[DOA] adab membaca al-quR’an + cara menghafal Qur’an

“Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?”
[QS. Al Waaqi'ah, 56 : 77-81]

Setelah membaca Qur’an , bacalah doa berikut:


اللهم ارحمنى بالقرأن واجعله لى إماما و نـورا و هدى ورحـمة. اللهم ذكرنى منه ما نسـيت وعلمني منه ما جهلت وارزقنى تلاوته أناء الليل و أطراف النهار واجعله لى حجة يا رب العالمـين

“Allahummar hamnii bil qur’aan waj’alhu lii imaamaaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah. Allahumma dzakkirnii minhumaa nasiita wa ‘alimna minhuma jahiltu wardzuknii tilaawatahu anaa allayli wa athraafan nahaari waj’alhulii hujjatallana laa hujjata yaa rabbil ‘aalamiin..”


“Ya Allah, rahmatilah aku dengan (barakah) Al-Quran. Jadikanlah ia pimpinan bagiku, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku dengan (melalui) Al-Quran apa-apa yang aku terlupa; ajarkan kepadaku melaluinya apa-apa yang aku tidak tahu; berilah aku kefahaman dari pembacaannya pada waktu malam dan tepian siang. Jadikanlah dia bagiku hujjah, Ya Tuhan semesta alam.” (H.R. Abu mansyur dari Abi Dzar )

Adab Membaca Quran
1.Disunnahkan berwudhu
2.Menghadap kiblat
3.Ada sikap penghormatan hati untuk :
a.Mengagungkan dan memuliakan Al-Quran,
b.Membenarkan dan meyakini
c.dan berniat mengamalkan Al-Quran
d.berniat untuk menyampaikan/mengajarkan lagi kepada orang lain
4.Memilih tempat yang bersih
5.Disunnahkan membaca Ta’awwudz pada permulaan bacaan.
Firman Allah :


فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (Q.S. An-Nahl : 98)
6.Sebagaimana memulai setiap perkataan dan perbuatan yang baik yang lain, maka memulai membaca Al-Quran pun dengan membaca Basmallah.
7.Sabda Nabi SAW :


كل أمر لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمـن الرحـيم فهو أجذم

Setiap perkara (amalan) yang tidak dimulai dengan membaca Bismillahirrahmanirrahiim, maka terputus berkahnya (bagaikan anggota badan yang terkena kusta) (H.R. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Mardawaih)
8.Membaca dengan tartil dan tajwid yang benar
9.Berusaha untuk menangis atau pura-pura menangis
10.Membaca dengan suara merdu
11.Boleh membaca jahar (dikeraskan) tetapi lebih baik dipelankan (terdengar oleh sendiri)
12.Memenuhi hak-hak Al-Quran
13.Tidak memotong bacaan dengan kegiatan lain
14.Al-Quran ditaruh di tempat yang dialas tinggi
15.Tidak menjadikan Al-Quran untuk bantal

Postingan artikel terkait:
[scReen saveR back to al-quR'an and hadith]
[scReen saveR al-quR'an]

Links:
[kewajiban membaca al-quRan]
http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/44acc11d.htm

  • Membaca Al-Quran Al-Kariem merupakan kewajiban tiap muslim, paling tidak di dalam shalat. Yaitu surat Al-Fatihah yang wajib dibaca saat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu.
  • Dalil/perintah untuk membaca Al-Quran: “..Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan..” [QS Al-Muzzammil: 1-4], “..Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab dan dirikanlah shalat..” [QS Al-Ankabut: 45], “..karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an..” [QS Al-Muzzammil: 20], “..Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu..” [Al-Qiyamah:17-18], “..Barang siapa membaca satu huruf dari Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat..” [HR Tirimizy dan Baihaqi].
  • Bila terjemahan Al-Quran itu dibaca, tidak mendatangkan pahala secara khusus. Berbeda dengan teks aslinya dalam bahasa Arab yang mendatangkan pahala.

[al-quR’an beRbicaRa tentang al-quR’an]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=204

  • Penjelasan keagungan dan kemuliaan Al-Qur’an: [1]. Al-Qur’an Merupakan Obat dan Rahmat [QS. 17:82], [2]. Al-Qur’an adalah Petunjuk dan Cahaya [QS. 5:16], [3]. Al-Qur’an Merupakan Kabar Gembira bagi Orang-Orang Beriman [QS. 17:9], [4]. Al-Qur’an Merupakan Hikmah yang Amat Agung [QS. 3:58], [5].Al-Qur’an Merupakan Peringatan dan Pelajaran [QS. 50:45, 10:57], [6]. Al-Qur’an adalah Ruh dan Kehidupan, [7]. Al-Qur’an Merupakan Samudra Ilmu Pengetahuan dan Penjelasan [QS. 6:38, 18:54, 16:89] [8]. Allah Telah Bersumpah dengan Al-Qur’an dan Menyifatinya dengan Kemuliaan [QS. 50:1, 47:24].
  • Keutamaan Mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya: “Orang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Al-Bukhari).
  • Keutamaan Membaca Al-Qur’an: QS. 35:29, “Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, sesung-guhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi yang membacanya.” (HR. Muslim), “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka dia bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata serta ia mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih).
  • Rasulullah juga bersabda tentang orang yang tidak pernah membaca Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak terdapat sesuatu dari Al-Qur’an, ibarat rumah kosong dan rusak.” (HR. At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hasan Shahih”).
  • Adab-Adab Membaca Al-Qur’an: [1]. semata-mata karena Allah, [2]. Bersuci dan bersiwak sebelum membaca Al-Qur’an, [3]. Jangan membaca Al-Qur’an di tempat-tempat kotor, seperti kamar mandi/tempat wudhu dan jangan membacanya dalam keadaan junub, [4]. Memulai membaca-nya mengucap ta’awudz, [5]. Membaca basmallah pada setiap permulaan surat, kecuali surat At-Taubah, [6]. Membaguskan bacaan sesuai kemampuan, [7]. Bersujud ketika melewati ayat-ayat Sajadah, [8]. Menghentikan bacaan ketika keluar angin, dan merasa ngantuk, [9]. Membaca dengan tartil dengan memperhatikan hukum-hukum tajwid, [10]. Membaca Al-Qur’an dengan niat untuk mengamalkannya, [11]. Disunnahkan bagi yang membaca Al-Qur’an, ketika melewati ayat-ayat tentang rahmat supaya memohonnya kepada Allah, dan berlindung kepada-Nya tatkala melewati ayat-ayat adzab.
  • Bentuk sikap menjauhi Al-Qur’an, di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayim: 1. Tidak mau mendengarkan, meng-imani dan perhatian terhadapnya, 2. Tidak mau mengamalkannya, dan tidak menerima apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkan, 3. Tidak mau berhukum dan memu-tuskan perkara dengannya, baik dalam masalah ushul (pokok) agama maupun cabang-cabangnya, 4. Tidak mau mentadaburi, memahami serta mempelajari Al-Qur’an, 5. Tidak mau mempergunakannya sebagai penyembuh dan obat bagi berbagai penyakit hati.

[adab teRhadap al-quRan]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=77

  • Setiap muslim harus meyakini kesucian Kalam Allah, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). Al-Qur’anul Karim itu Kalam Allah yang di dalamnya tidak ada kebatilan. Al-Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta’ala.
  • Wajib bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur’an dan meng-haramkan apa yang diharamkannya. Diwajibkan pula beradab dengannya dan berakhlaq terhadapnya.
  • Adab-adab membaca Al-Qur’an: [1] Membacanya dalam keadaan yang sempurna, suci dari najis, dan dengan duduk yang sopan dan tenang. [2] Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca. [3] Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’. [4] Agar membaguskan suara di dalam membacanya. [5] Dimulai dengan Isti’adzah. [6] Berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang dibaca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalamnya. [7] Tidak mengganggu orang yang sedang shalat, tidak perlu membacanya dengan suara yang keras. Bacalah dengan suara yang lirih atau dalam hati secara khusyu’. [8] Jika ada yang membaca Al-Qur’an, maka dengarkanlah bacaannya itu dengan tenang. [9] Membaca Al-Qur’an dengan saling bergantian. [10] Berdo’a setelah membaca Al-Qur’an.
  • Setiap orang Islam wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya, serta dipelajari ayat-ayatnya, dipahami dan dilaksanakan sebagai konsekuensi kita beriman ke-pada Al-Qur’an. (Abu Habiburrahman)

[disunnahkan mempeRbanyak membaca al-quR'an]
http://www.almanhaj.or.id/content/566/slash/0

  • Allah telah menurunkan Al-Qur’an untuk diimani, dipelajari, dibaca, ditadabburi, diamalkan, dijadikan sandaran hukum, dijadikan rujukan dan untuk dijadikan obat dari berbagai penyakit dan kotoran hati serta untuk hikmah-hikmah lain yang Allah kehendaki dari penurunannya.
  • Hendaknya seorang hamba bertakwa kepada Allah dalam (rangka menyelamatkan) dirinya dan hendaknya dia berkemauan keras untuk mengambil manfaat dari Al-Qur’an dalam segala hal.
  • Membaca Al-Qur’an disyari’atkan dan disunnahkan memperbanyak membacanya serta mengkhatamkannya sebulan sekali, namun ini tidak wajib.

[ta'awudz dan basmalah tidak peRlu untuk membaca al-quR'an??]
http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/448b5758.htm

  • Membaca ta’awwudz yaitu lafadz a’udzu billahi minasysyaithanirrajim adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada setiap kali kita membaca Al-Quran.
  • Sama sekali tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa masing-masing juz itu terkait dengan tanggal kelahiran seseorang. para shahabat hingga para tabi’in dan para pengikut mereka yang shalih sepanjang zaman tidak pernah mengaitkan urutan juz dalam Al-Quran dengan tanggal kelahiran seseorang. Perbuatan ini tidak lebih dari bid’ah yang dibuat-buat oleh para zindiq yang bertujuan mengacaukan ilmu Al-Quran. Dan hanya orang awam saja yang akan tertipu dengan pola pembagian juz Al-Quran dengan menggunakan tanggal kelahiran.

[meRenungkan isi al-quR'an]
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=319

  • Merenungkan makna al-Qur’an pada prinsipnya adalah dengan cara mentadabburi dan memikirkannya. Seorang yang bagus bacaannya adalah apabila hatinya telah melunak dengan kalam Rabbnya, konsentrasi dalam mendengarkan dan menghadirkan segenap hati terhadap makna-makna sifat dari Dzat yang berbicara kepadanya, memperhatikan kekuasaan Nya, meninggalkan ketergantungan terhadap pengetahuan dan akalnya, melepas segala rasa keberdayaan dan kekuatan diri, mengagungkan Dzat yang berfirman kepadanya, merasa hina dengan kemampuan pemahaman nya.
  • Selayaknya seseorang yang membaca al-Qur’an mengetahui bahwa dirinya adalah yang sedang menjadi obyek sasaran dari pembicaraan al-Qur’an itu, dan dirinyalah yang mendapat ancaman. Dan kisah-kisah yang ada memberikan pelajaran. Maka ketika itu dia membaca al-Qur’an seperti membaca nya seorang budak, dan dirinya sedang menjadi sasaran dari tulisan tuannya. Maka hendaklah dia merenungkan al-Kitab dan mengamal kan apa yang menjadi tuntutannya.
  • Merupakan kewajiban bagi siapa saja -yang dikhususkan oleh Allah dengan menghafal al-Qur’an- agar membaca dengan bacaan yang sebenarnya (haqqa tilawatih), mentadabburi dengan hakikat ibrah dan pelajarannya, memahami segela keistimewaannya dan mencari tahu apa yang asing baginya. [Al-Imam al-Qurthubi]
  • Hendaknya dibaca dengan tenang, pelan-pelan dan tartil, dan merupakan kemuliaan al-Qur’an hendaknya (dalam membaca) dengan mencurahkan ingatan dan segenap pemahaman sehingga dapat mencerna apa yang difirmankan itu. Termasuk memuliakan al-Qur’an juga hendaknya berhenti pada ayat-ayat janji (wa’d) dan berharap kepada Allah subhanahu wata’ala serta memohon keutamaan dari-Nya, berhenti pada ayat ancaman (wa’id) dan memohon perlindungan kepada Allah darinya. [Al-Hakim at-Tirmidzi]
  • Apabila membaca al-Qur’an dengan tafakkur sehingga tatkala melewati ayat yang dia (pembaca) butuh terhadap ayat itu untuk mengobati hatinya, maka hendaknya dia mengulang-ulang ayat itu. Karena membaca satu ayat dengan tafakkur dan pemahaman, lebih baik daripada menghatamkan bacaan dengan tanpa tadabbur dan pemahaman. Dan juga lebih bermanfaat bagi hati, lebih dapat menghantarkan kepada tercapainya kesempurnaan iman serta rasa manisnya al-Qur’an.[Imam Ibnul Qayyim]
  • Kriteria minimal tartil adalah dengan meninggalkan ketergesaan dalam membaca al-Qur’an, dan yang sempurna adalah tartil di dalam membaca, merenungi ayat-ayat itu, memahaminya, serta mengambil pelajaran darinya meskipun sedikit di dalam membaca, dan ini lebih baik daripada terus membaca dengan tanpa pemahaman sama sekali. [Ibnu Muflih]
  • Seseorang yang membaca al-Qur’an hendaknya memperbagus suaranya dan membacanya dengan rasa takut dan dengan tadabbur. [Imam Ahmad bin Hanbal]
  • Hendaknya hati sibuk memikirkan makna-makna ayat yang dilafazhkan, sehingga mengetahui masing masing ayat, lalu merenungkan perintah-perintah dan larangan-larangannya, serta berkeyakinan untuk menerima itu semua. Jika pada masa lalu ia termasuk orang yang tidak perhatian terhadap masalah itu, maka dia meminta ampun dan beristighfar, jika melewati ayat rahmat maka dia gembira dan memohonnya, atau melewati ayat adzab maka merasa takut dan meminta perlidungan, atau melewati ayat tentang penyucian atau tasbih kepada Allah subhanahu wata’ala,ƒnmaka hendak nya menyucikan dan mengagungkan-Nya, atau melewati ayat yang berisikan doa, hendaknya merendah diri dan memintanya. [Imam as-Suyuthim]
  • Dalam membaca al-Qur’an hendaknya menjadikan makna sebagai tujuan, sedangkan lafazh sebagai sarana untuk memahami makna, maka hendaknya melihat kepada siyaqul kalam (arah pembicaraan) serta kepada siapa pembicaraan itu ditujukan, lalu mempertemukan antara yang dia baca itu dengan pendapatnya dalam ayat yang lainnya. Dan hedaknya dia mengetahui bahwa al-Qur’an ditujukan untuk memberi petunjuk kepada seluruh manusia. Jika seorang memang telah mencurahkan seluruh perhatian dalam mentadabburi dan memahami Al-Qur’an maka Allah swt akan memuliakan hamba-Nya, dan Allah swt tentu akan membukakan ilmu-Nya berupa hal-hal yang tadinya tidak mampu dia usahakan. [al-’Allamah as-Sa'di]

[tidak taRtil dalam membaca al-quRan, bOlehkah?]
http://salam-online.web.id/2007/07/22/tidak-tartil-dalam-membaca-al-quran-bolehkah.html

  • Dalam membaca al-Qur’an disunnahkan membacanya dengan tartil, yaitu pelan dan membaguskan bacaannya (sesuai tuntunan tajwid) serta bertadabbur (mengangan-angan maknanya) dalam hati akan isi setiap ayat yang dibaca. [QS. Al-Muzammil:4], [QS. Shad:27].
  • Apabila kurang fasih membacanya, atau sering salah melafalkan dengan tanpa sengaja, maka hukumnya tidak apa-apa. Namun bukan berarti boleh terus membaca apa adanya. Anda harus berlatih terus demi meningkatkan kemampuan membaca, sampai akhirnya bisa fasih sesuai dengan tuntunan tajwid. Karena kesalahan membaca (hurufnya dan panjang-pendeknya) tentu akan merubah makna dan tujuan yang tersirat. Juga hendaknya tidak melupakan hal lain yang paling urgen dalam membaca al-Qur’an yaitu bertadabbur (mengangan-angan) akan makna dan maksud setiap ayat.

[hukum tidak membaca al-quR'an]
http://www.almanhaj.or.id/content/2149/slash/0

  • Disunnahkan bagi seorang mukmin dan mukminah untuk memperbanyak bacaan terhadap Kitabullah disertai dengan tadabur dan pemahaman, baik melalui mushaf ataupun hafalan.
  • Agar memperbanyak bacaan Al-Qur’an dengan cara mentadabburi, memahami dan berbuat ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala disertai tujuan untuk mendapatkan faedah dan ilmu. Dan, hendaknya pula dapat mengkhatamkannya setiap bulan sekali dan bila ada keluangan, maka lebih sedikit dari itu lagi sebab yang demikian itulah kebaikan yang banyak. Boleh mengkhatamkannya kurang dari seminggu sekali dan yang utama agar tidak mengkhatamkannya kurang dari tiga hari sekali karena hal seperti itu yang sesuai dengan petunjuk Nabi SAW kepada Abdullah bin Amr bin Al-Ash dan karena membacanya kurang dari tiga hari akan menyebabkan keterburu-buruan dan tidak dapat mentadabburinya.
  • Tidak boleh membacanya dari mushaf kecuali dalam kondisi suci, sedangkan bila membacanya secara hafalan (di luar kepala) maka tidak apa-apa sekalipun tidak dalam kondisi berwudhu’./

[beRusahalah untuk mempeRbaiki bacaan al-quR'an]
http://www.almanhaj.or.id/content/1410/slash/0

  • Berusahalah untuk memperbaiki bacaanmu dengan cara belajar kepada salah seorang ahli Al-Qur’an (Al-Qura) yang sudah mu’tabar (dianggap keberadaannya) dan perbanyaklah membaca apa-apa yang telah engkau kuasai.

[wajib sungguh-sungguh dalam mengeluaRkan semua huRuf dari makhRajnya]
http://www.almanhaj.or.id/content/1403/slash/0

  • Wajib bagi orang yang tidak mampu melafalkan [dhadh] dari makhrajnya berusaha semaksimal mungkin dan mengerahkan kemampuannya untuk melatih lidah melafalkan [dhadh] dari makhrajnya dan mengucapkannya dengan ucapan yang benar. Bila ia tetap tidak mampu padahal sudah berusaha semampunya, maka dia itu dimaafkan dan tidak ada kewajiban. Kecuali mengucapkan sesuai kemampuannya.

[bisakah mengaji lewat mp3 playeR?]
http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/4456f9e2.htm

  • Yang lebih penting dari Al-Quran itu bukan semata-mata kemampuan kita mengejanya, melainkan mampu membunyikannya dengan benar, sesuai dengan hak masing-masing huruf. Seseorang mampu membaca Al-Quran tanpa mengeja, berarti dia hafal Al-Quran. Dan hal itu tentu lebih utama dari sekedar mampu mengeja hurufnya semata.
  • Memang tidak salah bila anda memanfaatkan MP3 player untuk belajar Al-Quran, tapi ketahuilah bahwa masih ada satu fungsi mendasar yang belum bisa dicover olehnya. Yaitu fungsi untuk mengevaluasi atau membetulkan bacaan si murid. Padahal fungsi ini sangat vital dan tidak mungkin ditinggalkan.

[peRbaikilah niat anda dan peRbanyaklah membaca al-quR'an]
http://www.almanhaj.or.id/content/1038/slash/0

  • Obat lupa dalam menghapal Qur’an: Perbaiki niat anda dalam membaca Al-Qur’an. Jika telah hafal satu surat, maka seringlah membaca dan mengulang-ngulangnya sampai mantap dan kuat, jangan pindah ke surat lain, kecuali bila engkau sudah menghafalnya dengan itqan (mantap).

[membaca al-quR'an bagi wanita haid]
http://www.almanhaj.or.id/content/902/slash/0

  • Yang lebih utama bagi seorang wanita haidh adalah tidak membaca Al-Qur’an kecuali jika hal itu dibutuhkan, seperti seorang guru wanita atau seorang pelajar putri atau situasi-situasi lain yang serupa dengan guru dan pelajar itu.

[hukum membaca al-quR'an bagi yang sedang junub]
http://www.almanhaj.or.id/content/931/slash/0

  • Tidak boleh bagi orang yang sedang junub untuk membaca Al-Qur’an sebelum ia mandi junub, baik dengan cara melihat Al-Qur’an ataupun yang sudah dihafalnya. Dan tidak boleh baginya membaca Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci yang sempurna, yaitu suci dari hadats yang paling besar sampai hadats yang paling kecil.
  • Tidak diharamkan bagi orang yang sedang junub atau sedang haidh atau yang tidak berwudhu untuk menyentuh buku atau majalah yang didalamnya terdapat ayat-ayat Al-Qur’an , karena buku-buku dan majalah-majalah itu bukan Al-Qur’an.

[seyOgyanya menjaga hafalan al-quR'an sehingga tidak lupa]
http://www.almanhaj.or.id/content/779/slash/0

  • Tidak selayaknya seorang hafizh lalai dari membacanya dan tidak maksimal dalam menjaganya. Seyogyanya dia mempunyai wirid (muraja’ah) harian agar dapat menghindari dari lupa sambil mengharap pahala dan mengambil pelajaran hukum-hukumnya, baik yang berupa aqidah maupun amalan. Namun orang yang hafal sedikit dari Al-Qur’an lalu lupa, karena banyak kesibukan atau karena lalai, maka dia tidak berdosa. Adapun hadits yang mengandung ancaman bagi orang yang menghafal kemudian lupa, tidak benar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[hukum mengucapkan shadaqallahul azhim ketika selesai membaca al-quR'an]
http://www.almanhaj.or.id/content/1862/slash/0

  • Ucapan, “Shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al Qur’an adalah bid’ah, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya, demikian juga para khulafa’ur rasyidin, seluruh sahabat radhiyallaHu ‘anHum dan imam para salafus shalih, padahal mereka banyak membaca Al Qur’an, sangat memelihara dan mengetahui benar masalahnya. Jadi, mengucapkannya dan mendawamkan pengucapannya setiap kali selesai membaca Al Qur’an adalah perbuatan bid’ah yang diada – adakan.

[hukum membaca al-quR'an beRsama-sama, membagi bacaan al-quR'an untuk ORang-ORang yang hadiR]
http://www.almanhaj.or.id/content/1958/slash/0

  • Pada dasarnya membaca Al-Qur’an haruslah dengan tatacara sebagaimana Rasullah SAW mencontohkannya bersama para shahabat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada satupun riwayat dari beliau dan para shabatnya bahwa mereka membacanya dengan cara bersama-sama dengan satu suara. Akan tetapi mereka membacanya sendiri-sendiri atau salah seorang membaca dan orang lain yang hadir mendengarkannya.
  • Jika yang dimaksud adalah bahwasanya mereka membacanya dengan satu suara dengan ‘waqaf’ dan berhenti yang sama, maka ini tidak disyariatkan. Paling tidak hukumnya makruh, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah SAW maupun para shahabat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun apabila bertujuan untuk kegiatan belajar dan mengajar, maka saya berharap hal tersebut tidak apa-apa.
  • Adapun apabila yang dimaksudkan adalah mereka berkumpul untuk membaca Al-Qur’an dengan tujuan untuk menghafalnya, atau mempelajarinya, dan salah seorang membaca dan yang lainnya mendengarkannya, atau mereka masing-masing membaca sendiri-sendiri dengan tidak menyamai suara orang lain, maka ini disyari’atkan.
  • Membagi juz-juz Al-Qur’an untuk orang-orang yang hadir dalam perkumpulan, agar masing-masing membacanya sendiri-sendiri satu hizb atau beberapa hizb dari Al-Qur’an, tidaklah dianggap secara otomatis sebagai mengkhatamkan Al-Qur’an bagi masing-masing yang membacanya. Adapun tujuan mereka dalam membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan berkahnya saja, tidaklah cukup. Sebab Al-Qur’an itu dibaca hendaknya dengan tujuan ibadah mendekatkan diri kepada Allah dan untuk menghafalnya, memikirkan dan mempelajari hukum-hukumnya, mengambil pelajaran darinya, untuk mendapatkan pahala dari membacanya, melatih lisan dalam membacanya dan berbagai macam faedah-faedah lainnya.

[memuliakan al-quR`an bukan dengan menciumnya]
http://zahrotul.wordpress.com/2008/03/01/memuliakan-al-quran-bukan-dengan-menciumnya/

  • Kebanyakan orang mengatakan bahwa perbuatan mengecup mushaf Quran tersebut tidak lain kecuali untuk menampakkan pemuliaan dan pengagungan kepada Al-Qur`anul Karim. Namun bentuk pemuliaan dan pengagungan seperti itu tidak dilakukan oleh generasi yang awal dari umat ini, yaitu para shahabat Rasulullah SAW, demikian pula oleh tabi’in dan atba’ut tabi’in” Tanpa ragu jawabannya adalah sebagaimana kata ulama salaf, “Seandainya itu adalah kebaikan, niscaya kami lebih dahulu mengerjakannya.” Jadi perbuatan mencium Al-Qur’an merupakan perbuatan bid’ah.

[caRa mudah hafal al quRan]
http://dsusetyo.wordpress.com/2008/04/16/cara-mudah-hafal-al-quran/

  • Cara menghafal Al-Qur’an: [1]. Niat ikhlas, [2]. Hatinya bersih, perbanyak ber-istighfar, [3]. Mohon kepada Allah agar Ia tolong kita mudah hafalkan AlQuran letakkan kefahaman itu dalam hati kita, [4]. Hafalkan sedikit demi sedikit, 1 ayat sehari, [5]. Setelah beberapa hari gabung ayat2 yang sudah dihafalkan. [6]. Demikian seterusnya sampai khatam seluruh AlQuran.
  • Kuncinya: • niat ikhlas, • istighfar sungguh, • minta tolong Allah fahamkan, • sedikit demi sedikit, • diulang-ulang, • istiqamah dan shabar.

[hafizh qur’an]
http://harapandiri.wordpress.com/2008/04/14/168/

  • Para hafiz al-qur’an memiliki kemulian tersendiri dimata Allah Swt, Imam Thabrani rah.a telah meriwayatkan, bahwa Anas ra mengatakan Rasululah saw bersabda, “Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur’an, maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan anaknya menjadi hafizh Al-Qur’an, maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dia akan berkata kepada anaknya, ‘Mulailah membaca Al-Qur’an,’ Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur’an, maka bapaknya dinaikkan satu derajat oleh Allah Swt, sehingga terus bertambah tinggi hingga tamat.”
Doa dan Adab memba…
Lihat Posting DOA
About these ads

50 Tanggapan to “[DOA] adab membaca al-quR’an + cara menghafal Qur’an”

  1. abah oryza Says:

    duh meuni asa dipangaosan ieuh kang … hatur nuhun seja rurumpaheun ka saung butut

    ::oRiDo::
    sawangsulna Bah..
    sami-sami.. :)

  2. tomyzero Says:

    mas thanks atas komentarnya……….

    ::oRiDo::
    thx juga udh mampir balik..

  3. Anggie Says:

    Thanks infonya nih….

    Situsnya saya bookmark ya :)

    tulisannya bermanfaat bgt nih :)

    ::oRiDo::
    makasih..
    alhamdulillah..
    mari sama2 belajar dan beramal..

  4. TonKin Says:

    subhanallah…..

    ::oRiDo::
    ??
    lam kenal juga..

  5. Adi Sucipto Says:

    Assalamu’alaikum Khi
    Syuqron sudah diingatkan. seringkali memang; begitu selesai membaca Al Qur-an, lupa untuk membaca doa Allahummarhamni…. Salam ukhuwwah ti urang Sukabumi.
    Wassalamu’alaikum

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    alhamdulillah…
    salam ukhuwah juga ti urang bandung nu keur ngalalana di ibukota.. :)

  6. ridhoyp Says:

    Wuih.. bermanfaat sekali buat pengetahuan spirit :) Salam kenal.. :D wass..

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    silahkan di sebarkan..
    salam kenal juga..
    wa’alaikum salam wr.wb.

  7. gagahput3ra Says:

    Subhanallah….banget….artikel yg bener2 berguna nih…ijin copy-paste ya mas (ke dokumen lokal) :)

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    silahkan aja copy-paste…
    silahkan juga disebarkan..
    mari sama2 belajar dan beramal..

  8. kucingkeren Says:

    waduhh komplit banget… jadi nyadar gak tau apa2… salam dari Ammar Jr..

    ::oRiDo::
    silahkan dinikmati hidangan alakadarnya.. :)

  9. antown Says:

    bagus nih tulisannya….
    makasih ya om atas tulisannya

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    silahkan untuk disebarkan kembali.. ;-)

  10. TonKin Says:

    Visit Back–>>
    Infonya Lengkap Banget..
    ada Yang Baru gak..???

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    insyaAllah aku update..

  11. achoey sang khilaf Says:

    blog yang bermanfaat
    penuh ilmu
    ladang dakwah si empunya

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    tempat aku belajar dan beramal..
    mudah2an bermanfaat buat semua.. :)

  12. hafidzi Says:

    tapi mas Orido, kalimat ini sering saya dengar di ma’had dulu…bahkan ketika saya pernah hadir di salah satu khutbah jum;at di Mesir.
    Memang si kalo ancaman yang sangat sadis tdk ada. Hmm… kalo yang menghapal kemudian lupa (karena tdk sengaja, tdk apa2 kan? ) tp klo lupanya karena kesibukan dunia yang terus menerus gimana?

    ::oRiDo::
    lupa..
    ya klo yg namanya gak sengaja, ya insyaAllah gak apa2..
    klo lupa gara2 sibuk duniawi.. wah itu sih mesti dihindari.. :)

  13. winda Says:

    setiap hari saya sllu ngaji tp dgn baca artikel ttng al quran ini saya jd makin yakin akan besarnya manfaat mengenal al quran,cakep artikelnya,thanks so much buat yang nulis…

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    silahkan utk disebarkan..

  14. ikyul Says:

    artikelnya bagus banget..
    mau nanya sedikit, kebiasaan saya membaca alqur’an saat selesai shalat, otomatis saat itu saya memakai mukena (hijab) yang baik, apakah boleh membaca alqur’an tanpa memakai mukena, atau jilbab?

    ::oRiDo::
    alhamdulillah..
    memakai jilbab saat membaca Alquran bukanlah sebuah keharusan. Seorang wanita bisa saja membaca Alquran tanpa jilbab atau hijab selama berada di rumah atau ruangan tertentu selama tak terlihat oleh orang lain selain mahramnya.
    Hanya saja, ia termasuk di antara bentuk adab kita terhadap Alquran sebagai kalam Allah. Di antara adab membaca Alquran adalah berwudhu, memakai hijab, menghadap kiblat, dan membacanya sesuai dengan hukum-hukum tajwid.

    semoga berguna..

  15. dsusetyo Says:

    Ass wr wb.,
    Wah, ini referensi lengkap tentang adab membaca alquran.

    Sedikit masukan untuk Doa setelah membaca al Quran di awal postingan ini.
    “Allahummar hamnii bil qur’aan waj’alhu lanaa imaamaaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah. Allahumma dzakkirnii minhumaa nasiita wa ‘alimna minhuma jahiltu wardzuknii tilaawatahu anaa allayli wa athraafan nahaari waj’alhulanaa hujjatallana laa hujjata yaa rabbil ‘aalamiin..”

    kalau dilihat dari teks Arabnya ada sedikit ketidaksesuaian, mohon diperiksa:
    waj’alhu lanaa >> waj’alhu lii
    waj’alhulanaa hujjatallana laa hujjata>> waj’alhu lii hujjatan

    Demikian masukan saya, selanjutnya sebagai pelengkap artikel ini sila kunjung tentang Cara Mudah Hafal AlQuran di POSTING INI

    Wass wr wb.,

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    terimakasih atas masukannya Pak..
    sudah diperbaiki..

  16. dsusetyo Says:

    Ass wr wb.,
    Sahabat Orido, terima kasih atas kunjungan baliknya ke postingan saya.
    Minta ijin saya taut artikel ini ke posting saya di Cara Mudah Hafal AlQuran, agar tidak hanya hafal tapi juga benar adab membacanya.

    wass wr wb.,

    ::oRiDo::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    makasih banyak Pak..
    saya juga sudah link balik artikel bapak..
    mari sama-sama belajar dan beramal…

  17. Cara Mudah Hafal Al Quran (edited 19 April 08) « DSusetyo’s Weblog Says:

    [...] ———————- Karena kemuliaan dan kesucian Al Quran hendaklah kita sangat memperhatikan dengan benar adab atau tatacara dan sikap perilaku kita ketika membacanya. Sila rujuk ke posting sahabat ORido di artikel berjudul Adab Membaca Al-Quran. [...]

  18. Santri Gundhul Says:

    Wathaaaaoooo….RIBET banget persyaratannya ( Adab ) Mas…15 item neh…
    Misalnya neh… klu gak mengikuitin Adab gimana…?? Apakah BERDOSA…??? He..he..

    Coba mari kita sama-sama CERMATI ayat-ayat diatas ( Al-Waqiah ) ada kata ” TIDAK MENYENTUHNYA ” kecuali hamba-hamba yang ” DISUCIKAN “.
    Nah saya mo naya sama Mas….SIAPAKAH yang MENSUCIKAN orang-orang itu….???.
    Karena di ayat tersebut ada kata DISUCIKAN bukan MENSUCIKAN loh….
    ayat tersebut mengindikasikan adanya OBYEK yang DISUCIKAN dan SUBYEK PELAKU yang MENSUCIKAN orang-orang…
    Lantas siapa yah PELAKUNYA…????

    Salam kenal mas
    dari Kalimantan Timur

  19. ABDULLAH Says:

    Good…..good…good… lam kenal

    ::oRiDo::
    alhamdulillah…
    salam kenal juga..

  20. ismail Says:

    Tttrrriiiimakasih Atas Bantuannya ya!

    ::oRiDo™::
    alhamdulillah.. :)

  21. Supermance Says:

    wah lengkap banget mas, :), ehm cara nampilin huruf arab di blog kita gimana caranya yah mas? bingung euy …

    ::oRiDo™::
    alhamdulillah..
    hmmm..
    aku sih tinggal kupi-pes aja..
    coba-in aja..
    klo bikin langsung.. aku juga gak ngerti.. :D

  22. islammarket Says:

    mau hafal Al Qur’an dalam sebulan?
    http://islamarket.co.cc

  23. zeinmiftah Says:

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Alhamdulillah, terima kasih banyak …..
    Insya Alloh bermanfaat … saya izin download ya.

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    alhamdulillah…
    semoga bermanfaat.. :)

  24. fulan Says:

    mas, nanya dikit ya
    kok transliterasi doa abis baca Quran beda ma tulisan arabnya. yang bener yang mana ya?

    “Allahummar hamnii bil qur’aan waj’alhu lii imaamaaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah. Allahumma dzakkirnii minhumaa nasiita wa ‘alimna minhuma jahiltu wardzuknii tilaawatahu anaa allayli wa athraafan nahaari waj’alhulii hujjatallana laa hujjata yaa rabbil ‘aalamiin..”

    makasih mas

  25. fulan Says:

    oya satu lagi (maaf)

    Allahumma dzakkirnii minhumaa nasiita (dulu dikasih taunya nasitu. yang bener yg mana ya?) wa ‘alimna (ini ngga ‘alimni? kan yg laen pake ni/li) minhuma jahiltu wardzuknii tilaawatahu anaa allayli wa athraafan nahaari waj’alhulii hujjatallana laa hujjata yaa rabbil ‘aalamiin..”

    makasih mas

  26. daux Says:

    salam dari bumi malaysia

    sy tiba di blog ini hasil daripada pencarian ttg hukum melafaz ayat suci al-Quran tanpa wudhu.

    sy ingin bertanya, apakah hukumnya melafaz ayat suci al-Quran tanpa wudhu? maksudnya di sini sy tidak memegang al-Quran dan membaca nya, tetapi melafazkannya dgn niat ingin menguatkan hafalan dan juga sbg penenang jiwa. boleh kah begitu? perlukah sy mengambil wudhu’ dahulu?

    :: oRiDo™ ::
    jika tidak memegang hanya melafazkan saja (apalagi untuk hafalan), tidak di haruskan berwudhu..

    tetapi untuk membaca sambil menyentuh qur’an ada perbedaan pendapat, ada yang membolehkan ada juga yg bilang tidak boleh.
    untuk lebih lengkapnya silahkan di baca di sini.
    penjelasan berkaitan menyentuh qur’an tanpa wudhu dapat di jelaskan dibawah ini:
    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “
    ORang mu’min tidakah najis” dan hadits di atas disepakati keshahihannya. Yang dimaksudkan dalam hadits ini (yaitu hadits Tidak bOleh menyentuh Al QuR’an kecuali ORang yang suci) bahwasanya beliau melaRang membeRikan kuasa kepada ORang musyRik untuk menyentuhnya. Meski demikian, bagi seseORang yang beRhadats kecil sedang ia ingin memegang mushaf untuk membacanya maka lebih baik dia beRwudhu teRlebih dahulu.

  27. qoqom Says:

    Assalamu`alikum
    Jangan perbesar perbedaan, Mari kita perkuat ukhuwah islamiyah… AllahuAkbar

    ada beberapa hal yang mungkin saya tidak sependapat dengan antum..
    tp biarlah kita meyakini apa yang kita anggap benar
    bukankah antum bilang JANGAN PERBESAR PERBEDAAN
    lebih adil jika antum juga juga mencantumkan alasan beberapa masalah khilafiyah…
    saya kira antum faham
    Hadana Allahu wa iyyakum Amin….

    wassalamu`alikum wr wb

    :: oRiDo™ ::
    wa’alaikum salam wr.wb.
    terimakasih atas masukan nya..
    saya rasa tidak apa2 memberitahukan apa yang dianggap salah, karena saya khususnya pasti tidak luput dari salah..
    sepanjang kita bisa berdiskusi dengan fikiran terbuka dan berdasar pada Al-Qur’an dan Sunnah, insyaAllah perbedaan itu akan menjadi berkah buat kita semua.. :)
    mari sama2 belajar dan beramal..

  28. Zian X-Fly Says:

    Panjang sekali pstingannya ya?

    :: oRiDo™ ::
    yups…
    saya selalu mencoba menampilkan se-komprehensif mungkin, agar segala permasalahan yang berhubungan dengan artikel dapat ditampilkan di sini..
    semoga berguna.. :)

  29. Cara Mudah Hafal Al Quran « Learn to Be A True Muslimah Says:

    [...] ———————- Karena kemuliaan dan kesucian Al Quran hendaklah kita sangat memperhatikan dengan benar adab atau tatacara dan sikap perilaku kita ketika membacanya. Sila rujuk ke posting sahabat ORido di artikel berjudul Adab Membaca Al-Quran. [...]

  30. MIZA Says:

    SAYA BERMINAT SANGAT MEMBACA AL-QURAN…CAYA NAK CARI GURU TARANUM YANG BERDEKATAN DGAN TEMPAT TIMGGAL SAYA…BUKIT MERTAJAM PULAU PINANG..KALO AD SAPE TAHU LEH LA EMIL SAYA…
    miza_ilham@yahoo.com

    :: oRiDo™ ::
    semoga mas Miza segera dapat guru yang di cari.. :)

    buat teman2..
    jika ada info yang bisa membantu mas Miza, silahkan konfirmasi..

  31. Nana Says:

    Ada doa sholat khifdi ngga?

    :: oRiDo™ ::
    maaf..
    saya tidak punya bahan ttg shalat khifdi.

    • Annisa Nadia Says:

      saya pernah dengar tentang sholat khifdi.
      tapi belum ada sumber yang jelas, apa sebernya definisi sholat khifdi ya kak?

  32. Merry Says:

    kiat rajin solat donk…???

    :: oRiDo™ ::
    hmmm..
    intinya mendisiplinkan diri tho?? :)
    oke deh, terimakasih utk komentar dan request,
    mudah2an insyaAllah saya dapat bahannya..

  33. eyra Says:

    kenapa al-quuran di baca dr kanan ke kiri??

  34. uya Says:

    Salam ukhwah , ana minta copy ye semua ttg Al -Quran. Shukron,smoga Allah mbls jasa anta.

    oRiD™ bilang:
    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..
    silahkan..
    semoga dapat memberikan manfaat bagi antum.. :)

  35. Cara Mudah Hafal Al Quran | Secercah Harapan Says:

    [...] ———————- Karena kemuliaan dan kesucian Al Quran hendaklah kita sangat memperhatikan dengan benar adab atau tatacara dan sikap perilaku kita ketika membacanya. Sila rujuk ke posting sahabat ORido di artikel berjudul Adab Membaca Al-Quran. [...]

  36. Ilham Suryadi Says:

    dari dulu saya ingin tau mengapa surah at-taubah tidak membaca basmallah?
    tolong di jelaskan

    oRiD™ bilang:
    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh…
    Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama ahli tafsir tentang sebab-sebab kenapa tidak ada basmalah di awal surat Taubah, yaitu:

    Pendapat Pertama mengatakan bahwa telah menjadi kebiasaan orang orang Arab pada zaman dahulu apabila ada di antara mereka perjanjian tertulis maka mereka menuliskan bismillah, akan tetapi jika ingin membatalkan perjanjian tersebut, mereka menuliskannya tanpa membubuhi basmallah. Ketika turunnya Surat at-Taubah yang menandai tidak berlakunya perjanjian antara Rasulullah dan orang musrikin, Rasulullah s.a.w. mengutus Ali bin Abi Thalib membacakan surah tersebut dengan tanpa menyertakan basmallah di awalnya.

    Kedua, pendapat yang mengatakan bahwa terdapat kesamaan antara surah at-Taubah dengan surah sebelumnya al-Anfal, maka dikatakan bahwa surat at-Taubah merupakan kelanjutan dari surah sebelumnya, sehingga tidak ada basmalah di awal surah tersebut. Pendapat ini berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

    Ketiga, surat at Taubah berdekatan dengan surat al Baqoroh dan mempunyai kesamaan antara keduanya, maka tidak dituliskan basmalah di awal surat.

    Keempat, pendapat yang mengatakan bahwa ketika dilakukan kodifikasi mushaf pada zaman kakhalifahan Ustman r.a, terdapat perbedaan pendapat antara para penulis mushaf, apakah surah at-Taubah dan al-Anfal merupakan satu surah atau dua surah yang berbeda? Untuk mengambil jalan tengah dari dua pendapat tersebut, maka ditetapkan bahwa surah at-Taubah dan al-Anfal adalah dua surah dengan tanpa menuliskan basmallah di awal surat at-Taubah.

    Kelima, diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, ketika ditanya oleh Ali bin Abi Thalib kenapa tidak dituliskan basmalah diawal surat Taubah? Beliau menjawab, “bismillahirrohmanirrohim” mempunyai makna keamanan dan perdamaian, dan surat at-Taubah turun dalam bayang-bayang pedang ketika perang Tabuk, dimana tidak ada situasi aman pada saat itu. Basmallah itu sendiri menyiratkan makna rahmat kasih sayang, sedangkan surah at-Taubah anyak berisi kecaman dan sanggahan terhadap sikap orang-orang munafiq dan orang kafir, maka tidak ada rahmat bagi mereka.

    Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa malaikat Jibril tidak menyertakan basmalah ketika menurunkan surah at-Taubah.

  37. laila Says:

    ya allah ku mohon padamu ya allah mudah mudahan mama yuspan betul nda datang ke rumahku

    ku janji akan bayar puasa ku yag pecah kemarin

    dan aku akan sholat baik dan malam ini aku tidak akan bawa hp lagi ya allah ku mohon

    astagfirullahalazim…….
    astagfirullahalazzim……….
    ya allahh
    ku mohon padamu amiiiiiiiiiiiiin

    oRiD™ bilang:
    amin..

  38. Yusron Says:

    bbrp hr ini d masjd dkt rumah saya ada org tua setiap hbs sholat maghrib dan isya’ dia selalu baca Al-quran tnpa teks alias hafal… dan bacaan ny pnjang skali… mlht sprti itu jd pngn mnghafal jg.. :D amiin

  39. azhar Says:

    bagaimana untuk cepat menghafal sedangkan otak lembab

  40. puteri noraisya Says:

    Assalamualaikum..
    Ikhwan fillah, ijin copas ya
    buat postingan blog baru saya
    semoga bermanfaat untuk semua..
    “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
    kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-Ashr 2-3)..

  41. Adab membaca dan menghafal Al-Qur’an « Zahirah Muslim Aisyah Says:

    [...] Sumber dikutip dari : http://orido.wordpress.com/2008/03/21/doa-adab-membaca-al-quran/ [...]

  42. Mia Says:

    Jazakallah atas ilmunya. izin copy tuk referensi bacaan, moga Allah memudahkan dalam rangka berikhtiar memaknai kalimat-kalimatNYA Yang Maha Sempurna Amiin Yaa Rabb…..Jzkl

  43. Panji Rizqi Says:

    Assalamu’alaikum Pak Ustad
    Saya Panji, mau bertanya. Maksud dari memotong bacaan dgn kegiatan lain itu apa? Saya baru saja khatam, pas saya ngeliat ada tulisan itu, saya langsung “down” soalnya saya sering membalas SMS pada saat membaca al qur’an. Tp saya membalasnya pas akhir ayat atau ‘ain atau akhir surat. Itu gimana ya hukumnya?

    :: oRiD™ bilang ::
    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..
    simple nya seperti ini,
    saat mas Panji sedang mengajak ngobrol seseorang, tetapi orang itu sambil main hape dan tidak serius dalam menanggapi obrolan..
    apa yang di rasakan oleh mas Panji?

    yang mas Panji lakukan dengan membalas sms di akhir surat itu sudah bagus.. :)

  44. Tips Hafal Al – Quran « SD INTEGRAL AL – BAYAN Says:

    [...] ———————- Karena kemuliaan dan kesucian Al Quran hendaklah kita sangat memperhatikan dengan benar adab atau tatacara dan sikap perilaku kita ketika membacanya. Sila rujuk ke posting sahabat ORido di artikel berjudul Adab Membaca Al-Quran. [...]

  45. KUMPULAN DOA « Dedi Hermawan Says:

    [...] [DOA] adab membaca al-quR’an + cara menghafal Qur’an [...]

  46. Radzi bin Osman Says:

    mohon share

  47. http://Www.Obland.Net/ Says:

    Hi would you mind sharing which blog platform you’re using? I’m planning to start my own blog in the near
    future but I’m having a hard time making a decision between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m looking
    for something unique. P.S Apologies for getting off-topic but I
    had to ask!

  48. desktop wallpapers chocolate ice cream Says:

    Thank you for sharing your info. I really appreciate your efforts and I am waiting
    for your next post thanks once again.

  49. yhuni Says:

    Assalamualaykum. Ana pernah dgr bhwa wnta yg haidh boleh mmbc Alquran dgn 7an untk belajar/memahami ayat2 Alquran lantas bgaimana ya kalau qt membc Alqur’an pd wk2 haid. Hx untk mendpt pahala?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 441 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: