hadis palsu
    jazakalloh ya!

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    aku juga sambil blajar nih…
    yuks sama2 blajar dan beramal.. :)

  14. hmcahyo Says:

    seepp.. keep sharing ya :D

    :: oRiDo™ ::
    insyaAllah…
    mudah2n selalu diberi kelancaran dan kemudahan.. :)

  15. Nin Says:

    Masalahnya pembacaan yasin setiap malam jum’at sudah mengakar di masyarakat kita.
    Kalau kita tiba-tiba datang dan mengatakan: Yasinan itu bid’ah loh…
    Mereka tidak akan menoleh pada kita dan tak amau lagi mendengarkan perkataan kita.
    Jadi, untuk mendekati mereka, kita masuk dulu ke dalam yasinan ini, dan mulai mengubah cara berpikir mereka…..
    Niatkan saja untuk dakwah… Dan saat membaca surah yasinnya, niatkan untuk membaca al-qur’an tanpa maksud mengkhusus-khususkan….
    Begitu kan Pak?

    :: oRiDo™ ::
    itu lah kondisi saat ini..
    mari kita mulai setidaknya dari dirisendiri dulu..
    untuk melakukan perubahan, tidak bisa semudah membalikkan tangan, betul sekali Bu.. kita ubah dengan secara perlahan, gak perlu dengan tegas2.. yang penting isi nya tersampaikan.. step by step.. insyaAllah.. ;-)

    betul Bu, yang penting niat nya kita perbaiki..

  16. Rita Says:

    Mengenai yasin seharusnya gimana yaa…..
    sehubungan Selama ini surah tersebut sering jadi wajib baca di moment2 tertentu… sebaiknya gimana???
    mengenai tahlilan, wah amat berat tuk meluruskannya setau saya diamanpun dipelosok bumi ini merasa wajib melakukan tahlilan, tentu dgn membaca yasin sebagai penghiburnya….

    :: oRiDo™ ::
    seperti komen nya Bu Nin..
    kita ikut tetapi justru dengan niat memperbaiki..
    jadi secara perlahan ikuti acara, dan perlahan kita beritahu benar/salah nya..
    dari kecil menjadi besar..
    insyaAllah ;-)

  17. mahabbahtedja Says:

    akhy…
    lebih ahsan antum menuliskan shalawat Rasulullah shalallahu ‘alahi wa salam dengan tidak menyingkatnya (SAW red).
    antum tulis lengkap, insya Allah akan memperindah dan mendatangkan berkah pada tulisan-tulisan serta diri antum.

    :: oRiDo™ ::
    makasih banyak utk masukannya..
    insyaAllah diperbaiki..
    jazakallah akhy.. :)

  18. Ajaran Says:

    Kaidah fikih itu suatu rumus umum terkait dengan suatu bab fikih tertentu, misalnya adalah kaidah, “kullu maa hurrima ‘alal ‘ibaadi fa bai’uhuu haraam”, segala sesuatu yg diharamkan maka diharamkan jual-belinya juga.

    Sedangkan ushul fiqh itu adalah ilmu tentang kaidah-kaidah istinbath, mencakup pembahasan mengenai dalil, kaidah-kaidah bahhasa dlm memahami dalil, kaidah-kaidah kompromi, kaidah tarjih, dll.

    :: oRiDo™ ::
    jzkllh akhi utk info nya.. :)

  19. hanafi Says:

    Assalamualaikum mas… Semoga mas Rido selalu dipenuhi dengan Rahmat….
    Maaf mas sebelumnya.. Blog ini syarat akan ilmu..
    cuma ada yang mengganggu pikiran saya setelah membaca artikel ini.. maaf sebelumnya..
    Bahwa dalam kita menyampaikan sesuatu jika kita belum cukup ilmu kita tidak bisa berhujjah bahwa sesuatu itu halal, haram, sesat, bid’ah dan lain sebagainya. Karena dasar dan pemahaman ilmu agama kita yang masih sedikit. Kita tidak bisa berhujjah.. Yang berhak berhujjah adalah seorang imam yang paham hadits beserta hukum sanad dan hukum matannya.
    Bahkan kepahaman imam akan hadits sudah diakui oleh para imam yang lain. Untuk diketahui saja para imam mahdzab mereka bisa berhujah karena mereka paham beratus-ratus ribu bahkan berjuta hadits. contohnya imam Ahmad bin hanbal yang hapal 1 juta hadits beserta hukum sanad dan hukum matannya. Sedangkan satu hadits jika ditulis beserta sanadnya bisa mencapai dua halaman penuh bahkan lebih. Kita tidak bisa berhujjah berdasarkan apa yang kita baca dari buku, majalah, artikel atau apapun karena dalilnya lemah. Para imam, mereka belajar hadits dari gurunya langsung dan gurunya belajar hadits juga dari gurunya terus sampai ke tabiut tabiin, tabiin, sahabat, hingga ke Rasul.

    Setahu saya dan apa yang saya pahami bahwa buku tidak bisa dijadikan dalil untuk kita berfatwa. “Seorang periwayat mengatakan hadits ini dhoif, maka muncul mereka ini memberi fatwa bahwa hadits itu munkar, darimanakah ilmu mereka?, apa yang mereka fahami dari ilmu hadits?, hanya menukil nukil dari beberapa buku saja lalu mereka sudah
    berani berfatwa, apalagi bila mereka yang hanya menukil dari buku buku terjemah,
    memang boleh boleh saja dijadikan tambahan pengetahuan, namun buku terjemah ini
    sangat dhoif bila untuk dijadikan dalil.
    Saudara yang kumuliakan, kita tak bisa berfatwa dengan buku buku, karena
    buku tak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu,
    bukanlah berarti kita tak boleh membaca buku, namun maksud saya bahwa buku yang
    ada zaman sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa-
    fatwa Imam Imam terdahulu, terlebih lagi apabila yang dijadikan rujukan untuk
    merubuhkan fatwa para imam adalah buku terjemahan.
    Sungguh buku buku terjemahan itu telah terperangkap dengan pemahaman si
    penerjemah, maka bila kita bicara misalnya terjemahan Musnad Imam Ahmad bin
    Hanbal, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal ini hafal 1 juta hadits, lalu berapa luas
    pemahaman si penerjemah yang ingin menerjemahkan keluasan ilmu Imam Ahmad
    dalam terjemahannya?

    Wahai saudaraku ketahuilah, bahwa hukum hadits dan Ilmu hadits itu tak ada di zaman
    Rasulullah saw, ilmu hadits itu adalah Bid’ah hasanah, baru ada sejak Tabi’in, mereka
    membuat syarat perawi hadits, mereka membuat kategori periwayat yang hilang dan
    tak dikenal, namun mereka sangat berhati hati karena mereka mengerti hukum, bila
    mereka salah walau satu huruf saja, mereka bisa menjebak ummat hingga akhir zaman
    dalam kekufuran, maka tak sembarang orang menjadi muhaddits, lain dengan mereka
    ini yang dengan ringan saja melecehkan hadits Rasulullah saw…”

    Sahabat-sahabat nabi, yang merupakan orang-orang pilihan dan telah dijamin surga, jika ditanya mengenai suatu masalah agama, maka mereka tidak berani berfatwa. Bagi mereka lebih baik yang paham dan alim saja yang menjawabnya. mereka takut sekali untuk menjawab suatu hukum agama. Sebaliknya mereka lebih giat dan saling berlomba-lomba untuk beramal agama.

    wallaahu ‘alam..

    Kurang lebih begitu mas… saran saya lebih baik kita cari yang aman-aman saja.. katanya mau menyatukan ummat… iya kan..? Ohya terima kasih banyak atas kunjungan nya ke blog saya.. :)
    Barokallahu …

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    makasih banyak mas Hanafi..
    saya juga sebenarnya sebelumnya berat utk mengangkat masalah hadist lemah, tapi karena niatnya ingin memperbaiki umat yang mungkin tidak sadar akan kesalahan yang terjadi.. akhirnya saya posting juga..
    itu pun isi dari postingan ini adalah rangkuman dari berbagai artikel yang saya dapatkan..

    sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak untuk masukannya..
    insyaAllah cukup satu ini aja postingan saya yg membahas hadist lemah.. :|

  20. Muhammad Yusuf Says:

    Shallu ‘ala Nabiiy !

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Alhamdulillah blog ini bagus , karena semakin banyak para pendakwah dan para Tentara Allah yang hadir di sini.

    Saya lebih berpendapat kepada Artikel dari Akhina Hanafi. memang banyak orang yang berani menyalahkan para Imam terdahulu yang ilmu para Imam tersebut bagaikan lautan, sedangkan mereka hanya mempunyai setetes ilmu(dan sanadnya tidak jelas) sudah berani berhujjah. dan menyalahi hujjah para Imam. sesungguhnya yang bid’ah itu mereka, di jaman para Imam tidak ada yang berani menyalahi hujjah Imam-Imam Ahlussunah wal jama’ah.

    afwan, kiranya yang punya blog ini lebih berhati-hati dalam memuat artikle semacam ini.
    dan semoga blog ini selalu diberi Rahmat dan Hidayah oleh ALLAH.

    salam cinta dan mahhabah dari saya “Sang Samudera Dosa”,
    Muhammad Yusuf Tebet
    http://www.cupitebet.co.cc

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    insyaAllah.. saya akan lebih berhati2 dalam posting artikel..
    makasih banyak..

  21. Rozy Says:

    Alhamdulillah…Postingan ini telah menghadirkan Jawaban dari Mas Hanafi yang mencerahkan..[maksud saya, jawaban Mas Hanafi itulah yg menjelas kedudukan sebenarnya dan mencerahkan :) ]

    :: oRiDo™ ::
    iya mas..
    insyaAllah akan saya perbaiki.. :)

  22. ghani arasyid Says:

    Tetaplah semangat, akhy… :)
    Saya juga dalam tahapan memberi petunjuk pada orang tua…
    Karena mereka masih sangat fanatik dengan hal-hal yang semacam ini.
    Dan saya baru saja belajar tentang hal-hal yang seperti ini.
    Jadi harus pelan-pelan, agar mereka bisa memahami…

    Barakallahu fiykum.

    :: oRiDo™ ::
    jzklh akhi..
    yuks sama2 semangat.. :)

  23. Sadayana Says:

    Wah kalo buku dianggap gak mumpuni untuk diambil ilmunya jadi apa artinya pepatah yg mengatakan “buku adalah jendela dunia” mas hanafi.

    :: oRiDo™ ::
    dalam islam, kita dianjurkan utk memiliki guru/ustadz sebagai orang yang dapat membimbing kita, sehingga tidak salah dalam melangkah..
    guru/ustadz dapat kita ajak diskusi, sedangkan buku pemahamanya tergantung intepretasi masing2 sehingga tidak ada yg mengkoreksi..
    buku memang jendela dunia… tapi pengalaman (baca: ustadz) adalah guru yang terbaik.. ;-)

  24. masagus Says:

    mampir mas, wah blognya isinya yahud buat pencerahan.. hehe :)

    :: oRiDo™ ::
    alhamdulillah…
    semoga berguna.. :)

  25. Samin Says:

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    maaf mas saya ikut mampir, terlanjur mampir saya berharaf dapat kopi tubruknya untuk minum karena hidup hanya mampir ngombe.
    saya mengamati kenapa pada setiap kelompok warga baru (utamanya di perumahan) kalau ada yang paling agak bisa do’a terus ditunjuk sebagai imam, terus diikuti apa yang dilakukannya, termasuk yasinan tahlilan ya sholatnya pokoknya sebagai panutan.
    kebingungan saya, karena saya seorang kontraktor (biasa kontrak sana kontrak sini) setiap menempati tempat yang baru pasti menemui imam yang baru (ditempat itu) yang menjadi pertanyaan siapakah yang berhak memberikan gelar imam ini ya pak. atau ini yang menjadi akar dari banyak ragamnya soal ibadah ini ya pak ???
    pusing aku pakkkk!!!!! tolong ya pak !!!!!!

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    semua kembali pada diri kita masing2..
    bagaimana kita menyikapi dan menghadapi hal tersebut..
    yang utama perlu dilakukan adalah memahami dasar ilmu dari permasalahan yang kita hadapi, setelah itu setelah kita tahu letak salah-benarnya, barulah kita mencoba utk memperbaiki. Alangkah lebih baiknya jika perbaikan yang kita usahakan tidak dengan frontal.. tapi usahakan secara perlahan, ikuti untuk merubah secara perlahan.. ;-)

    sama pak..
    saya juga kontraktor… heheheh…

  26. azan Says:

    @admin

    admin said:
    mengenai yasinan..
    dari beberapa tulisan/artikel yang saya dapatkan..
    hal tersebut memang tidak ada di contohkan oleh Rasulullah SAW..

    Saya jawaB:
    Nah, ketahuan anda belajar agama dari artikel di internet yg nggak bisa dipertanggungjwabkan kebenarannya.

    Sebaiknya anda belajar agama secara talaqqi. Jangan mengambil kesimpulan sendiri. OK??

    Sebaiknya tul;isan ini diklarifikasi.Dan ingat, jangan lagi membahas masalah halal-haram-bid’ah, masalah fiqih, sebelum anda benar2 faham agama.

    Maaf.

  27. oRiDo™ Says:

    untuk semua yang telah berkomentar pada artikel tentang surat yasin ini…

    jzklh utk masukannya…
    isi dari blog ini adalah referensi dari berbagai artikel dari internet..
    sampai saat ini, salah satu cara saya belajar lebih mengenai islam adalah dengan melalui artikel dari internet, selain itu tentunya melalui diskusi dengan teman..
    insyaAllah dari pemahaman yang saya miliki saya mencoba utk TIDAK MAEN ASAL COMOT artikel..
    ada beberapa situs yang memang menjadi pegangan buat saya..
    jika memang mas Azan (dan yang lainnya) memiliki referensi situs yang lebih dapat di pertanggungjawabkan isinya, dengan senang hati saya akan terima..
    oleh karena itu saya selalu mengharapkan masukan seperti yang mas Azan (dan yang lainnya) lakukan …
    saya cuma sedang belajar.. dan yang saya pelajari, saya coba sharing dengan orang lain, tentu dengan harapan selain dapat berguna juga tidak hanya utk diri sendiri, saya juga selalu mengharapkan ada masukan, saran kritik dan lain sebagainya .. selama hal tersebut berdasar pada Al-Qur’an dan Sunnah.. insyaAllah saya akan perbaiki…

    terimakasih atas masukan dan kritik dari teman2..

    dengan demikian.. agar tidak memperpanjang masalah ini yang saya rasa sudah cukup clear… maka komentar pada artikel ini saya tutup..


Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 440 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: